Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Probiotik dari Bahan Baku Lokal pada Pakan Komersial Terhadap Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Benih Ikan Depik (Rasbora tawarensis) Griati Fratiwi; Irma Dewiyanti; Iwan Hasri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.845 KB)

Abstract

This study aimed to analyze the effect of the addition of probiotic from local raw materials with different doses on commercial feed to the growth and survival rate of depik juvenile (Rasbora tawarensis). This research was conducted at UPTD BBI Lukup Badak Pegasing, Central Aceh from June to August 2017. The treatment consisted of 4 treatments: treatment A (control / no probiotic), B (10 ml / kg of feed), C (20 ml / kg of feed) and D (30 ml / kg of feed). Feed was given as much as 5% of fish body weight, with frequency 2 times a day. This study used a completely Randomized Design Method with 4 treatments and 3 replications. The results showed that each treatment significantly affected the growth and survival rate of depik juvenile (P0.05). The highest results were obtained in treatment D with absolute long growth ranged from 0.29 - 0.97 cm, absolute weight growth ranged from 0.11 - 0.41 gr, specific growth ranged of 1.20 - 1.54% / day, feed efficiency ranged from 29.87 - 77.83%, long diversity coefficient of 6.73 - 11.81% and survival ranged from 60 - 100%.       Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan probiotik dari bahan baku lokal dengan dosis yang berbeda pada pakan komersial terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan depik (Rasbora tawarensis). Penelitian ini dilaksanakan di UPTD BBI Lukup Badak Pegasing, Aceh Tengah pada bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2017. Perlakuan yang diuji  terdiri dari 4 perlakuan yaitu perlakuan A (kontrol/tanpa probiotik), B (10 ml/kg pakan), C (20 ml/kg pakan) dan D (30 ml/kg pakan). Pakan diberikan sebanyak 5% dari bobot tubuh ikan, dengan frekuensi 2 kali sehari. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan depik (P0,05). Hasil yang tertinggi didapatkan pada perlakuan D dengan pertumbuhan panjang mutlak berkisar 0,29 - 0,97 cm, pertumbuhan berat mutlak berkisar 0,11 - 0,41 gr, laju pertumbuhan spesifik 1,20 - 1,54%/hari, efisiensi pakan berkisar 29,87 - 77,83%, koefesien keragaman panjang 6,73 - 11,81% dan kelangsungan hidup berkisar antara 60 -100%.
Aplikasi Vitamin C Dalam Pakan Komersil Dengan Metode Oral Pada Benih Ikan Pedih (Tor sp.) Mu’amar Abdan; Irma Dewiyanti; Iwan Hasri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.861 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian vitamin C dalam pakan komersil dengan metode oral pada ikan pedih (Tor sp.). Penelitian ini dilakukan di Balai Benih Ikan Lukub Badak - Aceh Tengah dari Juli sampai September 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan yaitu: 0, 200, 300, 400 dan 500 mg/kg pakan. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa perlakuan dosis vitamin C yang berbeda dalam pakan komersil berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, kelangsungan hidup dan rasio konversi pakan (P0,05), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap efesiensi pakan. Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa setiap perlakuan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya, nilai tertinggi dijumpai pada perlakuan 300 mg/kg pakan yang  menghasilkan pertumbuhan berat mutlak 0,88 g, panjang mutlak 1,03 cm, laju pertumbuhan spesifik 2,20%, kelangsungan hidup 96,65 %, konversi pakan 2,55 dan efisiensi pakan 42,08% Kata kunci : metode oral, ikan pedih, vitamin C, pakan komersil, Tor sp. ABSTRACT The objective of this study was to analysis the effect of vitamin C in the commercial feed with oral method for pedih fish. The research was conducted at Balai Benih Ikan (BBI) Lukup Badak, Aceh Tengah District, from July to September 2016. This research used Completely Randomized Design (CRD) with five treatments of consentrations. i. e. 0; 200; 300; 400; and 500 mg/kg feed  and four repetitions. The result of ANOVA showed that dosed of vitamin C in commercial feed gave the significant effect on the the absolute weight growth, the absolute length, specific growth rate, survival rate and feed convertion ratio (P0,05), but didn’t effect on feed efficiency. The Duncan test showed that each treatment was significantly different from other treatment. The best treatment was obtained at 300 mg/kg of feed with the absolute weight was 0,88 g, the absolute length was 1,03 cm, the specific growth rate was 2,20%, the survival was 96,65%, feed conversion was 2,55 and feed efficiency was 42,08% Keywords: commercial feed, oral method, vitamin C, pedih fish, Tor sp.
