Claim Missing Document
Check
Articles

Rancang Bangun Alat Pengaman Tas Berbasis Arduino Uno Menggunakan Sensor Getar SW-420 dan LDR dengan Notifikasi Via SMS Putri, Ramadani Fiza; Wildian, Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.2.183-189.2020

Abstract

Telah dirancang alat pengaman tas berbasis Arduino Uno menggunakan sensor getar SW-420 dan LDR (Light Dependent Resistor) dengan notifikasi via SMS. Alat ini berfungsi untuk menimalisir terjadinya tindakan pencurian pada tas yang disebabkan oleh kelalaian pemilik yang sering meninggalkan tasnya di suatu tempat. Kondisi tas dinyatakan dalam dua variabel keadaan yaitu getaran dan cahaya. Alat yang dirancang menggunakan dua buah sensor yaitu sensor getar dan LDR, Arduino Uno komponen yang berfungsi sebagai pemroses utama sistem, serta modul SIM800L yang digunakan untuk memfasilitasi transmisi informasi ke handphone pengguna. Hasil pengujian menunjukkan sistem berfungsi sesuai tujuan perancangan. Sensor SW-420 mendeteksi getaran dengan nilai ambang batas lebar pulsa 1799 μs, kemudian SIM800L mengirim SMS “Tas tidak aman”. Sensor LDR mendeteksi cahaya dengan nilai ambang batas desimal ADC 14, kemudian SIM800L mengirim SMS “Tas dibuka”. Pengiriman notifikasi SMS disertai dengan miscall selama 17 s. Tingkat keberhasilan alat adalah 80% dari sepuluh kali percobaan yang dilakukan. The bag safety device based on Arduino Uno have been designed using SW-420 vibration sensor and LDR (Light Dependent Resistor) with via SMS notification. This tool serves to minimize the occurrence of acts of theft on the bag caused by negligence of the owner who often leaves his bag somewhere.  Bag conditions are expressed in two state variables namely vibration and light. The  tool is designed using two sensors namely vibrating sensor and LDR, Arduino Uno component which functions as the main processor of the system, and SIM800L module which is used to facilitate the transmission of information to the user’s cellphone. The test results show that the system functions according to the design goals. SW-420 sensor detecs vibration with a pulse width threshold value of  1799 μs, then SIM800L send an SMS “Tas tidak aman”. The LDR sensor detecs light with an ADC decimal threshold value of 14, then SIM800L sends an SMS “Tas dibuka”. Sending SMS notifications accompanied by miscall for 17 seconds. The success rate of the tool is 80% from ten times the experiments conducted.
Rancang Bangun Sistem Absensi Berbasis RFID Terkoneksi Website Menggunakan Bahasa Pemrograman PHP dan MySQL Adwar, Eka Fajhari; Wildian, Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.3.311-317.2020

Abstract

Rancang bangun sistem absensi berbasis RFID terkoneksi website telah selesai dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem yang dapat membantu proses absensi perkuliahan secara komputerisasi meskipun dalam kondisi pemadaman listrik. Pengidentifikasi data mahasiswa menggunakan RFID tag berbentuk kartu dan pengidentifikasi data dosen menggunakan RFID tag berbentuk gantungan kunci. Baterai 9 volt digunakan sebagai sumber listrik cadangan bagi alat pembaca. Sistem juga menggunakan sever lokal sebagai media penyimpanan data absensi sementara. Data berupa kode UID dari RFID tag telah berhasil terkirim ke server lokal. Kode ini digunakan untuk mencari data pengguna di dalam basis data. Jika kode tersebut milik mahasiswa, maka data pengguna dikirim ke tabel absensi harian pada basis data. Namun jika kode tersebut milik dosen, maka dilakukan perekapan data absensi. Sistem ini juga telah didukung oleh fasilitas untuk menyimpan data mahasiswa yang berhalangan hadir karena izin atau sakit. Berdasarkan pengujian RFID tag, dapat diketahui bahwa RFID tag tidak terbaca jika terdapat RFID tag lain pada jarak maksimal 3 cm. Kesimpulan yang didapatkan adalah penggunaan baterai dan server lokal sangat membantu sehingga sistem absensi ini tetap dapat dijalankan dalam kondisi pemadaman listrik. The prototype of an attendance system based RFID connected to the website has been conducted. This study aims to build a system that can help in the process of taking a computerized lecture attendance even in conditions of a power outage. Students data identifier uses a card shaped RFID tag and lecturer data identifier uses a key chain shaped RFID tag. Battery of 9 volt is used as a backup power source for card readers. This system uses a local server as a temporary media attendance data storage before the data is uploaded to the internet server. Data in the form of UID code from the RFID tag has been successfully sent to the local server. This code is used to find user data in the database. If the code is a student code, then the student data is sent to the daily attendance table in the database. If the code is a lecturer code, attendance data is recorded. This system has also been supported by a facility to store data of students unable to attend due to permission or illness. Based on RFID tag testing, it can be seen that RFID tags cannot be read if there are other RFID tags at a maximum distance of 3 cm. The conclusion was that  the useage of battery and local server was very helpful so that the attendance system could still be used even in power outage.
Desain Sistem Pendeteksi Penghalang Menggunakan Sensor Ultrasonik dan Sensor Inframerah dengan Keluaran Suara untuk Penyandang Tunanetra As Shiddiq, Muhammad; Wildian, Wildian; Firmawati, Nini
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.4.436-442.2020

