Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Ibm pengembangan masyarakat apgar score (‘Aisyiyah Peduli gerakan anak risiko stunting secara cepat, obyektif, responsif, efektif) Di Desa Banjarmangu, Banjarnegara Nurul Soimah; Riin Wahyu Hidaya; Siti Istiyati
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 6 No 1 (2025): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v6i1.1527

Abstract

Pengabdian Masyarakat dilakukan berdasarkan pada studi pendahuluan permasalahan mitra yaitu didapatkannya balita Stunting yang jumlahnya meningkat dari tahun sebelumnya,Masalah stunting masih terdapat anggapan bahwa keluarga malu jika anaknya tediagnosis mengalami stunting. Berdasarkan data desa Jumlah balita stunting yang terdata didesa Banjarmangu sujumlah 20 Balita yang terbagi menjadi 7 RT dan 3 RW, Berdasarkan data stunting maka solusi yang ditawarkan didapatkan kesepakatan dengan mitra yaitu Peningkatan pengetahuan dan kesadaran diharapkan angka stunting dapat turun menjadi 100%, Stunting balita penting untuk diintervensi melalui penyuluhan dan praktik tentang penyusunan menu sehat dan pola asuh yang baik melalui forum pengajian Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah. Pelaksanaan pelatihan diikuti oleh 8 ibu balita stunting,3 calon kader, 44 jama’ah pengajian rutin Jum’at siang PCA Banjarmangu Hasil pengetahuan tentang stunting didapatkan melalui pretes sebesar 5,8% berpengetahuan baik, 23,5% berpengetahuan sedang, 41,17 berpengetahuan kurang penyuluhan selama 1 jam dilanjutkan dengan tanya jawab dilakukan post tes dengan hasil ,8% berpengetahuan baik, 47,% berpengetahuan sedang, 37,5 % berpengetahuan kurang.
Pentingnya Kesehatan Seksual Dalam Penanganan Bencana Perspektif Dari RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Yekti Satriyandari; Siti Istiyati; Cesa Septiana
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.425

Abstract

Latar Belakang: Situasi bencana sering kali menempatkan kesehatan seksual sebagai isu yang terabaikan, padahal kebutuhan seksual tetap ada bahkan dalam kondisi darurat. Ketiadaan ruang privat, stres psikologis, dan tekanan sosial dalam pengungsian dapat meningkatkan risiko disfungsi seksual pada perempuan, terutama yang menggunakan kontrasepsi hormonal seperti suntik DMPA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi problematika seksual perempuan pengguna KB hormonal dalam situasi bencana serta menyoroti pentingnya dukungan psikososial dalam penanganannya. Metode: Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap 27 responden perempuan pengguna KB hormonal di wilayah terdampak bencana, dengan analisis tematik untuk menggali persepsi dan pengalaman mereka. Hasil: Mayoritas responden mengalami disfungsi seksual yang dipengaruhi oleh kombinasi faktor hormonal dan tekanan psikososial akibat bencana. Aktivitas seksual tetap dianggap penting sebagai mekanisme coping dan penguat relasi pasangan. Ketiadaan ruang privat menjadi hambatan utama, sehingga muncul aspirasi kuat untuk menyediakan "bilik mesra" di pengungsian sebagai bentuk dukungan kemanusiaan yang inklusif. Kesimpulan: Kesehatan seksual merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam respon bencana. Pendekatan penanggulangan bencana yang berperspektif gender dan memperhatikan kebutuhan seksual dapat meningkatkan kesejahteraan psikososial penyintas, serta mencegah kekerasan berbasis gender.
Evaluasi Program Pemberian Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Di SMP N 2 Wates Yogyakarta Wijaya, Yugi Wahyuni Putu; Siti Istiyati; Dita Kristiana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.270

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan menstruasi. Pemerintah telah menjalankan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai salah satu upaya pencegahan. Meski demikian, implementasi dan keterlibatan remaja dalam program ini masih beragam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui evaluasi program pemberian tablet tambah darah pada remaja putri di SMP N 2 Wates. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu remaja putri kelas VII dan VIII di SMP N 2 Wates. Sampel sebanyak 57 responden dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis Google Form dan dianalisis secara univariat. Hasil dari penelitian ini yaitu sebagian besar remaja putri memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia dan TTD (91,2%), serta menunjukkan sikap yang tinggi terhadap konsumsi TTD (64,9%). Dalam hal kepatuhan, mayoritas termasuk kategori patuh (87,7%), meskipun masih ditemukan responden yang belum mengonsumsi TTD secara rutin. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa aspek pengetahuan dan sikap responden terhadap konsumsi TTD relatif baik, namun masih terdapat variasi dalam kepatuhan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak sekolah dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program.
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta Ledy Suprihatin; Herlin Fitriani; Siti Istiyati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v9i1.573

Abstract

Latar belakang anemia kehamilan adalah masalah kesehatan umum dapat membahayakan ibu dan bayi yang dikandungnya. Anemia pada ibu hamil adalah kadar hemoglobin (Hb) di bawah 11 g/dl. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasi, pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini 165 orang diambil sampel 63 responden. Teknik pengambiilan sampel dengan purposive sampling menggunakan analisis bivariat dengan uji stastistik spearman rank. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden yang mengalami anemia dan memiliki pola makan yang kurang baik berjumlah 30 orang (76,92%). Sementara itu, responden yang mengalami anemia namun memiliki pola makan yang baik berjumlah 9 orang (23,08%). Responden yang tidak mengalami anemia dengan pola makan baik dan kurang baik masing-masing berjumlah 12 orang (50,00%). Hasil analisis bivariat dengan uji korelasi Spearman Rank yaitu tingkat keeratan kedua variabel dilanjut pada nilai signifikansi sebesar 0,028<0.05 dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, sehingga hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Saran tenaga kesehatan untuk meningkatkan program edukasi dan pemantauan mengenai pola makan ibu hamil secara teratur, untuk menurunkan frekuensi kejadian anemia.