Claim Missing Document
Check
Articles

Found 45 Documents
Search
Journal : PRISMA FISIKA

Pemetaan dan estimasi potensi energi matahari di kota pontianak Rahwanda Rahwanda; Yoga Satria Putra; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58096

Abstract

Matahari merupakan salah satu unsur iklim yang memengaruhi keadaan iklim atau cuaca yang dapat menghasilkan pancaran cahaya. Pancaran cahaya memiliki energi yang sangat besar yang dikenal dengan energi matahari. Salah satu wilayah yang memiliki potensi energi matahari adalah Kota Pontianak. Kota Pontianak merupakan wilayah yang dilintasi oleh garis khatulistiwa sehingga memiliki kekayaan sumber daya energi matahari yang sangat melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai estimasi potensi energi matahari dan mengetahui hubungan radiasi matahari terhadap lama penyinaran matahari di Kota Pontianak. Penelitian ini dilakukan dengan korelasi angstrom menggunakan data radiasi matahari dan data LPM selama 5 tahun (2014-2018) diperoleh koefisien korelasi r=0,63, sedangkan untuk menganalisis pola sebaran dalam pemetaan menggunakan metode Inverse Distance Weighting (IDW). Berdasarkan hasil penelitian mendapatkan nilai potensi energi matahari sebesar 3,31 - 5,25 kWh/m2.
Keterkaitan Karbon Monoksida (CO) Terhadap Ozon Permukaan (O3) Di Wilayah Kalimantan Barat Delfi Warsita Masdat; Yoga Satria Putra; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.57853

Abstract

Karbon monoksida (CO) merupakan salah satu pembentuk ozon yang sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan ozon di atmosfer. Ozon permukaan (O3) terbentuk karena adanya proses fotokimia oleh prekursor (pembentuknya) salah satunya yaitu gas karbon monoksida (CO). Data yang digunakan pada penelitian ini adalah parameter CO dan O3 periode 2015-2019. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang seberapa besar keterkaitan CO terhadap ozon permukaan (O3) di wilayah Kalimantan Barat dengan menggunakan metode korelasi pearson, untuk menganalisis pola sebaran ozon permukaan dan CO di wilayah Kalimantan Barat dengan menggunakan metode Inverse Distance Weighting (IDW). Dari analisis yang telah dilakukan, nilai rata-rata CO dan O3 tertinggi yaitu pada tahun 2016 dan nilai rata-rata CO terendah yaitu pada tahun 2019. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai korelasi tertinggi terjadi pada tahun 2019 dengan nilai sebesar 0,553 dan nilai korelasi terkecil terjadi pada tahun 2018 dengan nilai 0,417, dengan hasil perhitungan tersebut dapat dikatakan bahwa hubungan atau kererkaitan CO dan O3 diwilayah Kalimantan Barat memiliki nilai korelasi yang terkategori sedang.
Respons Curah Hujan Terhadap Fenomena Quasi Biennial Oscillation (QBO) di Kota Pontianak Yulia Agustin; Muliadi Muliadi; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58100

Abstract

Quasi Biennial Oscillation (QBO) merupakan fenomena atmosfer yang terjadi pada wilayah stratosfer di atas Ekuator, QBO ditandai dengan arah angin yang bergerak dari timur ke barat atau dari  barat ke timur dengan laju 1 km per bulan. Fenomena ini berpengaruh terhadap suhu udara di wilayah Ekuator karena adanya pergerakan angin zonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons curah hujan terhadap fenomena QBO di Kota Pontianak. Metode yang digunakan adalah transformasi wavelet dan cross wavelet. Metode transformasi wavelet digunakan untuk mengetahui kekuatan curah hujan dan QBO. Metode cross wavelet digunakan untuk mengetahui korelasi antara curah hujan dan indeks angin zonal. Data yang digunakan adalah data curah hujan bulanan dan indeks angin zonal selama 34 tahun. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh sinyal QBO di Kota Pontianak lebih dahulu merespons dari pada sinyal curah hujan selama 5 kejadian (1995 – 1999) dan sinyal curah hujan lebih dahulu merespons dari pada sinyal QBO selama 5 kejadian (2007 – 2011). Dapat disimpulkan bahwa fenomena QBO cukup mempengaruhi curah hujan di Kota Pontianak sebanding dengan fenomena QBO yang terjadi selama 10 kejadian dalam rentang waktu 34 tahun. Pengaruh yang disebabkan oleh fenomena QBO di Kota Pontianak adalah meningkatnya intensitas curah hujan pada saat fase baratan QBO dan menurunnya intensitas curah hujan pada saat fase timuran QBO.
Kajian Parameter Fisis Kualitas Air Berdasarkan Nilai Total Suspended Solid (TSS) di Sungai Belidak Kecamatan Sungai Kakap Muhammad Sholeh; Yoga Satria Putra; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58101

