Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PEMIKIRAN RATNA MEGAWANGI PADA PENGEMBANGAN KARAKTER TOLERANSI, CINTA DAMAI DAN BERSATU ANAK USIA DINI PADA TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM Wulandari, Okti; Zubaedi, Zubaedi; Syafri, Fatrica
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 4, No 2 (2021): Early Childhood Islamic Education
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ja.v5i1.4368

Abstract

Melihat keanekaragama agama, budaya, suku, adat istiadat, bahasa, dan lain sebagainya yang ada di Indonesia ini. Sehingga perlunya nilai karakter toleransi, cinta damai dan bersatu ditanamkan serta dikembangkan pada anak usia dini agar mereka tumbuh dan berkembang dengan baik. Rumusan masalah: 1. Bagaimana pemikiran Ratna Megawangi tentang konsep pengembangan karakter toleransi, cinta damai dan bersatu anak usia dini, 2. Bagaimana kesesuaian pemikiran Ratna Megawangi tentang pengembanagn karakter toleransi, cinta damai dan bersatu dalam prinsip-prinsip pendidikan anak usia dini dalam Islam. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pemikiran Ratna Megawangi tentang konsep pengembang karakter toleransi, cinta damai dan bersatu anak usia dini dalam tinjauan pendidikan Islam. Penelitian ini adalah penelitian literatur atau penelitan kepustakaan yang sumber data penelitiannya meliputi buku, majalah, artikel, koran, dan biografi. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemikiran Ratna Megawangi dengan tujuan pendidikan Islam memiliki relevansi yang berkesinambungan. Karena tujuan dari pendidikan karakter yang dikemukan oleh Ratna Megawangi mengacu pada ketentuan Islam dimana dalam penyampaiannya berdasarkan inti kandungan ayat Al-Qur’an dan teladan Nabi Muhammad SAW. Dalam pengembangan karakter toleransi Ratna Megawangi mengkonsepkan “mengetahui, mencintai, menginginkan, dan mempraktikkan kebajikan” dengan menggunakan metode berdiskusi, bercerita, berlatih setiap saat, bernyanyi, dan bermain. Dari penerapan tersebut anak terbiasa melakukannya sehingga anak terbiasa memiliki karakter toleransi, cinta damai dan bersatu.
PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL(EMOTIONAL QUOTIENT)DANIEL GOLEMAN PADA ANAK USIA DINI DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM Arieska, Ovi; Syafri, Fatrica; Zubaedi, Zubaedi
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 1, No 1 (2018): Early Childhood Islamic Education
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ja.v1i2.1337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan kecerdasan emosional (EQ) Daniel Goleman pada anak usia dini dalam tinjauan pendidikan islam, perkembangan kecerdasan emosional anak dari masa pranatal hingga masa remaja awal, kecerdasan emosional sangat berperan dalam kehidupan anak, yang juga berperan besar dalam menentukan keberhasilan anak di masa yang akan datang. Kecerdasan emosional merupakan bentuk pengendalian diri dan cara berinteraksi dengan orang lain yang harus dimiliki oleh anak sejak dini. Daniel Goleman merupakan pakar kecerdasan emosional yang telah banyak melakukan penelitian, dengan hasil anak yang memiliki kecerdasan emosional lebih sukses dibandingkan anak yang tidak memiliki kecerdasan emosional, kontrol diri dalam kecerdasan emosional sangat diperlukan, kontrol diri merupakan suatu bentuk kesabaran, sikap sabar, peduli terhadap sesama (empati), dan tidak mudah menyerah (motivasi ) sangatlah penting dalam  pendidikan islam, oleh karena itu agar penelitian ini mendapatkan hasil yang maksimal diperlukan adanya landasan agama dalam mendidik anak. Sehingga anak mempunyai pondasi yang kokoh untuk mengahadapi kehidupan yang akan dihadapinya. Kata kunci : kecerdasan emosional, daniel goleman, anak usia dini, pendidikan islam
PARENTING ISLAMI DAN KARAKTER DISIPLIN ANAK USIA DINI Fitri, Adelia; Zubaedi, Zubaedi; Syafri, Fatrica
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 3, No 2 (2020): Early Childhood Islamic Education
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ja.v4i1.4337

