Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EFFECT OF INTRAVENOUS ADMINISTRATION OF SECRETOME ON MALONDIALDEHYDE LEVELS IN ROTENONE-INDUCED PARKINSON'S DISEASE RATS Aliza, Sharla; Sidharta, Veronika Maria; Sasmita, Poppy Kristina; Ardianto, Christian; Barus, Jimmy
MNJ (Malang Neurology Journal) Vol. 11 No. 1 (2025): January
Publisher : PERDOSSI (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Cabang Malang) - Indonesian Neurological Association Branch of Malang cooperated with Neurology Residency Program, Faculty of Medicine Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mnj.2025.011.01.03

Abstract

Background: Parkinson's disease (PD) is a progressive neurodegenerative disorder with an increasing prevalence. Oxidative stress is known to contribute to the development of PD through lipid peroxidation, which causes damage to the substantia nigra pars compacta. Lipid peroxidation produces malondialdehyde (MDA), which is known to be elevated in PD patients. Up till now, there is no cure for PD, and the available therapies are only symptomatic. The secretome from Mesenchymal Stem Cell (MSC) has antioxidant and neuroprotective components, making it a potential therapeutic agent that may slow the progression of PD. Objective: This study seeks to determine the effect of MSC secretome on oxidative stress in rotenone-induced PD rats. Methods: This research was an in-vivo experiment conducted with 30 male Sprague Dawley rats, divided into sham control, rotenone (+) secretome (-), and rotenone (+) secretome (+) groups. Rotenone (2.75 mg/kgBW) was administered for seven days to induce a PD model. Secretome administration (1 mg/ml) was carried out on days 3, 5, and 7. MDA levels were determined using the sandwich ELISA method. Results: This study found no significant difference in MDA levels among the three groups (p = 0.203). The sham control group had the lowest MDA 1.32(0.53) nmol/mL, followed by the rotenone (+) secretome (+) group 1.56(0.33) nmol/ml, and the highest MDA was observed in the rotenone (+) secretome (-) group 1.88(0.14) nmol/mL. Conclusion: Administration of MSC secretome did not significantly cause changes in plasma MDA levels of rotenone-induced Parkinson Disease rats.
EFFECTS OF MSC-DERIVED SECRETOME TOWARDS PLASMA-TOTAL CHOLESTEROL LEVELS ON ROTENONE-INDUCED PARKINSON’S DISEASE RAT MODELS Putria, Fani Mustika; Sasmita, Poppy Kristina; Sidharta, Veronika Maria; Ardianto, Christian; Barus, Jimmy
MNJ (Malang Neurology Journal) Vol. 11 No. 2 (2025): July
Publisher : PERDOSSI (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Cabang Malang) - Indonesian Neurological Association Branch of Malang cooperated with Neurology Residency Program, Faculty of Medicine Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mnj.2025.011.02.01

Abstract

Background: Parkinson's disease (PD), a chronic progressive neurodegenerative disease, threatens much of the world's increasingly aging population and has no promise for disease-modifying drugs, only symptomatic treatment. One potential biomarker correlates PD to the disruption of cholesterol metabolizing processes that results in formation of cytotoxic bile acids (BA) which induces mitochondrial dysfunction that leads to the decrease of dopaminergic neurons in various PD models. Objective: This study aims to determine the effect of rotenone-induction as well as MSC-Secretome administration on plasma-total cholesterol levels in rat models.. Methods: This was an experimental research using 30 male Sprague Dawley rats divided into sham control, rotenone (+) secretome (-) and rotenone (+) secretome (+). Blood was withdrawn on day 0 and day 8 and analyzed under colorimetry and spectrophotometry for its plasma-total cholesterol concentration. Results: The Tukey Post-Hoc Test showed that there was no significant difference between the sham control and rotenone (+) secretome (-)  (p = 0.073), plasma-total cholesterol level is lower in rotenone (+) secretome (-) than in the sham control. Furthermore, we were unable to prove for a significant difference between the rotenone (+) secretome (-) and rotenone (+) secretome (+) group (p= 0.234), even though in average the plasma-total cholesterol level is lower in the rotenone (+) secretome (+)  group. Conclusion: Induction of rotenone followed by an intervention of MSC-Secretome has no effect on the change in plasma-total cholesterol levels on rat models.
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG STROKE PADA SATU KOMUNITAS DI BANDUNG Sasmita, Poppy Kristina
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i1.3918

Abstract

Stroke adalah penyakit gangguan peredaran darah otak yang dapat menyebabkan masalah neurologi. Stroke bukan hanya dapat menyebabkan kecacatan saja, tetapi juga dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada satu komunitas berupa penyuluhan mengenai stroke, faktor risiko, gejala stroke dan cara pencegahan beserta apa yang harus dilakukan jika mengetahui adanya penderita stroke. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan penyuluhan stroke adalah 35 orang terdiri dari 15 laki-laki dan 20 perempuan. Distribusi usia peserta terbanyak adalah kelompok usia 51-60 dan 61-70 tahun, yaitu sebanyak 33 %. Sebagian besar peserta memiliki pengetahuan yang baik mengenai penyakit stroke.
PEMBELAJARAN ANATOMI SISTEM SARAF MANUSIA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR KELAS 3 DI MUSEUM ANATOMI Sasmita, Poppy Kristina; Dewi, Rita; Irawan, Robi; Djuartina, Tena
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i2.4229

