Claim Missing Document
Check
Articles

Komunikasi Interpersonal Antara Orang Tua Dengan Anak Padas Keluarga Broken Home (Studi Fenomenologi Di Desa Sunten) Nurazka, Seruni; Nugrahani, Rah Utami; Arifputri, Aiza Nabilla
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Broken home, yang juga dikenal sebagai krisis keluarga, adalah saat keluarga tidak lagi bahagia dan tidak berfungsidengan baik. Komunikasi dua arah di dalam keluarga broken home sudah tidak ada lagi karena putusnya komunikasidiantara anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan komunikasi interpersonal antara orangtua dengan anak pada keluarga broken home yang terjadi di desa Sunten Jaya yang terletak di provinsi Jawa Barat.Teori yang digunakan pada penelitian ini menggunakan 6 stage relationship dari Devito (2022). Metode penelitianyang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Husserl. Penelitian kualitatif merupakanpenelitian yang melibatkan langsung peneliti dengan objek yang sedang diteliti, sehingga menghasilkan pemahamanmendalam terhadap kondisi yang sedang terjadi. Maka dari, itu penelitian ini berfokus pada memahami danmenggambarkan fenomena yang terjadi di desa sunten jaya. Adapun Teknik pengumpulan data menggunakanobservasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi interpersonalyang terjadi antara orang tua dengan anak broken home efektif meskipun memiliki tahapan yang tidak beraturan.Tidak adanya pembubaran dari hasil penelitian dari ketiga keluarga informan tersebut namun, ada satu keluarga yangkomunikasinya berjalan dengan efektif tetapi tidak adanya keterlibatan secara emosional sehingga komunikasi yangterjalin pun hanya sebatas komunikasi harian saja. Kata Kunci-komunikasi interpersonal, keluarga broken home, tahapan komunikasi interpersonal.
Identitas Visual Identitas Visual dan Pesan Persuasi Dalam Produksi Kemasan Baru Pada Onde-Onde Ceplis Alfajo Nabillah, Syaidatun; Nugrahani, Rah Utami; Priastuty, Chairunnisa Widya
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi pemasaran merupakan elemen penting yang dapat menentukan kesuksesan sebuah merek. Melaluikomunikasi pemasaran, merek dapat menciptakan dan memberikan pengalaman yang baik bagi konsumen.Keputusan pembelian yang dilakukan konsumen bergantung kepada bagaimana merek dapat menyampaikan pesansecara efektif. Kemasan merupakan salah satu bentuk yang memiliki peranan penting ketika menyampaikan pesandalam komunikasi pemasaran. Maka dari itu, kemasan serta pesan yang disampaikan di dalamnya dapat membantupelaku usaha terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM dalam menarik konsumen. UMKM Onde-Onde Ceplis Alfajo merupakan salah satu UMKM yang memanfaatkannya. Onde-Onde Ceplis Al-fajo adalah salahsatu UMKM yang ada di Kabupaten Bekasi sejak 2016. UMKM ini menjual makanan ringan berupa onde-onde kering.Meskipun telah beroperasi sejak 2016, UMKM ini belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Salah satupenyebabnya adalah ketidakmampuan untuk mencapai target audiens utama, yaitu generasi millenial. Masalah inidipengaruhi oleh kurangnya upaya dalam menyampaikan pesan yang efektif melalui pemilihan visual yang tepat padakemasan. Oleh karena itu, produksi kemasan baru pada UMKM Onde-Onde Ceplis Alfajo dapat menjadi sebuah solusidalam menyampaikan pesan dalam pemasaran sehingga dapat mencapai target audiens utama. Kata Kunci: pesan dalam pemasaran, kemasan baru, UMKM Onde-Onde Ceplis Alfajo.
