Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENYULUHAN OBAT KUMUR DAUN BIDARA ARAB (ZIZIPHUS SPINA-CRISTI L) SEBAGAI ANTIBAKTERI Novia, Devi; Yanuarto, Tri; Sari, Deta Puspita; Lestari, Etik; Abrori, Khadam; Rosalina, Mia; Bila, Salsa; Amarda, Vina Putri; Putri, Winda Samiya; Esti, Zalika Ridha
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25598

Abstract

Infeksi yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme tertentu atau bakteri. Daun bidara arab memiliki berbagai macam khasiat salah satunya sebagai antibakteri. Antibakteri adalah suatu zat yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan bakteri. Daun bidara arab merupakan salah satu tanaman obat yang kaya akan manfaat. Daun bidara arab mengandung berbagai senyawa aktif seperti flvonoid, saponin, dan tanin yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh dan mengatasi berbagai penyakit. Selain itu daun bidara juga memiliki sifat antioksidan, antibakteri dan antiinflamasi yang membuat efektif dalam menangkal radikal bebas, menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan mengurangi peradangan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada warga di Masjid sabililhaq jalan kuala alam Rt 13, Rw 04, Kel. Nusa Indah, Kec. Ratu Agung Kota Bengkulu dalam sosialisasi ”Penyuluhan Obat Kumur Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-cristi L) sebagai Antibakteri”. Hasil pengabdian masyarakat ini berupa foto dokumentasi kegiatan dan data hasil kuisioner kepada responden warga sebagai laporan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi STIKES Al-Fatah Bengkulu.
UJI SENSITIVITAS BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA EKSTRAK ETANOL 96% BUNGA KECOMBRANG (ETLINGERA ELATIOR JACK) DENGAN KONSENTRASI 1000 µG/ ML, 500 µG/ ML, 100 µG/ ML, 10 µG/ML Wiyati, Eka Putri; Yanuarto, Tri; Alfitroh, Ijazati; Hardini, Tika; Harleoni, Agustina
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.31086

Abstract

Bunga kecombrang (Etlingera Elatior Jack) bagian dari tanaman kecombrang yang mengangandung senyawa alkaloid, tanin, fenolik, triterpenoid, steroid dan glikosida  yang berperan sebagai anti mikroba baik gram positif maupun gram negatif. Staphylococcus aureus merupakan bakteri  patogen gram positif  spektrum  luas penyebab penyakit.  Ekstraksi etanol 96% dari  sampel Etlingera Elatior Jack dilakukan secara maserasi dan uji antibakterinya terhadap bakteri Staphylococcus aureus secara disc diffusion dengan menggunakan tiga kontrol positif antibiotik dari golongan berbeda yaitu Amoksilin, Eritromisin dan Gentamisin. Hasil  penelitian  menunjukan bahwa eksrak etanol Etlingera Elatior Jack memiliki sensitivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus yang relevan dengan tingkat konsentrasi. Semakin tinggi konsentrasi ektrak Etlingera Elatior Jack, semakin besar daya hambatnya.
PENENTUAN KADAR TOTAL ANTOSIANIN SERBUK EKSTRAK AIR BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DENGAN METODE pH DIFERENSIAL Yanuarto, Tri; Herlina, Herlina; Novia, Devi
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18671

Abstract

Senyawa antosianin dalam tumbuhan telang (Clitoria ternatea L.) lebih stabil pada kedaan asam.  Tujuan riset ini untuk mengetahui serbuk ekstrak air bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan penambahan asam tartrat 0,75 % mengandung senyawa antosianin dan mengetahui total antosianin. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai total antosianin serbuk ekstrak air bunga telang dengan penambahan asam tartrat 0,75%.Penelitian ini dilakukan identifikasi kandungan antosianin pada sampel serbuk ekstrak air bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan menggunakan pereaksi HCl 2 M dan NaOH 2 M, selanjutnya dilanjutkan uji kuantitatif yaitu total antosianin dengan metode pH differensial secara spektrofotometri uv-vis pada spektrum maksimum 510 nm dan 700 nm.Hasil identifikasi senyawa dari sampel serbuk ekstrak air bunga telang menunjukkan positif mengandug antosianin dan hasil uji total antosianin serbuk ekstrak air bunga telang penambahan asam tartrat 0,75% sebanyak 3 kali pengulangan menunjukkan rata-rata nilai kadar total antosianin sebesar 1,70 mg/L. Kadar asam yang besar maka total antosianin yang didapat semakin tinggi.Senyawa antosianin dalam tumbuhan telang (Clitoria ternatea L.) lebih stabil pada kedaan asam.  Tujuan riset ini untuk mengetahui serbuk ekstrak air bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan penambahan asam tartrat 0,75 % mengandung senyawa antosianin dan mengetahui total antosianin. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai total antosianin serbuk ekstrak air bunga telang dengan penambahan asam tartrat 0,75%.Penelitian ini dilakukan identifikasi kandungan antosianin pada sampel serbuk ekstrak air bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan menggunakan pereaksi HCl 2 M dan NaOH 2 M, selanjutnya dilanjutkan uji kuantitatif yaitu total antosianin dengan metode pH differensial secara spektrofotometri uv-vis pada spektrum maksimum 510 nm dan 700 nm.Hasil identifikasi senyawa dari sampel serbuk ekstrak air bunga telang menunjukkan positif mengandug antosianin dan hasil uji total antosianin serbuk ekstrak air bunga telang penambahan asam tartrat 0,75% sebanyak 3 kali pengulangan menunjukkan rata-rata nilai kadar total antosianin sebesar 1,70 mg/L. Kadar asam yang besar maka total antosianin yang didapat semakin tinggi.
UJI SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK INFUNDASI DAN EKSTRAK ETANOL 96% SECARA MASERASI DARI BIJI TELANG (Clitoria ternatea L.) Yanuarto, Tri; Tabela, Ade Juni Rian; Nabila, Cindiya Okta
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.24084

