Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Utilization of food waste as edible coatings to support a circular economy: a systematic literature review Elya Antariksana Bachmida; Nur Afni; Wiharyani Werdiningsih
Journal of Food and Agricultural Product Vol. 6 No. 1 (2026): JFAP
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jfap.v6i1.7958

Abstract

Food waste represents a global challenge that significantly affects environmental sustainability and the resilience of food systems. Innovative approach to food waste valorization involves its conversion into edible coating materials to extend the shelf life of food products. This study aims to systematically examine the potential of various food waste streams as raw materials for edible coatings in support of circular economy implementation. A systematic literature review (SLR) methodology was employed by identifying 15 relevant research articles published between 2010- 2025 through Google Scholar. The findings indicate that organic residues such as fruit peels (banana, cocoa, jackfruit), starchy wastes (banana pseudostem, durian seeds, potato peels, cassava), and animal-derived waste (crustacean shells) contain essential biopolymers, including pectin, starch, and chitosan. Data synthesis further reveals that the application of modern extraction techniques, such as Microwave-Assisted Extraction (MAE), along with composite formulations enriched with active agents (liquid smoke, herbal extracts, or beeswax), significantly enhances the mechanical and hydrophobic properties of the coatings. Applications on climacteric fruits (tomato, papaya, citrus) and non-climacteric fruits (strawberry, grape, apple) have been shown to effectively reduce respiration and transpiration rates, leading to decreased weight loss and improved vitamin C retention. In animal-based products (fish and sausages), chitosan coatings demonstrated the ability to inhibit lipid oxidation and suppress microbial growth, as indicated by Total Plate Count (TPC) values. Overall, the transformation of food waste into edible coatings not only provides protection against chemical and microbiological deterioration but also generates economic value from organic residues while mitigating environmental impacts. Keywords: Edible coating, food waste, circular economy, shelf life, biopolymer
Sosialisasi Pemanfaatan Daun Beberas sebagai Teh Herbal di Sembalun Bumbung Baiq Rien Handayani; Muhammad Faisyal MY; Yarman; Wiharyani Werdiningsih; Yulianida Tamala; Siti Sulpiani Anjani; Noviana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 3 (2026): Juli-September 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i3.16249

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Sembalun Bumbung dalam memanfaatkan daun Beberas sebagai teh herbal bernilai ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani melalui rangkaian metode sosialisasi, uji sensori, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta mengenai manfaat daun Beberas, kandungan bioaktif, teknik pengolahan, serta metode pengeringan yang tepat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan pada seluruh aspek yang disampaikan, terutama terkait proses pengolahan teh herbal dan teknik pengeringan. Peserta juga menunjukkan minat yang tinggi untuk mengembangkan teh daun Beberas sebagai produk olahan lokal yang berpotensi meningkatkan pendapatan. Selain itu, uji sensori menunjukkan bahwa seduhan teh daun Beberas, baik dalam bentuk segar maupun kering, dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dengan nilai rata-rata 2,17 (kategori “netral menuju suka”). Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam memperkuat kapasitas masyarakat dan membuka peluang kepada masyarakat untuk mendukung kemandirian ekonomi desa.