Abstract

Islami parenting adalah suatu metode pengasuhan orang tua kepada anak sebagai solusi metode pendidikan dengan pendekatan karakter budi pekerti dan relegiusitas agama Islam. Prinsip pengasuhan orang tua yang berkaitan dengan pengembangan karakter, prinsip dimaksud meliputi keteladanan diri, kebersamaan dengan anak dalam merealisasikan nilai moral, sikap demokratis, sikap terbuka, jujur dalam diri anak, serta kesatuan kata dan tindakan yang melahirkan kepercayaan dan kewibawaan. Kepercayaan dan kewibawaan yang tinggi akan memunculkan apresiasi anak pada orang tua, memiliki dampak munculnya nilai disiplin diri yang bersumber dari kata hati anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui untuk mengetahui pengaruh parenting Islami terhadap karakter disiplin anak usia dini yang bersekolah di PAUD Pembina Desa Kembang Seri Kabupaten Kepahiang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi Penelitian ini adalah siswa yang diwakili orang orang tua dalam menilai karakter diri anak usia 5-6 tahun yang bersekolah di PAUD Pembina di Desa Kembang Seri Kabupaten Kepahiang. Teknik sampling yang digunakan dalam Penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam Penelitian ini sebanyak 40 orang. Data Penelitian diperoleh dengan menggunakan dua variabel, yakni variabel parenting Islami dan variabel karakter disiplin anak usia dini. Variabel parenting Islami terdiri dari 12 item, sedangkan variabel karakter disiplin anak usia dini terdiri dari 13 item. Metode analisis menggunakan regresi linear sederhana dengan hasil koefisien determinasi (R square) = 0,099 berbarti memiliki pengaruh kearah positif 9,9% dan sisanya 90,1% dipengaruhi variabel diluar penelitian. Nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa parenting Islami memiliki pengaruh yang positif dengan karakter kedisiplinan anak usia dini. Artinya semakin tinggi tingkat parenting Islami yang dipahami dan diamalkan orang tua, maka semakin tinggi karakter kedisiplinan anak usia dini, begitu pula sebaliknya. Berdasarkan hal tersebut maka, hipotesis yang dinyatakan Ha diterima dan Ho ditolak.
Character Education Values in the Sufism Book of Nuzhah al-Majalis wa Muntakhab an-Nafa’is: Enhancing the Akhlak Tasawuf Course to Foster Moderate Muslim Character at PTKIN Zubaedi, Zubaedi; Saputra, Adi
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 28, No 1 (2024): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v28i1.4609

