Claim Missing Document
Check
Articles

KERAGAAN NITROGEN DAN T-PHOSFAT PADA PEMANFAATAN LIMBAH BUDIDAYA IKAN LELE (Clarias gariepinus) OLEH IKAN PERES (Osteochilus kappeni) DENGAN SISTEM RESIRKULASI Afriansyah Afriansyah; Irma Dewiyanti; Iwan Hasri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.372 KB)

Abstract

The purpose of this study was to analyzed the role of peres fish and kale plants as a commodity enhancements to reduce levels of nitrogen and T-Phosfat from waste catfish, also to analyze the survival and biomass peres fish, catfish and kale plants. This research was conducted at Unit Pelayanan Teknis Balai Benih Ikan (UPT-BBI) Lukup Badak, Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh in October to November 2015. The method of this study was an experimental method with a completely randomized design (CRD), with use 4 levels treatments and 3 repetitions, this study also uses regression and correlation analysis. The results showed that the kale plants and peres fish did not leave a role of influence to lower the value of Nitrogen and T-Phosfat from waste catfish, but it affects both the survival and growth (length and weight), both in peres fish, kale plants, as well as catfish. Water quality parameters in this study to the range of tolerance for fish farming Peres and catfish.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan ikan peres dan tanaman kangkung sebagai komoditas tambahan terhadap kadar Nitrogen dan T-Phosfat yang berasal dari limbah budidaya ikan lele, terkait dengan kelangsungan hidup dan biomassa ikan peres, ikan lele dan tanaman kangkung. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober hingga bulan November tahun 2015 di Unit Pelayanan Teknis Balai Benih Ikan (UPT-BBI) Lukup Badak, Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan menggunakan 4 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan parameter kualitas air pada penelitian ini tergolong dalam kisaran toleransi untuk budidaya ikan peres dan ikan lele. Penambahan tanaman kangkung dan ikan peres tidak berpengaruh untuk menurunkan nilai Nitrogen dan T-Phosfat, namun berpengaruh baik terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan (panjang dan berat) pada ikan peres, lele dan tanaman kangkung.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK DAN VITAMIN C DALAM PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN DEPIK (RASBORA TAWARENSIS) Nadrah Fuadi; Irma Dewiyanti; Iwan Hasri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT     The aims of this study is to understand the effect of probiotic and vitamin C addition in commercial feed on the growth of Depik fish (Rasbora tawarensis). This study used complete randomized design consisting 5 treatments and 3 repetitions. Treatment tested are addition of probiotic and vitamin C in feed namely A as control, B (probiotic 30 ml/g), C (Vitamin C 300 mg/l), D (probiotic 30 ml/kg in the morning + Vitamin C 300 mg/kg in the afternoon), E (Vitamin C 300 mg/kg in the morning + probiotic 30 ml/kg in the afternoon). ANOVA test result show that probiotic and vitamin c addition gave significant result againts absolute weight growth, absolute length growth and feed efficiency (p≤0.05) but did not significantly affect the specific growth rate (p≥0.05). This study shows that the highest absolute weight, absolute length and efficiency of Depik fish (Rasbora tawarensis) are found in treatment C (vitamin c 300 mg / l) with the highest absolute weight value of 0.61 grams, the highest absolute length of 3.96 cm.Keywords: Rasbora tawarensis, probiotics, vitamin C, growth  ABSTRAK     Penelitian ini bertujuan adalah mengetahui pengaruh pemberian probiotik dan vitamin C dalam pakan komersil terhadap pertumbuhan ikan depik (Rasbora tawarensis). Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan 3 kali pengulangan. Perlakuan yang diuji adalah pemberian probiotk dan vitamin c pada pakan yaitu A (kontrol), B (probiotik 30 ml/g), C (vitamin c 300mg/l), D (Probiotik dosis 30 ml/kg (pagi) + vitamin C dosis 300 mg/kg (sore)), E (Vitamin C dosis 300 mg/kg (pagi) + probiotik dosis 30 ml/kg (sore)). Hasil uji ANNOVA menunjukkan bahwa penambahan probiotik dan vitamin c berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak dan efisiensi pakan (p≤0,05) tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik (p≥0,05). Penelitian menunjukkan bahwa nilai pertumbuhan berat mutlak, panjang mutlak dan efisiensi pakan ikan depik (Rasbora tawarensis) tertinggi terdapat di perlakuan C (vitamin c 300 mg/l) dengan nilai berat mutlak tertinggi 0,61 gram, panjang mutlak tertinggi 3,96 cm. Kata kunci : ikan depik, probiotik, vitamin c, pertumbuhan
Hubungan Lebar Karapas dan Berat Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Serta Faktor Kondisi di Perairan Aceh Singkil Kasril Kasril; Irma Dewiyanti; Nurfadillah Nurfadillah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