Abstract

Penggunaan bahan alam sebagai obat herbal semakin diminati karena dianggap lebih aman dan minim efek samping. Clitoria ternatea L. atau bunga telang dikenal memiliki berbagai senyawa bioaktif, namun bagian bijinya masih jarang dimanfaatkan, maka perlu dilakukan skrining fitokimia dan uji toksisitasnya untuk mngetahui kandungan metabolit sekunder dan tingkat keamanannya sebelum digunakan sebagai bahan baku sediaan farmasi. Penelitian ini mengekstraksi biji telang dengan menggunakan metode infundasi dan maserasi dan dilakukan skrining fitokimia secara kualitatif untuk mengidentifikasi senyawa aktif metabolit sekunder. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak infusa dan ekstrak etanol biji telang mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Hasil uji skrining ini dapat mendukung pemanfaatan biji telang sebagai bahan baku obat herbal yang memiliki dasar ilmiah yang jelas.
Formulasi Sediaan Krim Ekstrak Biji Telang Muda Segar (Clitoria ternatea L.) Dan Uji Penetapan Kadar Vitamin C firti pebrianti, yuriska; Yanuarto, Tri; Oktamauri, Ariesa
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paparan sinar matahari menjadi penyebab kerusakan kulit sehingga membutuhkan sediaan krim yang mengandung antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat mencegah terjadinya kerusakan akibat oksidasi, hal ini ditentukan pada biji telang muda segar (Clitoria ternatea L.) yang mana mengandung vitamin C. Penelitian ini memformulasikan ekstrak biji telang muda segar (Clitoria ternatea L.) menjadi sediaan krim dengan perbedaan konsentrasi 4%, 6% dan 8%. Penelitian dilakukan uji evaluasi sifat fisik (organoleptis, homogenitas, viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji tipe emulsi), (pH) dan uji penetapan kadar vitamin C dengan metode spektrofotometri.Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa uji sifat fisik (organoleptis, homogenitas, viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji tipe emulsi) telah memenuhi syarat, uji (pH) menunjukkan hasil nilai pH pada rentang 5,5 - 6,5 (memenuhi syarat) dan Hasilpenetapan kadar vitamin C tertinggi yaitu F3 sebesar 54,41%.Kata Kunci: Ekstrak Biji Telang Muda, Krim, Penetapan Kadar Vitamin C
FORMULASI DAN UJI TOTAL ANTOSIANIN SEDIAAN BATH BOMB DARI SERBUK SARI KULIT BUAH NAGA MERAH (Selenicereus monacanthus L.) Wafiq Azizah, Nanda; Putri Wiyati, Eka; Yanuarto, Tri
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Red Dragon Fruit Peel (Selenicereus monacanthus L.) is often considered waste, even though it contains bioactive compounds such as anthocyanins with high antioxidant activity. This study aimed to formulate bath bomb preparations from the red dragon fruit peel pollen (Selenicereus monacanthus L.) and to evaluate their physical properties and total anthocyanin content. The formulations were made with varying pollen concentrations of 5%, 7.5%, and 10%, followed by organoleptic, pH, dissolution time, foam height, stability, and qualitative and quantitative anthocyanin tests using the UV-Vis spectrophotometry method. Organoleptic testing showed that F3 (10%) had the most intense color, characteristic aroma, and solid form. In the pH test, F1 (5%) was the most stable formula and met the bath bomb pH range (8–11). All formulas met the dissolution time requirement (<5 minutes), with F2 (7.5%) showing the most optimal dissolution time among the pollen-containing formulas. In the foam height test, only F3 (10%) met the foam height criteria. Stability testing using the cycling test method showed that F3 had the best color, shape, and aroma stability over six storage cycles. Determination of total anthocyanin content showed that F3 (10%) had the highest level of 2.504 mg/L. Thus, it can be concluded that increasing pollen concentration enhances anthocyanin content and color stability but may affect pH reduction and foam formation. Keywords: Red dragon fruit peel; Pollen; Bath bomb; Anthocyanins
UJI EFEKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II A SEDIAAN NANO GEL EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) Safitri, Anjela; Lestari, gina; Yanuarto, Tri
