Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peranan Gugus Tugas Reforma Agraria dalam Penyelesaian Sengketa Pertanahan pada Kantor Pertanahan Kabupaten Serdang Bedagai Manurung, Shelvi; M. Yamin; Zaidar; Afnila
UNES Law Review Vol. 6 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i4.2145

Abstract

Kebijakan Reforma Agraria merupakan upaya untuk menata kembali hubungan antara masyarakat dengan tanah, yaitu menata kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan permukaan bumi yang berkeadilan di Indonesia melalui penataan aset dan disertai dengan penataan akses untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Dalam pelaksanaan penyediaan TORA di Kabupaten Serdang Bedagai, Gugus Tugas Reforma Agraria menemukan adanya tanah eks HGU PT. Deli Minatirta Karya yang sudah berakhir haknya. Berdasarkan ketentuan pada Perpres 86/2018 maka tanah tersebut dapat dijadikan sebagai objek TORA. Tantangan muncul karena tanah eks HGU tersebut ternyata bersengketa. GTRA harus terlebih dahulu menyelesaikan persoalan yang ada, kemudian mengidentifikasi tanah eks HGU menjadi objek TORA. Puncak persoalan terjadi saat Kelompok 80 melakukan demo penuntutan tanah eks HGU PT. Deli Minatirta Karya. Sehingga peneliti tertarik untuk mengkaji peranan GTRA dalam mengatasi sengketa pertanahan, pelakanaan GTRA apakah berhasil mencapai tujuannya dan apa kendala dalam pelaksanaanya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis empiris. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Terkait pengumpulan data dilakukan dengan 4 tahapan yaitu studi dokumen, observasi, wawancara, dan kuisioner yang dianalisis secara kualitatif.Peranan Gugus Tugas Reforma Agraria dalam penyelesaian sengketa tanah eks HGU PT. Deli Minatirta Karya belum maksimal, padahal pihak perusahaan PT. DMK sudah bersedia mengikuti program GTRA. Masih terdapat tuntutan pengembalian tanah eks HGU PT. DMK oleh Kelompok 80. Capaian tujuan pelaksanaan Gugus Tugas Reforma Agraria kurang maksimal, dimana berdasarkan hasil penelitian, bahwa sebagian besar masyarakat tidak merasakan manfaat adanya TORA. Kelompok 80 melakukan demo penuntutan pengembalian tanah eks HGU yang sudah menjadi objek TORA Upaya penyelesaian dalam mengatasi kendala dalam pelaksanaan Gugus Tugas Reforma Agraria yaitu melaksanakan koordinasi dengan Dinas Kehutanan atau instansi terkait mengenai pelepasan dari kawasan hutanHasil output identifikasi TORA menjadi tidak efektif karena tidak dilanjutkan dengan legalisasi aset melalui redistribusi tanah.
Sosialisasi Pembuatan Dan Pengaplikasian Pestisida Nabati Dari Daun Pepaya (Carica papaya L) Untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan I Wayan Merta; Kusmiyati; M. Yamin; Muhammad Rizki Assamsuli; Dian Susila Purnama; Baiq Fira Oktaviana; Yahya Efendi; Ni Luh Shanti Adriani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.14977

Abstract

Telah dilaksanakan sosialisasi pembuatan dan pengaplikasian pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya (Carica papaya L) sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman hortikultura, khususnya cabai, serta tingginya ketergantungan petani terhadap pestisida kimia yang mahal dan berisiko bagi lingkungan. Padahal, bahan baku alami seperti daun pepaya sangat melimpah di lingkungan desa. Metode kegiatan yang digunakan meliputi observasi lahan, sosialisasi, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung pembuatan pestisida nabati. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai bahaya residu kimia, manfaat pestisida nabati, teknik pengolahan daun pepaya, serta takaran pengaplikasiannya pada tanaman cabai. Selain itu, kegiatan ini mendorong masyarakat untuk mandiri dalam memproduksi sarana pengendalian hama yang ramah lingkungan dan ekonomis. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung penerapan sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan di Desa Lenek Daya
Sosialisasi Pembuatan Dan Pengaplikasian Pupuk Organik Kotoran Hewan (KOHE) Sapi Untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan Merta, I Wayan; Kusmiyati; M. Yamin; Lalu Gilang Daffa Nugroho; Irfan; Nur Khalisa Pratiwi; Antya Citta Sekar Ganitri; Rizkika Maulida
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.14978

Abstract

Pupuk kandang dari kotoran sapi merupakan salah satu jenis pupuk organik yang dihasilkan melalui proses penguraian bahan organik berupa limbah ternak, baik dengan cara fermentasi maupun pengomposan. Pupuk ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung produktivitas tanaman secara berkelanjutan. Pemanfaatan pupuk kandang tidak hanya memberikan manfaat bagi tanaman, tetapi juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat penumpukan limbah peternakan. Di Desa Lenek Daya, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, penggunaan pupuk kandang dari kotoran sapi menjadi solusi yang sangat relevan karena desa ini memiliki potensi besar di sektor peternakan, di mana sebagian besar masyarakat memelihara sapi sebagai sumber penghasilan tambahan. Metode kegiatan yang digunakan meliputi sosialisasi, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung pembuatan pupuk organik, dengan melibatkan masyarakat setempat serta UPTPP Lenek sebagai pemateri tambahan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai manfaat pupuk organik, teknik pengolahan kotoran sapi, serta cara pengaplikasiannya pada lahan pertanian. Selain itu, kegiatan ini mendorong masyarakat untuk memanfaatkan limbah ternak sapi secara lebih optimal, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta mendukung pelestarian lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung penerapan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Desa Lenek Daya
Pengenalan Tentang Model Akumulasi DDT Dan Kadmium Dalam Organ Tubuh Makhluk Hidup Pada Siswa SMPN 3 Palibelo Bima Melalui Kegiatan Pelatihan Khairuddin Khairuddin; M. Yamin; Kusmiyati; Syamsul Bakhri; Wirdullutfi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15381

Abstract

Proses penumpukan senyawa Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT) dan logam Kadmium (Cd) dalam organ tubuh makhluk hidup adalah pengetahuan penting untuk dipelajari dan dimengerti oleh siswa pada setiap tingkatan sekolah terutama siswa seperti SMPN 3 Palibelo Bima. Masalah yang ditemukan pada sekolah mitra yaitu bagaimana upaya yang harus dilakukan agar siswa dapat memahami konsep dan pengetahuan yang memadai tentang DDT dan logam berat Kadmium, dan keterampilan yang bagaimakah yang seharusnya dimengerti sejak awal oleh para murid di SMPN 3 Palibelo Bima agar dapat mengerti tentang model akumulasi DDT dan Cd pada organ tubuh makhluk hidup. Kegiatan pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman pada siswa tentang model akumulasi DDT dan Cd. Kegiatan pelatihan dapat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang model akumulsi DDT dan logam Cd. Sebagai kesimpulan dari pelatihan ini yaitu adanya pengetahuan yang memadai pada siswa SMPN 3 Palibelo Bima terhadap model akumulasi DDT dan logam berat Cd didalam tubuh makhluk hidup sehingga mengantarkan siswa SMPN 3 Palibelo Bima dalam menguasai tentang konsep model akumulasi DDT dan logam berat Cd dalam ritme kehidupan setiap hari