Claim Missing Document
Check
Articles

Kelimpahan dan Pola Sebaran Bulu Babi (Echinodea) di Perairan Pulau Klah Kota Sabang Juliawan Juliawan; Irma Dewiyanti; Nurfadillah Nurfadillah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.677 KB)

Abstract

The objective of the present study was to evaluate the abundance and distribution pattern of sea urchin (Echinodea) in the water of the island Klah of Sabang city. The research was carried out on January 2017 to February 2017. Survey was done by purposive sampling method. Sea urchin data retrieval using transects square method. A twenty-five meter length of transect line were established in the depth of 2 m. The abundance of sea urchins found on the island of Klah Kota Sabang generally ranged from 0.316 to 1.168 ind / m2 where the highest abundance at station 2 and the lowest abundance at station 3. The research result discovered three types of sea urchin namely Diadema setosum, Echinometra mathaei, andEchinotrix calamaris. The abundance of Diadema setosum ranged 0.24 – 0.932 ind/ m2, Echinometra mathaei ranged 0.012 – 0.104 ind/ m2 and Echinotrix calamaris ranged 0.012 – 0.132 ind/ m2. The distribution pattern of Diadema setosum has clumped distribution and Echinometra mathaei, andEchinotrix calamaris has unifom distribution.       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan pola sebaran  bulu babi (Echinodea) di perairan Pulau Klah Kota Sabang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2017 sampai Februari 2017.Pengamatan dilakukan secara purposive sampling. Pengambilan data bulu babi menggunakan metode transek kuadrat. Panjang transek 25 m2pada kedalaman 2 m secara horizontal. Kelimpahan bulu babi yang ditemukan pada pulau Klah Kota Sabang secara umum memiliki kisaran dari 0,316 – 1,168 ind/m2 dimana kelimpahan tertinggi pada stasiun 2 dan kelimpahan terendah pada stasiun 3. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 3 jenis bulu babi, yaitu Diadema setosum, Echinometra mathaei, dan Echinotrix calamaris. Kelimpahanpada Diadema setosum berkisar0,24 - 0,93 ind/ m2, Echinometra mathaei berkisar 0,012 - 0,104 ind/ m2d anEchinotrix calamari berkisar 0,012 - 0,132 ind/ m2. Pola sebaran Diadema setosum adalah mengelompok dan pola sebaran Echinometra mathaei, dan Echinotrix calamaris adalahseragam.
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS HASIL FERMENTASI TEPUNG BIJI KEDELAI DENGAN RAGI TERHADAP PERTUMBUHAN POPULASI Daphnia magna Wahyu Prastya; Irma Dewiyanti; Teuku Ridwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.43 KB)

Abstract

The aim of this study was to know the precise doses for rapid growth of Daphnia magna’s population. This study was conducted at Brackiswater Aquaculture Development Center in July 2015. This study used 4 treatment and 5 replications, the treatments were fermentation of soybean seeds flour with yeast, i.e A= 0,02 gr/l, B= 0,04 gr/l, C= 0,06 gr/l, and D= 0,08 gr/l in doses. The result of ANOVA test shown that fermentation of soybean seeds flour with yeast with doses 0,06 gr/l has significant difference on rapid growth of Daphnia magna’s population (p0,05). The result of this study shown that the highest population was 1.724 ind/l in 0,06 gr/l in doses, with the peak of population in the twelfth of days. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis yang tepat terhadap laju pertumbuhan populasi Daphnia magna. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Perikana Budidaya Air Payau (BPBAP), Juli 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 taraf perlakuan dan 5 ulangan. Pemberian dosis yang di berikan berupa A= 0,02 gr/l, B= 0,04 gr/l, C=0,06 gr/l, D= 0,08 gr/l. Daphnia magna yang ditebar selama 16 hari dengan wadah uji berupa stoples (vol. 20 liter) dengan padat penebaran 10 ind/l. Berdasarkan hasil uji ANOVA menunjukan bahwa pakan hasil fermentasi tepung kedelai dan ragi yang berbeda berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan populasi Daphnia magna (P0,05). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa nilai tertinggi pada puncak populasi yakni pada pemberian dosis 0,06 gr/l sebanyak 1.724 ind/l dengan puncak populasi padahari ke-12.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DIBEBERAPA MUARA SUNGAI KECAMATAN SUSOH KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Razky Yatul Sidik; Irma Dewiyanti; Chitra Octavina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.193 KB)