Abstract

Penyandang tunanetra umumnya dalam beraktivitas sehari-hari mengalami banyak kesulitan sehingga memerlukan alat bantu untuk memudahkannya. Pada penelitian ini telah dibuat desain alat bantu berbentuk kacamata. Alat ini berupa desain sistem pendeteksi penghalang menggunakan sensor ultrasonik dan sensor inframerah dengan keluaran suara untuk penyandang tunanetra. Sistem perangkat alat bantu didesain dengan bentuk kacamata berbahan akrilik. Sistem perangkat keras ini terdiri dari modul arduino, dua buah sensor ultrasonik HC-SR04, sensor inframerah, Mp3 Player, dan headset. Sensor ultrasonik 1 digunakan untuk mendeteksi jarak penghalang didepan. Sensor ini mampu mendeteksi penghalang pada jarak (0-45) cm, (45-120) cm, atau (120-250) cm dengan Mp3 Player mengeluarkan suara 1, suara 2, atau suara 3. Jika sensor ultrasonik 1 mendeteksi adanya penghalang, maka sensor Inframerah akan aktif dan ikut mendeteksi penghalang tersebut. Sensor Inframerah yang mendeteksi radiasi inframerah manusia di depan sensor  mengakibatkan Mp3 Player mengeluarkan suara 4. Jarak maksimum deteksi sensor inframerah sampai 700 cm dengan kondisi manusia bergerak dan 30 cm untuk manusia yang diam. Sensor ultrasonik 2 diatur untuk mendeteksi jarak kemiringan sebesar 60o terhadap permukaan lintasan, dimana sensor tersebut memiliki batas jarak kemiringan 73 cm sampai 89 cm yang sudah terprogram pada arduino. Jika sensor ultrasonik 2 mendeteksi adanya jarak kemiringan yang kurang dari 73 cm, maka Mp3 Player mengeluarkan suara 5, sedangkan jika jarak kemiringan sensor melebihi dari 89 cm, maka Mp3 Player mengeluarkan suara 6. Blind people generally experience many difficulties in their daily activities so they need tools to make it easier. In this research, a glasses-shaped tool has been designed. This tool is a barrier detection system design using ultrasonic sensors and infrared sensors with sound output for blind people. The system of assistive devices is designed in the form of glasses made from acrylic. This hardware system consists of the Arduino module, two HC-SR04 ultrasonic sensors, an infrared sensor, an Mp3 Player, and a headset. Ultrasonic sensor 1 is used to detect the distance of the barrier in front. This sensor can detect obstructions at a distance of (0-45) cm, (45-120) cm, or (120-250) cm with the Mp3 Player emitting 1 sound, 2 sound, or 3 sound. If the ultrasonic sensor 1 detects a barrier, then the infrared sensor will be active and will detect the barrier. An infrared sensor that detects human infrared radiation in front of the sensor causes the Mp3 Player to make a sound. 4. The maximum detection distance of the infrared sensor is up to 700 cm with human conditions moving and 30 cm for humans who are still. The ultrasonic sensor 2 is set to detect a slope distance of 60o against the track surface, where the sensor has a slope distance of 73 cm to 89 cm which has been programmed on Arduino. If the ultrasonic sensor 2 detects a tilt distance of less than 73 cm, the Mp3 Player makes a sound of 5, whereas if the sensor's tilt distance exceeds 89 cm, the Mp3 Player makes a sound of 6.
Rancang Bangun Detektor Sinyal Radio Frequency Smartphone dengan Frekuensi Operator GSM1800 Putri, Rahmi Riya; Wildian, Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.4.538-544.2020