Pengaruh Iklan Instagram @calvinklein dan Brand Ambassador Jung Kook BTS Terhadap Brand Image Calvin Klein Vindashafiya, Azyza Reihan; Nugrahani, Rah Utami; Arifputri, Aiza Nabilla
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak 2002, fenomena Hallyu atau gelombang Korea telah menjadi sangat populer di Indonesia, terutama di kalanganremaja dan milenial, mencakup musik K-pop, drama, film, fashion, dan makanan Korea. BTS, salah satu grup K-popterkemuka, memiliki anggota bernama Jung Kook yang berperan sebagai brand ambassador untuk merek sepertiCalvin Klein. Penelitian ini menganalisis pengaruh iklan Instagram @calvinklein dan Jung Kook terhadap citra merekCalvin Klein, menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil menunjukkanbahwa iklan Instagram berpengaruh 3,2% terhadap citra merek, sedangkan Jung Kook memberikan pengaruh yanglebih besar, yaitu 59%. Secara keseluruhan, keduanya berkontribusi 67,1% terhadap citra merek Calvin Klein. Temuanini menegaskan bahwa selebriti K-pop dapat secara signifikan meningkatkan citra dan penjualan merek, menunjukkankekuatan Hallyu dalam memengaruhi tren serta preferensi konsumen di Indonesia. Kata Kunci-iklan Instagram, brand ambassador, brand image, Jung Kook, Calvin Klein.
Perencanaan Content Marketing Media Sosial Instagram Perusahaan Nex Parabola dalam Meningkatkan Brand Awareness Maksudi, Ghadhidha Azahra; Nugrahani, Rah Utami; Priastuty, Chairunnisa Widya
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurang meratanya siaran televisi digital semenjak diberlakukannya Analog Digital Switch-off yang tercantum dalamPeraturan Menteri No. 11/2021 mengenai perubahan atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 6/2021mengenai Penyelenggaraan Penyiaran (Kominfo, 2021) tentunya memerlukan informasi yang dikemas dalam berbagaibentuk salah satunya melalui content marketing yang disalurkan melalui media sosial dalam hal ini Instagram agarmenjangkau khalayak yang lebih luas. Nex Parabola selaku perusahaan televisi satelit masih belum banyak diketahuioleh masyarakat, oleh karena itu penulis melakukan sebuah perancangan karya yang berjudul <Perencanaan ContentMarketing Perusahaan Nex Parabola dalam Meningkatkan Brand Awareness=. Teori yang digunakan penulis dalammelakukan perancangan karya kali ini adalah The Circular Model of Some dengan konsep Empat Pilar Strategi MediaSosial untuk dapat meningkatkan kesadaran audiens akan merek Nex Parabola. Untuk dapat memperoleh data sebagailandasan dalam perancangan karya kali ini penulis melakukan observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner. Karyaakhir dari perancangan karya ini adalah penulis membuat dan mengunggah 470 konten dengan mengaplikasikankonsep dan teori dengan tujuan untuk meningkatkan brand awareness dari perusahaan Nex Parabola. Kata Kunci-content marketing, brand awareness, Nex Parabola
Representasi Femininitas Shasa Zhania Di Media Sosial Tiktok Putri, Aprilia Permata; Nugrahani, Rah Utami; Pradana, Yoka
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Femininitas merupakan kata yang identik dengan perempuan, sering kali diartikan sebagai kondisi menjadiperempuan. Media sosial TikTok dengan pengguna yang didominasi oleh perempuan kini menjadi wadahmengekspresikan femininitas cenderung dikonstruksi oleh Influencer. Metode yang digunakan adalah SemiotikaRoland Barthes dengan data primer yaitu lima konten paling popular dan menunjukkan ketiga aspek femininitasBartky yaitu bentuk tubuh, sikap, dan penampilan. Tujuan penelitian adalah untuk memahami dan menganalisis tandatandadan simbol dalam konten Media Sosial TikTok Shasa Zhania yang merepresentasikan femininitas. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa konten Shasa Zhania merepresentasikan ketiga praktik femininitas Bartky. Pada aspekbentuk tubuh, Shasa menunjukkan tubuh ramping dan proporsional. Aspek sikap ditunjukkan melalui ekspresiemosional, keceriaan, keibuan, dan penerimaan terhadap peran gender tradisional. Dalam aspek penampilan, ShasaZhania memperlihatkan proses riasan wajah dan styling rambut yang detail, menciptakan standar kecantikan bagipengikutnya. Lalu aspek hubungan asmara juga konsisten hadir dalam kontennya, mencerminkan materi femininitasdi media sosial melalui keterlibatan pasangan. Penelitian menunjukkan bahwa konten TikTok Shasa Zhaniamenampilkan praktik disiplin tubuh dan objektifikasi perempuan, mengungkap pencapaian femininitas yang disengajadan dikonstruksi sesuai praktik femininitas menurut Bartky. Kata Kunci-femininitas, influencer, Shasa Zhania, norma gender, media sosial, standar kecantikan, representasifemininitas
