Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL PANGAN

Ekonomi Pangan: Efektivitas Kebijakan Bantuan Langsung Benih Unggul Dan Pupuk Untuk Usahatani Pangan (Food Economics: Effectiveness of Policy on Direct Aids of Superior Seed and Fertilizer for Food Farming) Manuntun Parulian Hutagaol; Sri Hartoyo
JURNAL PANGAN Vol. 22 No. 1 (2013): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v22i1.147

Abstract

Indonesia menyadari pentingnya swasembada beras tidak hanya dalam mendukung proses pembangunan ekonomi, tetapi juga untuk ketahanan pangan nasional. Kejadian baru-baru ini mengenai krisis pangan global yang distimulasi oleh meroketnya harga minyak bumi yang membuat konversi bahan pangan menjadi energi menjadi layak secara ekonomi memperkuat keyakinan tersebut. Namun demikian, beberapa tahun terakhir ini, produktivitas tanaman padi telah stagnan di negeri ini. Untuk mengatasi permasalahan produktivitas tersebut, pemerintah mengimplementasikan program BLBU-BLP (Bantuan Langsung Bibit Unggul dan Bantuan Langsung Pupuk). Program ini memberikan suatu paket teknologi yang mencakup bibit unggul bersertifikat, pupuk pabrik dan organik kepada petani padi, kedele dan jagung. Studi ini dimaksudkan untuk mengevaluasi efektivitas program tersebut dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan usahatani. Penelitian dilakukan di tujuh propinsi dengan 488 responden petani padi dan jagung. Studi membuktikan bahwa program telah berhasil membangkitkan kesadaran petani dalam menggunakan benih unggul bersertifikat serta input pendukungnya serta meningkatkan produktivitas dan pendapatan usahatani peserta program. Oleh karena itu, direkomendasikan agar pemerintah meneruskan pelaksanaan program pemberian bantuan ini. Tetapi, disarankan agar paket tekonologinya tidak seragam dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan pertanian setempat agar produktivitas lebih tinggi lagi.Indonesia has long recognized the importance of rice self-sufficiency for the country not only in facilitating its economic development process, but also for food security. Recent occurrence of global food crisis stimulated by skyrocketing oil price makes the conversion of food into bio energy becomes economically feasible and deepens this recognition. Yet, rice yields in this country over the last few years have bee stagnant at a relatively low level. Accordingly, the government of Indonesia has implemented BLBU-BLP program to cope with this problem. The program provides a package of production technology consisting of certificated seed of HYVs, manufactured and organic fertilizers to rice, corn and soybean farmers. This study was carried out to evaluate the effectiveness of the program to achieve its goals. It was conducted in seven provinces with 488 samples of rice and corn farmers. It confirmed that the program had been quite successful in increasing awareness of farmers in adopting and using certificated seed of HYVs and its supporting components, as well as in increasing productivity of rice farm and farmers’ income in the intervened farms. It is, therefore, that this program is recommended to be continued. However, the technological package should be modified to suit local farming environmental condition in order to generate better results. 
Perancangan Model Sistem Angkutan Studi Kasus Fasika Khaerul Zaman; Yandra Arkeman; Sri Hartoyo
JURNAL PANGAN Vol. 20 No. 3 (2011): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v20i3.162

Abstract

Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang paling asasi. Beras masih menjadi komoditi utama penopang ketahanan pangan nasional. Perum BULOG penyelenggara usaha logistik pangan pokok yang melakukan penyebaran persediaan melalui kegiatan angkutan antar Divisi Regional (Divre). Penelitian bertujuan merancang sistem angkutan antar Divre. Metode penelitian menggunakan metode perancangan sistem yaitu kegiatan merancang sistem melalui tahapan-tahapan tertentu untuk menjawab permasalahan yang ada. Menggunakan model optimasi dalam Pemrograman Linieryaitu Transportation Problem (Permasalahan Transportasi). Total biaya angkutan untuk tahun 2010 dengan model optimasi lebih rendah Rp. 17.461.590.772,- apabila dibandingkandengan total biaya yang dihitung dengan metode yang digunakan saat ini. Penggunaan pemrograman linier untuk angkutan antar Divre Perum BULOG menghasilkan optimasijumlah persediaan yang diangkut, jalur dan biaya angkutan. Model optimasi tidak hanya dilakukan terhadap kondisi ideal tetapi juga terhadap kemungkinan adanya perubahan perubahan melalui analisa pasca optimasi. Hasil analisa menunjukkan bahwa sistem operasional angkutan terbagi kedalam Sistem Perencanaan, Sistem Pelaksanaan, Sistem Evaluasi dan Sistem Penunjang. Keempat sistem tersebut saling berkaitan satu dengan lainnya dengan tujuan akhir adalah pelaksanaan angkutan antar Divre. Sistem ini banyak ditunjang oleh penggunaan pemrograman linier untuk mendapatkan biaya angkutan yang minimum.Food is one of the most basic human rights. Rice is still a major commodity supporting the national food security. Perum BULOG is the business organizer who makes the distribution supplies through transport activities among the Regional Divisions (Divres). The research aims to design a transportation system among the Divres. Research method used for designing the system is a system design activities through certain stages to address existing problems using Linear Programming optimization model in the Transportation Problem. The total cost of transport for 2010 was Rp. 17.461.590.772 which is lower compared to the total cost calculated by the method used today. The use of linear programming to transportation among Divres produces transported amount of inventory optimization, route and transportation costs. Optimization model is not only carried out on ideal conditions but also to the possibility of changes through the postoptimization analysis. The result showed that the operational system of transportation is divided into Planning System, Support System, Evaluation System and Integrated System. The four systems are interconnected with each other with the ultimate goal is the implementation of transport among Divres. This system is much supported by the use of linear programming to obtain the minimum transportation cost.