Claim Missing Document
Check
Articles

Kepadatan Teritip (Balanus Sp.) di Kawasan Rehabilitasi Mangrove Pemukiman Rigaih Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh Nopriandi Mirza; Irma Dewiyanti; Chitra Octavina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.35 KB)

Abstract

This research was conducted on June 2016 and aim to find out the density of barnacles (Balanus sp.) in Mangrove Rehabilitation Area at Rigaih Settlement of Setia Bakti Sub-district, Aceh Jaya Regency. The method used was purposive sampling, where there were 5 research stations and in each station was done 3 times repetition with a distance of 20 meters. In addition, every station was placed based on the differences in mangrove density characteristics. The calculation of barnacles (Balanus sp.) was conducted when the water was receding by making plots with the method of squared transect plot which placed systematically. For ≥ 10cm diameter of trees category, it was needed 10m x 10m replications (plot) and for the seedling category with diameter 2cm - 10cm, the plots were made smaller with 5m x 5m. While the plot of 1m x 1m was placed in a swath with the size 5m x 5m to calculate the density of barnacles (Balanus sp.). The results of this research showed that the density of barnacles (Balanus sp.) ranged from 19.00 ind/m2 to 42.67 ind/m2. Furthermore, the mangrove density ranged from 0.18 to 0.56 ind/m2 in tree category and in the seedling category ranged from 0.6 to 0.76 ind/m2.       Penelitian ini telah dilakukan untuk mengetahui kepadatan teritip (balanus sp.) di Kawasan Rehabilitasi Mangrove Pemukiman Rigaih Kecamatan Setia Bakti  Kabupaten Aceh Jaya. Adapun penelitian ini dilakukan pada bulan juni 2016, metode yang digunakan adalah purposive sampling, dimana stasiun penelitian berjumlah 5 stasiun dan pada masing-masing stasiun dilakukan 3 kali pengulangan dengan jarak ulangan 20 meter. Pemilihan stasiun ini berdasarkan perbedaan karakteristik kerapatan mangrove. Selanjutnya penghitungan teritip (Balanus sp.) dilakukan saat air menjelang surut dengan membuat petak contoh (plot) metode plot transek kuadrat yang diletakkan secara sistematik. Pada setiap ulangan diletakkan plot10 m x 10 m untuk pohon berdiameter ≥ 10 cm kemudian pada plot tersebut petak yang lebih kecil dengan ukuran 5 m x 5 muntuk kategori anakan yang berdiameter 2 cm – 10 cm, selanjutnya diletakkanplot yang berukuran 1 m x 1 myang ditempatkan dalam petak ukuran 5 m x 5 m untuk menghitung kepadatan teritip (Balanus sp.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan rehabilitasi mangrove pemukiman Rigaih Kecamatan Setia Bakti  Kabupaten Aceh Jaya ditemukan kepadatan teritip (Balanus sp.) berkisar antara 19,00 ind/m2 sampai 42,67 ind/m2. Kerapatan mangrove berkisar antara 0,18ind/m2 sampai 0,56 ind/m2 pada kategori pohon dan pada kategori anakan berkisar antara  0,6 ind/m2 sampai 0,76 ind/m2. Oleh karena itu, semakin tinggi kerapatan mangrove maka semakin tinggi pula nilai kepadatan teritip.
Pengaruh Pemberian Limbah Cair Tahu Terhadap Pertumbuhan Tetraselmis sp. Agus Sri Muliadi; Irma Dewiyanti; Nurfadillah Nurfadillah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.195 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of tofu liquid waste on the growth of Tetraselmis sp. This study was conducted for two weeks in October to November 2016 at BPBAP Ujung Batee. The method used was a Completely Randomized Design (CRD) consisted of 5 treatments and four replications. The factor examined different dosage of tofu liquid waste on the growth of Tetraselmis sp. The dosage were A= 0 ml/l tofu liquid waste, B= 20 ml/l tofu liquid waste, C= 40 ml/l tofu liquid waste, D= 60 ml/l tofu liquid waste and E= 80 ml/l tofu liquid waste.  