Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

STUDI EKSPERIMEN PENGGUNAAN GLASS FIBER DAN STRAPPING BAND SEBAGAI BAHAN PENGGANTI TULANGAN BAJA PADA PEMBUATAN PONDASI TELAPAK PRECAST UNTUK KONSTRUKSI WILAYAH PANTAI Petronela Chu Melina Aschida; Elvira Elvira; Yoke Lestyowati
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.56707

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan luas lautan yang besar, sementara infrastruktur semakin meningkat, sehingga memungkinkan perkembangan konstruksi menuju daerah pesisir. Hal ini menjadi masalah bagi konstruksi di daerah pesisir yang beresiko lebih cepat mengalami korosi bagian tulangan. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan alternatif pengganti tulangan baja yaitu glass fiber dan strapping band. Penelitian ini bertujuan mengetahui kuat lentur pelat mortar menggunakan glass fiber dan strapping band. Benda uji berupa 15 silinder dengan Ø15 cm, tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, modulus elastisitas, dan kuat tarik belah mortar. Kemudian 18 pelat untuk uji lentur beberapa variasi yaitu, A (0% fiber), B1 (0,5% glass fiber), B2 (1% glass fiber), B3 (1,5% glass fiber), C1 (2 lembar strapping band/lapisan), C2 (3 lembar strapping band/lapisan). Untuk persentase glass fiber diambil terhadap berat mortarnya. Dari pengujian diperoleh nilai momen lentur tipe A, B1, B2, B3, C1, C2 berturut-turut 0,136 kN.m, 0,194 kN.m, 0,247 kN.m, 0,359 kN.m, 0,145 kN.m, 0,176 kN.m. Dari hasil pengujian diketahui perentase kenaikan kuat lentur untuk tipe B1, B2, B3 berturut- turut adalah 143%, 182%, dan 268%. Untuk tipe C1, C2 persentase kenaikan kuat lenturnya berturut-turut adalah 107% dan 129%. Hasil penelitian menunjukkan semakin banyak serat maka momen lenturnya semakin meningkat.
KAJIAN KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG PASCA PEMBAKARAN BERDASARKAN VARIASI MUTU DAN SUHU Yeyen Kurnia Sandy; Yoke Lestyowati; M. Yusuf
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.44926

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu bencana yang harus diwaspadai karena banyak menimbulkan kerugian bagi pemilik maupun orang yang berada di sekitar bangunan. Penurunan kapasitas lentur diakibatkan oleh pemanasan terhadap beton yang berfungsi membungkus tulangan baja mengalami kerusakan dan temperatur panas itu masuk melalui pori-pori beton sehingga baja mendapat perlakuan panas yang dapat menyebabkan penurunan kekuatan struktur tersebut. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui perubahan kuat lentur balok beton bertulang dengan pembakaran 500oC dan 750oC, dengan variasi mutu ????c’= 25 MPa, ????c’= 30 MPa, dan ????c’= 35 Mpa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Kuat lentur balok beton bertulang pasca pembakaran pada suhu 500oC dan 750oC untuk ????c ’= 25 MPa mengalami penurunan dari 105,73 MPa menjadi 70,84 MPa dan 49,63 MPa, sehingga persentase penurunannya sebesar 33,00% dan 79,18%. Untuk balok beton bertulang ????c ’= 30 MPa pada pembakaran suhu 500oC dan 750oC mengalami penurunan dari 138,32 MPa menjadi 94,85 MPa dan 66,02 MPa, sehingga persentase penurunannya sebesar 31,43% dan 76,23%. Untuk balok beton bertulang ????c ’= 35 MPa pada pembakaran suhu 500oC dan 750oC mengalami penurunan dari 144,40 MPa menjadi 120,98 MPa dan 69,67 MPa, sehingga persentase penurunannya sebesar 16,22% dan 61,77%. Kata kunci: Beton bertulang; Kebakaran; Kuat lentur; Mutu; Suhu
Perencanaan Jembatan Sungai Landak Lama Kota Pontianak Veronika Sri Jayanti; - Elvira; Yoke Lestyowati
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.541 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.38816

