Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Sosialisasi Lingkungan Bersih serta Pengetahuan Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Desa Muara Angke Minandre Wiratama; Gunaryo; Mentari Zikri Anty; Mirad Fahri; Anggi Khairina H H; Elva Stiawan; Rahmat Basuki; M. Sulthon Nurharmansyah P; Tedi Kurniadi; Dewi Anggraini S; Yusuf Bramastya A; Azimatur Rahmi; Aura Puja Lestari; Moch. Rizki Fajri
Babakti: Journal of Community Engangement Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i1.155

Abstract

Kesadaran Kebersihan dan Pengelolaan Sampah yang baik merupakan salah satu kebiasaan yang dapat berdampak pada kesehatan yang lebih baik. Kepedulian yang minim dalam menjaga lingkungan yang bersih diprediksi akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat. Selain itu, pengelolaan air bersih pada lingkungan merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pengetahuan tentang pengolahan air bersih melalui Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) akan memberikan dampak positif bagi keberlansungan air bersih di lingkungan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan Sosialisasi melalui pendekatan modal sosial. Pendekatan modal sosial dilakukan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dimana pendekatan ini digunakan sebagai wadah sosialisasi menjaga kebersihan lingkungan dan pengetahuan dalam pengolahan air bersih bagi msayarakat di Desa Muara Angke. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan cara mengelola dan mengkategorikan macam-macam sampah, pengelolaan air bersih, dan desalinasi air yang dilakukan di daerah Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan kuesioner yang diisi oleh peserta sebelum dan sesudah program pelatihan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat meningkat yang dilihat dari hasil tes yang dilakukan menunjukkan peningkatan nilai dari materi yang di ujikan. Pendekatan yang tepat berhasil membangkitkan semangat dan komitmen warga yang tercermin dari tingginya tingkat partisipasi. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan memberikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan pengolahan air bersih.
PEMBELAJARAN SENI TARI TRADISIONAL MINANG KABAU PADA ANAK USIA DINI SEBAGAI PENERUS BANGSA Rahmi, Azimatur; Mayar, Farida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.340

Abstract

Pembelajaran sebagai proses pembentukan pribadi, pemebelajaran diartikan sebagai suatu kegiatan yang membentuknya kepribadian peserta didik. pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,dalam masyarakat, bangsa dan negara. Seni tari tradisional sangat identik dengan kearifan budaya lokal. Seni taritradisimerepresentasikan kehidupan masyarakat lokal yang ditopang oleh keluhuran budi yang arif, bijaksana, keteladanan, dan cendekia serta sangat identik dengan kearifan budaya lokal. Melalui eksistensi pertunjukannya, seni tradisi merepresentasikan kehidupan masyarakat lokal yang ditopang oleh keluhuran budi yang arif, bijaksana, keteladanan, dan cendekia. Maka pentingnya pembelajaran seni tari tradisional untuk memperkenalkan budaya pada anak usia dini sebagai penerus bangsa.
Implementasi Nilai Agama dan Moral melalui Metode Esensi Pembinaan Perilaku pada Anak Usia Dini Juhriati, Ika; Rahmi, Azimatur
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i2.1147

Abstract

Berdasarkan fakta yang peneliti temukan di lapangan, pada saat peneliti melakukan observasi pada Taman Kanak-kanak umumnya ternyata masih kurang optimal dalam pengembangan nilai agama dan moral pada anak usia dini. Dengan kenyataan kurangnya pelaksanaan metode-metode yang dilakukan. Jenis penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif menggunakan format deskriptif yaitu dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tentang implementasi nilai agama dan moral melalui metode esensi pembinaan prilaku di Taman Kanak-Kanak Lab. School Universitas negeri Padang telah dilaksanakan dengan baik terlihat dari cara anak mengenal tuhan, mengenal ibadah kepada Allah SWT, serta berakhlak yang baik
PERAN POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK USIA DINI PADA ERA DIGITAL Mariana Panji Ramadan; Azimatur Rahmi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.44122

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly transformed the lives of early childhood, where the use of gadgets, the internet, and social media has become an integral part of daily activities, influencing how children learn, interact, and develop their character. This condition highlights the crucial role of parents in applying parenting practices that are not only adaptive to technological advancements but also capable of instilling moral, social, and emotional values in a balanced manner. Without proper guidance, technology use may lead to various developmental issues, such as decreased empathy, increased individualistic tendencies, and consumptive behavior among children. This study aims to describe parental parenting practices in assisting early childhood in the digital era, analyze their contribution to children's character development, and identify the challenges and strategies employed by parents in responding to these dynamics. This research employs a qualitative approach with a case study method, involving parents with children aged 4-6 years as research subjects. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The expected outcomes of this study include publication in a nationally accredited journal, the development of a conceptual model of effective parenting in the digital era, and practical recommendations for parents and early childhood educators in fostering children's character through a balanced approach between fundamental values and the demands of technological development.
Sintesis Dan Karakterisasi Natrium Karboksimetil Selulosa Na-CMC Dari Sabut Kelapa Muda Sebagai Alternatif Bahan Baku Cangkang Kapsul Linda Hevira; Azimatur Rahmi; Cici Lorenza
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 4 No. 1 (2025): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v4i1.123

Abstract

Sabut kelapa merupakan limbah yang sering kali tidak mengalami pengolahan sabut kelapa muda mengandung selulosa yaitu sebesar 78,48% yang bisa dimanafaatkan pembuatan Na-CMC sebagai bahan baku cangkang kapsul. Tujuan penelitian Untuk mengetahui apakah bisa Na-CMC dari sabut kelapa muda bisa dicetak sebagai cangkang kapsul. Na-CMC diperoleh dari proses sintesis selulosa yang sebelumnya telah diisolasi melalui proses hidrolisis, delignifikasi dan bleaching, proses tersebut menggunakan bahan HNO3 4%, NaOH 2 N H2O2 15%. Sintesis Na-CMC melalui dua tahapan yaitu alkalisasi menggunakan NaOH dan karbokesimetilisasi menggunakan natrium kloroasetat. Hasil sinstesis dilakukan beberapa uji karakterisasi, hasil yang didapatkan dari uji karaterisasi yaitu karekteristik organoleptis, kelarutan pH, swelling dan derajat substitusi memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pada pemeriksaan kadar air didapat kan hasil 15,8 % belum memenuhi syarat yang telah ditentukan. Berdasarkan hal ini Na-CMC sabut kelapa belum memenuhi syarat untuk dinyatakan sebagai Na-CMC yang baik. Kemudian di formulasi kan sebagai bahan baku cangkang kapsul dengan menambahkan Na-CMC sabut kelapa muda sebagai bahan baku dan keragenan yang berfungsi sebagai gelling agent dan aquadest sebagai pelarut, cangkang kapsul yang diperoleh yaitu berwarna kecoklatan, agak sedikit keras, dan tebal.