Strategi Komunikasi Pemasaran Brand Skintific Melalui Media Sosial Tiktok @Skintific_Id Gifty, Halfa Pramudya; Nugrahani, Rah Utami
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap komunikasi, terutama di era digital. Dalamlingkungan bisnis yang kompetitif saat ini, produsen dan distributor harus lebih kritis dan fleksibel dalammenerapkan strategi perubahan. Salah satu strategi tersebut adalah memanfaatkan platform media sosial sepertiTikTok, yang memungkinkan konsumen untuk berinteraksi dengan audiens mereka melalui konten yang kreatif daninteraktif. Skintific, merek perawatan kulit asal Kanada, menggunakan TikTok untuk mempromosikan produkmereka dan memberikan informasi yang komprehensif di situsnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipenerapan strategi komunikasi pemasaran melalui media sosial TikTok @skintific_id. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah pendekatan secara kualitatif. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalahParadigma Non-Positivistik. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kampanye pemasaran melalui TikTok yang digunakan oleh @skintific_id tidak hanyameningkatkan brand awareness tetapi juga mendorong interaksi yang lebih aktif antara merek dan konsumen. Kata Kunci-TikTok, media sosial, komunikasi pemasaran, Skintific
Pengaruh Aespa Sebagai Brand Ambassador Dan Social Media Marketing Terhadap Impulse Buying Dengan Brand Awareness Sebagai Mediator Pada Produk Nabati Richoco Masrurah H.A, Ince Layali Bau; Nugrahani, Rah Utami
eProceedings of Management Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh Aespa sebagai brand ambassador dan strategi social media marketing terhadapimpulse buying konsumen produk Nabati Richoco, dengan brand awareness sebagai variabel mediator. Urgensipenelitian ini didasarkan pada tren pembelian impulsif yang semakin meningkat, terutama di kalangan penggemaryang terdorong oleh promosi berbasis idola. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif denganpengumpulan data melalui penyebaran kuesioner secara online dan diperoleh sebanyak 400 responden. Penelitian inimenggunakan SmartPLS 4 dalam pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand ambassador, socialmedia marketing berpengaruh terhadap impulse buying melalui brand awareness. Hasil penelitian ini diharapkan dapatmemberikan wawasan baru dalam bidang pemasaran, khususnya mengenai bagaimana kolaborasi antara brandambassador dan social media marketing dapat membangun brand awareness yang efektif untuk mendorong perilakuimpulse buying. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa brand ambassador dan social media marketing berpengaruhpositif dan signifikan dalam meningkatkan brand awareness. Selanjutnya, brand awareness terbukti berpengaruhpositif signifikan terhadap impulse buying. Selain itu, social media marketing juga memiliki pengaruh langsung yangpositif dan signifikan terhadap impulse buying. Brand awareness berperan sebagai mediator yang memperkuathubungan antara brand ambassador maupun social media marketing dengan impulse buying. Temuan ini menegaskanbahwa pengelolaan brand ambassador dan media sosial yang efektif mampu mendorong peningkatan pembelianimpulsif melalui penguatan brand awareness.Kata Kunci: Brand Ambassador, Brand Awareness, Social Media Marketing, Impulse Buying
Pengaruh Social Media Marketing Tiktok Terhadap Purchase Intention Dengan Brand Image Sebagai Variabel Intervening Pada Produk N’pure Febrian, Rifki; Nugrahani, Rah Utami