Abstract

Dalam menunjang kegiatan transportasi yang melintasi dari Pontianak timur menuju Pontianak Utara, maka dibangunlah Jembatan Landak. Jembatan Sungai Landak saat ini terdiri dari dua jembatan yakni Jembatan Landak lama yang berada berdampingan dengan Jembatan Landak baru. Jembatan Landak baru yang mulai dioperasikan pada tahun 2019 ini dibangun dengan harapan akan mengurangi beban yang terjadi pada Jembatan Landak lama mengingat umur jembatan yang sudah tua dan mengalami perlemahan kekuatan. Pada perencanaannya, Jembatan Landak baru direncanakan melayani lalu lintas dari arah Pontianak Timur menuju Pontianak Utara dengan tipe jalan 2/1 UD ( dua lajur 1 arah ). Perubahan arah yang melatarbelakangi pengambilan topik pada tugas akhir ini. Sebagai pertimbangan dalam ekstetika, perencanaan Jembatan Landak lama ini didesain sesuai dengan kondisi letak Jembatan Landak Lama serta menggunakan struktur rangka baja untuk struktur atasnya dan beton bertulang untuk struktur bawahnya. Perencanaan Jembatan Landak lama ini juga direncanakan melayani lalu lintas dari arah Pontianak Utara menuju Pontianak Timur dengan tipe jalan 2/1 UD ( dua lajur 1 arah ) dengan lebar jalan 6 meter ditambah trotoar 2 x 1 meter. Ruang lingkup elemen jembatan yang direncanakan dalam tugas akhir ini hanya meliputi pekerjaan struktur atas jembatan.Kata kunci : Jembatan Landak Lama, struktur atas, rangka baja
KAJIAN KUAT TEKAN BETON PASCA PEMBAKARAN MENGGUNAKAN COMPRESSION TEST DAN HAMMER TEST Muhammad Indra; Yoke Lestyowati; Gatot Setya Budi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.44028

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan yang memiliki daya tahan yang baik terhadap api dibandingkan dengan material lain tetapi mempengaruhi kualitas struktur beton. Tinginya suhu dan lamanya waktu pemanasan sangat mempengaruhi penurunan kekuatan  beton. Kondisi ini umum terjadi pada peristiwa kebakaran bangunan beton sehingga perlu diketahui persentase penurunan mutu beton sebagai bahan pertimbangan kelayakan fungsi pasca kebakaran. Dalam penelitian ini dilakukan pembebanan suhu tinggi secara bertahap pada benda uji silinder dan balok beton dengan menggunakan oven sebagai sistem pembakaran dengan tujuan untuk mengetahui perubahan kuat tekan beton dengan mutu 25 MPa, 30 MPa, 35 MPa pada benda uji silinder Ø15 – 30 dan balok beton bertulang 15 x 15 x 60 cm yang dibakar sampai suhu 505ºC, 500ºC dan 750ºC sebanyak 60 buah silinder dan 18 balok. Pengujian kuat tekan silinder dan balok menggunakan CTM dan Hammer Test menunjukan hasil penelitian kuat tekan setiap mutu beton dan durasi pembakaran yang berbeda mengalami penurunan yaitu untuk benda uji beton silinder dengan mutu 25 MPa mengalami penurunan sebesar 21%, mutu 30 MPa mengalami penurunan sebesar 18%, mutu 35 MPa mengalami penurunan sebesar 14%. Untuk benda uji balok beton pada suhu 500ºC dengan mutu 25 MPa mengalami penurunan sebesar 6,5%, mutu 30 MPa mengalami penurunan sebesar 5,5%, mutu 35 MPa mengalami penurunan sebesar 7%. Pada suhu 750ºC dengan mutu 25 MPa mengalami penurunan sebesar 36,5%, mutu 30 MPa mengalami penurunan sebesar 31%, mutu 35 MPa mengalami penurunan sebesar 23,5%. Kata Kunci: Beton, Kebakaran, Suhu, Mutu, Kuat Tekan
PERHITUNGAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG SEKOLAH 7 LANTAI DI KOTA PONTIANAK Barie Danu Hartono; Yoke Lestyowati; Gatot Setya Budi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.064 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.38930

Abstract

Sekolah Menengah Pertama Negeri 13 Pontianak merupakan gedung 3 lantai dengan struktur beton bertulang. Gedung sekolah merupakan fasilitas umum yang memiliki peran vital serta dapat menampung banyak murid didalamnya. Oleh karena itu, gedung sekolah wajib memiliki kekuatan terhadap beban luar yang berpotensi mengakibatkan kegagalan didalam struktur. Pada karya tulis ini gedung ditingkatkan jumlah lantainya dari 3 lantai menjadi 7 lantai. Gedung direncanakan menerima beban hidup, beban mati, beban angin, dan beban gempa. Perhitungan dilakukan dengan menganalisis elemen pelat, balok, kolom, dan fondasi yang dibantu dengan program ETABS 2016. Pehitungan struktur yang dilakukan mengacu pada SNI 1726-2012 tentang perhitungan beban gempa dan SNI 2847-2013 tentang perhitungan beton bertulang. Dari hasil analisis diperoleh dimensi elemen struktur berupa pelat dengan tebal 10 cm. Balok dengan ukuran 20x40, 25x50, 30x60, dan 40x80. Kolom dengan ukuran 30x30, 35x35, 40x40, 50x50, dan 60x60. Serta pondasi spun pile yang digunakan adalah diameter 35 cm.Kata Kunci : struktur beton bertulang, pelat, balok, kolom, fondasi
PERENCANAAN STRUKTUR TAHAN GEMPA GEDUNG LABORATORIUM UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK Diana Dwi Utami; Yoke Lestyowati; Gatot Setya Budi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.49480