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun detektor sederhana yang mengubah energi gelombang radio (radio frequency) dari sinyal smartphone menjadi energi listrik. Rancangan detektor sinyal radio frequency terdiri dari rangkaian LC, IC LM386 dan Arduino Uno. Smartphone yang dihidupkan akan memancarkan gelombang radio yang akan melewati antena. Gelombang radio akan menginduksi tegangan ke antena dan akan mengubahnya menjadi energi lisrik. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan mikrokontroler Arduino Uno yang mengontrol LED dan buzzer sebagai indikator peringatan terdeteksinya sinyal radio frequency. Detektor dapat menangkap sinyal radio frequency dari smartphone pada jarak maksimal 3,5 cm tanpa harus dilakukan panggilan atau pengiriman teks dan dapat mendeteksi sinyal frekuensi elektromagnetik (30 MHz – 300 MHz) pada jarak maksimal 35 cm. A simple detector design has been done which converts radio wave energy from radio signals to electrical energy. The design of the radio frequency signal detector consists of a series of LC, IC LM386 and arduino uno. The smartphone that is turned on will emit radio waves that will pass through the antenna. Radio waves will induce a voltage to the antenna and will convert it into electrical energy. Data processing is performed using the arduino uno microcontroller which controls LED and buzzer as a warning indicator when radio frequency detected. The detector can capture radio frequency signals from a smartphone at a maximum distance of 3.5 cm without having to make calls or send texts and can capture electromagnetic frequency (30 MHz – 300 MHz) signals at maximum distance of 35 cm.
Rancang Bangun Perangkat Pencacah Akttivitas Mencit dalam Kandang Setelah Diberi Zat Psikoaktif Anggreini, Olivia Puspita; Wildian, Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.142-148.2021

Abstract

Telah dirancang sebuah perangkat pencacah gerak mencit (Mus musculus) yang berbasis Arduino Uno. Perangkat pencacah ini terdiri dari dioda laser sebagai sumber cahaya yang dihubungkan dengan baterai sebagai sumber tegangan dan sensor fotodioda sebagai transmitter. Pengolahan data pada perangkat ini menggunakan  mikrokontroller dan LCD sebagai penampil dari data yang dihasilkan. Sensor fotodioda digunakan untuk mencacah yang memanfaatkan tegangan keluaran. Perubahan tegangan keluaran terjadi akibat adanya variasi cahaya yang didapatkan oleh sensor fotodioda. Tahapan uji coba perangkat ini dimulai dari uji coba sensor fotodioda dan uji coba perangkat pencacah. Hasil pengujian menunjukkan perangkat sudah dapat bekerja dengan baik, dimana pengujian terbaik pada mencit dengan berat badan 28 g yang memiliki persen error 0% sebelum dipengaruhi zat psikoaktif dan mencit yang memiliki berat badan 26 g memiliki persen error 1,4% setelah dipengaruhi zat psikoaktif. Persen error terbesar pada mencit yang memiliki berat badan 27 g yaitu 2,30% sebelum dipengaruhi zat psikoaktif dan dan persen error 1,52% setelah dipengaruhi zat psikoaktif. Dengan demikian, zat psikoaktif yang digunakan memperkecil jumlah cacahan mencit pada kendang yang membuktikan bahwa aktivitas mencit menjadi menurun.An Arduino Uno based mouse (Mus musculus) counter has been designed. This counter device consists of a laser diode as a light source and a photodiode as a light detector placed in a closed hexagonal housing with each side 10 cm long, 3 cm wide and 3 cm high. The digital data from the photodiode is processed by the microcontroller and the count results are displayed on the LCD. The testing phase of this device starts from testing the photodiode sensor and testing the counter device. The test results showed that the device was working properly, where the best test was on mice with a body weight of 28 g which had a 0% percent error before being influenced by psychoactive substances and mice with a body weight of 26 g had a percentage error of 1.4% after being influenced by psychoactive substances. The largest percentage error was in mice who weigh 27 g, namely 2.30% before being influenced by psychoactive substances and and 1.52% percent error after being influenced by psychoactive substances. This proves that the activity of mice decreased after being given psychoactive substances.
Sistem Telemetri Pemantauan Kekeruhan, Keasaman dan Temperatur Air Danau Maninjau Sumatera Barat Rahmazia, Rahmazia; Wildian, Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.1.70-75.2021