The objectives of this research were to examine the relationship between carapace width and body weight of mangrove crab (Scylla serrata), and condition factors and sex ratio of mangrove crab in Aceh Singkil waterworks. This research was conducted from January 2017 until February 2017 at Kecamatan Kuala Baru, Kecamatan Singkil, and Kecamatan Singkil Utara. The method of research was used census method. The samples of mangrove crab have used the catch result of fisherman during 30 days in Aceh Singkil waterworks. was obtained b value of Kecamatan Kuala Baru was b=2.66, Kecamatan Singkil was b=2.34 and Kecamatan Singkil Utara was b=2.21. From the three research locations of mangrove crab, it had negative allometric growth properties. The number of relative weight condition factor (wr) for Kecamatan Kuala Baru was 66.48-263.34 (average 5.83), Kecamatan Singkil was 5.14-6.57 (average 5.70) and Kecamatan Singkil Utara was 5.08-5.95 (average 5.70). Based on the survey of sex-ratio in Kecamatan Kuala Baru mas 1:1.33, Kecamatan Singkil was 1: 1.5 and Kecamatan Singkil Utara was 1: 2.8. This study was showed the sex-ratio of both types of mangrove crab was still in the balance.       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lebar karapas dan berat  kepiting bakau (Scylla serrata) serta faktor kondisi dan sex-ratio kepiting bakau di perairan Aceh Singkil. Penelitian ini dilakukan pada bulan  Januari sampai Februari 2017 di Kecamatan Kuala Baru, Kecamatan Singkil dan Kecamtan Singkil Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus.Sampel kepiting bakau yang digunakan adalah hasil tangkapan para nelayan selama 30 hari yang tertangkap di perairan Aceh Singkil. nilai b Kecamatan Kula baru diperoleh nilai b = 2,66, Kecamatan Singkil b = 2,34 dan Kecamtan Singkil Utara b = 2,21. Dari ketiga lokasi penelitian kepiting bakau (Scylla sp.) tersebut mempunyai sifat pertumbuhan alometrik negative. Nilai faktor kondisi berat relatif (Wr) untuk perairan Kuala Baru 66,48-263,34 (rata-rata 105,70) Singkil 70,29-152,89 (rata-rata 104,58) dan Singkil Utara 74,58-145,44 (rata-rata 105,72) dapat diartikan perairan tersebut masih mendukung untuk pertumbuhan kepiting bakau Nilai faktor kondisi Fulton (K) untuk perairan Kuala Baru berkisar antara 5,29 – 7,28 (rata-rata 5,83), Singkil 5,14-6,57 (rata-rata 5,70) dan Singkil Utara 5,08-5,95 (rata-rata 5,70. Berdasarkan hasil survei didapatkan Sex-ratio Kuala Baru adalah 1 : 1,33, Singkil 1 : 1,5 dan Singkil Utara 1 : 2,18. Hal ini menunjukkan sex-ratio kepiting bakau masih dalam keadaan seimbang.
Produksi Serasah Hutan Mangrove di Kuala Langsa, Provinsi Aceh Ridha Hafizi; Irma Dewiyanti; Chitra Octavina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.534 KB)