Abstract

This research was about  the structure of macrozoobenthos community in several estuary in Susoh Subdistrict of West Aceh (Abdya). The aim of this research was to determine macrozoobenthos community which lives in several river mouths in Susoh subdistrict of West Aceh (Abdya) based on species density, index diversity, evenness, and dominance. The research was conducted from February to March 2016. There was 5 research stations. Namely, Pulau Kayu, Kedai Susoh, Palak Kerambi Sankalan and Rubek Meupayong. The sample collected in each research station was perfomed by using purposive method based on certain consideration of the sample existence in research location. It was implemented 5 repetitions randomly in each station. The result of research showed 18 macrozoobenthos species which was classified into 3 sections, namely Gastropoda, Bivalvia and Malacostraca. The highest density was found in Sangkalan station with number 157 ind/m2 and the lowest was found in Pulau Kayu station by number 64,8 ind/m2. The diversity index (H') in all stations ranged between 0,68-1,11. This value was included in medium category. While the evenness index ranged between 0,31-0,60 included in low to medium category, and lastly the dominance index ranged about 0,23-0,36 included in low category. Penelitian tentang struktur komunitas makrozoobentos di beberapa muara sungai Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan struktur komunitas makrozoobentos yang hidup di beberapa muara sungai Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya berdasarkan kepadatan jenis, indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi.Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2016.Terdapat 5 lokasi stasiun penelitian yaitu Pulau Kayu, Kedai Susoh, Palak Kerambil, Sangkalan dan Rubek Meupayong.Pengambilan sampel pada setiap stasiun penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu berdasarkan pertimbangan tertentu atas keberadaan sampel di lokasi penelitian, pada setiap stasiun dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali secara acak.Hasil penelitian ditemukan 18 spesies makrozoobentos yang tergolong dalam 3 kelas yaitu Gastropoda, Bivalvia dan Malacostraca. Kepadatan tertinggi terdapat pada stasiun Sangkalan dengan jumlah 157 ind/m2 dan terendah pada stasiun Pulau Kayu dengan jumlah 64,8 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman (H’) pada semua stasiun berkisar antara 0,68-1,11, nilai ini tergolong dalam kategori sedang, nilai indeks keseragaman berkisar antara 0,31-0,60 tergolong dalam kategori rendah sampai sedang, dan nilai indeks dominansi berkisar antara 0,23-0,36 tergolong dalam kategori rendah. 
VARIASI PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH KULIT KOPI ARABIKA TERHADAP PERTUMBUHAN Azolla microphylla Khairul Umam; Irma Dewiyanti; Iwan Hasri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.277 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penggunaan limbah kulit kopi arabika terhadap pertumbuhan Azolla microphylla, dan mengatahui perlakuan yang terbaik pada A. microphylla. Penelitian ini dilaksanakan di UPT-BBI Lukup Badak, Aceh Tenggah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu pemberian pupuk A:0 g/m2, B:100 g/m2, C: 200 g/m2, D: 300 g/m2 dan E: 400 g/m2 dengan 3 ulangan. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian pupuk limbah kulit kopi Arabika berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan relatif, pertambahan biomassa, waktu penggandaan dan kepadatan A.microphylla (p0,05). Laju pertumbuhan relatif, pertambahan biomassa, waktu penggandaan, dan  kepadatan A. microphylla dengan pemberian pupuk limbah kulit kopi arabika terbaik terdapat pada perlakuan E dengan dosis 400 g/m2. Analisa Kandungan protein terbanyak pada A. microphylla terdapat pada pemberian perlakuan E yaitu 28,89% dan terendah pada perlakuan A yaitu 21,89% dari berat kering. ABSTRACTThis research aimed to analyze the influence of the use of the Arabica coffee leather waste toward the growth of Azolla microphylla, and to know the best treatment on A. microphylla. This research was conducted in the UPT-BBI Lukup Badak, Aceh Tenggah. This study used a randomized complete design (RAL) consisting of 5 treatments, namely granting fertilizer A:0 g/m2, B:100 g/m2, C: 200 g/m2, D: 300 g/m2 and E: 400 g/m2 with 3 replicates. ANOVA test results showed that the granting of Arabica coffee leather waste fertilizer had significant effect toward the relative growth rate, increasing biomass, doubling time and a density of A. microphylla (p 0.05). The relative growth rate, increasing biomass, doubling time, and the density of A. microphylla by granting the best Arabica coffee leather waste fertilizer can be found on the treatment E with dose 400 g/m2. Analysis of the highest protein content on A. microphylla can be found on granting treatment E namely 28.89% and lowest in treatment A namely 21.89% of dry weight. 
DISTRIBUSI DAN KEPADATAN KERANG DARAH (Anadara sp. ) BERDASARKAN TEKSTUR SUBSTRAT DI PERAIRAN ULEE LHEUE BANDA ACEH Lindawaty Lindawaty; Irma Dewiyanti; Sofyatuddin Karina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.792 KB)