Pengaruh Variasi Periode Penyinaran (Fotoperiode) Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Depik Rasbora tawarensis Maulizar Maulizar; Sayyid A. El-Rahimi; Iwan Hasri; Irma Dewiyanti; Nurfadillah Nurfadillah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 4, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research aimed to determine the effect of photoperiod on growth and survival rate of depik (Rasbora tawarensis). The research was conducted at Technical Implementation Unit of Fish Breeding center Lukup Badak, Pegasing District, Aceh Tengah on March until April 2018. The method used was Completely Randomized Design (CRD), consisted of six treatments and three different replications. The treatments conducted included A (control), treatment B (6T: 18G), treatment C (12T: 12G), treatment D (18T: 6G), treatment E (24T: 0G) and treatment F (0T: 24G) using Light Emitting Deode (LED) lamp. Parameters measured ware absolute weight, absolute length, specific growth rate, long diversity coefficient, survival rate, and chemical-physics water. Results of ANOVA test indicated the photoperiod significantly affected growth of weight, length growth, specific growth rate, coefficient of diversity and survival. The result continued test of Duncan indicated the treatment D (18T: 6G) highest for the growth of depik (Rasbora tawarensis) and highest for survival with an value of 96.67%.Keywords: Photoperiod, Depik (Rasbora tawarensis), Survival, Growth ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fotoperiode terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan depik (Rasbora tawarensis). Penelitian bertempat di Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Balai Benih Ikan Lukup Badak Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah pada bulan Maret sampai April 2018. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari enam perlakuan dan tiga ulangan yang berbeda. Perlakuan yang dilakukan meliputi A (kontrol), perlakuan B (6T:18G), perlakuan C (12T:12G), perlakuan D (18T:6G), perlakuan E (24T:0G) dan perlakuan F (0T:24G) dengan menggunakan lampu Light Emitting Deode (LED). Parameter pertumbuhan yang diamati adalah berat mutlak, panjang mutlak, pertumbuhan spesifik, koefesien keragaman panjang kelangsungan hidup, dan fisika kimia air. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa fotoperiode berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat, pertumbuhan panjang, pertumbuhan spesifik, koefesien keragaman dan kelangsungan hidup ikan depik. Hasil lanjut Duncan menunjukkan bahwa perlakuan D (18T:6G) merupakan perlakuan terbaik untuk pertumbuhan ikan depik(Rasbora tawarensis) dan perlakuan terbaik untuk kelangsungan hidup dengan nilai rata-rata kelangsungan hidup sebesar 96,67%.Kata kunci: Fotoperiode, Ikan depik (Rasbora tawarensis), Kelangsungan hidup, Pertumbuhan.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DAN KONDISI SUBSTRAT PADA KAWASAN MANGROVE DI PESISIR PULAU WEH Riski Muliawan; Irma Dewiyanti; Sofyatuddin Karina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.185 KB)

Abstract

This study was conducted in December 2015 at Weh Island. Determination of the station is done by using purposive sampling method. Macrozoobenthos were found as many as 26 species that was on the scene towards the sea, while at the location towards the land there are 23 species were found to consist of three classes : Gastropoda (landward 59% ) (seaward 54% ), bivalves (landward 16% ) (seaward 25% ), and crustaceans  (landward 25%) ( seaward  21%). Makrozobenthos highest density was found in the station 3 with density values of 45,33ind/ m2. Diversity index (H ') landward (2,86 ) and the direction of the sea (2,81), uniformity (E) landward ( 0,91) and the direction of the sea (0,98) and dominance (C) towards the land (0,16 ) and the direction of the sea (0,16). The distribution pattern type is divided into 2 categories: clumped and uniform pattern. Similarity index in the coastal island of Weh in 5 stations ranged 25% - 50%.%.Substrate condition in the can at the study site in the form of sand , silt and argillaceous. The content of the substrate is the highest in the study site in the form of sand in the can at the station 3 towards the land (74 %) and sea (61 %). Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Desember 2015 di Pulau Weh. Penentuan stasiun dilakukan dengan menggunakan Metode Purposive Sampling. Makrozoobenthos yang ditemukan sebanyak 26 spesies yang berada di lokasi arah laut, sedangkan di lokasi arah darat terdapat 23 jenis spesies yang ditemukan yang terdiri dari 3 kelas, yaitu Gastropoda (arah darat 59%) (arah laut 54%), Bivalvia (arah darat 16%) (arah laut 25%), dan Crustacea (arah darat 25%) (arah laut 21%). Kepadatan makrozobenthos yang tertinggi ditemukan pada stasiun 3 dengan nilai kepadatan sebesar 45,33ind/m2. Indeks keanekaragaman (H’) arah darat (2,86 ) dan arah laut (2,81), keseragaman (E) arah darat (0,91) dan arah laut (0,98), dan Dominansi (C) arah darat (0,16) dan arah laut (0,16). Pola Sebaran Jenis terbagi kedalam 2 kategori yaitu pola mengelompok dan seragam. Indeks similaritas di Pesisir Pulau Weh di 5 stasiun berkisar antara 25% - 50%. Kondisi substrat yang didapat di lokasi penelitian berupa pasir, lumpur dan berlempung. Kandungan  substrat ditemukantertinggi pasir pada stasiun 3 arah darat (74%) dan arah laut (61%).