Abstract

Materi mengenai tubuh manusia terdapat dalam pelajaran biologi untuk siswa Sekolah Dasar (SD). Dalam proses belajar, pemilihan metode yang tepat dalam menyajikan suatu materi dapat membantu siswa untuk mengetahui dan memahami tentang suatu hal. Metode pembelajaran mengenai tubuh manusia selain diberikan oleh guru di sekolah juga didapat dengan cara yang berbeda untuk menambah pengetahuan dan pengalaman siswa. Satu metode yang efektif dalam upaya peningkatan pengetahuan dan pengalaman siswa adalah dengan berkunjung ke Museum Anatomi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya (FKIK UAJ), Jakarta.  Dalam program pengabdian masyarakat ini dilakukan kegiatan pengenalan sistem tubuh manusia dengan topik sistem saraf manusia dengan metode mendengar penjelasan disertai diskusi interaktif, aktivitas menggambar otak manusia dan melihat langsung preparat anatomi. Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 siswa dan siswi kelas 3 Sekolah Dasar Islam (SDI) Al-Jabr Pondok Labu, Jakarta Selatan. Hasil rerata nilai pre-test untuk kelas A adalah 5,69 dan kelas B adalah 5,72. Hasil rerata nilai post-test yang didapat untuk kelas A 7,65 dan kelas B 6,72. Berdasarkan hasil tersebut, terlihat peningkatan pengetahuan setelah beraktivitas  di Museum Anatomi. Kegiatan kunjungan ke Museum Anatomi merupakan salah satu metode pembelajaran alternatif yang berguna bagi siswa SD kelas 3 untuk mengetahui dan memahami sistem saraf manusia.
PERAN MUSEUM ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN (FKIK) UNIVERSITAS ATMA JAYA DALAM PEMBELAJARAN ANATOMI Djuartina, Tena; Irawan, Robi; Sugiharto, Liliana; Sasmita, Poppy Kristina; Sulichatiani; Sutino, Vinsensius
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6116

Abstract

Museum  dalam definisi peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 66 tahun 2015 memiliki peran penting dalam melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan koleksi, serta mengkomunikasikannya kepada masyarakat. Terdapat berbagai jenis museum di Indonesia, salah satunya adalah Museum Anatomi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) universitas atma jaya. Museum Anatomi FKIK Universitas Atma Jaya ini berfungsi sebagai tempat belajar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai anatomi tubuh manusia, baik untuk masyarakat umum maupun mahasiswa di bidang kesehatan, sebagai bagian dari sarana pendidikan dan penelitian yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dalam penelitian yang dilakukan saat ini tentang peran museum Anatomi sebagai tempat pembelajaran Anatomi, dari hasil kuesioner didapat 92% pengunjung  dapat menambah pengetahuan mereka tentang anatomi tubuh manusia saat berkunjung ke museum. Sebelum memasuki Museum Anatomi FKIK UAJ, sebanyak 68% pengunjung merasa tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi anatomi yang disampaikan. Setelah mengikuti kegiatan ruang studio di museum, sebanyak 100% pengunjung merasakan peningkatan pemahaman mereka terhadap materi anatomi yang dijelaskan. Harapan pengunjung pun berhasil terpenuhi setelah mengikuti kegiatan di Museum Anatomi FKIK UAJ, dengan 99% dari mereka merekomendasikan museum ini sebagai media pembelajaran anatomi. Kesimpulannya, Museum Anatomi FKIK UAJ telah merupakan salah satu museum yang berfungsi bukan hanya sebagai kumpulan koleksi, melainkan juga sebagai tempat pembelajaran Anatomi
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG STROKE PADA SATU KOMUNITAS DI BANDUNG Sasmita, Poppy Kristina
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i1.3918

Abstract

Stroke adalah penyakit gangguan peredaran darah otak yang dapat menyebabkan masalah neurologi. Stroke bukan hanya dapat menyebabkan kecacatan saja, tetapi juga dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada satu komunitas berupa penyuluhan mengenai stroke, faktor risiko, gejala stroke dan cara pencegahan beserta apa yang harus dilakukan jika mengetahui adanya penderita stroke. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan penyuluhan stroke adalah 35 orang terdiri dari 15 laki-laki dan 20 perempuan. Distribusi usia peserta terbanyak adalah kelompok usia 51-60 dan 61-70 tahun, yaitu sebanyak 33 %. Sebagian besar peserta memiliki pengetahuan yang baik mengenai penyakit stroke.
PEMBELAJARAN ANATOMI SISTEM SARAF MANUSIA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR KELAS 3 DI MUSEUM ANATOMI Sasmita, Poppy Kristina; Dewi, Rita; Irawan, Robi; Djuartina, Tena
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i2.4229

