Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PELATIHAN BUDIDAYA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) PADA KELOMPOK BUDIDAYA PERIKANAN AGROPARK MANDIRI SEJAHTERA, DESA SABAH BALAU, KECAMATAN TANJUNG BINTANG, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Qorie Astria; Denta Tirtana; Nuning Mahmudah Noor; Rietje J.M Bokau; Aldi Huda Verdian
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 1 No 1 (2024): Mei
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v1i1.3484

Abstract

Ikan menjadi salah satu bahan makanan yang banyak dicari dan telah menjadi menu makanan sehari-hari masyarakat. Salah satu jenis ikan yang banyak dicari oleh masyarakat adalah ikan gurami. Ikan gurami sangat disukai oleh banyak kalangan karena memiliki daging yang gurih, enak dan padat selain itu duri-durinya yang besar sehingga memudahkan proses makan. Budidaya ikan gurami ini pun bisa dijadikan salah satu bisnis yang menjanjikan karena memiliki nilai jual yang tinggi jika dibandingkan jenis ikan lainnya. Usaha budidaya ikan gurami ini dapat menyesuaikan dengan modal yang dimiliki. Bisnis budidaya ikan gurami dapat dikembangkan baik dengan modal kecil ataupun besar. Sehingga bisnis ikan gurami ini memiliki peluang yang terbuka bagi semua masyarakat. Target pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat Desa Sabah Balau, khususnya yang tergabung dalam kelompok budidaya di Agro Park Mandiri Sejahtera. Jumlah anggota yang tergabung dalam kelompok pembudidaya sekitar 18 orang, terdiri dari berbagai latar belakang mata pencaharian asal, yaitu petani, pedagang, peternak dan pembudidaya ikan. Dengan perbedaan latar belakang pekerjaan awal, secara otomatis pelaku budidaya ikan masih memiliki pengetahuan yang kurang mengenai teknik pembenihan, pendederan dan pembesaran ikan. Untuk itu, sosialisasi dan penyuluhan mengenai budidaya ikan maupun kesehatan ikan sangat penting dilakukan untuk memperkaya pengetahuan pembudidaya ikan di Agropark Desa Sabah Balau. Program ini merupakan program yang berkesinambungan karena pendampingan dalam pelaksanaan budidaya sangat diperlukan. Kendala-kendala dalam pembenihan, pendederan dan pembesaran yang akan dialami oleh pembudidaya sebagai bahan kajian untuk dilakukan evaluasi dan penyelesaian.
Implementasi Teknologi Sex Reversal Menggunakan Bahan Alami Asal Kerang Hijau Pada PKK Agropark Lampung Mahmudah Noor, Nuning; Puji Hartono, Dwi; Nursandi , Juli; Indariyanti , Nur; Handayani , Muliawati; Yusufi Subhan, Rio
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 1 No 2 (2024): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v1i2.3937

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang budidaya perikanan, salah satu teknologi yang diterapkan yaitu teknologi sex reversal yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian masyarakat PKK agropark Lampung di Desa Sabah Balau, Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam program kemitraan ini adalah penyuluhan dan pelatihan yang dipraktekan langsung di lapangan. Minat peserta dapat dilihat melalui kehadiran dan partisipasi aktif peserta dalam berdiskusi serta mempratekkan langsung materi yang diberikan. Selain itu pelatihan juga telah mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan pembudidaya tentang pengembangan benih ikan nila jantan. Pendampingan ini dilakukan sejak awal budidaya sampai masyarakat bisa memelihara ikan dengan pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan budidaya tanpa penerapan teknologi sex reversal.
MASKULINISASI IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) MENGGUNAKAN PROPOLIS DENGAN METODE PERENDAMAN LARVA DAN PAKAN Witoko, Pindo; Noor, Nuning Mahmudah; Aziz, Rahmadi; Pramesthye, Errisha Ardhia; Pratama, Rizal Aditia Pratama
Jurnal Perikanan Terapan Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Red tilapia (Oreochromis sp.) is the result of a cross between tilapia O. mozambicus and fish. tilapia O. niloticus. The advantages of tilapia are its relatively fast growth and relatively easy maintenance, as well as having a significant tolerance to environmental conditions. The growth rate of male fish is higher than that of females. Hormonal stimulants for male sexual orientation can be derived from natural ingredients, namely propolis. Propolis has advantages, including being safe for consumption, relatively inexpensive, and environmentally friendly. Treatment of propolis through immersion and artificial feed on red tilapia (Oreochromis sp.) seeds at a dose of 0.1 ml/L and 2.7 ml/kg of feed resulted in a male sex percentage of 85%, SR 100%, FCR treatment A (1 .43) and treatment B (1.34).
MASKULINISASI IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) MENGGUNAKAN PROPOLIS YANG DICAMPUR KE DALAM PAKAN BUATAN Witoko, Pindo; Noor, Nuning Mahmudah; Pramesthye, Errisha Ardhia; Pratama, Rizal Aditia; Aziz, Rahmadi
Jurnal Perikanan Terapan Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masculinization is one of the efforts to increase the number of male fish by giving treatment to direct the fish to become male. Masculinization was carried out using Propolis Melia at a treatment dose of 2.7 mL/kg feed with 3 replications. The goal is to produce a male sex ratio and the survival of tilapia. With maintenance for 4 weeks with at-satiation feeding. The results of the percentage of male sex with the treatment dose used were 2.7 mL/kg of feed for repetition 1 (80%), repetition 2 (80%) and repetition 3 (85%) and survival rate 100%.
Optimasi Maserasi Keong Mas (Pomacea canaliculata) Menggunakan Pelarut Berbeda Untuk Isolasi Triterpenoid Handayani, Muliawati; Noor, Nuning Mahmudah; Hartono, Dwi Puji; Kurniawan, Agung; Septika, Mulya
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i3.1610