PENGARUH MEDIA KULTUR YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN BIOMASSA SPIRULINA sp. Fela Astiani; Irma Dewiyanti; Siska Mellisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.575 KB)

Abstract

The objective of this study was to determine the effect of the different manures as culture media on the growth and biomass Spirulina sp. This research was conducted from March to May 2016. This research used the one factorial Completely Randomized Design (CRD) as method with four treatments and five replications which is A = 100 g/l of chicken manure, B = 100 g/l of bird manure, C = 100 g/l of buffalo manure and D = 100 g/l of cow manure. The result of Analysis of Varians (ANOVA) showed that the different manures as culture media gave the effect (P0,05) on the growth and biomass of Spirulina sp. The best treatment was obtained at treatment B (chicken manure) with the average of population density was 7,47 x 106 ind/ml and the average of biomass weight was 0,0506 gKeywords : Spirulina sp.; Animal Manures; Growth; Biomass.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media kultur dari jenis kotoran hewan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan biomassa Spirulina sp. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2016. Penelitian ini mengunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktorial yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 kali ulangan yaitu A = kotoran ayam 100 g/l, B = kotoran burung 100 g/l, C = kotoran kerbau 100 g/l dan D = kotoran sapi 100 g/l. Hasil uji Analysis of Varians (ANOVA) menunjukkan bahwa media kultur dari jenis kotoran hewan yang berbeda berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan dan biomassa Spirulina sp. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan B (kotoran burung) dengan rerata kepadatan populasi 7,47x106 ind/ml dan rerata berat biomassa 0,0506 g.Kata kunci: Spirulina sp. : Kotoran Hewan; Pertumbuhan; Biomassa. ABSTRACT The objective of this study was to determine the effect of the different manures as culture media on the growth and biomass Spirulina sp. This research was conducted from March to May 2016. This research used the one factorial Completely Randomized Design (CRD) as method with four treatments and five replications which is A = 100 g/l of chicken manure, B = 100 g/l of bird manure, C = 100 g/l of buffalo manure and D = 100 g/l of cow manure. The result of Analysis of Varians (ANOVA) showed that the different manures as culture media gave the effect (P0,05) on the growth and biomass of Spirulina sp. The best treatment was obtained at treatment B (chicken manure) with the average of population density was 7,47 x 106 ind/ml and the average of biomass weight was 0,0506 gKeywords : Spirulina sp.; Animal Manures; Growth; Biomass. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media kultur dari jenis kotoran hewan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan biomassa Spirulina sp. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2016. Penelitian ini mengunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktorial yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 kali ulangan yaitu A = kotoran ayam 100 g/l, B = kotoran burung 100 g/l, C = kotoran kerbau 100 g/l dan D = kotoran sapi 100 g/l. Hasil uji Analysis of Varians (ANOVA) menunjukkan bahwa media kultur dari jenis kotoran hewan yang berbeda berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan dan biomassa Spirulina sp. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan B(kotoran burung) dengan rerata kepadatan populasi 7,47x106 ind/ml dan rerata berat biomassa 0,0506 g.Kata kunci: Spirulina sp. : Kotoran Hewan; Pertumbuhan; Biomassa.