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun sistem telemetri yang bertujuan untuk melihat kekeruhan, keasaman dan temperatur udara. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan mengukur nilai kekeruhan, keasaman dan temperatur udara yang terdeteksi oleh setiap sensor. Sensor kekeruhanSEN0189 digunakan untuk mengukur kekeruhan, sensor pH E201-C digunakan untuk mengukur pH atau keasaman dan sensor DS18B20 digunakan untuk mengukur temperatur udara. Data kekeruhan, keasaman dan temperatur udara yang terdeteksi oleh sensor akan diteruskan ke mikrokontroler. Data yang diterima oleh mikrokontroler permintaan dan di kirim oleh modul pemancar SIM900A melalui SMS dan juga kode pada LCD. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu sebuah alat yang dapat diterima secara relatif kekeruhan , keasaman dan temperatur udara dengan proporsi kesalahan rata-rata pada sensor turbiditasSEN0189 sebesar 12,96% sedangkan sensor pH E201-C dengan kesalahan kesalahan relatif rata-rata sebesar 2,97% dan proporsi kelasahan relatif rata-rata sensor DS18B20 0,80%. Nilai yang didapatkan dari setiap sensor yang bergantung pada LCD dan SMS dengan tulisan “NORMAL” jika nilai kekeruhan atau NTU <= 5, nilai pH> = 6 dan pH = 9, dan juga nilai temperatur> 28 ℃. Jika nilai kekeruhan, keasaman dan suhu yang ditemukan tidak pada rentang nilai yang ditentukan maka tampilan pada LCD dan SMS yaitu “ALERT”. A telemetry system design has been carried out, aiming to monitor the water's turbidity, acidity, and temperature. The method used in this study is to measure the value of turbidity, acidity, and water temperature detected by each sensor. The sensor used is the turbidity sensor SEN0189 which is used to measure turbidity, the pH sensor E201-C is used to measure pH or acidity, and the DS18B20 sensor is used to measure water temperature.Data on turbidity, acidity and water temperature detected by the sensor are forwarded to the microcontrollerThe microcontroller's data is processed and sent by the SIM900A transmitter module via SMS and displayed on the LCD. The results obtained in this study are a tool that can monitor turbidity, acidity, and water temperature with an average error percentage of 12.96%, 2.97%, and 0.80%. The value obtained from each sensor is displayed on the LCD and SMS with the words "NORMAL" if the turbidity value or NTU ≤ 5 NTU, the pH value ≥ 6, and the temperature value> 28 ℃. If the value of turbidity, acidity, and temperature is not within the specified value range, the LCD and SMS display will be "ALERT."
Sistem Monitoring dan Notifikasi Penggunaan Air PDAM Berbasis Arduino dan Telegram Novelliani, Jihan; Wildian, Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.219-224.2021