Abstract

The purpose of this study was to determine the content of character education values in the Sufism book of Nuzhah al-Majalis wa Muntakhab an-Nafa’is and their effects on reconstructing the morals of Sufism courses for the cultivation of moderate Muslim character values (religious moderation) on the PTKIN campus. The research design uses literature research (library study). Data collection techniques used by researchers include (1) Documentation studies; (2) Interviews; (3) Observation—data analysis using content analysis. The study results reveal that the presence of the department/study program of Sufism can be used as the right solution for modern humans, especially among university students, because Islamic Sufism has all the elements needed by students in the development of their lives. The results of the study found that the values of character education in Sufism moral courses included (1) the nature of repentance, (2) the nature of asceticism, (3) The nature of trustworthiness, (4) The nature of gratitude, (5) The nature of patience; (6) The nature of pleasure; (7) The nature of shidiq; (8) The nature of  wara; (9) The nature of reflection; (10) The nature of faqir; (11) The nature of the king; (12) The nature of khauf; (13) The nature of syauq; (14) The nature of confidence; (15) The nature of love; (16) The nature of muraqabah. These character values are based on the Quran and Sunnah in their function to add depth to religious spirituality and become a means of fostering noble character. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui isi kandungan nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab tasawuf Nuzhah al-Majalis wa Muntakhab an-Nafa’is dan pengaruhnya sebagai upaya upaya rekontsruksi mata kuliah akhlak tasawuf untuk penanaman nilai-nilai karakter muslim yang moderat (moderasi beragama) di kampus PTKIN. Rancangan penelitian menggunakan penelitian literatur (studi pustaka). Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti meliputi (1) Studi dokumentas; (2) Wawancara; (3) Observasi. Analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian mengungkap kehadiran jurusan/program studi ilmu tasawuf dapat dijadikan sebagai solusi yang tepat bagi manusia modern khususnya di kalangan mahasiswa di perguruan tinggi, karena tasawuf Islam memiliki semua unsur yang dibutuhkan oleh mahasiswa dalam perkembangan hidupnya. Hasil penelitian diperoleh temuan nilai-nilai pendidikan karakter pada mata kuliah akhlak tasawuf anatar lain (1) Sifat taubat; (2) Sifat zuhud; (3) Sifat tawakal; (4) Sifat syukur; (5) Sifat sabar; (6) Sifat ridha; (7) Sifat shidiq; (8) Sifat wara; (9) Sifat muhasabah; (10) Sifat faqir; (11) Sifar raja; (12) Sifat khauf; (13) Sifat syauq; (14) Sifat yakin; (15) Sifat cinta; (16) Sifat muraqabah. Nilai-nilai karakter tersebut berdasarkan Alquran dan Sunnah dalam fungsinya menambah dalamnya spiritualitas agama dan menjadi sarana pembinaan akhlak mulia.
SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA DAN UPAYA MENBANGUN PENDIDIKAN NASIONAL YANG BERKARAKTER MULTIKULTURAL Sapruni, Sapruni; Amin, Alfauzan; Zubaedi, Zubaedi; Ismail, Ismail; Aprianti, Nefi
Atthiflah: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol. 11 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/atthiflah.v11i1.689

Abstract

Indonesia is a country that has a variety of cultures and customs attached to a variety of ethnicities, races, cultures and religions. So that a multicultural education is needed, namely education that respects differences, so as not to become a source of conflict and division. One of the important objectives of the concept of multicultural education is to help learners to acquire knowledge, and appreciate others of different ethnicities, cultures and personality values. Multicultural education has four values, namely: Equality Value, Tolerance Value, Democratic Value, and Pluralism Value. The above values have views that complement each other in responding to multiculturalism education. National Identity is a national personality or national identity, namely characteristics or characteristics, feelings or beliefs, culture or habits owned by a nation that distinguish one nation from another. Indonesia's national identity is pluralistic consisting of a fundamental identity, namely Pancasila, an instrumental identity, namely the 1945 Constitution.
Penerapan Pendekatan Saintifik Dalam Menulis Deskripsi Pada Siswa Kelas VIII A SMPN 14 Seluma Kostandi, Boby; Zubaedi, Zubaedi; Aulia Sari, Wenni
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): April
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v2i1.357

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui langkah-langkah penerapan pendekatan saintifik dan faktor-faktor pendukung dan penghambat pendekatan saintifik pada siswa kelas VIII A SMPN 14 Seluma. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SMPN 14 Seluma langkah-langkah penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada materi menulis teks deskripsi pada siswa kelas VIII A SMPN 14 Seluma yaitu, mengamati (observing), menanya (questioning), mencoba (experimenting), menalar (associating), dan mengkomunikasikan (communicating). Faktor pendukung antara lain guru sesuai kualifikasi pada bidangnya, sarana prasarana memadai dan lingkungan pembelajaran yang nyaman. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya kreatifitas guru, guru kurang memanfaatkan ICT, pembelajaran masih menggunakan pola teks book dan kurangnya pemahaman siswa untuk mengeksplorasi materi secara mandiri
Interfaith Inheritance in Muslim Families in Indonesia: Practices, Philosophy, and the Direction of National Inheritance Law Development Fahimah, Iim; Suwarjin, Suwarjin; Gusmansyah, Wery; Zubaedi, Zubaedi; Jayusman, Jayusman
AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajis.v24i2.40907