Abstract

Perencanaan struktur bangunan haruslah teliti sehingga, menghasilkan struktur bangunan yang kuat dan aman digunakan sesuai fungsi bangunan tersebut. Direncanakan gedung laboratorium universitas tanjungpura (UNTAN) Pontianak yang berfungsi sebagai prasarana untuk menunjang proses pembelajar dan sebagai tempat experiment ilmiah. Pada proses perencanaan laboraorium UNTAN ini, menggunakan metode sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK). Metode SRPMK digunakan pada daerah yang diterpa gempa besar. Kota Pontianak pada SNI 1726:2021 masuk kedalam zona gempa, kategori resiko KDS D, maka perhitungan struktur dengan metode SRPMK tidak dibatasi. Pemodelan struktur dengan menggunakan software dari program komputer untuk mengetahui gaya-gaya dalam yang bekerja pada struktur dan selanjutnya  dilakukan pengecekan apakah struktur memenuhi persyaratan pada SNI untuk perencanaan dengan metode SRPMK. Berdasarkan hasil analisis perencanaan gedung laboratorium UNTAN,  dimensi balok induk 1 400/850 mm, balok induk 2 400/800 mm, balok anak 1 350/700 mm, balok anak 2 250/500 mm, kolom persegi 700/700 mm untuk lantai 1-3, kolom bulat 700 mm untuk lantai 1-3, kolom persegi 650/650 untuk lantai 4-5, kolom bulat 650 untuk lantai 4-5, kolom persegi 600 mm untuk lantai 6-7, kolom bulat 600 mm untuk lantai 6-7, tebal pelat lantai 120 mm, dan fondasi spun pile diameter 800 mm dan 600 mm.Kata Kunci : Struktur Beton Bertulang, Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), Gempa.
PERANCANGAN BENTANG TENGAH JEMBATAN LANDAK II MENGGUNAKAN TIPE THROUGH ARCH Nurfadhilah, Atikah; Yusuf, Muhammad; Lestyowati, Yoke
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i3.68799

Abstract

Studi ini membahas mengenai perancangan bentang tengah Jembatan Landak II menggunakan pelengkung baja tipe through arch. Penulisan menggunakan metode studi pustaka dan bantuan program analisis struktur yang mengacu pada SNI-1725-2016, RSNI T-03-2005, dan RSNI T-12-2004. Struktur utama menggunakan mutu SM490 dan mutu baut A325. Perhitungan struktur utama jembatan menggunakan metode LFRD. Tinggi busur pelengkung dirancang seperenam dari panjang bentang jembatan. Material beton menggunakan mutu fc"™ 35 MPa dan diperlukan sebanyak 126 m3. Pipa sandaran (railing) menggunakan CHS 101,6×5,0 dengan mutu BJ37. Gelagar memanjang menggunakan WF 500×200×10×16 dengan panjang 5 m dan jarak 1,1 m. Gelagar melintang menggunakan WF 912×302×18×34 dengan panjang 9 m dan jarak 5 m. Dimensi untuk batang rangka jembatan disesuaikan dengan gaya batang sehingga lebih ekonomis. Batang busur atas, busur bawah, dan batang horizontal menggunakan WF 428×402×20×35. Batang diagonal dan batang vertikal menggunakan WF 390×300×10×16. Batang penggantung menggunakan WF 396×199×7×11. Batang ikatan angin atas menggunakan WF 208×202×10×16. Batang ikatan angin bawah menggunakan WF 200×200×8×12. Perletakan menggunakan elastomer berlapis baja ukuran 700×700. Berdasarkan perhitungan, perancangan sudah memenuhi persyaratan kekuatan.Kata kunci: jembatan pelengkung baja, struktur atas jembatan, through arch
DESAIN STRUKTUR BAJA TAHAN GEMPA GEDUNG RAWAT INAP DAN IGD RSUD dr. A. DIPONEGORO "“ PUTUSSIBAU, KALIMANTAN BARAT Awaldiansyah, Suhardy; Yusuf, Muhammad; Lestyowati, Yoke
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i3.69049

