Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemberdayaan “Tungku Tigo Sajarangan, Tali Tigo Sapilin” melalui Program Remaja Bersih Narkoba Fransiska, Mellia; Hidayati, Hidayati; Susanti, Evi; Zoni, Henri; Putra, Yuhendri; Ashra, Fauzi; Kustanto, Debby Ratno; Ramadanti, Indah Putri; Masnarivan, Yoko
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i6.1078

Abstract

Diperlukan upaya sinergis antara pemerintah, kepolisian, perguruan tinggi, lembaga adat, dan masyarakat dalam penanggulangan narkoba di Kota Bukittinggi mengingat meningkatnya penyalahgunaan narkoba dari 67 kasus tahun 2022 menjadi 100 kasus di 2023. Tujuan PkM ini adalah meningkatkan partisipasi "Tungku nan tigo sajarangan, tali nan tigo sapilin" dalam penanggulangan narkoba melalui Program Remaja Bersih Narkoba (Raja Benar). Metode: Sosialisasi melalui analisis situasi dan advokasi mitra (LKAAM dan Satresenarkoba Kota Bukittinggi), edukasi melalui pelaksanaan kegiatan workshop, penerapan teknologi yaitu pembentukan manajemen dan desain Raja Benar, pendampingan dan evaluasi melalui pengukuran pengetahuan pre dan post kegiatan, pembentukan manajemen Raja Benar, dan desain Raja Benar. Hasil: Tahap Persiapan, koordinasi dan advokasi tim dengan Mitra untuk menentukan jadwal kegiatan dan peserta. Tahap Pelaksanaan, Lokakarya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 September 2024 di Aula UPN Bukittinggi. Workshop dihadiri oleh 25 peserta dari LKAAM, Satgas Narkoba Bukittinggi, LKAAM se-Kota Bukittinggi, KAN Kurai 5 Jorong, Kepala TrantibHumas se-Kota Bukittinggi, Alim Ulama, Parik Paga Nagari Kurai dan pers koran Singgalang. Narasumber Ketua LKAAM, Satgas Narkotika, dan Dosen UPN Bukittinggi. Sebelum kegiatan dimulai, dilakukan pretest pengetahuan peserta. Kegiatan dibuka oleh MC, pemaparan materi oleh ketiga narasumber yang dipimpin oleh moderator dan dilanjutkan dengan diskusi panel, pembentukan pengurus Raja Benar, yang akan ditetapkan oleh Rektor UPN, menyepakati desain Raja Benar, dan setelah itu dilakukan post-test pengetahuan peserta dan diakhiri dengan pencatatan testimoni para peserta aktivitas. Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas kegiatan berupa peningkatan pengetahuan peserta worskshop sebelum dan sesudah kegiatan, pembentukan pengurus Raja Benar, disepakatinya prototipe Raja Benar di Kota Bukittinggi, dan adanya testimoni positif dari peserta kegiatan
Pengaruh latihan fonasi vokal “a” berdasarkan lee silverman voice treatment loud terhadap kejelasan bicara pasien stroke iskemik Rahayu, Sisri; Sujianto, Untung; Husna, Elfira; Ashra, Fauzi; Putra, Yuhendri; Liza, Fera
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.1186