Abstract

Mangrove forest often called mangal forests is tropical and subtropical beach vegetation communities, which are dominated by several types of mangrove trees that are capable of growing and developing in every tidal muddy coast. Litter production is was important part in of a conversion of organic matter from vegetation. This research used purposive sampling method to determine the research station consisting of 3 stations in which there were 3 plots placed litter trap or litter container. This research was conducted in February-March 2017 in the waters of Kuala Langsa, Langsa Barat Subdistrict, Langsa City, Aceh Province. The purpose of this research was to observed litter production on mangrove ecosystem and it was environmental factors influences thein Kuala Langsa. From the results showed the Station 1 level of litter production was 3.65 g / m² / day in which leaf litter component of 1.65 g / m² / day. There were 3 types of mangrove with total litter production for Rhizopora apiculata was 4.44 g / m² / day, Rhizopora mucronata of 2.63 g / m² / day and Rhizopora stylosa was 1.95 g / m² / day.       Hutan mangrove sering disebut hutan bakau adalah komunitas vegetasi pantai tropis dan subtropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada setiap pasang surut pantai berlumpur. Produksi serasah merupakan bagian yang penting dalam mentransfer bahan organik dari vegetasi kedalam tanah. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk menentukan stasiun penelitian yang terdiri dari 3 stasiun yang didalamnya terdapat 3 plot yang diletakkan litter trapatau penampungserasah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2017 di Perairan Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa Provinsi Aceh.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi serasah pada ekosistem mangrove di perairan Kuala langsa serta mengetahui faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi produksi serasah mangrove di Perairan Kuala Langsa. Hasil penelitian menunjukkanbahwa Stasiun 1 mendominasi produksi serasah sebesar 3,65 g/m²/hari dimana komponen yang mendominasi ialah komponen serasah daun sebesar 1,65 g/m²/hari. Stasiun ini terdapat 3 jenis mangrove dengan jumlah produksi serasah untuk Rhizopora apiculata sebanyak 4,44 g/m²/hari, Rhizopora mucronata sebanyak 2,63 g/m²/hari dan Rhizopora stylosa sebanyak 1,95 g/m²/hari.
INDEKS NILAI PENTING VEGETASI MANGROVE DI KAWASAN KUALA IDI, KABUPATEN ACEH TIMUR Eggy Havid Parmadi; Irma Dewiyanti; Sofyatuddin Karina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.93 KB)

Abstract

The purpose of this research for determine to important value index at the mangrove range of area in Kuala Idi fishing port, East Aceh. This research was carried out on July–December 2015. Determine of sampling site used purpose sampling method and quadrate transect. The 6 (six) species of mangrove was found in locate, there are : R. Apiculata, R. Mucronata, R. Stylosa, Sonneratia Alba, Avicennia Lanata and Acanthus Ilicifolius. The results showed the highest in tree types was founded R. Apiculata at station 4 was 300% and the highest for seedling type was founded in R. Mucronata at station 3 was 123,33%.  Keywords : Mangrove, Kuala Idi, Density Type, Frequency Type, Closure Type,  Index of Important Values (IVI). Penelitian ini bertujuaan untuk mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) pada area mangrove dipelabuhan Kauala Idi, Aceh Timur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Desember 2015. Penetuan titik sampling diambil dengan menggunakan metode purposive sampling dan sampel yang diambil dengan menggunakan transek kuadrat. Ada 6 jenis mangrove yang ditemukan pada lokasi penelitian, yaitu: R. Apiculata, R. Mucronata, R. Stylosa, Sonneratia Alba, Avicennia Lanata, dan Acanthus Ilicifolius. Penelitian ini menunjukan Indeks Nilai Penting tertinggi pada tingkat pohon ditemukan R. Apiculata di stasiun 4  yaitu  sebesar 300%, Indek Nilai Penting tertinggi pada tingkat anakan ditemukan R. Apiculata di stasiun 4 sebesar 191,97%, dan Indek Nilai Penting tertinggi pada tingkat semai ditemukan R. Mucronata di stasiun 3 sebesar 123,33%.  Kata kunci : Kuala Idi, Mangrove, Kerapatan Jenis, Frekuensi Jenis, Penutupan Jenis, Indeks Nilai Penting (INP).  
PENGARUH EKSTRAK DAUN Avicennia marina TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Dian Rahmi; Sofyatuddin Karina; Irma Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.192 KB)