Abstract

Aktivitas manusia membuat kondisi Sungai Belidak menjadi kurang baik. Kekeruhan dan pendangkalan terjadi di beberapa titik sungai. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kualitas air berdasarkan nilai TSS dan korelasi TSS dengan paramter fisis di Sungai Belidak dengan menggunakan metode gravimetri dan regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil uji laboratorium nilai TSS saat kondisi surut menuju pasang berkisar 15 mg/L sampai dengan 50 mg/L dan saat pasang menuju surut berkisar 25 mg/L sampai dengan 60 mg/L. TSS pada kondisi pasang memiliki rata-rata nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi surut. Nilai tingkat kekeruhan berkisar 6,2 NTU sampai dengan 13,9 NTU pada waktu surut dan 6,7 NTU sampai dengan 12,8 NTU pada waktu pasang. Nilai tingkat kecerahan pada waktu surut berkisar 30 cm sampai dengan 49 cm dan pada waktu pasang berkisar 33 cm sampai dengan 49 cm. Hubungan TSS dan kekeruhan memeiliki nilai korelasi (R) sebesar 0,9225 pada waktu surut menuju pasang dan (R) sebesar 0,8811 pada waktu pasang menuju surut. Hubungan TSS dan kecerahan memiliki nilai korelasi (R) sebesar -0,0045 pada waktu surut menuju pasang dan (R) sebesar -0,0006 pada waktu pasang menuju surut. Kata Kunci : Total Suspended Solid (TSS), Kekeruhan, Kecerahan, Gravimetri, Regresi Linier
Pemetaan Kerapatan Sambaran Petir di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya Merlyn Elsyani; Muliadi Muliadi; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kerapatan sambaran petir tiap kecamatan untuk setiap tahunnya di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya berdasarkan nilai kerapatan sambaran petir. Untuk menentukan kerapatan sambaran petir diperlukan data kejadian petir (2016-2020) dan data luas wilayah tiap kecamatan. Berdasarkan hasil perhitungan selama lima tahun, diperoleh bahwa nilai kerapatan sambaran petir tertinggi terjadi di Kecamatan Terentang yakni pada tahun 2016 sebesar 45,89 kali/km2. Sedangkan nilai kerapatan sambaran petir terendah terjadi di Kecamatan Batu Ampar dengan nilai 2,41 kali/km2 pada tahun 2017. Nilai kerapatan sambaran petir yang diperoleh akan disajikan dalam bentuk peta kerapatan sambaran petir berdasarkan metode interpolasi IDW (Inverse Distance Weighted).
Penentuan Jenis Distribusi Probabilitas dan Intensitas Curah Hujan di Pulau Kalimantan Monica Monica; Muliadi Muliadi; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.62642

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan jenis distribusi probabilitas dan intensitas curah hujan di Pulau Kalimantan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jenis distribusi probabilitas dan intensitas curah hujan di Pulau Kalimantan. Data yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum di Pulau Kalimantan periode tahun 1992-2021 pada 5 stasiun yaitu Stasiun Meteorologi Supadio, Stasiun Meteorologi Beringin, Stasiun Meteorologi Temindung, Stasiun Meteorologi Gusti Syamsir Alam, dan Stasiun Meteorologi Juwata. Penelitian ini menggunakan metode Mononobe untuk menghitung intensitas curah hujan dan penggambaran kurva Intensity Duration Frequency (IDF). Hasil penelitian ini menunjukkan jenis distribusi probabilitas yang sesuai dengan data curah hujan pada 5 stasiun yang ada di Pulau Kalimantan yaitu log pearson type III. Hasil kurva IDF menunjukkan bahwa intensitas tinggi terjadi pada durasi 5 menit dan selalu meningkat dari kala ulang 2 tahunan hingga 100 tahunan serta hujan deras berlangsung dalam waktu yang singkat, namun tidak deras berlangsung dalam waktu yang lama.
Perbandingan Metode Interpolasi Menggunakan Data CHIRPS Untuk Sebaran Curah Hujan Di Kabupaten Kubu Raya Nanda Darmawan; Muliadi Muliadi; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i2.65013