Pengaruh Perbedaan Padat Penebaran Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Suci Utara; Abdullah A. Muhammadar; Siska Mellisa; Irma Dewiyanti; Nurfadillah Nurfadillah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 4, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis experiment was conducted to examine the effect of stocking density on the growth of giant gouramy seed cultured in the aquarium. Fish were stocked at the density of 2, 4, 6, 8 and 10 fish /L. Fish were fed ad libitum with feeding frequency 3 times a day. ANOVA test showed that the different stocking density significantly affected absolute length growth, absolute weight growth, and survival rate of Osphronemus gouramy seeds (P0.05), but did not significantly affect the specific growth rate and  diversity coefficient (P0.05). The results of this study indicated that the best stocking density was found in the density of 8 fish/L. The highest value of absolute length growth was 1,23 ±  0,03 cm, absolute weight growth was 0,22 ±  0,05 g, specific growth rate was 2,53 ±  0,61% per day, survival was 87,50 ± 2,50 % and diversity coefficient was 16,29 ±  4,11%.Keywords : stocking density, gouramy, Osphronemus gouramyABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh padat penebaran terhadap pertumbuhan benih ikan gurami yang dipelihara dalam akuarium. Jumlah ikan yang ditebar pada penelitian ini yaitu 2, 4, 6, 8 dan 10 ekor/liter. Pakan diberikan secara ad libitum dengan frekuensi 3 kali/hari. Hasil uji ANOVA  menunjukkan bahwa perbedaan padat penebaran berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak, dan kelangsungan hidup benih ikan gurami Osphronemus gouramy (P0,05), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik dan koefisien keragaman panjang (P0,05). Pada penelitian ini diperoleh nilai tertinggi dari pertumbuhan panjang mutlak sebesar 1,23 ±  0,03 cm, pertumbuhan berat mutlak 0,22 ±  0,05 gr, laju pertumbuhan spesifik 2,53 ±  0,61% perhari, kelangsungan hidup 87,50 ± 2,50 % dan koefisien keragaman panjang 16,29 ±  4,11 %  pada padat penebaran 8 ekor/liter. Kata kunci: padat tebar, gurami, Osphronemus gouramy.
PENGARUH PEMBERIAN Daphnia sp. DIPERKAYA DENGAN VITERNA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN DEPIK (Rasbora tawarensis) Ridha Saputri; Irma Dewiyanti; Iwan Hasri; Nurfadillah Nurfadillah; Siska Melissa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK     Ikan Depik (Rasbora tawarensis) merupakan salah satu ikan endemik yang tersebar luas dan dominan tertangkap di Danau Laut Tawar (DLT), Aceh Tengah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh pemberian Daphnia sp. yang diperkaya viterna dengan dosis berbeda terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan depik. Penelitian ini dilakukan di BBI Lukup Badak, Aceh Tengah dari Juli - Agustus 2018. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu A (kontrol), B (Daphnia sp. diperkaya viterna 10 ml/L), C (Daphnia sp. diperkaya viterna 20 ml/L), D (Daphnia sp. diperkaya viterna 30 ml/L) dan     E (Daphnia sp. diperkaya viterna 40 ml /L). Ikan diberi pakan 2 kali sehari secara ad-libitum. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa Daphnia sp. yang diperkaya dengan viterna dosis berbeda berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, serta laju pertumbuhan spesifik benih ikan depik (P0,05). Hasil penelitian ini memperlihatkan nilai tertinggi terdapat pada perlakuan D dengan kelangsungan hidup (88,89%), pertumbuhan panjang mutlak (0,70 cm), pertumbuhan bobot mutlak (0,36 gr) dan laju pertumbuhan spesifik (0,66%/ hari).Kata kunci : Daphnia sp, Kelangsungan hidup, Laju pertumbuhan, Rasbora tawarensis, Viterna ABSTRACT     Depik (Rasbora tawarensis) is one of the endemic fish that is widespread and dominantly caught on Danau Laut Tawar (DLT), Aceh Tengah. The objective of this study was to determine the effect of Daphnia sp. enriched by viterna with the different dosage on the survival rate and growth rate of Depik. This research was conducted at technical implementation unit of fish breeding center Lukup Badak, Pegasing district, Aceh Tengah on July - August 2018. The method used which were Completely Randomized Design (CRD) with 5 level of treatments and three replications