The result of ANOVA test showed that the addition of tofu liquid gave significant effect (P0,05) on Tetraselmis sp growth. The highest growth was 623.240,38 ind/ml at the sixth day.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah cair tahu dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan Tetraselmis sp. Penelitian ini berlangsung selama 14 hari pada bulan Oktober sampai November 2016 di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee (BPBAP). Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat kali ulangan. Faktor yang diuji adalah pengaruh pemberian limbah cair tahu dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan Tetraselmis sp. Perlakuan yang diberikan adalah berupa perlakuan A= limbah cair tahu 0 ml /l, B= limbah cair tahu 20 ml/l, C= limbah cair tahu 40 ml/l, D= limbah cair tahu 60 ml/l dan E= limbah cair tahu 80 ml/l.  Berdasarkan hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian limbah cair tahu dengan dosis berbeda berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan Tetraselmis sp. Nilai tertinggi pertumbuhan Tetraselmis sp. terdapat pada perlakuan C (limbah cair tahu 40 ml/l) dengan nilai 623.240,38 ind/ml yaitu pada hari ke enam.
Kelimpahan dan Pola Sebaran Balanus amphitrite Yang Berasosiasi Dengan GROPOZAG di Perairan Pantai Ujung Batee Aceh Besar Safrudin Safrudin; Irma Dewiyanti; Sri Agustina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 4, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe research of the abundance and distribution patterns of Balanus amphitrite associated with GROPOZAG in the Ujung Batee coastal waters of Aceh Besar has been carriet out. This  study analyzed the abundance and distribution patterns of Balanus amphitrite associated with GROPOZAG found in Ujung Batee waters. The method used in this research waspurposive sampling method. The average abundance of March and July Balanus amphitrite reaches 1117.1 ind / m2. and the highest abundance is found in March with 1397.75 ind / m2. The distribution pattern of Balanus amphitrite at the study location showed an group distribution pattern. The results of measurements of water quality parameters in the Ujung Batee Aceh Besar waters are still in good condition to support the life of Balanus amphitrite.Keywords: Balanus amphitrite, GROPOZAG, Ujung Batee Waters ABSTRAKTelah dilakukan penelitian dengan judul kelimpahan dan pola sebaran Balanus amphitrite yang berasosiasi dengan GROPOZAG di perairan pantai Ujung Batee Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan dan pola sebaran Balanus amphitrite yang berasosiasi dengan GROPOZAG yang terdapat di perairan Ujung Batee. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Kelimpahan rata rata  Balanus amphitrite  Bulan Maret dan Juli mencapai 1117.1 ind/m2. dan kelimpahan tertinggi terdapat pada Bulan Maret dengan jumlah 1397,75 ind/m2. Pola sebaran Balanus amphitrite pada lokasi penelitian menunjukkan pola sebaran  yang mengelompok. Hasil pengukuran parameter kualitas air di perairan Ujung Batee Aceh Besar masih dalam kondisi baik untuk mendukung kehidupan Balanus amphitrite.Kata Kunci: Balanus amphitrite, GROPOZAG, Perairan Ujung Batee
Ekstrak Metanol Daun Kemangi (Ocimum basilicum) Sebagai Anti Parasit Lintah Ikan (Piscicola geometra) Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Gian Rieza Pratama; Sofyatuddin Karina; Irma Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.393 KB)