Abstract

This research aimed to determine the effect of leaf extract of Avicennia marina on hatching rate of African catfish’s eggs (Clarias gariepinus). This research was conducted in the fish hatchery, BBI (Balai Benih Ikan) Lukup Badak, Pegasing district in regency of Central Aceh, on February 2016. This research used a completely randomized design with six treatments level and four replications. The samples used were African catfish’s eggs. Previously, the health fertilized eggs were infected by the infected eggs by Saprolegnia sp., Each compartment contained of 100 health fertilized eggs and 30 infected eggs. Furthermore, the eggs were immersed in the test solution of Avicenna marina leaf extract, with the concentration treatment: 0; 10; 20; 30; 40; and 50 ppm. The ANOVA test results showed that the addition of Avicenna marina leaf extract significantly effect on the hatching rate of African catfish’s eggs at the significant level of 95%. The further test results of Honestly Significant Difference Test indicated that the percentage of hatching rate of African catfish’s eggs were different between leaf extract treatments. The optimum concentration of Avicennia marina in this research was 50 ppm the hatching rate value was 92%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun Avicennia marina terhadap daya tetas telur ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini dilakukan di BBI (Balai Benih Ikan) Lukup Badak, Kec. Pegasing, Kab. Aceh Tengah, pada bulan Februari 2016. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam taraf perlakuan dan empat ulangan. Sampel yang digunakan adalah telur ikan lele dumbo. Telur sehat terlebih dahulu diinfeksikan dengan telur yang terserang jamur, setiap wadah perlakuan terdapat 100 butir telur sehat dan 30 butir telur terinfeksi. Selanjutnya telur ini direndam dalam larutan uji ekstrak daun A. marina, dengan perlakuan konsentrasi 0, 10, 20, 30, 40, dan 50 ppm. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun A. marina berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur ikan lele dumbo pada taraf kepercayaan 95%. Hasil uji lanjut Beda Nyata Jujur menunjukkan bahwa persentase daya tetas telur ikan lele dumbo berbeda antar perlakuan. Konsentrasi optimum ekstrak daun A. marina pada penelitian ini adalah 50 ppm dengan menghasilkan daya tetas telur sebesar 92%.
Pengaruh Padat Penebaran Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Tiram (Crassostrea sp.) Resy Rosanawita; Irma Dewiyanti; Chitra Octavina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.178 KB)