Abstract

This research to was carried out determine the distribution and density of shell  (Anadara sp.) and its relations to the substrate texture at Ulee Lheue coastal Banda Aceh. This research was conducted on November 2016. The distribution was calculated using index  Morisita. and The substrate texture was analyzed using a pipette method it was calculated using a triangular diagram Millar and organic material was the analyzed at the Laboratory Agriculture Faculty Syiah Kuala. It was obtained the texture of the the substrate at station I and III were sand argillaceous while the station II and IV in the form of sandy clay loam. three types of Anadara sp. Found in this study A. Granossa with the density ranged from 6-50 ind/m2, A. maculosa 3 - 43 ind/m2 and A. inflata 3-29 ind/m2 respectively. Keywords: Anadara, density, distribution, Ulee Lheue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan kepadatan kerang darah Anadara sp. serta hubungannya dengan tekstur substrat di perairan Ulee Lheu Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2016.Pola sebaran dihitung menggunakan indeks Morisita. Tekstur tanah dianalisis menggunakan metode pipet dan dihitung dengan menggunakan diagram segitiga Millar dan bahan organik di analisis di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Unsyiah. Tekstur substrat pada stasiun 1 dan III didapati pasir berlempung sedangkan stasiun II dan IV berupa lempung liat berpasir.Diperoleh 3 jenis kerang Anadara sp. pada A. granossa dengan kepadatan berkisar 6-50 ind/m2, untuk A. maculosa dengan kepadatan  berkisar 3-43 ind/m2 dan A. inflata 29 ind/m2.   Kata kunci : Anadara, kepadatan, distribusi, Ulee Lheue.   
Keanekaragaman Jenis Ikan di Perairan Mangrove Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh Akhmal Busyairi; Irma Dewiyanti; Sri Agustina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.593 KB)

Abstract

Mangrove ecosystem has an important role for most aquatic organisms that depend on this ecosystem as the spawning ground, feeding ground and nursery ground. The purpose of the study was to identify species and determine the fish diversity that found in mangrove area in Gampong Jawa Kuta Raja district. The study was conducted in April 2017. The samples were taken using gill net (5 m x 1 m) with the mesh size of 1.5 inches. The samples were taken at 4 different stations that were conducted by purposive sampling method. Samples were collected twice a day. It found 10 families of 11 species with a total catch of 167 fish. The highest biodiversity value was 1.64, which means that diversity in the ecosystem was moderate. The highest dominant index obtained was 0.31 (low categorized). The value of the similarity index showed that the similarity of species in the ecosystem was high.       Ekosistem mangrove berperan penting dalam kelangsungan hidup sebagian besar organisme air baik dalam proses pemijahan, pembesaran, hingga sebagai tempat mencari makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis serta keanekaragaman ikan yang terdapat di perairan mangrove di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2017. Sampel yang diambil menggunakan jaring insang dengan panjang 5 m dan lebar 1 m dan ukuran mata jaring sebesar 1.5 inchi. Sampel diambil pada 4 stasiun yang berbeda.Teknik pemilihan lokasi dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari. Hasil penelitian mengindentifikai 10 famili dari 11 spesies ikan dengan total tangkapan sebanyak 167 ekor. Nilai keanekaragaman tertinggi yaitu berkisar 1.64, yang berarti bahwa keanekaragaman pada ekosistem tersebut tergolong sedang. Indeks dominansi tertinggi yang diperoleh yaitu berkisar 0.31 dan masuk ke dalam kategori rendah. Nilai indeks similaritas menunjukkan bahwa angka kesamaan jenis pada ekosistem tersebut tergolong tinggi.
Dugaan Serapan Karbon pada Vegetasi Mangrove di Kawasan Mangrove Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang Meivi Iswandar; Irma Dewiyanti; Viqqi Kurnianda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.104 KB)