Abstract

The objective of this study was to analysis the effect of basil leaf (Ocimum basilicum) extract on the mortality of Piscicola geometra that infect tilapia fish (Oreochromis niloticus). The research was conducted at Brackishwater Aquaculture Development Center, Ujung Batee on June 2016. This research was designed using non factorial completely randomized design with six treatments of concentration i.e. 0; 20; 30; 40; 50 and 60 ppm at four repetitions. The result of ANOVA showed that the basil leaf extract gave the significant effect on the mortality of fish leech and tilapia (P0.05). The optimum concentration of the extract in this study was found at 60 ppm that gave the fish leech mortality of 100% and tilapia fish of 15%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak metanol daun kemanggi terhadap mortalitas lintah ikan (Ocimum basilicum ) yang mengeinfeksi ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilakukan di Balai Budidaya Air Payau Ujung Batee, Aceh Besar pada Juni 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, perlakuan yang diuji adalah perbedaan konsetrasi ektrak daun kemangi, yaitu: 0; 20; 30; 40; 50 dan 60 dengan masing-masing empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ektrak dan kemangi berpengaruh nyata terhadap tingkat kematian lintah ikan dan ikan nila, dimna dosis yang optimum adalah 60 ppm dengan tingkat kematian lintah 100% dan tingkat kematian ikan 15%.
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb PADA TIRAM Crassostrea cucullata DI PESISIR KRUENG RAYA, ACEH BESAR Imelda Astuti; Sofyatuddin Karina; Irma Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.875 KB)

Abstract

The objective of this research was to determine lead content in oyster (C. cucullata) and in sea water in the coastal of Krueng Raya, Aceh Besar. This research was conducted on November, 2015. Lead content was analyzed using AAS at Laboratory of BARISTAND. The result showed that lead (Pb) was found in sea water at four stations. The higher Pb content was found at station II as 0.2429 mg/l, while the lower was at station III as 0.1701 mg/l. lead did not identified in oyster at all stations (0.0001 mg/kg). Lead content in sea water at all station was passed the threshold in accordance with the Environment Ministry (0.05 mg/l).  Keywords : Lead, Pb, oyster, C.cucullata, AAS, Krueng Raya, Aceh Besar.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam Pb pada tiram C.cucullata dan air laut di daerah pesisir perairan Kreung Raya, Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2015. Kadar logam Pb dianalisis menggunakan AAS di Laboratorium BARISTAND. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam Pb terdapat dalam air laut. Pada setiap stasiun pengamatan, nilai kadar Pb tertinggi terdapat pada stasiun II yaitu sebesar 0,2429 mg/l, sedangkan nilai terendah terdapat pada stasiun III yaitu sebesar 0,1701 mg/l. Logam berat timbal (Pb) tidak terdeteksi pada tiram C.cucullata di keempat stasiun pengamatan ( 0,0001 mg/kg). Menurut MenLH (2004), air laut pada keempat stasiun pengamatan telah melewati ambang batas pencemaran logam Pb (0,05 mg/l). Kata kunci : Timbal, Pb, Tiram, C.cucullata, AAS, Krueng Raya, Aceh Besar. 
Intensitas Dan Prevalensi Ektoparasit Pada Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Di Beberapa Lokasi Pertambakan Kepiting, Desa Lubuk Damar, Kabupaten Aceh Tamiang T. Elisa Yulanda; Irma Dewiyanti; Dwinna Aliza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.682 KB)