namely a, A (control), B (Daphnia sp. enriched viterna 10 ml/L), C (Daphnia sp. enriched viterna 20 ml/L), D (Daphnia sp. enriched by 30 ml/L) and E (Daphnia sp. enriched viterna 40 ml/L). Fish was fed three times a day with ad-libitum method. The result of BNT showed that Daphnia sp. enriched by the different dosage of viterna gave the effect on the survival rate, absolute length growth, absolute weight growth and specific growth rate of Depik (P0.05). The optimum value for those parameters were obtained at treatment D, the absolute length growth was 0.70 cm, absolute weight growth was 0.36 g, specific growth rate was 0.66 % / day and survival rate was 88.89 %.Keywords: Daphnia sp., growth rate, viterna, survival rate, Rasbora tawarensis
Hubungan Panjang Berat Dan Faktor Kondisi Lobster (panulirus sp.) Di Perairan Pantai Simeulue Nofian Karisma; Irma Dewiyanti; Rizwan Thaib
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.245 KB)

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research was to know the long weight relation, condition factor and sex-ratio lobster located in the east of Simeulue beach. This research  has been done on February 2016 in floating fish cages, the trade collector located at the bay Sinabang, East Simeulue regency is the owner of the floating fish cages.  The method of this research was a survey method. Lobster sample was taken 30% of the total  lobster captured. It  was carried out as many six times as interval five days. The results of this work were found two type of the lobsters which includes Paniluirus penicillatus and Panulirus versicolor composition with 53 and 47%. Based on counting of a long weight relation of Panulirus penicillatus found an equivalence W= 0,00372L 2,571 and Panulirus versicolor with equivalence W= 0,003276 2,609, the value b indicates  both type of the lobsters has negative allomatrict growth nature. the average body weight relative value  (Wr) and condition factor  (K) both type of those lobsters, Panulirus penicillatus value Wr= 100,76 ±12,58 and value K= 2,25 ±0,35, whereas, the Panulirus versicolor value Wr= 101,59 ±16,41 and K= 2,15 ±0,42.  Body weight relative of both type of those lobsters  over 100 grams indicates that the east Simeulue beach still support for the lobster growth. Condition factor value shows both type of those lobster has the same scale. Based on the survey was found  that sex-ratio of Panulirus penicillatus 1:1,04 and Panulirus versicolor 1,17:1. This case showed that the sex-ratio of both these lobsters still in the same ratio.Key words: Weight long relation, Condition Factor , Sex-ratio, Lobster, Simeulue. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat, faktor kondisi dan sex-ratio lobster di perairan pantai Simeulue. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2016 di Keramba Jaring Apung (KJA) pedagang pengumpul yang ada di Teluk Sinabang Kecamatan Simeulue Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Sampel lobster yang di ambil adalah 30% dari total lobster yang tertangkap dari berbagai lokasi penangkapan di perairan pantai Simeulue dan pengambilan sampel dilakukan sebanyak 6 kali dengan selang waktu 5 hari. Hasil penelitian ditemukan 2 jenis lobster yaitu: Panulirus penicillatus dan Panulirus versicolor dengan persentase 53 dan 47%. Berdasarkan perhitungan hubungan panjang-berat Panulirus penicillatus didapatkan persamaan W= 0,00372L2,571 dan Panulirus versicolor dengan persamaan W= 0,003276L2,609, nilai b yang didapatkan menunjukkan kedua jenis lobster tersebut mempunyai sifat pertumbuhan allometrik negative. Nilai rata-rata berat relatif (Wr) dan faktor kondisi (K) kedua jenis lobster tersebut, yaitu Panulirus penicillatus nilai  Wr= 100,76 gr  ±12,58 dan nilai K= 2,25 ±0,36 sedangkan Panulirus versicolor nilai Wr= 101,59 gr ±16,41 dan K= 2,15 ±0,42. Berat relatif dari kedua jenis lobster tersebut diatas 100 gr menunjukkan bahwa perairan pantai Simeulue masih mendukung untuk pertumbuhan lobster dan nilai faktor kondisi menunjukkan kedua jenis lobster tersebut  mempunyai kemontokan yang sama. Sex-ratio Panulirus penicillatus adalah 1:1,04 dan Panulirus versicolor adalah 1,17:1. Hal ini menunjukkan sex-ratio kedua jenis lobster tersebut masih dalam kondisi seimbang.
PEMANFAATAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa) DALAM PAKAN SEBAGAI SUMBER PREBIOTIK UNTUK BENIH IKAN SEURUKAN (Osteochilus vittatus) Mayana Mayana; Zainal Abidin Muchlisin; Irma Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.446 KB)

Abstract

The objective of the present study was to determine the optimum dosage of onion extract (Allium cepa) in the diet of seurukan fish (Osteochilus vittatus). The research was conducted in Drieng Beurembang Hatchery, Kuala Batee District, in Aceh Barat Daya and the onion was extracted at Department of Chemistry, Faculty of Teacher Training and Education, Syiah Kuala University on September to November 2015. The Completely Randomized Design Methods was in this study. The tested dosage of onion were 0 (control), 1%, 2%, 3% and 4% in the formulated diet. The fish were fed three times a day at (08:00 AM, 12:00 AM and 16:00 PM) for 70 days. The results showed that weight gain ranged  from 2.32 g to 3.21 g, the Specific growth rate ranged from 1.24 % day-1 to 1.41 % day-1, feed conversion ratio were 3.57 – 3.03, feed efficiency  ranged  33.40% - 39.25%, and the survival rates were reached up to 100%. The highest values for all measured parameters were obtained at dosage 4% of onion extract in the formulated diet. The Anova test showed that the different dosage of onion extract (Allium cepa) in the formulated diet gave significant affect on weight gain of (P0.05), but did not give a significant affect on the length gain, specific growth rate, feed conversion ratio, feed efficiency and survival rate of seurukan fish (O. vittatus) (P 0.05). It is concluded that the optimum dosage of onion extract in the formulated diet is 4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak bawang merah (Allium cepa) yang optimum untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan benih ikan seurukan (Osteochilus vittatus). Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan (BBI) Desa Drieng Beurembang, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya dan pembuatan esktrak bawang merah dilaksanakan di jurusan Kimia FKIP Unsyiah,  pada bulan September hingga November 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Faktor yang diuji adalah perbedaan konsentrasi ekstrak bawang merah (Allium cepa) dalam pakan dengan 5 taraf perlakuan masing-masing 4 kali ulangan, yaitu; 0 (control), 1%, 2%, 3% dan 4% ekstrak bawang merah dalam pakan. Pakan diberikan 3 kali sehari pada pukul 08:00, 12:00 dan 14:00 WIB selama 70 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan bobot berkisar antara 2,32 g – 3,21 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar 1,24 % per hari – 1,41 % hari, pertambahan panjang berkisar antara 2,45 cm – 2,57 cm, rasio konversi pakan 2,57- 3,03, Efesiensi pakan berkisar antara 33,40 % – 39,25 %, dan tingkat kelangsungan hidup mencapai 100%. Nilai tertinggi untuk semua parameter yang diukur didapatkan pada perlakuan E (4%) ekstrak bawang merah dalam pakan. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian ekstrak bawang merah (Allium cepa) dalam pakan berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot mutlak, (P0.05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, efesiensi pakan dan kelangsungan hidup benih ikan seurukan (O. vittatus) (P0.05). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dosis terbaik adalah 4%.  
PENGARUH PEMBERIAN CACING TANAH (Lumbricus sp.) DARI PETERNAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN PATIN (Pangasius sp.) Nilawati Ali Akbar; Sayyid A. El-Rahimi; Siska Melissa; Abdullah A. Muhammadar; Irma Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study has purposed to determine effect of giving earthworm (Lumbricus sp.) from different farms  (chickens, ducks and cattle) to the growth of catfish.  The method used was a Completely Randomized Design (CRD) with 4 levels of treatment. That was treatment A (pellets), treatment B (earthworms from chicken manure media), treatment C (earthworms from duck dung media) and treatment D (earthworms from cow dung media) and every treatment is repeated 4 times.The result of ANOVA test showed that earthworm gave the effect (P0,05) on absolute  growth of length, but it didn’t give effect on absolute  growth of weight, specific growth rate and survival rate of catfish. The result of Duncantest showed that treatment D was the highest value of absolute growth of length, is was significantly different from treatment A, B, and C. For other parameters, the highest was treatment D, but it didn’t significantly different from other treatments.Keywords: Earthworm (Lumbricus sp.), catfish (Pangasius sp.), protein, growth. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh pemberian cacing tanah (Lumbricus sp.) dari peternakan yang berbeda (ayam, bebek dan sapi) terhadap pertumbuhan ikan patin. Metode yang digunakan ialahRancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan yaitu Perlakuan A (pemberian pelet), perlakuan B (cacing tanah dari media kotoran ayam), perlakuan C (cacing tanah dari media kotoran bebek) dan perlakuan D (cacing tanah dari media kotoran sapi) dan setiap perlakuan dilakukan4 kali pengulangan. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian cacing tanah berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan panjang mutlak namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup ikan patin.Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa perlakuan D memiliki pertumbuhan panjang tertinggi, hal ini berbeda nyata dengan perlakuan A, B, dan C. Untuk parameter lainya paling tinggi perlakuan D, namu tidak berbeda nyata dengan perlakuan lain.Kata Kunci: Cacing tanah (Lumbricus sp.), ikan patin (Pangasius sp.), protein, pertumbuhan.