eProceedings of Management Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kecantikan dalam beberapa tahun terakhir memiliki peningkatan secara cepat dan signifikan denganmelahirkan banyak merek skincare lokal di Indonesia. N’Pure sebagai skincare lokal memanfaatkan platform TikToksebagai alat untuk interaksi konsumen dengan brand. Strategi pemasaran melalui media sosial saat ini telah menjadipendekatan yang paling efektif untuk menjangkau dan berinteraksi secara langsung dengan konsumen. N’Pure sebagaiskincare lokal menghadapi tantangan besar dalam persaingan harga dengan produk-produk impor. Permasalahan inidiperparah dengan kondisi daya beli masyarakat yang cenderung menurun. Kondisi ini mendorong konsumen menjadilebih berhati-hati dalam menentukan pilihan produk perawatan kulit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahuibagaimana marketing melalui platform media sosial dapat memengaruhi minat beli secara tidak langsung melaluibrand image untuk variabel mediasi pada produk N’Pure. Studi ini mengadopsi metode kuantitatif bertipe kausal.Sampel dalam studi ini melibatkan 400 responden yang dipilih menggunakan metode sampling non-probabilitydengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data berbasis kuesioner dilakukan secara digital melalui GoogleForms. Analisis data dilaksanakan secara statistik dengan menggunakan metode SEM-PLS melalui SmartPLS 4.0.Temuan menunjukkan bahwa penggunaan pemasaran media sosial berperan secara positif dan signifikan dalammendorong intensi beli dari pihak konsumen. Selain itu, strategi pemasaran di media sosial juga terbukti memberikandampak yang positif dan signifikan bagi brand image. Brand image memainkan peran penting dalam mempengaruhiminat pembelian konsumen secara positif dan signifikan. Di samping pengaruh langsungnya, strategi pemasaranmedia sosial turut memberikan pengaruh tidak langsung mempengaruhi niat pembelian dengan memengaruhi brandimage dalam peran mediasi.Kata Kunci: Pemasaran Media Sosial, Citra Merek, Minat Beli, N’Pure
Pengaruh Time Pressure terhadap Impulsive Buying Konsumen Pada Tiktok Live Di Kalangan Generasi Z dengan Peran Persepsi Sebagai Mediator Putra, Rifky Andwika; Nugrahani, Rah Utami
eProceedings of Management Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku belanja konsumen telah berubah karena kemajuan teknologi digital, terutama Gen Z, yang sangat aktifdi media sosial. TikTok Live dapat mendorong orang untuk membeli sesuatu karena tekanan waktu. Tujuanpenelitian ini adalah untuk melihat bagaimana tekanan waktu berdampak pada pembelian impulsif, dengan nilaipersepsi sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan surveiterhadap 110 orang Indonesia dari Generasi Z yang menggunakan TikTok Live. Data dianalisis menggunakanmodel equation struktural (SEM) menggunakan metode PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan waktumemengaruhi nilai persepsian dan pembelian impulsif secara positif dan signifikan. Selain itu, nilai persepsianmengendalikan hubungan antara tekanan waktu dan keputusan impulsif untuk membeli sesuatu. Hasil ini dapatdigunakan oleh pelaku bisnis saat mereka membuat strategi.Kata kunci: tekanan waktu, pembelian impulsif, nilai persepsian, Live TikTok, Generasi Z
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Kecemasan Sosial Pada Generasi Z di Kota Denpasar Dewi, Anak Agung Ayu Meisya; Nugrahani, Rah Utami
Jurnal Pustaka Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Accredited by Kemendikbud Dikti SK No. 79/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/pustakom.v8i2.4084

Abstract

This study was conducted to determine the effect of social media use on social anxiety in generation Z. According to the Central Statistics Agency (BPS), internet usage in Bali in 2022 reached 70.59% and Denpasar City became the highest area in internet usage in Bali (Including Facebook, Twitter, Youtube, Instagram, Whatsapp) reaching 84.51%. This research uses quantitative research methods. The sampling technique used in this research is non probability sampling with purposive sampling technique. The questionnaire was distributed online with the help of Google Form which was then distributed to 383 respondents who are social media users and are generation Z with an age range of 15-24 years who live in Denpasar City. The results of the data obtained were processed using SPSS version 25.0. This study uses data analysis, namely descriptive analysis, normality test, heteroscedasticity test, simple linear regression test, correlation coefficient, coefficient of determination and hypothesis testing (T test). The results showed that the use of social media has an influence on social anxiety in generation Z in Denpasar City.