Abstract

ABSTRACTThis research aims to know the prevalence and intensity of ectoparasites on mangrove crab (Scylla serrata). This research was conducted at Laboratorium Parasit Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Kelas I Aceh, Aceh Besar in March – April 2016. The research implemented descriptive analytic method with sampling using purposive sampling. The results of the observations found 4 types of ectoparasites namely Epistylis sp., Zoothamnium sp., Octolasmis sp. and Vorticella sp. The highest prevalence rate obtained was type of Zoothamnium sp 50-60% while the lowest prevalence rate located on Vorticella sp. 20%. The highest levels of intensity was Epistylis sp., Octolasmis sp. dan Zoothamnium sp. 7,3 - 16,8 ind/crab, while the lowest intensity obtained on Vorticella sp. 1,5 ind/crab. Keyword: mud crab, ectoparasites, intensity, prevalence. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, intensitas dan prevalensi ektoparasit pada kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Parasit Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Kelas I Aceh, Aceh Besar pada bulan Maret – April 2016. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif analitik sedangkan metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil pengamatan ditemukan empat jenis ektoparasit yaitu Epistylis sp., Zoothamnium sp., Octolasmis sp. dan Vorticella sp. Tingkat prevalensi tertinggi terdapat pada jenis Zoothamnium sp. yaitu 50-60% sedangkan tingkat prevalensi terendah terdapat pada Vorticella sp. yaitu 20%. Tingkat intensitas tertinggi terdapat pada Epistylis sp.,  Octolasmis sp. dan Zoothamnium sp.  yaitu 7,3 - 16,8 ind/ekor, sedangkan intensitas terendah terdapat pada Vorticella sp. yaitu 1,5 ind/ekor. Kata kunci : kepiting bakau (Scylla serrata), ektoparasit, intensitas, prevalensi
PRODUKTIVITAS SERASAH MANGROVE RIZOPHORA SP. DI DESA ALUE NAGA, KABUPATEN ACEH BESAR Januar Nanda; Chitra Octavina; Nurfadillah Nurfadillah; Irma Dewiyanti; Sofyatuddin Karina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK     Serasah mangrove memiliki peranan penting sebagai penyedia pakan bagi biota – biota  yang hidup di ekosistem mangrove, jumlah serasah mangrove pada setiap kawasan berbeda-beda karena adanya pengaruh iklim dan parameter fisika kimia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari faktor fisika dan kimia terhadap tingkat produktivitas serasah mangrove. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2018 di kawasan Alue Naga Kabupaten Aceh Besar yang dibagi menjadi 3 stasiun dengan menggunakan metode stratified random sampling yaitu berdasarkan nilai dari kerapatan mangrove, di mana pada stasiun 1 memiliki kerapatan yang tinggi, stasiun 2 memiliki kerapatan sedang, dan stasiun 3 memiliki kerapatan yang rendah, dimana setiap stasiun diletakkan Litter trap (penampung serasah) Dari hasil penelitian yang telah dilakukan produksi serasah tertinggi yaitu pada stasiun 1 sebesar 4.4 gbk/  /hari, sedangkan produksi serasah terendah terdapat pada stasiun 3 sebesar 2,52 gbk/  /hari. Berdasarkan komponen serasah mangrove yang paling banyak ditemukan yaitu pada komponen daun sebanyak 8,3 gbk/  /hari, sedangkan komponen serasah yang paling sedikit yaitu ranting sebesar 0,58 gbk/  /hari. Kerapatan mangrove tertinggi terdapat pada stasiun 1 sebanyak 38 Ind/  , sedangkan kerapatan mangrove terendah terdapat pada stasiun 3 sebanyak 29 Ind/.Kata kunci : Alue naga Aceh Besar, Penampung Serasah, Produksi, Serasah Mangrove. ABSTRACT     Mangrove litter has an important role as a feed provider for biota that live in mangrove ecosystems. The number of mangrove litter in each region is different because of the influence of climate and chemical physics parameters. The purpose of this study was to determine the effect of physical and chemical factors on the level of productivity of mangrove litter. This research was conducted in July until August 2018 in the Alue Naga Village of Aceh Besar Regency which was divided into 3 stations using stratified random sampling method based on the value of mangrove density. The result showed at station 1 had a high density, station 2 had a moderate density, and station 3 has a low density. Based the results of research that have been carried out the highest litter production at station 1 of 4.4 gram dry wt.m2.-1.day-1, while the lowest litter production is at station 3 of 2.52 gram dry wt.m2.-1.day-1. Based on the components of mangrove litter that is most commonly found in the leaf component as much as 8.3 gram dry wt.m2.-1.day-1, while the smallest component of litter is branches at 0.58 gram dry wt.m2.-1.day-1. The highest mangrove density was found at Station 1 at 38 ind.m2-1, while the lowest mangrove density was at Station 3 at 29 ind.m2-1.Keywords: Alue Naga Village; Aceh Besar Regency; Density; Litterfall; Mangrove litter; Productivity
Pengaruh Padat Penebaran Terhadap Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Benih Ikan Seurukan (Osteochilus Vittatus) Ari Azhari; Zainal A. Muchlisin; Irma Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.761 KB)