Abstract

NURSERY OF WHITE SHRIMP (LITOPENAEUS VANNAMEI) WITH BIOFLOC SYSTEM witoko, pindo; Mahmudah Noor, Nuning; Aziz, Rahmadi
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v3i2.2569

Abstract

White shrimp culture (Litopenaeus vannamei) has very good prospects to be developed so that the availability of quality juveniles with a sustainable quantity is very necessary for aquaculture activities. White shrimp nursery has several constraints because in the implementation process it uses high stocking density so the amount of feed needed is higher. The condition of using high feed can have an impact on the quality of aquaculture used. Waste products from metabolism and uneaten feed residues, especially nitrogen waste can be toxic to shrimp. To reduce the risk of toxic waste in shrimp there are several technologies that can be used, one of which is biofloc technology. This study aims to determine the growth and survival rate (SR) of white shrimp nursery using biofloc technology. The study was conducted using a permanent ponds container coated with a tarpaulin with a size of 3m x 5m x 1.2m as much as 2 pieces. Each pond filled with seawater with a salinity of 30 ppt as much as 12,000 liters is equipped with 24 aeration points and a microbubble. White shrimp juvenile used Post Larva size 10 with an average weight of 0.01 grams with a stocking density of 1,500 ind/m3(18,000 ind/pond). Maintenance time for 28 days. During maintenance, commercial feed is given at a dose of 100% -5% of the total weight of biomass per day. The results showed an average final length and weight are 5.15 cm and 2.32 gram/ind with a Survival rate (SR) of 89.7%.
NURSERY OF WHITE SHRIMP (LITOPENAEUS VANNAMEI) WITH BIOFLOC SYSTEM witoko, pindo; Mahmudah Noor, Nuning; Aziz, Rahmadi
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v3i2.2569

Abstract

White shrimp culture (Litopenaeus vannamei) has very good prospects to be developed so that the availability of quality juveniles with a sustainable quantity is very necessary for aquaculture activities. White shrimp nursery has several constraints because in the implementation process it uses high stocking density so the amount of feed needed is higher. The condition of using high feed can have an impact on the quality of aquaculture used. Waste products from metabolism and uneaten feed residues, especially nitrogen waste can be toxic to shrimp. To reduce the risk of toxic waste in shrimp there are several technologies that can be used, one of which is biofloc technology. This study aims to determine the growth and survival rate (SR) of white shrimp nursery using biofloc technology. The study was conducted using a permanent ponds container coated with a tarpaulin with a size of 3m x 5m x 1.2m as much as 2 pieces. Each pond filled with seawater with a salinity of 30 ppt as much as 12,000 liters is equipped with 24 aeration points and a microbubble. White shrimp juvenile used Post Larva size 10 with an average weight of 0.01 grams with a stocking density of 1,500 ind/m3(18,000 ind/pond). Maintenance time for 28 days. During maintenance, commercial feed is given at a dose of 100% -5% of the total weight of biomass per day. The results showed an average final length and weight are 5.15 cm and 2.32 gram/ind with a Survival rate (SR) of 89.7%.
PENERAPAN TEKNOLOGI SEX REVERSAL IKAN NILA PADA KELOMPOK MINA HARAPAN JAYA LAMPUNG TENGAH: PENERAPAN TEKNOLOGI SEX REVERSAL IKAN NILA PADA KELOMPOK MINA HARAPAN JAYA LAMPUNG TENGAH Noor, Nuning Mahmudah; Dwi Puji Hartono; Nur Indariyanti; Nadisa Theresia Putri; Muliawati Handayani; Anita Kusuma Dewi; Epro Barades; Linuwih Aluh Pratitis; Nurul Fatimah
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 5 No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/y642qk28

Abstract

Sex reversal merupakan salah satu teknologi inovatif dalam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) yang bertujuan meningkatkan efisiensi produksi melalui pembentukan populasi monoseks jantan. Penelitian ini dilaksanakan pada Kelompok Mina Harapan Jaya, Lampung Tengah, dengan tujuan mengaplikasikan teknologi sex reversal berbasis bahan alami sebagai alternatif yang ramah lingkungan. Metode penelitian mencakup survei pendahuluan, kegiatan penyuluhan dan pelatihan teknis, aplikasi hormon alami melalui teknik perendaman, serta evaluasi terhadap pertumbuhan, rasio kelamin, dan tingkat kelulusan ikan budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi sex reversal berbahan alami mampu meningkatkan proporsi ikan jantan secara signifikan, mendukung pertumbuhan optimal, serta berkontribusi pada peningkatan pendapatan mitra. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan teknologi sex reversal berbahan alami berpotensi menjadi strategi efektif untuk mendorong keberlanjutan usaha budidaya ikan nila di tingkat komunitas.