Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL AGRIVIGOR

Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.) Organik pada Berbagai Jenis Pupuk Organik Kasim, Nurlina; Haring, Feranita; Aminah, St.Aminah
Jurnal Agrivigor VOLUME 14 NOMOR 1, JUNI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v14i1.42973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh POC babadotan dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frustescens L.). Penelitian ini dilaksanakan di Experimental Farm, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan pada Desember 2022- Mei 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sembilan perlakuan yaitu: tanpa perlakuan, 15 ml POC babadotan/80 ml air, 30 ml POC babadotan/80 ml air, 15 ton/ha pupuk kandang ayam, 30 ton/ha pupuk kandang ayam, 15 ml POC/80 ml air + 15 ton/ha pupuk kandang ayam, 15 ml POC /80 ml air + 30 ton/ha pupuk kandang ayam, 30 ml POC/80 ml air + 15 ton/ha pupuk kandang ayam, 30 ml POC/80 ml air + 30 ton/ha pupuk kandang ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis Perlakuan (30 ml POC babadotan/80 ml air + 30 ton/ha pupuk kandang ayam) memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman (41,92 cm), umur berbunga (73,00 HST), jumlah buah pertanaman (30,89 buah), panjang buah (4,36 cm), Diameter buah (7,27 mm), bobot buah perbuah (1,78 g), dan bobot buah pertanaman (29,54 g).
Pengaruh Pemberian Biochar Sekam Padi dan Mikrobat Terhadap Pertumbuhan dan Beberapa Aspek Ekofisiologi Tanaman Cengkeh Nasaruddin, Nasaruddin; Kasim, Nurlina; Awaluddin, Awaluddin
Jurnal Agrivigor VOLUME 14 NOMOR 2, DESEMBER 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v14i2.42980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengarun konsentrasi mikrobat dan pengaruh dosis biochar sekam padi terhadadap pertumbuhan dan fisiologi tanaman cengkeh dan untuk mengetahui interaksi mikrobat dan biochar sekam padi terhadap pertumbuhan dan fisiologi tanaman cengkeh. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sapobonto, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan pada Februari 2022 hingga Juni 2022. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan dengan menggunakan Faktorial 2 Faktor dengan RAK sebagai rancangan lingkungan, dimana perlakuannya adalah dosis biochar yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 0 Kg, 2.5 Kg dan 5 Kg. serta dosis biochar yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 ml.L-1, 10 ml.L-1, 20 ml.L-1, 30 ml.L-1 yang masing masing terdiri dari 2 unit dengan 3 ulangan sehingga terdapat 72 pohon tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi biochar sekam padi dan mikrobat terhadap pertambahan jumlah daun dan luas daun pada tanaman cengkeh, biochar sekam padi 5 Kg memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap waktu keluar tunas, pertambahan jumlah daun dan luas daun tanaman cengkeh, dan mikrobat memberikan pengaruh yang lebih baik pada penyerapan energi cahaya absorbs, refleksi dan transmisi.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik dan Perlakuan Jarak Tanam Dungga, Novaty Eny; Kasim, Nurlina; Nuranisa, Lilis
Jurnal Agrivigor VOLUME 15 NOMOR 1, JUNI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v15i1.43234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk organik dan perlakuan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian ini dilaksanakan di Experimental Farm, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan pada Februari-April 2023. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan percobaan faktorial 2 faktor dalam rancangan acak kelompok (RAK) sebagai rancangan lingkungannya. Faktor pertama adalah pupuk organik yang terdiri dari 5 yaitu tanpa pupuk organik, kompos limbah kulit buah kakao 15 ton/ha, kompos limbah kulit buah kakao 30 ton/ha, POC Nasa 2 ml/liter air, dan POC Nasa 4 ml/liter air. Faktor kedua adalah jarak tanam yang terdiri dari 2 yaitu 20 cm x 20 cm, dan 30 cm x 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan pupuk organik dan jarak tanam. Pemberian pupuk organik juga tidak memberikan pengaruh nyata pada semua parameter tanaman. Sedangkan perlakuan jarak tanam 20 cm x 20 cm memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman umur 28 HST (17,01 cm), jumlah daun umur 21 HST (5,18), bobot segar tanaman perplot dan bobot segar tajuk perplot (1745,87 g dan 1625,73 g), serta jumlah produksi perhektar (17,46 ton/ha).
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TIGA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI BIOSLURRY CAIR Kasim, Nurlina; Haring, Feranita; Asis, Baharuddin; Amin, A Rusdayani
Jurnal Agrivigor VOLUME 12 NOMOR 1, JUNI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v12i1.14317