Abstract

Kabupaten Kubu Raya memiliki berbagai potensi sumber daya alam yang melimpah. Dengan kondisi topografi dan iklim yang ada sangat mendukung investasi dibidang pertanian. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kubu Raya dengan menggunakan data CHIRPS. Tujuan dari penelitian ini untuk mebandingkan metode interpolasi IDW, Kriging, dan Spline untuk mendapatkan metode interpolasi yang paling akurat dan baik. Hasil ketiga metode ini diuji validasi dengan data BMKG di Stasiun Meteorologi Supadio. Hasil interpolasi berdasarkan perbandingan hasil RMSE dari ketiga metode didapatkan masing-masing hasil interpolasi yang menunjukkan rata-rata nilai RMSE dari tahun 2016-2021 yaitu menggunakan metode IDW sebesar 87,41, metode Kriging sebesar 87,3 dan metode Spline 87,41. Oleh karena itu, hasil uji validasi RMSE metode Kriging yang paling akurat dalam pengolahan data curah hujan CHIRPS di Kabupaten Kubu Raya.
Identifikasi Sebaran Spasial Genangan Banjir di Kota Pontianak Menggunakan Metode Normalized Difference Water Index Angga Irfandi Yudistira; Yoga Satria Putra; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i1.62907

Abstract

Salah satu bencana yang sering terjadi di daerah perkotaan saat ini adalah banjir, bencana alam berupa timbulnya genangan air yang menggenangi suatu daerah dalam jangka waktu tertentu yang menimbulkan dampak kerusakan harta benda serta kehilangan nyawa dari makhluk hidup di daerah tersebut. Guna mengurangi dampak dari banjir di Kota Pontianak ini, penyebaran informasi terkait sebaran genangan banjir sangat diperlukan. Melalui pemanfaatan teknologi penginderaan jauh, kebutuhan informasi terkait genangan banjir tersebut dapat dipenuhi dengan berdasarkan nilai indeks kebasahan suatu daerah atau disebut dengan metode Normalized Difference Water Index (NDWI). Dari hasil analisis NDWI diketahui luas genangan banjir ditandai dengan kebasahan tinggi yaitu seluas 8,46 km2 atau 7,575% dari luas Kota Pontianak. Mayoritas dari genangan banjir berada pada Kecamatan Pontianak Utara sebesar 62,500%, Kecamatan Pontianak Tenggara sebesar 19,540%, dan Kecamatan Pontianak Selatan sebesar 7,390% dari total luas genangan banjir yang terbentuk.
Pengaruh Transpor Uap Air Terhadap Kejadian Hujan Ekstrem di Supadio Kalimantan Barat Eva, Theresia; Muliadi, Muliadi; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i1.67679

Abstract

Cuaca ekstrem merupakan keadaan atau fenomena fisik atmosfer pada waktu tertentu, berskala jangka pendek dan bersifat ekstrem. Hujan ekstrem terjadi karena suhu permukaan air laut meningkat sehingga mempercepat terjadinya penguapan yang membentuk awan hujan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh transpor uap air terhadap kejadian hujan ekstrem di Supadio yang didukung dengan keterkaitan berdasarkan nilai korelasi antara uap air dan curah hujan bulanan pada saat hujan ekstrem di Kalimantan Barat. Data yang digunakan adalah data online Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) dan European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) ERA-5 yang divisualisasikan dengan kejadian hujan ekstrem, pola angin, transpor uap air, dan analisis korelasi uap air pada saat curah hujan ekstrem di Kalimantan Barat melalui perangkat lunak The Grid Analysis and Display System (GrADS). Hasil   dari analisis transpor uap air menunjukkan pengaruh transpor uap air pada saat kejadian hujan ekstrem disebabkan adanya pola pergerakan angin yang membawa uap air cukup basah sebesar  400-800 kg/(ms). Hasil analisis korelasi uap air dan curah hujan bulanan pada saat hujan ekstrem dominan berkorelasi positif. Uap air sangat berpengaruh terhadap curah hujan di Kalimantan Barat yang cenderung memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0.2-0.8 dengan tingkat hubungan tinggi.  Kata Kunci : Kejadian hujan ekstrem, Pola angin, Transpor uap air, Korelasi uap air dan curah hujan
Analisis Indeks Stabilitas Udara pada Saat Kejadian Angin Puting Beliung di Kota Pontianak Fernanda, Anastasia Gracia; Ihwan, Andi; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i1.75550