Abstract

Background: Speech nerve disorders due to stroke cause slurred speech. Lee Silverman Loud Voice Therapy can be applied using the Swanson technique to help stimulate the speech muscles. Purpose: To determine the effect of "a" vowel phonation training based on Lee Silverman Loud Voice Therapy on speech intelligibility in ischemic stroke patients. Method: This quasi-experimental study used a pretest-posttest non-equivalent control group approach, conducted from September to November 2024 at Dr. Achmad Mochtar Regional General Hospital, Bukittinggi. A purposive sampling method was used to select 22 participants, who were divided into intervention and control groups. Data were analyzed using a paired t-test with α ≤ 0.05. Results: In the intervention group, the average pretest score was 15 and the posttest score was 4.82. In the control group, the average pretest score was 16.91 and the posttest score was 16.45. A decrease in the average score indicates an improvement. The analysis showed an effect of "a" vowel phonation training with p = 0.001 (p ≤ 0.05). Conclusion: There is an effect of "a" vowel phonation training based on the Lee Silverman Voice Treatment Loud on speech intelligibility in ischemic stroke patients. A decrease in the mean speech intelligibility score indicates an increase in speech intelligibility. A lower score indicates better speech intelligibility. Suggestion: Future researchers should conduct further research with a larger sample size and implement the full training procedure, as well as considering other variables, such as severity, initial treatment time, stroke phase, other rehabilitation provided by healthcare facilities, comorbidities, family and friend support, and motivation.   Keywords: Ischemic Stroke; Lee Silverman Voice Treatment Loud; Speech Clarity; Vocal Phonation.   Pendahuluan: Gangguan saraf bicara akibat stroke menyebabkan ketidakjelasan bicara. lee silverman voice treatment loud dapat diterapkan dengan caring Swanson untuk membantu menstimulasi otot bicara. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh latihan fonasi vokal “a” berdasarkan lee silverman voice treatment loud terhadap kejelasan bicara pasien stroke iskemik. Metode: Penelitian quasi-eksperimen menggunakan pendekatan pretest posttest nonequivalent control group, dilakukan pada September-November 2024 di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Sampel diambil menggunakan purposive sampling dengan jumlah 22 partisipan yang terbagi dalam kelompok intervensi dan kontrol. Data dianalisis dengan T-Test (Paired-Test) α≤ 0.05. Hasil: Pada kelompok intervensi rata-rata ketika pre-test 15 dan post-test yaitu 4.82. Pada kelompok kontrol ketika pre-test yaitu 16.91 dan post-test yaitu 16.45. Nilai rata-rata yang menurun, menunjukkan perubahan yang membaik. Analisis menunjukkan terdapat pengaruh latihan fonasi vokal “a” dengan p = 0.001 (p ≤ 0.05). Simpulan: Terdapat pengaruh latihan fonasi vokal “a” berdasarkan Lee Silverman Voice Treatment Loud terhadap kejelasan bicara pasien stroke iskemik. Penurunan rata-rata menunjukkan nilai kejelasan yang membaik. Semakin turun nilai, maka semakin baik kejelasan bicara yang dialami. Saran: Bagi peneliti selanjutnya, dapat melakukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan melakukan seluruh prosedur latihan serta memperhatikan variabel lain, seperti tingkat keparahan, waktu penanganan awal, fase stroke, rehabilitasi lain yang didapat dari faskes, penyakit komorbid, dukungan keluarga dan teman serta motivasi.   Kata Kunci: Fonasi Vokal; Kejelasan Bicara; Lee Silverman Voice Treatment Loud; Stroke Iskemik.
Pemberdayaan Komunitas Raja Benar dalam Roadshow Edukasi dan Pembentukan Duta Gen-Berani sebagai Strategi Inovatif Pencegahan Penggunaan Zat Adiktif pada Remaja Fransiska, Mellia; Husna, Elfira; Masnarivan, Yoko; Susanti, Evi; Ashra, Fauzi; Putra, Yuhendri; Fatria, Erian; Soasa, Cindy; Salsabila, Salsabila
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1199

Abstract

Penggunaan zat adiktif seperti rokok, tembakau, dan alkohol masih menjadi masalah kesehatan di Sumatera Barat. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, dari 28.384 responden tercatat 24,8% merupakan perokok aktif, dengan 21,3% merokok setiap hari. Sementara itu, perilaku mengunyah tembakau hanya ditemukan pada 0,5% responden setiap hari, dan 97,4% tidak pernah melakukannya. Konsumsi alkohol tercatat sangat rendah, hanya 0,6% yang pernah mengonsumsi, sedangkan 99,4% tidak pernah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kelanjutan dari program tahun 2024 “Tungku Nan Tigo Sajarangan, Tali Nan Tigo Sapilin” yang berfokus pada pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui komunitas RAJA BENAR di Bukittinggi. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan komunitas RAJA BENAR yang telah terbentuk melalui pelaksanaan roadshow edukasi dan pembentukan Duta Gen-Berani sebagai upaya pencegahan penggunaan zat adiktif pada remaja di SMAN 4 Bukittinggi. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi dan advokasi mitra, edukasi melalui roadshow, penerapan teknologi dengan pembentukan Duta Gen-Berani serta posko Gen-Berani, pendampingan dan evaluasi menggunakan pengukuran pengetahuan pretest dan posttest. Tahapan kegiatan terdiri dari persiapan (koordinasi dan advokasi mitra), pelaksanaan roadshow pada 3 September 2025, diikuti 51 peserta yang terdiri dari siswa, kepala sekolah, guru, perwakilan Dinas Kesehatan, Polresta Bukittinggi, LKAAM, serta tim PkM UPN Bukittinggi. Rangkaian kegiatan mencakup pretest, pemaparan materi, diskusi panel, pelantikan Duta Gen-Berani yang disahkan melalui SK kepala sekolah, post-test, serta pendokumentasian testimoni. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dan testimoni positif dari siswa maupun pemangku kepentingan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pemberdayaan komunitas dan peran duta remaja dalam pencegahan penggunaan zat adiktif.