Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENDAMPINGAN KELAYAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR DI DESA CISALAK KABUPATEN SUMEDANG Hidayat, Trifenaus Prabu; Widawati, Enny; Sukwadi, Ronald; Wahju, Marsellinus Bachtiar; Hutahaean, Hotma Antoni
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.1924

Abstract

Pengembangan peternakan ayam petelur di Desa Cisalak, Sumedang merupakan salah satu inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Artikel ini membahas hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan pendampingan kelayakan usaha dan strategi pengembangan peternakan ayam petelur. Metode pendampingan dilakukan melalui analisis kebutuhan, pelaksanaan dan evaluasi. Pendekatan partisipatif digunakan untuk melibatkan tim, warga desa dan peternak secara aktif dalam perumusan solusi dengan metode SWOT. Contoh perhitungan kelayakan usaha juga diberikan. Hal ini dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang praktik terbaik dalam peternakan ayam petelur. Keberhasilan pendampingan dapat dilihat dari hasil evaluasi umpan balik kegiatan yang baik dan sangat baik. Selain itu, indikator keberhasilan dilihat dari respon positif dan antusiasme seluruh peserta. Artikel ini dapat menjadi referensi bagi pihak-pihak terkait, baik pemerintah daerah, warga desa, dan peternak lainnya dalam upaya pengembangan usaha peternakan ayam petelur di berbagai desa.  Abstract. The development of layer farms in Cisalak Village, Sumedang is one of the initiatives to improve the welfare of the local community. This article discusses the results of community service activities that aim to provide assistance on business feasibility and development strategies for layer farming. The mentoring method is carried out through needs analysis, implementation and evaluation. A participatory approach was used to actively involve the team, villagers and farmers in the formulation of solutions using the SWOT method. Examples of business feasibility calculations were also given. This improved their understanding of best practices in layer farming. The success of the mentoring can be seen from the results of the evaluation of good and excellent activity feedback. In addition, the success indicator is seen from the positive response and enthusiasm of all participants. This article can be a reference for related parties, both local governments, villagers, and other farmers in efforts to develop layer farming businesses in various villages.
STRATEGI USAHA BISNIS MENGUNAKAN PENDEKATAN SWOT DAN QSPM (Skala Coffee and Eatery) Bramanda, Anak Agung Bagus; Widawati, Enny; Widiarto, Sandra Octaviani B.
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/z3txbq79

Abstract

Skala Coffee and Eatery merupakan salah satu usaha kuliner dengan jenis kafe yang berlokasi di Bali. Berdasarkan wawancara dengan pemilik Skala coffee and Eatery, melaporkan bahwa penjualan mengalami penurunan yang disebabkan oleh peraturan WFH dan pesaing kedai kopi di sekitar Skala coffee and Eatery, sehingga pengunjung juga bisa mengunjungi kedai kopi lainnya. sehingga Skala Coffee and Eatery sendiri harus menarik pelanggan baru dan terus mempertahankan pelanggan lama datang kembali ke Skala Coffee and Eatery. Untuk mengatasi permasalahan kafe, penelitian ini akan mengembangkan strategi perusahaan khususnya dalam pemasaran yang menerapkan metode SWOT dan metode QSPM. Pendekatan SWOT membantu dalam mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang relevan, sedangkan pendekatan QSPM memberikan analisis kuantitatif untuk memprioritaskan strategi-strategi yang diusulkan. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa Skala Coffe and Eatery memiliki kekuatan seperti citra merek yang kuat, kualitas produk yang baik, dan lokasi strategis. Namun, beberapa kelemahan seperti kurangnya diversifikasi menu dan keterbatasan sumber daya manusia menjadi tantangan yang harus diatasi. Di sisi peluang, adanya peningkatan minat konsumen terhadap gaya hidup sehat dan kafe menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan. Namun, ancaman dari persaingan yang ketat dan fluktuasi harga bahan baku menjadi tantangan yang perlu diantisipasi. Selanjutnya, menggunakan pendekatan QSPM, strategi-strategi yang diusulkan untuk Skala Coffee and Eatery dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian memberikan rekomendasi strategi memberikan harga yang terjangkau dan promosi harga yang menarik untuk konsumen. Implementasi strategi-strategi ini diharapkan dapat membantu Skala Coffee and Eatery untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan keunggulan kompetitifnya di pasar.
Pemanfaatan Limbah Plastik menjadi Eco-Conblock sebagai Upaya Peningkatan Kapasitas Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Ponggang Kusuma Fajar Mahardika, Satria; Widawati, Enny; Sutikno, Yusak; Almendo Patar Ibouto Gobai; Gandhes Larasati; Angelica Putri Arista; Silvester Julio Xavier; Gabriel Rodo Oloanki Simanjorang; Louis Putra Purnama
Jurnal Atma Inovasia Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v6i2.13385

Abstract

As a tourism village, Ponggang faces problems related to waste management that are currently not being handled properly. If not followed up, this will pose a threat to both public health and the potential for damage to the village's natural and environmental attractions. Therefore, this community service aims to empower community groups through the utilization of plastic waste into products with higher economic value (eco-conblock). The methods used in this service include outreach activities aimed at increasing awareness and understanding of partners about the concept of village tourism and training/mentoring activities that involve the active role of community members aimed at increasing technical skills and waste management governance. From the evaluation results, it can be seen that the aspect of community awareness and understanding of good waste management has significantly increased from 3.85 points (good) to 4.47 points (very good). Meanwhile, the aspect of skills and governance has increased significantly on average from 3.39 points (moderate) to 3.68 points (good). In addition, the community service program has also succeeded in building an integrated waste management facility that can later be used sustainably towards Ponggang becoming an independent tourism village.