Abstract

This research aim was to know the effect of different stocking density on the growth and survival rate of oyster spat (Crassostrea sp.) cultivated with the floating method. This research was conducted in the intertidal zone of Tibang village, Syiah Kuala district, Banda Aceh for 3 (three) months. The experiments were conducted with Completely Randomize Design (CRD) consisting of four treatments and three replications with the density of 35, 40, 45, 50 ind/1500 cm2. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and followed by Duncan analysis. The result of this research showed that density significantly affected (P0,05) the absolute length growth, absolute width, weekly growth rate, and survival rate of oyster spat (Crassostrea sp.). The highest growth of oyster spat (Crassostrea sp.) was found in treatment A with 35 ind/1500 cm2, the absolute length growth was 3,28 cm, absolute width 3,05 cm, and survival of  99 %.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh padat tebar yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup spat tiram pedaging (Crassosstrea sp.) yang dibudidayakan dengan metode apung. Penelitian ini  dilaksanakan di perairan intertidal desa Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh selama 3 (tiga) bulan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksperimental yang disusun dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan, dengan  padat tebar 35, 40, 45, 50 ind/1500 cm2. Data dianalisis dengan menggunakan uji ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar yang berbeda berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan panjang mutlak, lebar mutlak, laju pertumbuhan panjang mingguan (LPPM), dan kelangsungan hidup spat tiram pedaging (Crassosstrea sp.). Nilai pertumbuhan tetinggi spat tiram pedaging diperoleh pada perlakuan A dengan 35 ind/1500 cm2, pertumbuhan panjang mutlak (PM) 3,28 cm, lebar mutlak (LM) 3,05 cm, dan kelangsungan hidup dengan persentase 99 %. 
APLIKASI EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (JATROPHA CURCAS) PADA TELUR IKAN MAS KOKI (CARASIUS AURATUS) UNTUK MENCEGAH SERANGAN JAMUR Muhammad R. Maulana; Irma Dewiyanti; Sofyatuddin Karina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe objective of the study was to figure out the effect of Jatropha curcas leaf extract on the hatching rate and prevalence of fungal infection on goldfish eggs (C. auratus). The research was conducted at Marine Fish Hatchery Laboratory, Marine and Fisheries Faculty, Syiah Kuala University on February 2018. The research used Completely Randomized Design with Seven treatment of extract concentration, namely ; 0, 20, 40, 60, 80, 100 and 120 ppm with Three replications. The result of ANSIRA showed that J. curcas leaf extract gave the significant effect on hatching rate and prevalence of fugal infection on goldfish eggs (P0,05). The highest hatching rate (79,66%) and the lowest prevalence (20,33%) were obtained at extract concentration of 120 ppmKey Word : Jatropha curcas, Prevalence, Hatching rate, Goldfish. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas) terhadap daya tetas telur dan prevalensi infeksi jamur pada telur ikan mas koki (C. auratus). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pembenihan ikan Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala, pada bulan Februari 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 taraf perlakuan konsentrasi yaitu: 0, 20, 40, 60, 80, 100 dan 120 ppm dengan 3 kali pengulangan. Hasil uji ANSIRA menunjukkan bahwa ekstrak daun jarak pagar berpengaruh nyata terhadap daya tetas dan prevalensi infeksi jamur pada telur ikan mas koki (P0,05). Nilai daya tetas telur tertinggi 79,66% dan nilai prevalensi terendah 20,33% yang diperoleh pada konsentrasi ekstrak 120 