Abstract

This article examines the mechanisms of inheritance resolution in cases of different religions in several regions of Indonesia, namely North Sumatera, Central Java, Bengkulu, and East Java, focusing on integrating customary law, religious law, and state law in inheritance distribution. This research employs a descriptive qualitative approach with a case study method, where data is gathered through interviews, observations, and literature reviews on the practice of inheritance among families with different religions. The findings reveal that family deliberation remains the primary principle in resolving inheritance disputes despite the religious differences among heirs. Social and cultural values such as kinship, mutual assistance, and interfaith tolerance play a significant role in the inheritance process, with each region having its own ways of accommodating religious differences within families. The legal pluralism approach, which combines customary law, religious law, and state law, forms the foundation for developing a fair and inclusive national inheritance law. This article suggests strengthening the principle of deliberation, creating an adaptive legal unification, and formulating inclusive regulations for interfaith inheritance rights to create a harmonious and just inheritance system that aligns with the spirit of Indonesia's cultural diversity. AbstrakArtikel ini mengkaji mekanisme penyelesaian waris beda agama di beberapa wilayah di Indonesia, yaitu Sumatera Utara, Jawa Tengah, Bengkulu, dan Jawa Timur, dengan fokus pada integrasi hukum adat, agama, dan negara dalam pembagian warisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, di mana data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan kajian literatur mengenai praktik waris beda agama dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan agama di antara ahli waris, musyawarah keluarga menjadi prinsip utama dalam penyelesaian sengketa waris. Nilai sosial dan budaya seperti kekeluargaan, gotong royong, dan toleransi antaragama berperan penting dalam proses pembagian warisan, dengan setiap daerah memiliki cara-cara tersendiri dalam mengakomodasi perbedaan agama dalam keluarga. Pendekatan pluralisme hukum yang memadukan hukum adat, agama, dan negara menjadi landasan dalam pengembangan hukum waris nasional yang adil dan inklusif. Artikel ini menyarankan penguatan prinsip musyawarah, unifikasi hukum yang adaptif, serta penyusunan aturan inklusif untuk hak waris lintas agama, guna menciptakan sistem kewarisan yang harmonis dan adil sesuai dengan semangat keragaman budaya Indonesia.
RELEVANSI DAN SIGNIFIKANSI SEJARAH SERTA PERBANDINGAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PERSEPEKTIF ISLAM Aprianti, Nefi; Amin, Alfauzan; Zubaedi, Zubaedi; Ismail, Ismail; Sapruni, Sapruni
Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 19 No. 2 (2023): September
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/attaqwa.v19i2.527

Abstract

The uniqueness of these diverse cultures has implications for the mindset, behavior and personal character of each as a tradition that lives in the community and region. Intercultural pluralism provides opportunities for conflict when there is no mutual understanding and respect for each other. This article discusses the relevance and historical significance as well as the comparison of multicultural education in an Islamic perspective as a process to minimize conflict in the context of empowering a plural and heterogeneous society to understand and respect each other and form a character that is open to differences both for Indonesia and views on other countries. One of the efforts that can be made to fight for multiculturalism is through multicultural education. A global perspective on multicultural education that is becoming more useful in promoting core human values. Multicultural education will not only reap the benefits of pluralism, but also become a pillar of academic excellence, a democratic model of pluralistic societies and an attraction for international economies and human resources as they better human relations within their own nations and with other countries in the world that are increasingly interdependent, resulting in religious harmony, nation and state.