Abstract

ABSTRACT            The objective of the present study was to determine the optimal stocking density of  fishserukan (Osteochilus vittatus)to improve survival and growth performance. The study was conducted in Unit pembenihan Rakyat (UPR) Menasah Krueng Village, District Beutong, Nagan Raya. The completely randomized design was used in this study consisting of 6 treatments with 5 replicates. The fish fed two times a day on 08.00 AM  and  04:00 PM at feeding level of  5% of body weight of fish. The commercial feed contains 39%-41 % crude protein used in this study. The ANOVA test  showed that the stocking density gave a significant affect on the growth performance, specific growth rate and daily growth rate (P0,05), but did not give a significant effect on the survival (P 0.05).The Duncans test showed  that the highest growth rate, specific growth rate and daily growth rate were found at stocking density of 5 fish / m2,this value was significant different compared to other treatments. It is concluded that the optimal density at seurukan fish was 5 fish/m2. Keyword :Stocking density, growth, survival,seurukan fish(Osteochilus vittatus). ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui padat penebaran yang optimal pada benih ikan seurukan (Osteochilus vittatus) untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhannya.Penelitian ini dilaksanakan di kolam Usaha Pembenihan Rakyat (UPR) Desa Menasah Krueng, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 6 perlakuan dengan 5 kali ulangan. Pemberian pakan dilakukan sebanyak 2 kali sehari pada waktu pagi (pukul 08.00 WIB) dan sore hari (pukul 16.00 WIB) sebanyak 5% dari bobot tubuh ikan. Pakan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pakan komersil  F1000 dengan kandungan protein 39% - 41%. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa nilai padat penebaran yang berbeda antara perlakuan berpengaruhnyata terhadap pertumbuhan bobot, pertumbuhan spesifik (SGR) dan pertumbuhan harian (LPH), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup (P0,05). Hasil uji lanjut DUNCAN menunjukkan bahwa nilai  pertumbuhan bobot, pertumbuhan spesifik (SGR) dan pertumbuhan harian (LPH) terbaik terdapat pada perlakuan padat penebaran 5 ekor/m2, nilai pada perlakuan ini berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa padat penebaran 5 ekor/m2  merupakan padat penebaran yang optimal terhadap benih ikan serukan (Osteochilus vittatus).Kata Kunci :Padat penebaran, pertumbuhan, kelangsungan hidup, ikan seurukan (Osteochilus vittatus).
PENGARUH PEMBERIAN CAULERPA SP. DALAM PENYERAPAN NITROGEN PADA PENDEDERAN IKAN KAKAP PUTIH Nora Rahayu; Irma Dewiyanti; Satria Satria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT     Caulerpa sp. is a marine algae plant that can neutralize any toxins around it. This study aims to determine the effect of Caulerpa sp. in absorbing nitrogen, growth and survival in the nursery of white snapper and knowing the average weight gain of Caulerpa sp. This research was conducted from 1-30 January 2019 which took place at the Brackish Water Aquaculture Center (BBAP) Ujoeng Batee, Banda Aceh. The research method used is a completely randomized design method (CRD), where there are 5 treatments and 3 replications. Data analysis was done by analysis of variance of ANOVA (Analysis of variance), then further tests were carried out based on KK values (Variety Coefficient). The results showed that the growth of white snapper seeds given Caulerpa sp. experienced better growth than control containers which were not given Caulerpa sp. Based on ANOVA test, Caulerpa sp. different on the maintenance of white snapper seeds with different weights significantly affected the value of absolute weight gain, specific growth rate and survival of white snapper seeds (P 0.05), but did not significantly influence the growth of absolute length (P 0 , 05). The highest absolute weight gain in white snapper found in treatment C with the weight of white snapper reached 1.323 grams, the best specific growth rate occurred in treatment C (1.056% / day) and the highest survival also occurred in treatment C (91.11%) this value is significantly different from other treatments. The results showed that Caulerpa