ppm.Kata kunci : Daun jarak, Prevalensi, Hatching rate, Ikan mas koki. PENDAHULUANIkan mas koki (Carasius auratus) merupakan salah satu dari beberapa komoditi ikan hias air tawar yang banyak diminati di dalam maupun luar negeri serta memiliki peluang bisnis yang menjanjikan untuk dikembangkan. Potensi ikan hias di Aceh masih berpeluang besar untuk dikembangkan hal ini mengingat produksi ikan hias yang sebahagian besar masih mengandalkan pemasokan dari luar daerah misalnya Medan, Jawa dan beberapa wilayah lainnya. Data Kementrian Perdagangan menyebutkan bahwa neraca permintaan ikan hias setiap tahunya terus mengalamai peningkatan. Kontribusi ekspor ikan hias pada 2011 mencapai 13,26 juta dollar AS dan hingga April 2012 telah mencapai 5,24 juta dollar AS. Sehingga bisnis ikan hias memiliki pontensi besar untuk dikembangkan. Hal ini juga didukung dengan adanya wacana pengembangan ekspor ikan hias oleh Menteri Perdagangan pada tahun 2013 menyatakan produksi ikan hias ini dapat dimanfaatkan sebagai cadangan devisa negara (Kemendag, 2013). Budidaya ikan mas koki ini cukup diminati disebabkan oleh siklus pemijahannya yang singkat yaitu 2 – 3 bulan (Lingga dan Susanto, 1999). Namun, tahap awal budidaya, pembenihan ikan mas koki masih terkendala oleh beberapa hal seperti rendahnya kualitas induk unggul, kelangsungan hidup larva serta derajat penetasan telur yang masih rendah yang berkisar antara 40 – 50% (Fajrin et al., 2012).Derajat penetasan adalah persentase penetasan telur selama pemeliharaan. Menurut Tang dan Affandi (2000), daya tetas telur ikan sangat didukung oleh beberapa aspek, salah satunya kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan yang kurang mendukung seperti kualitas air dapat menyebabkan telur ikan terserang jamur sehingga menghambat daya tetas telur serta kelangsungan hidup larva. Menurut Hapsari (2014), jamur dari jenis Saprolegnia merupakan jenis jamur yang umumnya paling banyak ditemukan pada telur dan ikan air tawar maupun air payau. Penggunaan obat – obatan kimia seperti malachite green, asam asetat dan formalin akan bersifat residu serta dapat berefek negatif terhadap lingkungan (Purwakusuma, 2002). Untuk mencegah permasalahan tersebut, diperlukan salah satu obat yang ramah lingkungan seperti ekstrak bahan alam.Beberapa kajian terhadap bahan alam yang pernah digunakan untuk mencegah serangan jamur pada telur ikan adalah A. marina konsentrasi 50 ppm (Rahmi, 2016), Jahe (Zingiber officinale) konsentrasi 50% (Hapsari et al., 2011), Kunyit (Curcuma domestica) konsentrasi 70% (Harisna, 2010) dan Mahoni (Swietenia macrophylla King) konsentrasi 50 ppm(Mardisadora, 2010). Kajian ini akan difokuskan pada penggunaan ekstrak daun jarak untuk mencegah jamur saprolegnia pada telur ikan mas koki. Sari (2012) menyatakan daun jarak selama ini hanya dimanfaatkan sebagai obat – obatan tradisional yaitu sebagai antibakteri (Pratiwi, 2008). Namun penggunaanya pada bidang perikanan belum pernah dikaji. Menurut Agnita et al. (2014), ekstrak daun jarak (J. curcas) mengandung senyawa flavonoid. Flavonoid pada umumnya dapat bersifat antioksida maupun anti jamur. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengkajian mengenai efektifitas konsentrasi ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas) terhadap daya tetas telur ikan mas koki (C. auratus) yang terserang serangan jamur. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengkajian mengenai pengaruh ekstrak daun jarak pagar terhadap daya tetas telur dan prevalensi infeksi jamur pada telur ikan mas koki (C. Auratus).
Pengayaan Daphnia magna Dengan Dosis Azolla microphylla Fermentasi Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Fitriani Sri Wahyuny; Irma Dewiyanti; Iwan Hasri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.032 KB)

