Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah RESPATI

Analisis Ketahanan Pangan terhadap Tingkat Kerawanan Pangan di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara Suhaeli, Suhaeli; Ismandari, Titik; Pudjiwati, Eko Hary
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i2.5115

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui rasio indikator tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan, dan mengetahui tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan Penelitian dilakukan di semua kecamatan di kabupaten Bulungan menggunakan metode survey instansional Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa nilai NCPR terbesar pada kecamatan Tanjung Palas Timur sebesar 0,90 %, Kemudian aspek keterjangkauan pangan (Persentase penduduk di bawah garis kemiskinan, Persentase rumah tangga dengan proporsi pengeluaran untuk pangan lebih dari 65 % terhadap total pengeluaran, dan Persentase rumah tangga tanpa akses listrik) nilai terbesar yaitu sebesar 0,487 % pada kecamatan Peso Hilir, dan bobot indicator keterjangkauan pangan terendah pada kecamatan Bunyu sebesar 0,025 % Sedangkan rata-rata lama sekolah perempuan di atas 15 tahun, Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih, Rasio jumlah penduduk per tenaga kesehatan terhadap tingkat kepadatan penduduk, Persentase balita dengan tinggi badan di bawah standar (stunting), dan Angka harapan hidup pada saat lahir) bobot terbesar yaitu 2, 141 % pada kecamatan Tanjung Palas Barat Tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Bulungan tahun 2023 berada pada kategori yang beragam yaitu kategori tahan pangan(4 kecamatan: Tanjung Palas, Tanjung Palas Tengah, Tanjung Palas Utara, dan Bunyu), cukup tahan pangan (4 kecamatan: Peso, Tanjung Palas Barat, Tanjung Selor dan Sekatak), dan 2 kecamatan agak rawan (Peso Hilir dan Tanjung palas Timur) Kata kunci: angka kemiskinan, indikator ketahanan pangan, ketahanan pangan, stunting
Potensi Isolat Rhizobakteri Indigenous dari Rhizosfer Choy sum sebagai Agen Antagonis Phytophthora palmivora dan Colletotrichum gleoeosproioides Pudjiwati, Eko Hary; Zahara, Siti; Saffera, Rani; Risnawati, Risnawati
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i2.5210

Abstract

Colletotrichum gleoeosproioides merupakan penyebab penyakit antraknosa pada tanaman cabai dan Phytophthora palmivora penyebab busuk buah pada tanaman coklat. Keduanya merupakan patogen penyebab menurunnya produksi tanaman secara kualitas maupun kuantitas. Aplikasi agen hayati sebagai pengendali organisme pengganggu tumbuhan bersifat ramah lingkungan dan dapat mengurangi dampak negatif pestisida kimia. Rizobakteri mempunyai potensi sebagai agen hayati atau agen antagonis apabila mampu menghambat pertumbuhan atau membunuh patogen. Pengujian secara in vitro dilakukan untuk menguji daya hambat sepuluh isolat rizobakteri, yaitu RB1, RB2, RB3, RB4, RB5, RB6, RB7, RB8, RB9 dan RB10 yang berasal dari rizosfer tanaman sawi hijau (choy sum) (Brassica chinensis var. parachinensis), terhadap patogen Phytophthora palmivora dan Colletotrichum gleoeosproioides. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penghambatan isolat rizobakteri terhadap fungi C. gleoeosproioides berkisar antara 4,00%-35,79% sedangkan persentase daya hambat terhadap P. palmivora berkisar antara 25,49%-63,61 %. Tingginya daya hambat isolat RB4 terhadap C. gleoeosproioides (35,79%) dan P. palmivora (63,61%), menyebabkan laju pertumbuhan fungi yang terendah, yaitu 0,38 cm/24 jam (C. gleoeosproioides) dan 0,28 cm/24 jam (P. palmivora). Hal ini menunjukkan bahwa isolat RB4 mempunyai potensi menjadi antagonis dibandingkan isolat lainnya meskipun isolat RB4 juga tidak mampu menghasilkan asam sianida (HCN) seperti isolat rizobakteri uji lainnya. Perlu dilakukan pengujian isolat sebagai agen antagonis terhadap patogen lain dan uji lapangan terhadap isolat yang sudah diketahui sebagai agen antagonis. Kata kunci: Agen hayati, fluoresen, fungi, patogen, penghambatan