Abstract

Penerapan baja struktural dalam pembangunan gedung bertingkat mempunyai keuntungan dari segi proses konstruksi yang cepat dan efisien. Perancangan struktur baja pada Gedung Rawat Inap dan IGD RSUD dr. Achmad Diponegoro memungkinkan fungsi operasional gedung lebih cepat. Total jumlah lantai sebanyak 7 lantai, dengan 2 lantai teratas sebagai ruang rawat inap tipe VIP. Perancangan gedung mengacu pada konsep desain faktor beban dan ketahanan sesuai peraturan SNI 1729:2020. Analisa struktur menggunakan program analisis struktur. Peraturan yang digunakan dalam perancangan struktur baja yaitu SNI 1729-2020 dan SNI 7860-2020, SNI 1727-2020 untuk perancangan pembebanan, dan SNI 1726-2019 untuk perencanaan beban gempa. Penggunaan struktur baja dengan rangka momen biasa merupakan pilihan yang sesuai untuk gedung dengan lokasi di Putussibau yang tergolong sebagai daerah dengan tingkat gempa sangat rendah. Berdasarkan hasil analisis program struktural, diperoleh dimensi balok IWF-500x200x10x16 (gilas panas) dan kolom H-500x500x20x25 (balok dilas). sambungan balok-kolom menggunakan sambungan momen pelat-ujung berbaut diperpanjang delapan-baut dengan pengaku.
Perancangan Gedung Apartemen Beton Bertulang 10 Lantai dengan Sistem Ganda di Medan Stella, Cindy Meilinda; Lestyowati, Yoke; Elvira, Elvira
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.76524

Abstract

ABSTRAKPengembangan perumahan ke arah vertikal yaitu, gedung apartemen dinilai menjadi alternatif terbaik dalam mengatasi permasalahan kondisi lahan yang semakin sempit di wilayah perkotaan. Untuk mengatasi simpangan yang semakin besar pada gedung tinggi, penulis merancang gedung apartemen 10 lantai dengan menggunakan struktur sistem ganda yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Medan yang termasuk dalam wilayah zona gempa tinggi. Sehingga, dinding geser pada sistem ganda merupakan solusi untuk meningkatkan kekakuan struktur terhadap gaya lateral yang terjadi. Dengan pembagian gaya geser  bagian atas struktur  akan dipikul oleh rangka  (frame) dan dinding geser (shear wall) memikul gaya geser pada bagian bawah struktur sehingga dapat memperkuat kekakuan struktur.  Sistem ganda yang digunakan ialah kombinasi antara sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK) dengan dinding geser. Tahapan analisis struktur mengacu pada SNI 2847:2019 dan pembebanan mengikuti SNI 1727:2020, serta SNI 1726:2019 untuk analisis gaya gempa. Perancangan struktur sistem ganda pada gedung dirancang dengan rangka memikul gaya lateral minimal 25% sedangkan shear wall memikul maksimum 75% gaya lateral. Hal ini ditunjukkan oleh hasil pemeriksaan distribusi gaya gempa pada sistem ganda diperoleh porsi gaya geser yang dipikul oleh rangka pada arah-x = 41,41% dan arah-y = 32,31% Sedangkan, porsi gaya geser yang dipikul oleh shear wall pada arah-x = 58,59% dan arah-y = 67,69%. Perhitungan elemen struktur yang telah dilakukan menghasilkan dimensi balok induk 700/350, balok anak 650/350, kolom 800/800, dan shear wall dengan ketebalan 250 mm telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan dalam SNI 2847-2019.Kata kunci: Dinding Geser (Shear Wall), Sistem Rangka Pemikul Momen, Sistem Ganda
PERENCANAAN STRUKTUR BAJA GEDUNG 7 LANTAI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN Azwar, Muhammad Iqbal; Elvira, Elvira; Lestyowati, Yoke
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.76284

Abstract

Gedung RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Pontianak direncanakan ulang menjadi struktur 7 lantai dengan menggunakan struktur baja. Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017, Kota Pontianak berada pada kategori wilayah gempa ringan, sehingga perencanaan gedung ini harus memperhitungkan parameter gempa. Gedung ini direncanakan dengan menggunakan metode Desain Faktor Beban dan Ketahanan (DFBT) yang dianalisis berdasarkan peraturan terbaru. Berdasarkan hasil analisis perhitungan parameter gempa, gedung termasuk ke dalam kategori desain seismik C (KDS C), sehingga sistem struktur yang digunakan adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Biasa (SRPMB). Analisis struktur pada gedung ini dilakukan dengan bantuan program analisis struktur. Dimensi komponen struktur yang digunakan pada gedung ini terdiri dari tebal pelat lantai 120 mm, balok anak WF450 ´250 ´9 ´19 dan WF400 ´200 ´9 ´16, balok induk WF500 ´250 ´12 ´22, dan kolom KC588 ´300 ´12 ´20. Perencanaan sambungan balok-kolom menggunakan tipe sambungan momen pelat-ujung diperpanjang dan sambungan balok anak ke balok induk menggunakan tipe sambungan geser welded/bolted double angle connection. Fondasi yang digunakan adalah fondasi tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.