Game edukasi matematika menawarkan dukungan interaktif bagi pemahaman siswa, namun penerapannya di rumah masih sangat bergantung pada keputusan orang tua, terutama pada siswa sekolah menengah berusia 15–17 tahun. Penelitian ini mengkaji bagaimana sikap orang tua terhadap teknologi pendidikan dan persepsi spesifik mereka terhadap game edukasi matematika berhubungan dengan dukungan orang tua terhadap penggunaannya. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan SmartPLS terhadap data kuesioner skala Likert tertutup yang dikumpulkan dari orang tua melalui teknik purposive sampling. Model pengukuran memenuhi kriteria validitas konvergen, dan model struktural menunjukkan bahwa persepsi orang tua terhadap manfaat akademik game edukasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap dukungan orang tua (T-Statistic = 3,461; P-Value = 0,001). Sebaliknya, sikap positif secara umum terhadap teknologi pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi spesifik maupun dukungan nyata. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan praktis terhadap media digital matematika lebih ditentukan oleh keyakinan spesifik terhadap manfaat game daripada keterbukaan teknologi secara umum. Oleh karena itu, sekolah dan guru perlu merancang strategi terarah untuk menguatkan persepsi orang tua tentang nilai akademik game edukasi matematika melalui bukti nyata capaian belajar siswa.