Abstract

Telah dirancang sebuah perangkat sistem monitoring dan notifikasi penggunaan air PDAM digital menggunakan sensor water flow. Sensor water flow digunakan untuk mengukur debit air dan power bank sebagai sumber tegangan dengan tegangan input untuk alat yaitu 5V. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan mikrokontroler Arduino Uno yang menampilkan hasil pengukuran di layar LCD serta berupa notifikasi di aplikasi telegram dengan modul ethernet shield sebagai media transmisi data. Alat yang dihasilkan mampu menampilkan jumlah penggunaan debit air dan biaya penggunaan air secara real time yang dapat diakses dengan menggunakan aplikasi telegram. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan volume air dari 1 L sampai 5 L dengan selisih 0,5 L untuk setiap pengujian, Hasil pengujian menunjukkan perangkat sudah dapat bekerja dengan baik. Persentase kesalahan rata-rata sebesar 4.38 % terhadap alat pembanding yaitu gelas ukur. A system of monitoring and notification of digital PDAM water using a water flow sensor has been designed. The water flow sensor is used to measure the water debit and power bank as a voltage source with the input voltage for the device called 5V. Data processing is carried out using an Arduino Uno microcontroller which displays the measurement results on the LCD screen as well as a notification in the telegram application with the ethernet shield module as a data transmission medium. The resulting tool's able to display the amount of water discharge usage and water usage fees in real time which can be accessed using the telegram application. The test is carried out by varying the volume of water from 1 L to 5 L with a difference of 0.5 L for each test. The test results show that the device is working properly. The average error percentage is 4.38% for the comparison tool, namely the measuring cup. 
Rancang Bangun Sistem Telemetri Pemantauan Temperatur Tubuh Pasien Menggunakan Sensor DS18B20 dan Tranceiver nRF24L01+ Arrafat, Supindo; Wildian, Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.198-204.2021

Abstract

Telah dilakukan perancangan sistem telemetri pemantauan temperatur tubuh menggunakan sensor DS18B20 dan transceiver nRF24L01+. Sistem ini dirancang dari beberapa unit yaitu sensor DS18B20 sebagai pengukur temperatur pada tubuh seseorang dan data temperatur tubuh tersebut dikirimkan melalui transceiver nRF24L01+ sebagai alat transmisi data. Karakterisasi sensor DS18B20 dilakukan dengan membandingkan dengan termometer digital. Jarak maksimum pengiriman data oleh transceiver nRF24L01+ adalah 400 m tanpa penghalang, 45 m dengan penghalang (antar ruangan) dan 18 m dengan penghalang (antar lantai). Alat ini memberitahukan kondisi “Normal” pada saat temperatur tubuh 36,5°C-37,5°C  dan “Tidak Normal” saat temperatur di atas 37,5°C dan di bawah 36,5°C. Temperatur yang terukur pada alat memiliki kesalahan rata-rata sebesar 0,741%.The design of a telemetry system for patient temperature monitoring has been carried out using a sensor DS18B20 and a transceiver nRF24L01+. This system is designed from several units, namely the sensor DS18B20 as a temperature measurement for a person's body and the transceiver nRF24L01+ as a data transmission tool to send the body temperature data.. Characterization of sensor DS18B20 is done by comparing it with a digital thermometer. The maximum distance for data transmission by the transceiver nRF24L01+ is 400 m without obstructions, 45 m with barriers (between rooms) and 18 m with barriers (between floors). The system informs the condition "Normal" when the body temperature is 36.5°C-37.5°C and "Abnormal" when the temperature is more or less than that body temperature. The temperature measured on the tool has an average error of 0.741%.
Sistem Telemetri Pendeteksi dan Identifikasi Lokasi Jatuh Lansia Berbasis Sensor Getar ADXL345 Refni, Elsa; Wildian, Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.225-231.2021