Abstract

Research on prediction of carbon uptake in mangrove vegetation has been done in mangrove area Gampong Iboih, Sukakarya sub-district, Sabang city. Mangrove forests have a similar role to other forests to absorb carbon dioxide (CO2) so that it can help in the prevention of climate change. The purpose of this study was to estimate carbon uptake (C) in Rhizophora sp. and Bruguiera sp. in Gampong Iboih, Sukakarya sub-district, Sabang city. This research was conducted in June 2017. The method used in this research was purposive sampling method to determine two observation station, the sample was taken once without repetition. The results of this study indicate that mangroves in Rhizophora sp. has a role in carbon uptake in amount 21,344,73 g/trees. The most carbon-absorbing part of the tree is the stem part in amount 9.729 g/tree. While Bruguiera sp. absorbing carbon dioxide of 2,890.12 g/tree. The part of the tree that absorbs the most carbon is the root part of 774.37 g/tree. The larger the biomass, the greater the potential for carbon uptake.       Telah dilakukan penelitian tentang dugaan serapan karbon pada vegetasi mangrove di kawasan mangrove Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Hutan mangrove memiliki peran yang sama dengan hutan yang lainya untuk menyerap karbon dioksida (CO2) sehingga dapat membantu dalam pencegahan perubahan iklim. Tujuan penelitian ini adalah untuk menduga serapan karbon (C) pada vegetasi mangrove jenis Rhizophora sp. dan Bruguiera sp. di kawasan mangrove Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Purposive sampling untuk menentukan dua stasiun pengamatan, sampel diambil sekali tanpa pengulangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mangrove pada jenis Rhizophora sp. memiliki peran dalam penyerapan karbon sebesar 21.344,73 g/pohon. Bagian pohon yang paling banyak menyerap karbon adalah bagian batang sebesar 9.729 g/pohon. Sedangkan Bruguiera sp. menyerap karbon dioksida sebesar 2.890,12 g/pohon. Bagian pohon yang paling banyak menyerap karbon adalah bagian akar sebesar 774,37 g/pohon. Semakin besar biomassa, maka akan semakin besar pula potensi serapan karbonnya. 
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN ROTIFERA (Brachionus plicatilis) Irawanti Irawanti; Cut Nanda Defira; Irma Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.093 KB)

Abstract

The objective of this study was to analyze the effect of the different feed on rotifers (Brachionus plicatilis) growth rate. The research was conducted at brackish water Aquaculture Development center, Ujung Batee. The research used the non factorial Completely Randomized Design with fine treatments of feed, nabely : Control (Nannocloropsis), 100 gof tempe, 100 g of shrimp paste, 50 g of tempe + 50 g of shrimp paste, 70 g of tempe + 30 g of shrimp paste with three replicatins. The Bioassay was 20 ind/ml of Brachions plicatilis. The result of ANOVA shomed that the different conposition of tempe and shrimp paste gave the significant effect (p 0.05 )on the growth rate of rotifers. The best growth rate was obtained at treatment with 50 g of tempe + 50 g of shrimp paste.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pakan yang berbeda terhadap laju pertumbuhan rotifera (Brachionus plicatilis). Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2015 sampai dengan November 2015 bertempat di BalaiBudidaya Air Payau Ujung Batee. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan 5 taraf perlakuan berdasarkan pakan uji, yaitu kontrol (Nannocloropsis),tempe 100 g, terasi 100 g, tempe 50 g + terasi 50 g, tempe 70 g + terasi 30 g dengan tiga kali ulangan. Organisme uji yang digunakan adalah Brachionus plicatilis sebanyak 20 individu/ml. Hasil uji ANOVA menunjukan bahwa variasi pemberian pakan terasi dan tempe tiap perlakuan berpengaruh nyata (P0,05) terhadap laju pertumbuhan rotifera. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan 50 g tempe + 50 g terasi. 
HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN YANG TERTANGKAP DI KRUENG SIMPOE, KABUPATEN BIREUN, ACEH Zahrul Fuadi; Irma Dewiyanti; Syahrul Purnawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.175 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang hubungan panjang berat dan factor kondisi ikan yang ditemukan di Krueng Simpoe, Kabupaten Bireun, Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui distribusi ukuran ikan dan menganalisis hubungan panjang berat ikan yang didapat di Krueng Simpoe. Ikan yang didapat yaitu ikan Rasbora sp dan Puntius brevis. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan November 2015, dengan menggunakan jarring dan jala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan Rasbora sp dan Puntius brevis memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif. Selain itu, factor kondisi berat relative menunjukkan angka diatas 100. Faktor kondisi fulton perairan Krueng Simpoe mengindikasikan secara relatif dalam keadaan baik.  Kata kunci : hubungan panjang berat, factor kondisi, allometrik  The research is about the length weight relationships and condition factor of the freshwater fishes which were found in Simpoe River, Bireun, Aceh. The research purpose is to know the distribution of sizes fishes and to analyze length weight relationships fishes found in Simpoe River. The fishes are Rasbora sp and Puntius brevis. The sampling was conducted on November, 2015 by using net and castnet. The results revealed that Rasbora sp and Puntius brevis have allometric negative growth pattern. In addition, the relative weight condition factor’s was over 100. And the Fulton’s condition factor were not different significantly among fishes. It means that the Fulton’s condition at Krueng Simpoe indicating good condition and well growth.Keywords : length weight relationships, condition factor, allometric
KAJIAN STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DI SUNGAI KUALA TUHA KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA Wanidar Wanidar; M. Ali Sarong; Irma Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.576 KB)

