Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengembangan Desain Perbaikan dan Perkuatan Struktur Graving Dock Kapasitas 500 DWT di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Affandhie, R. Buyung Anugrah; Tajunnisa, Yuyun; Darmawan, Muhammad Sigit; Husin, Nur Achmad; Bayuaji, Ridho; Rahardjo, Ibnu Pudji; Sungkono, Sungkono; Suwandi, Suwandi; Yudoprasetyo, Kohar; Mansur, Moh. Safi’i
Sewagati Vol 9 No 4 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i4.210

Abstract

Graving Dock adalah sebuah tempat untuk membangun atau memperbaiki kapal. Struktur graving dock pada umumnya terdiri dari struktur dinding beton dan struktur pelat lantai beton. Struktur graving dock yang ditinjau saat ini sering mengalami kerusakan pada struktur pelat dan struktur dindingnya. Kerusakan yang terjadi pada pelat lantai dapat disebabkan karena umur dan material bangunan yang sudah lebih dari 50 tahun, sedangkan pada dinding graving dock dapat disebabkan karena terbuat dari pasangan bata yang ditunjang sloof yang berada di atas fondasi batu kali tetapi tidak menjadi satu kesatuan dengan fondasi tersebut. Hal itu berpotensi menyebabkan kerusakan berat dan dapat mengganggu aktivitas perbaikan kapal di graving dock. Untuk menghindari kerusakan berat, pada pengabdian masyarakat ini dilakukan perbaikan dan perkuatan pada struktur pelat lantai dan dinding graving dock. Langkah awal yang dilakukan adalah survei pendahuluan bertujuan untuk memperoleh data kondisi saat ini. Selanjutnya dilakukan analisis dan evaluasi terhadap struktur graving dock yang ada saat ini. Langkah terakhir yang dilakukan adalah desain perbaikan graving dock. Hasil desain perbaikan, didapatkan dimensi dan penulangan yaitu struktur dinding tebal 30 cm dengan tulangan D16-150, struktur dinding miring tebal 50 cm dengan tulangan D19-150, pelat lantai tengah tebal 60 cm dengan tulangan D19-150, dan pelat lantai tepi tebal 45 cm dengan tulangan D19-150.
Cost Analysis of Construction Cost Planning for Landfill Site Junaedi, Nurhayati; Bayuaji, Ridho; Susilo, Alfred Jonathan
Engineering, MAthematics and Computer Science Journal (EMACS) Vol. 7 No. 3 (2025): EMACS
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/emacsjournal.v7i3.13800

Abstract

Accurate construction cost planning is essential to ensure project success, as inaccurate estimates may lead to delays, cost overruns, and reduced quality. Landfill construction, which is more complex than many other infrastructure projects, includes several components such as landfill work, leachate treatment facilities, and supporting infrastructure. The purpose of this study is to determine the major cost factors that have a major impact on the overall cost of building landfill sites.  With the aid of SPSS software, a regression analysis was carried out using cost data from six landfill projects in Java Island that were completed between 2013 and 2018.  With a Sig value of 0.000 (<0.05) and a very strong correlation (Pearson Correlation 0.991, within the 0.8–1.0 interval), the results show that landfill work (X3) significantly affects total costs (Y).  Leachate treatment facilities (X4) are another crucial element in a number of situations, but landfill work (X3) consistently represents the largest portion of construction costs, according to proportion analysis. These results demonstrate the growing significance of environmental facilities and point to landfill work as the main factor influencing landfill construction costs.  The study offers contractors and federal and local governments useful information for creating more precise cost estimates, maximizing budgetary allotments, and enhancing planning and development efficiency for landfill projects.
Development of A Parametric Cost Estimation Model for Landfill Construction Projects Junaedi, Nurhayati; Bayuaji, Ridho; Susilo, Alfred Jonathan
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 4 (2025): August-October
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v7i4.2424

Abstract

Indonesia’s waste management system is still dominated by the collect–transport–dispose approach, making landfills crucial for environmental sustainability. Landfill construction is a complex process requiring accurate cost estimation to prevent overruns and delays. This study develops a landfill construction cost estimation model using the Cost Significant Model (CSM) approach. Data were obtained from landfill project budgets in Java, Indonesia (2013–2021) and analyzed using multiple linear regression in SPSS. Results show that landfill block, leachate treatment installation, and operational road are the most significant cost components, the estimation model is Y = 3698103502.04 + 1.301X3 + 0.371X4 + 1.236X5. The model falls within the class 4 cost estimation accuracy range according to AACE International standards, making it suitable for feasibility study use. This study introduces a model, context-specific cost estimation model for landfill projects in Indonesia, supporting effective planning and sustainable infrastructure development
Penerapan Profesionalisme, Etika Profesi, dan Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) pada Pembangunan Jalan Tol di Pulau Jawa dengan Metode Span-by-Span dan Sistem External Post-Tension pada Struktur Box Girder Njoko, Fillbert; Husin, Nur Ahmad; Prihantono, Gentur; Bayuaji, Ridho; Suswanto, Budi
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v6n1.144