Abstract

Lanjut usia memiliki keterbatasan fisik sehingga potensi jatuh yang dialami cukup tinggi. Ketika lansia jatuh dan tidak segera mendapat pertolongan dalam jangka waktu yang cukup lama dapat mengakibatkan cacat, lumpuh hingga kematian. Penanggulangan hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pengawasan sehingga lansia yang mengalami jatuh segera mendapat pertolongan. Pengawasan secara tidak langsung dapat dilakukan dengan memanfaatkan smartphone. Pada penelitian ini, besaran akselerasi pada sumbu x,y z dari sensor ADXL345 digunakan untuk mengetahui besarnya percepatan dari gerakan yang dihasilkan oleh objek. Saat sensor mendeteksi nilai akselerasi mencapai nilai ambang batas sebesar z ≤ -0,20 yang diperoleh melalui eksperimen maka Arduino Uno akan memproses informasi tersebut sehingga koordinat lokasi jatuh dapat dikirimkan melalui SMS menggunakan modul SIM900A. Hasil penelitian ini menunjukkan sistem memiliki keakuratan hingga 80%  Eldery is people who are more than 60 years old. Eldery have a physical limitation, so that eldery have the hight risk of slipping. When eldery person slips and doesn’t get help immediately get help for a long periode of time can lead to disability, paralysis to death. Overcoming this can be done by monitoring. This monitoring can help eldery get help immediately. Indirect surveilance can be done using a smartphone. On this research, amount of acceleration on x, y, z axis of ADXL345 sensor is used to determine the magnitude of acceleration of motion generated by the object. When the sensor detects the acceleration value reaches a threshold value of z ≤ -2,00 G which is obtained through eperiments, Arduino Uno will process the information so that the coordinates of the slips location indentified by GPS NEO-6M can be sent via SMS using the SIM900A module. The result of this research indicate the system has an accurancy of up to 80%.
Rancang Bangun Sistem Peringatan Physical Distancing Sebagai Salah Satu Upaya Mencegah Penyebaran COVID-19 Andesfa, Jovanda; Wildian, Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.4.453-460.2021