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar derajat II A merupakan kondisi luka memberikan dampak pada rusaknya bagian epidermis dan sebagian dermis sehingga membutuhkan penanganan yang tepat sehingga semakin cepat tahapan penyembuhan. Riset yang dilakukan tujuannya mengevaluasi keefektifan sediaan nano gel diformulasikan dari kandungan bunga kecombrang (Etlingera elatior) untuk menyembukan akibat luka bakar mencit jantan (Mus musculus). Bunga kecombrang bisa memberikan pengetahuan kandungan senyawa aktif flavonoid, saponin, dan tanin mempunyai bersifat antiinflamasi dan antibakteri. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tiga variasi konsentrasi nano gel (3%, 5%, dan 7%). Pengujian sediaan mencakup pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pH, kemampuan sebar, daya lekat, dan viskositas. Uji efektivitas dilakukan dengan mengoleskan sediaan pada luka bakar buatan di punggung mencit dan dilakukan pengamatan 14 hari. Penelitian yang dilakukan semua formulasi mempunyai ciri pada bagian fisik yang baik. Pada uji efektivitas, formulasi dengan konsentrasi 7% mampu menyembukan luka lebih singkat melalui persentase penyembuhan sebesar 48%. Hal ini membuktikan bahwa nano gel ekstrak bunga kecombrang berpotensi berpotensi menjadi terapi topikal berbasis alami untuk luka bakar derajat II A.
Drug Related Problems (Drps) Penggunaan Obat Anti Asma Pada Pasien Pediatri Di Klinik ‘X’ KHAIRANI, NADILA; Yanuarto, Tri; Dharmayanti, Luky
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asthma is a chronic non-communicable disease, with a high prevalence among children in Indonesia, yet adequate treatment is still low. Unoptimally managed asthma can lead to relapses and reduce patients' quality of life. A crucial aspect of therapy is managing Drug-Related Problems (DRPs) in pediatric patients, who have different physiological characteristics than adults. This study aimed to determine the incidence and categories of DRPs based on the Cipolle classification: requiring additional medication, medication without indication, too high a dose, and too low a dose. This study used a descriptive, observational method with a retrospective approach, utilizing secondary data in the form of medical records of pediatric patients diagnosed with asthma from January to December 2024. Sampling was carried out using purposive sampling with a sample size of 101 patients with inclusion criteria. Data analysis was conducted descriptively to obtain the frequency and percentage of DRPs. The incidence of DRPs in pediatric patients with asthma was quite significant, with the most common DRPs being the need for additional medication, followed by too low a dose, then medication without an indication, and finally, too high a dose. Patient characteristics showed a predominance of male gender (60%), and the largest age group was 3–5 years (29.09%). The most common comorbidities were rhinitis (38.98%) and acute respiratory infections (ARI) (28.81%).
FORMULASI DAN UJIANTIINFLAMASI SALEP EKSTRAK RESIN JERNANG (Daemonorops Draco (Wild)) Blume PADA MENCIT JANTAN PUTIH(Wistar). Mayasari, Feliza; Novia, Devi; Yanuarto, Tri
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jernang sap (Daemonorops draco (Willd.) Blume) is the exudate of the jernang rattan fruit which has been traditionally used as a traditional medicine. The active compounds contained in it include flavonoids, saponins, terpenoids, alkaloids, and phenolics, which are known to have potential as anti-inflammatory agents. This study aims to design a topical preparation in the form of an ointment from jernang sap extract and to test its physical quality and anti-inflammatory effects in vivo. The extraction process was carried out using a maceration technique using 96% ethanol, then the extract obtained was formulated into three variations of ointment with different concentrations (F1: 1%, F2: 2%, F3: 3%), using a base of vaseline flavum, lanolin, and propyl paraben as a preservative. Testing the physical quality of the ointment included organoleptic examination, homogeneity, pH value, spreadability, and viscosity. Anti-inflammatory activity was tested using male mice (Mus musculus) induced with 1% carrageenan on the paws, and the edema volume was measured using a plethysmometer. The results showed that an ointment made from jernang extract could be prepared with stable physical properties during storage. ANOVA analysis and further testing showed that formulas with higher concentrations (F2 and F3) provided a significant inflammation-inhibiting effect, nearly comparable to the positive control, a 2.5% hydrocortisone ointment. Thus, jernang extract has potential as a natural ingredient for topical anti-inflammatory ointments.