Abstract

Pembangunan infrastruktur memegang peranan yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pada suatu negara, tidak terlepas dari Indonesia. Salah satu bentuk infrastruktur adalah jalan tol. Pulau Jawa sebagai pulau dengan penduduk terpadat dan menjadi pusat perekonomian sangat membutuhkan pembangunan jalan tol. Dalam menghadapi tantangan kemacetan yang menghambat mobilitas, pembangunan jalan tol menjadi solusi strategis untuk memperlancar arus transportasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Pada studi ini meninjau penerapan profesionalisme, etika profesi, dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada sebuah proyek pembangunan jalan tol dengan metode span-by-span dengan sistem external post-tension pada struktur box girder di Pulau Jawa. Pada sisi profesionalisme dibagi menjadi beberapa tinjauan yaitu manajemen organisasi, quality control, dan metode pelaksanaan. Sisi etika profesi membahas mengenai penyelesaian dari masalah yang timbul akibat proses konstruksi. Sisi K3 membahas mengenai implementasi K3 di kantor dan di lokasi proyek. Studi ini disusun melalui pengumpulan data-data, wawancara, dan juga pengamatan visual di lokasi pembangunan jalan tol. Hasil pengamatan dan pengawasan di lapangan menunjukkan bahwa penerapan profesionalisme, etika profesi, dan keselamatan serta kesehatan kerja (K3) telah dilaksanakan dengan baik. Penerapan ini sangat penting karena berperan dalam mendukung kelancaran pelaksanaan proyek, terutama pada proyek konstruksi yang memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi.
Evaluasi Efisiensi Embodied Carbon dari Spesifikasi Material Bangunan Hijau Wicaksono, Aris Dwi; Bayuaji, Ridho
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v6n1.153

Abstract

Embodied carbon, yaitu emisi karbon yang tertanam dalam proses produksi dan konstruksi material bangunan, menjadi perhatian utama dalam pembangunan rendah karbon. Sektor bangunan menyumbang 39% dari total emisi gas rumah kaca global, dengan 11% berasal dari material dan aktivitas konstruksi. Studi ini bertujuan untuk memverifikasi efisiensi embodied carbon dari spesifikasi material aktual yang digunakan dalam bangunan administrasi sektor energi, yang sejak awal dirancang dengan prinsip keberlanjutan. Penelitian ini mendukung arah kebijakan Net Zero Emission 2060 dan Permen PUPR No. 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus keinsinyuran dengan metode deskriptif-kuantitatif. Data dikumpulkan melalui dokumentasi teknis proyek, observasi lapangan, dan simulasi berbasis sistem Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE) App. Elemen bangunan yang dianalisis meliputi dinding, lantai, atap, dan finishing, yang seluruhnya telah menggunakan material efisien sejak awal konstruksi, seperti bata ringan AAC, keramik daur ulang, panel atap insulated, dan cat berbasis air rendah VOC. Tidak terdapat perubahan desain atau penggantian material selama proyek berlangsung. Hasil simulasi EDGE menunjukkan bahwa bangunan ini mencapai efisiensi material sebesar 83%, jauh di atas ambang batas minimal 20%. Temuan ini membuktikan bahwa strategi pemilihan material yang tepat sejak tahap desain awal mampu secara signifikan menurunkan jejak karbon bangunan. Studi ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), penguatan indikator Environmental, Social, and Governance (ESG), serta menjadi bukti penerapan praktik keinsinyuran profesional yang berorientasi pada keberlanjutan dan pengambilan keputusan berbasis data.
Analysis of The Causes of Delays and Overbudget And Mitigation To Overcome Them In PT.WER Construction Projects Faizal Rosyidin, Imam; Bayuaji, Ridho
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i3.984

Abstract

This study discusses variables that affect delays and overbudget in construction projects at PT. WER. Taking the approach of multiple linear regression analysis and the Relative Important Index (RII), this study shows that the most influential variables for delay and overbudget involve unavailability of manpower, changes in the behavior of the surrounding community, lack of project team knowledge about work sites, lack of knowledge transfer between project teams, and lack of maturity of project team competencies. The results of the study provide an in-depth understanding of the condition of PT. WER, which at certain periods experienced delays and overbudgets on a number of its projects. The proposed mitigation measures involve partnerships with educational institutions to increase the availability of skilled labor, improve communication with local communities, increase project team knowledge through training and guidance, encourage knowledge transfer between project teams, and implement continuous training programs to improve project team competencies. The conclusion of this study provides a foundation for companies to develop more effective mitigation strategies to achieve optimal project success.
Evaluation of Communication Management on Project Success: A Case Study of the Construction of the PT. XYZ Jayadinata Lukito, Alvin; Bayuaji, Ridho; Ahyudanari, Ervina; Karningsih, Putu Dana
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i6.1158

Abstract

PT. XYZ is an agro-business company in Gresik, East Java, which is currently in the factory construction stage. Field obstacles often occur, so the process of conveying information from all stakeholders involved is important. The author will evaluate communication management factors that influence project success using EFA-Maximum Likelihood and Spearman's rank order correlation. This analysis identified nine important factors: information technology, communication technology, communication skills, communication management plan, teamwork, clear channels in the organizational structure, project requirements management, project risk management, and environmental context. The language acquisition factor was excluded because it did not meet the EFA requirements. Spearman's rank order correlation shows that information technology, communication skills, communication management plans, teamwork, clear channels, project requirements management, and environmental context have a strong relationship with project success. These findings guide improving project communication management to achieve project success.