Abstract

Telah dirancang  suatu sistem peringatan yang dapat membantu orang menerapkan physical distancing. Sistem ini berbasis Arduino UNO R3 dengan sistem kontrol yang terdiri dari 3 sensor passive infrared receiver (PIR) dan 3 sensor ultrasonik HC-SR04. Sensor PIR memilkiki kemampuan mendeteksi radiasi inframerah pada panjang gelombang  8-14 mikrometer. Manusia sebagai objek deteksi sistem memancarkan radaiasi inframerah pasif pada panjang gelombang  9-10 mikrometer. Jarak 0-500 cm adalah rentang jarak kemampuan sensor PIR mendeteksi keberadaan manusia ketika sensitivity adjust diatur dalam kondisi minimum. Jarak yang diperlukan sistem mendeteksi objek adalah ≤ 150 cm. Jarak deteksi sensor PIR tidak dapat diatur karena sensor PIR merupakan detektor yang memilki logika digital. Sensor ultrasonik HC-SR04 digunakan sebagai sakelar untuk mengaktifkan dan mematikan sensor PIR. Hasil pengujian kempuan pengukuran jarak sensor ultrasonik HC-SR04 didapatkan kesalahan pengukursn sebesar 0,33 % pada rentang jarak 0-200 cm terhadap objek. Ketika sensor ultrasonik HC-SR04 mengukur jarak ≤ 150 cm terhadap objek, sensor PIR akan aktif. Jika sensor PIR dalam kondisi aktif dan mendeteksi manusia  sistem akan memberikan notifikasi berupa tapilan pada OLED dan suara pada handsfree melalui modul MP3 YX 5300. Notifikasi pada output sistem berupa perintah “geser ke kanan” jika ada manusia di sebalah kiri, “geser ke kiri” jika ada manusia di seblah kanan, dan “mundur” jika ada manusia di depan pengguna. 
Co-Authors Ade Vikri Satria Ade Vikri Satria Adrial, Rico Adwar, Eka Fajhari Afdal Afdal Afdhal Muttaqin Afridanil - Afridanil -, Afridanil Ahmad Fauzi Pohan Aidhia Rahmi Al-Farzaq, Ayu Afifah Ali Irvan Alimin Mahyudin Alisman Alisman Alisman, Alisman Alkhairunas Riyuska Alkhairunas Riyuska, Alkhairunas Amalia Tiffany Ammari, Syafiq Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andesfa, Jovanda Andre Rizki Naldi Anggreini, Olivia Puspita Ani Fatimah Ani Fatimah, Ani Annisa Yuniasti Annisa Yuniasti, Annisa Arrafat, Supindo As Shiddiq, Muhammad Astuti Astuti - Ayu Afifah Al-Farzaq Ayu Azura Azura, Ayu Bayu Hadi Saputro Bayu Hadi Saputro Bayu Hadi Saputro, Bayu Hadi Cahyani, Harum Chairunnisa, Indah Dahyunir Dahlan Dedi Mardiansyah Dian Milvita Diana, Gita Okta Dodon Yendri Dwi Cahyorini Wulandari Dwi Cahyorini Wulandari, Dwi Cahyorini Dwi Puryanti Efendi, Lilian Ega Albert Ega Albert Eka Fajhari Adwar Eko Satria Eko Satria Elistia Liza Namigo, Elistia Elma Yusnita Elma Yusnita, Elma Elsa Refni Elvaswer Elvaswer Elvira Mardhatillah Eriyaldi Eriyaldi Eriyaldi, Eriyaldi Fadhila Umami Fadhreane, Reza Faizatul Fitri, Faizatul Fajar Guntara Fajar Guntara, Fajar Farokhi, Gentha Febi Dwi Wahyuni Femilia Putri Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Fernanda, M Ilham Festi Utami Festi Utami Firmansyah Firmansyah Fitri Rahma Yanti Fitri, Sari Widya Galoeh Otomo Galoeh Otomo Gina Yulia Sari Gita Okta Diana Gusrizam Danel Gusrizam Danel Hafizur Rizki Hafizur Rizki, Hafizur Harmadi Harmadi Harum Cahyani Hawariyi Ola Yuzria Husna, Wildatul Husni, Khairiati Imam Taufiq Imam Taufiq Indah Chairunnisa Indah, Ira Puspa Indrianti, Mei Suci Ira Puspa Indah Irfandi Prayogi Irvan, Ali Jihan Novelliani Jovanda Andesfa Khairiati Husni Lilian Efendi M Ilham Fernanda Mahdi Wahab Bintoro Mahdi Wahab Bintoro, Mahdi Wahab Mardhatillah, Elvira Mardian Peslinof Mardiansah Mardiansah Mardiansah, Mardiansah Marzuki Marzuki Mayangsari, Tania Mei Suci Indrianti Meqorry Yusfi Mila Eka Putri Mildawati Mildawati Mildawati, Meli Mita Anggraini Mita Anggraini Mohammad Ali Shafii Mora Mora Mora Moresa Devega Moresa Devega, Moresa Muhammad As Shiddiq Muhammad Shadri Muldarisnur, Mulda Murwani Farda Rianti Nadia Yudia Putri Naldi, Andre Rizki Nanda Rahman Rangkuti Nanda Rahman Rangkuti, Nanda Rahman Nini Firmawati Nola Fridayanti Nola Fridayanti, Nola Nola Sari Rahayu Novelliani, Jihan Novia Ulfa Oktavianty Novia Ulfa Oktavianty, Novia Ulfa Nurul Fajri Nurul Fajri Olivia Puspita Anggreini Oqely Wahyudi Prayogi, Irfandi Premadi, Premana W. Premana W. Premadi Putri, Femilia Putri, Mila Eka Putri, Nadia Yudia Putri, Rahmi Riya Putri, Ramadani Fiza Rahayu, Nola Sari Rahmad Rasyid Rahmad Rasyid Rahmat Rasyid Rahmazia Rahmazia Rahmazia, Rahmazia Rahmi Riya Putri Ramacos Fardela Ramadani Fiza Putri Rani Delvihardini Refni, Elsa Reza Fadhreane Rhahmi Adni Pesma Rianti, Murwani Farda Ridha Khairani, Ridha Rima Suhartinah Rima, Riry Djule Riry Djule Rima Rizky, Aulia Rabiyu Roni Syafrialdi Roni Syafrialdi, Roni Sari Widya Fitri Sari, Gina Yulia Shadri, Muhammad Shadri, Muhammad Solly Aryza Sri Handani Sri Oktamuliani Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhartinah, Rima Suhendri Saputra Suhendri Saputra, Suhendri Sumariadi - Sumariadi - Supindo Arrafat Syafiq Ammari Tandini Ulfa Urbach Tania Mayangsari Trengginas Eka Putra Sutantyo Umami, Fadhila Urbach, Tandini Ulfa Usna, Sri Rahayu Alfitri Wahyudi, Oqely Wahyuni, Febi Dwi Wendi Era Sonata Wendi Era Sonata, Wendi Era Wildatul Husna Wirdaliza - Wirdaliza - Yanti, Fitri Rahma Yefri Hendrizon Yefri Hendrizon Yusfi, Meqqory Zamora, Ronaldi Zasvia Hendri Zasvia Hendri Zulfi Zulfi Abdullah Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi, Zulfi