Abstract

A study of macrozobenthos comunity structure in Kuala Tuha river of Kuala Pesisir subdistrict Nagan Raya was conducted in November 2015 and Mei 2016. The purpose of this study was to determine comunity structure macrozobenthos including the spesies composition and subtrate texture, density, frequency of attendence and diversity. The method used in determining the station were purposive sampling method. In every station determined by six plot three in left river and three in right river, the data analysis of spesies composition were used percentage’s formula, density was used by density formula, frequency of attendance by frequency attendance formula and diversity by diversity index formula. The result  in November 2015 showed that (1) spesies composition it was found 4 mollusca 1 spesies of bivalves 2 spesies gastropods and 1 spesies malacostraca (2) The density ranged from 375 ind/m2- 875 ind/m2 (3) The frequency of attendance  ranged from 33.24%-55% (4) Diversity ranged from 1.46-1.53 (5) and  substrate texture in location research is sandy clay, dust and dusty clay. In may 2016 the showed that (1) spesies composition it was found 8  mollusca, 6 spesies gastropods, 1 spesies bivalves, 1 spesies malacostraca (2) The density ranged from 34 ind/m2-51 ind/m2, (3) Diversity ranged from 2.60-2.78 (4) and frequency of attendance of all three stasions is 100%. The conclusion obtained were: (1) The type of gastropode in may 2016  was higher than November 2015 (2) The density in May 2016 was higher November 2015 (3) Frequency of attendance in  May 2016 often,  while the frequency of attendance in November 2015 rarely (4)  The diversty in November 2015 was low while in May 2016 was moderate.  Penelitian tentang Kajian Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Sungai Kuala Tuha Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya telah dilakukan pada bulan November 2015 dan Mei 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobenthos yang meliputi komposisi jenis dan tipe substrat, kepadatan, frekuensi kehadiran dan keanekaragaman. Penentuan stasiun penelitian dilakukan dengan  metode purposive sampling.  Pada setiap stasiun ditentukan plot sebanyak 6 plot, 3 di sisi kiri sungai dan 3 sisi kanan sungai. Analisa data tentang komposisi jenis dihitung dengan menggunakan rumus komposisi jenis, kepadatan dengan rumus kepadatan, frekuensi kehadiran dengan rumus frekuensi kehadiran dan keanekaragaman dengan rumus  indek keanekaragaman. Hasil penelitian bulan November 2015 menunjukkan (1) komposisi jenis ditemukan 4 spesies moluska terdiri dari, 1 spesies Bivalvia, 2 spesies Gastropoda dan 1 spesies malacostraca (2) Kepadatan berkisar 375 ind/m2-875 ind/m2, (3) Frekuensi kehadiran berkisar 33,24%-55,25%,(4) Keanekaragaman berkisar 1,46-1,53 (5) Tekstur substrat di lokasi penelitian adalah lempung pasir, debu dan lempung berdebu. Pada bulan Mei 2016  menunujukkan (1) komposisi jenis ditemukan 6 spesies moluska 6 spesies Gastropoda 1 spesies Bivalvia dan 1 spesies Malacostraca, (2) Kepadatan berkisar 34 ind/m2-51 ind/m2,(3) Keanekaragaman berkisar 2,60-2,78 (4) Frekuensi kehadiran dari ketiga stasiun adalah 100%. Kesimpulan adalah (1) Komposisi jenis Gastropoda bulan Mei 2016 lebih tinggi dari bulan November 2015, (2) Kepadatan bulan Mei 2016 lebih tinggi dibandingkan November 2015, (3) Frekuensi kehadiran bulan Mei sering  pada bulan November 2015 jarang, (4)  keanekaragaman November 2015  rendah, sedangkan pada bulan Mei 2016  sedang.