sp. for 30 days there is an increase in wet weight every week. Caulerpa sp. Weight best achieved in treatment D with a wet weight of 10.44 grams. The results of the analysis of the concentration of nitrite at the beginning of the study were 0.003 mg / L and the nitrite value at the end of the study was 0.001 mg / L.Keywords : Caulerpa sp., White Snapper, Nitrogen ABSTRAK     Caulerpa sp. merupakan tanaman alga laut yang  dapat menetralisir setiap racun yang ada di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Caulerpa sp. dalam menyerap nitrogen, pertumbuhan dan kelangsungan hidup pada pendederan ikan kakap putih dan mengetahui rata-rata pertambahan berat Caulerpa sp. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 1-30 Januari 2019 yang bertempat di Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujoeng Batee, Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dimana terdapat 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Analisa data dilakukan dengan uji sidik ragam ANOVA (Analysis of variance), kemudian dilakukan uji lanjut berdasarkan nilai KK (Koefisien Keragaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan benih ikan kakap putih yang diberikan Caulerpa sp. mengalami pertumbuhan yang lebih baik dari pada wadah kontrol yang tidak di berikan Caulerpa sp. Berdasarkan uji ANOVA, pemberian Caulerpa sp. yang berbeda pada pemeliharaan benih ikan kakap putih dengan berat yang berbeda berpengaruh nyata terhadap nilai pertambahan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup benih ikan kakap putih (P0,05), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak (P0,05). Pertambahan berat mutlak tertinggi pada ikan kakap putih terdapat pada perlakuan C dengan berat ikan kakap putih mencapai 1,323 gram, laju pertumbuhan spesifik terbaik terjadi pada perlakuan C (1,056 %/hari) dan kelangsungan hidup tertinggi juga terjadi pada perlakuan C (91,11 %) nilai ini berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Hasil  penelitian  memperlihatkan bahwa pertumbuhan Caulerpa sp. selama 30 hari mengalami peningkatan berat basah setiap minggunya. Berat Caulerpa sp. terbaik dicapai pada perlakuan D dengan berat basah 10,44 gram.Hasil analisis konsentrasi nilai nitrit pada awal penelitian yaitu 0,003 mg/L dan nilai nitrit pada akhir penelitian 0,001 mg/L.Kata Kunci : Caulerpa sp., Ikan Kakap Putih, Nitrogen
KAJIAN HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DAN IKAN BELANAK (Mugil cephalus) YANG TERTANGKAP DI SUNGAI MATANG GURU, KECAMATAN MADAT, KABUPATEN ACEH TIMUR Zainal Muttaqin; Irma Dewiyanti; Dwinna Aliza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.667 KB)

Abstract

This research examines the length weight relationship and condition factor of tilapia and mugil fish caught in Matang Guru River, East Aceh District, Aceh. The purpose of this research was to know the relationship and condition factor for both types of fish caught in Matang Guru river, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur. Fish obtained was tilapia (Oreocromis niloticus) and mugil (Mugil cephalus) fish. Sampling was done in March to April 2015, by using nets. The results showed that tilapia and mugil fish growth pattern has a negative allometric (long multiplication faster compared to value added weights). In addition, the relative weight condition factor showed the figures above 100 (categorized as good waters).  Penelitian ini mengkaji tentang hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan nila dan ikan belanak yang tertangkap di Sungai Matang Guru, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang berat dan faktor kondisi kedua jenis ikan yang tertangkap di Sungai Matang Guru, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur. Ikan yang didapat yaitu ikan nila (Oreocromis niloticus) dan ikan belanak (Mugil cephalus). Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Maret sampai dengan April 2015, dengan menggunakan jaring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan nila dan ikan belanak memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif (pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan bobot). Selain itu, faktor kondisi berat relatif menunjukkan angka di atas 100 (dikategorikan perairan yang baik).