Abstract

Kota Pontianak merupakan salah satu wilayah yang sering terjadi bencana ekstrem, salah satunya adalah kejadian angin puting beliung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi cuaca, indeks stabilitas udara, dan suhu puncak awan saat kejadian angin puting beliung di Kota Pontianak pada tanggal 13 Agustus 2019, 21 Januari 2020, dan 16 Januari 2022. Metode yang digunakan pada analisis kondisi cuaca adalah menggunakan analisis spasial dan temporal. Sedangkan, metode analisis indeks stabilitas udara menggunakan analisis nilai indeks stabilitas seperti KI, LI, SI, TT, SWEAT, CAPE, dan CIN. Pada analisis suhu puncak awan akan menggunakan analisis spasial. Hasil penelitian kondisi cuaca menunjukkan suhu udara mengalami penurunan pada tiga kejadian angin puting beliung, yaitu sekitar 27,6ËšC sampai 31,3ËšC. Kelembapan udara mengalami peningkatan pada setiap tiga kejadian angin puting beliung, yaitu sekitar 54% sampai 73,5%. Sedangkan, arah angin saat kejadian angin puting beliung tanggal 13 Agustus 2019 bergerak dari selatan kemudian dibelokkan ke arah timur dan dua kejadian lainnya dari arah utara kemudian dibelokkan ke arah tenggara dengan kecepatan angin pada tiga kejadian angin puting beliung adalah sekitar 1,45 m/s sampai 3,45 m/s. Parameter-parameter cuaca tersebut menunjukkan kondisi yang berpotensi menyebabkan terjadi angin puting beliung. Berdasarkan klasifikasi indeks stabilitas hasil yang diperoleh adalah indeks LI, CAPE dan CIN menunjukkan atmosfer tidak stabil. Indeks SWEAT menunjukkan kondisi cuaca buruk. Indeks KI, SI, dan TT menunjukkan potensi terjadi thunderstorm. Hasil analisis suhu puncak awan pada tiga kejadian angin puting beliung, yaitu sekitar -25ËšC sampai -70ËšC yang merupakan awan dingin (cumulonimbus) yang memicu terjadi angin puting beliung.
Co-Authors . Apriansyah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Muid Abdul Muid Adiningsih, Nadia Agus Prasetiono Aliftha, Tita Anastasia Anastasia Andi Ihwan andriani, riski Angga Irfandi Yudistira Anggreni, Reni Annisa, Citra Agita Anugerah, Anugerah Aprilina Aprilina Aprilina, Aprilina Ardianto, Randy Ariyani, Riri Nur Arsyad, Ya' Muhammad Asih Astarini Azrul Azwar Bintoro Siswo Nugroho Delfi Warsita Masdat Dewanti, Yanuarti Pasta Dwiria Wahyuni Elfrida Ratnawati Erna Wati Eva, Theresia Faras, Angelia Millenis Febriana Diah Permata Fernanda, Anastasia Gracia Fitriani Fitriani Fitrianto, Taufik Nur Fransiska, Butet Galuh Utamia Dillayati Hajrul, Siti Hasanuddin Hasanuddin Heni Susiati Hidayat, Fitri Dayanti Irfana Diah Faryuni Jannati Jannati Jesiani, Eka Mey Joko Sampurno Joko Sampurno Jumarang, Muh Ishak Laras Toersilowati Mahavira Zen Massuro, Lusyndatul Mega Sari Juane Sofiana Merlyn Elsyani Monica Monica Muh. Ishak Jumarang Muhammad Sholeh Muhardi Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Nanda Darmawan Natasha, Ingga Nathasya, Risma Niyati, Nurasniyati Noang, Aurel Vivaldi Novi, Maria Brigita Nugraha, Alfa Nur Fitri Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Oktapiana, Teresia Okto Ivansyah Perawiska, Erni Perdana, Radhitya Perdhana, Radhitya Prabowo, Ridho Pradipta, Aditya Tri Puteri, Martsa Farindi Dwi Putri, Evi Pania Putri, Tiara Nusa Rahwanda Rahwanda Ramat, Muhammad Farhan Riri Nur Ariyani Risko, Risko Rista, Lorensiana Safitri, Andriani Salawati Salawati Salawati, Salawati Sariana Sariana, Sariana Satria Putra, Yoga Siti Helmyati Suhardi Irawan Tantri, Oktaviana Toersilowati, RR. Laras Tri, Mario Andika Tyas Khansa Tsabita Wahyu Tri Hidayat Wahyuni, Ade Tri Wilnaldo, Andre Ya' Muhammad Arsyad Yani, Elyda Yoga Satria Putra Yoga Satria Putra Yudha Arman Yulia Agustin Yuris Sutanto Yusuf Arief Nurrahman Zibar, Zan Zulfian Zulfian