Abstract

Materi mengenai tubuh manusia terdapat dalam pelajaran biologi untuk siswa Sekolah Dasar (SD). Dalam proses belajar, pemilihan metode yang tepat dalam menyajikan suatu materi dapat membantu siswa untuk mengetahui dan memahami tentang suatu hal. Metode pembelajaran mengenai tubuh manusia selain diberikan oleh guru di sekolah juga didapat dengan cara yang berbeda untuk menambah pengetahuan dan pengalaman siswa. Satu metode yang efektif dalam upaya peningkatan pengetahuan dan pengalaman siswa adalah dengan berkunjung ke Museum Anatomi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya (FKIK UAJ), Jakarta.  Dalam program pengabdian masyarakat ini dilakukan kegiatan pengenalan sistem tubuh manusia dengan topik sistem saraf manusia dengan metode mendengar penjelasan disertai diskusi interaktif, aktivitas menggambar otak manusia dan melihat langsung preparat anatomi. Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 siswa dan siswi kelas 3 Sekolah Dasar Islam (SDI) Al-Jabr Pondok Labu, Jakarta Selatan. Hasil rerata nilai pre-test untuk kelas A adalah 5,69 dan kelas B adalah 5,72. Hasil rerata nilai post-test yang didapat untuk kelas A 7,65 dan kelas B 6,72. Berdasarkan hasil tersebut, terlihat peningkatan pengetahuan setelah beraktivitas  di Museum Anatomi. Kegiatan kunjungan ke Museum Anatomi merupakan salah satu metode pembelajaran alternatif yang berguna bagi siswa SD kelas 3 untuk mengetahui dan memahami sistem saraf manusia.
PERAN MUSEUM ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN (FKIK) UNIVERSITAS ATMA JAYA DALAM PEMBELAJARAN ANATOMI Djuartina, Tena; Irawan, Robi; Sugiharto, Liliana; Sasmita, Poppy Kristina; Sulichatiani; Sutino, Vinsensius
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6116

Abstract

Museum  dalam definisi peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 66 tahun 2015 memiliki peran penting dalam melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan koleksi, serta mengkomunikasikannya kepada masyarakat. Terdapat berbagai jenis museum di Indonesia, salah satunya adalah Museum Anatomi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) universitas atma jaya. Museum Anatomi FKIK Universitas Atma Jaya ini berfungsi sebagai tempat belajar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai anatomi tubuh manusia, baik untuk masyarakat umum maupun mahasiswa di bidang kesehatan, sebagai bagian dari sarana pendidikan dan penelitian yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dalam penelitian yang dilakukan saat ini tentang peran museum Anatomi sebagai tempat pembelajaran Anatomi, dari hasil kuesioner didapat 92% pengunjung  dapat menambah pengetahuan mereka tentang anatomi tubuh manusia saat berkunjung ke museum. Sebelum memasuki Museum Anatomi FKIK UAJ, sebanyak 68% pengunjung merasa tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi anatomi yang disampaikan. Setelah mengikuti kegiatan ruang studio di museum, sebanyak 100% pengunjung merasakan peningkatan pemahaman mereka terhadap materi anatomi yang dijelaskan. Harapan pengunjung pun berhasil terpenuhi setelah mengikuti kegiatan di Museum Anatomi FKIK UAJ, dengan 99% dari mereka merekomendasikan museum ini sebagai media pembelajaran anatomi. Kesimpulannya, Museum Anatomi FKIK UAJ telah merupakan salah satu museum yang berfungsi bukan hanya sebagai kumpulan koleksi, melainkan juga sebagai tempat pembelajaran Anatomi
Correlation between Platelet to Lymphocyte Ratio as Predictive Factor of Neurological Deficit in Acute Ischemic Stroke Patients Putri, Syarifah Nurus Soffia Perwira; Sasmita, Poppy Kristina; Barus, Jimmy Fransisco Abadinta
Asian Journal of Healthcare Analytics Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajha.v4i2.14848

Abstract

Acute ischemic stroke is the most common stroke type, with inflammation and thrombosis playing key roles. The platelet-to-lymphocyte ratio (PLR) has been proposed as a potential prognostic biomarker. To evaluate the association between PLR and neurological deficits or functional outcomes in acute ischemic stroke. A systematic review was conducted using multiple databases. Study quality was assessed with the NewcastleOttawa Scale (NOS), and outcomes were evaluated using NIHSS, mRS, and SSS. Ten studies were included, mostly from Asia. Elevated PLR was significantly associated with poor outcomes, especially in Chinese studies and those with NIHSS