Abstract

The objective of this research was to find out the effectivity of Daphnia magna enriched Azolla microphylla fermentation with different dosages on the growth and survival rate of  tilapialarvae (Oreochromis niloticus). The research was conducted with experimental method using Completely Randomized Design with five treatments and three replication. The treatments with different dosages A. microphylla fermentation were A (control), B (1ml/L), C (2ml/L), D (3ml/L), and E (4ml/L). The result of ANOVA test showed that Daphnia magna enriched with Azolla microphylla has significant effect on the growth and survival rate of larvae tilapia (P0,05). The results shown that the highest growth was achieved by feeding with doses 4 ml/L A. microphylla fermentation (treatments E) in absolute length 0,22 cm, absolute weight 0,0201 gr, and specific growth rate 7,9161 %/day, while the lowest value was in treatment A without giving Azolla microphylla fermentation on Daphnia magna.The survival rate highest in treatment D (87.33%).The growth and survival rate of tilapia larvae (O. niloticus) were given A. microphylla fermentation was higher compared with control.              Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Daphnia magna  yang dipekaya Azolla microphylla fermentasi dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan nila (Oreochromis niloticus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah experimental dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial, dengan 5 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan perbedaan dosis A. microphylla fermentasi yaitu perlakuan A (kontrol), B (1ml/L), C (2ml/L), D (3ml/L), dan E (4ml/L). Hasil uji ANOVA menunjukan bahwa pemberian Daphnia magna yang diperkaya dengan A. microphylla berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hisup larva ikan nila (P0,05). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa nilai tertinggi berada pada pemberian dosis 4 ml/L A.microphylla fermentasi (perlakuan E)  untuk parameter pertumbuhan, dimana nilai panjang mutlak 0,22 cm, bobot mutlak 0,0201 gr, dan specific growth rate7,9161 %/hari. Tingkat kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan D yaitu 87,33 %.Pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan nila (O. niloticus) yang diberikan A. microphylla fermentasi lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol
Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila Gesit (Oreochromis niloticus) Pada Sistem Akuaponik Dengan Jenis Tanaman Yang Berbeda Muhammad Mulqan; Sayyid Afdhal El Rahimi; Irma Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.068 KB)

Abstract

ABSTRACTAquaponics system is a farming system which saving land use and improving the efficiency of nutrient utilization of residual feed and fish metabolism. This system is environmentally friendly fish farming. This research was aimed to measure the growth and survival rate of tilapia (Oreochromis niloticus) on the use of Aquaponics system with different plant species. The difference treatment consisted of four treatments and three repetitions which used plant kale, collards, lettuce and control. Research results for the 30 days of maintenance showed that the increase in the absolute highest weight value by 7.16 ± 0.94 g, the length was 4.53 ± 0.78 cm, the specific growth rate (SGR) was 2.36 ± 0.079 g / day and the survival rate of fish was 95 ± 5.00 % found in treatment plants using kale, while the lowest value was in the control treatment. ANOVA test results showed that the maintenance of the Aquaponics system with different plants did not significantly affect the growth of absolute weight, the length, the specific growth rate (SGR) and survival rates of tilapia agile (P 0.05). The quality of water in all treatments generally described that the range were still running in tolerance limit and were not harmful to the growth of tilapia.Keywords: Aquaponics, Juvenile Tilapia (Oreochromis niloticus), Growth, Survival rate,   Different plantsABSTRAKBudidaya ikan sistem akuaponik merupakan sistem budidaya yang dapat menghemat penggunaan lahan dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan hara dari sisa pakan serta metabolisme ikan. Sistem ini merupakan budidaya ikan yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian adalah mengukur pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila gesit (Oreochromis niloticus) pada penggunaan sistem akuaponik dengan jenis tanaman yang berbeda. Perbedaan perlakuan terdiri dari empat perlakuan dan tiga pengulangan yaitu menggunakan tanaman kangkung, sawi, selada dan kontrol. Hasil penelitian selama pemeliharaan 30 hari menunjukkan bahwa peningkatan nilai tertinggi pertumbuhan berat mutlak sebesar 7,16±0,94 g, pertambahan panjang sebesar 4,53±0,78 cm, laju pertumbuhan spesifik (SGR) sebesar 2,36±0,079 %/hari dan tingkat kelangsungan hidup ikan sebesar 95±5,00 % terdapat pada perlakuan menggunakan tanaman kangkung. Sedangkan nilai terendah terdapat pada perlakuan kontrol. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemeliharaan pada sistem akuaponik dengan tanaman yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak, pertambahan panjang, laju pertumbuhan spesifik (SGR) dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila gesit (P0.05). Kualitas air pada semua perlakuan secara umum menggambarkan kisaran yang masih berada dalam batas toleransi dan tidak membahayakan bagi pertumbuhan ikan nila gesit. Kata kunci: Akuaponik, Benih Nila Gesit (Oreochromis niloticus), Pertumbuhan, kelangsungan Hidup, Tumbuhan yang berbeda