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh bioslurry cair terhadap pertumbuhan dan produksi tiga varietas bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar dimulai pada bulan Juni sampai Agustus 2020. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan menggunakan rancangan petak terpisah (RPT). Petak utama adalah varietas yang terdiri atas 3 varietas yaitu: varietas bima, varietas super philip dan varietas tajuk. Sedangkan anak petak adalah konsentrasi bioslurry cair terdiri dari 4 taraf, yaitu: konsentrasi 0 mL.L-1; konsentrasi 50 mL.L-1; konsentrasi 100 mL.L-1 dan konsentrasi 150 mL.L-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara varietas tajuk dengan konsentrasi bioslurry cair 100 mL.L-1 menghasilkan produksi umbi per hektar terbaik (13,61 ton ha-1). Konsentrasi 100 mL.L-1 menunjukkan hasil terbaik pada parameter pengamatan tinggi tanaman (39,37 cm), jumlah daun (42,53 helai), diameter umbi (29,31 mm), jumlah umbi per tanaman (8,52 umbi), bobot basah umbi per tanaman (51,41 g), bobot basah umbi per petak (1,79 kg), bobot kering umbi per tanaman (44,85 g), bobot kering umbi per petak (1,57 kg), dan produksi umbi per hektar (11,50 ton ha-1). Varietas Tajuk menghasilkan rata-rata tanaman tertinggi yaitu 37.33 cm. Semua karakter pengamatan berkorelasi sangat kuat terhadap produksi umbi per hektar yaitu tinggi tanaman (0,72**), jumlah daun (0,88**), diameter umbi (0,82**), jumlah umbi per tanaman (0,88**), bobot basah umbi per tanaman (0,97**), bobot basah umbi per petak (0,97**), bobot kering umbi per tanaman (0,95**), dan bobot kering umbi per petak (0,95**).
Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal Biji Botani (True Shallot Seed) yang Diaplikasi Biochar Batang Jagung dan Pupuk Organik Cair: Growth and Production Responses of Shallot (Allium ascalonicum L.) Plants of Botanical Seed Origin (True Shallot Seed) Applied with Corn Stalk Biochar and Liquid Organic Fertilizer Kasim, Nurlina; Syam'un, ‪Elkawakib; Qibthiyah, Waode A.
Jurnal Agrivigor Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL AGRIVIGOR, VOL. 16 NO. 1, JUNI 2025
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v16i1.43298

Abstract

Bawang merah salah satu produk pertanian yang bernilai ekonomi tinggi dan menjadi fokus pengembangan utama oleh para petani. Oleh karena itu, perlu penerapan teknologi dan cara budidaya yang baik serta berkelanjutan untuk memastikan kelangsungan pasokan bawang merah. Dalam hal ini penggunaan biji botani, biochar batang jagung dan pupuk organik cair dapat menjadi solusi yang potensial. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari dosis biochar batang jagung dan pupuk organik cair yang memberi pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah asal biji botani. Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada bulan Juli – November 2023. Penelitian disusun dalam bentuk rancangan percobaan faktorial 2 faktor (F2F) dalam rancangan acak kelompok (RAK). Faktor pertama yaitu dosis biochar batang jagung yang terdiri atas 3 taraf yaitu tanpa biochar; 5 t ha-1; dan 10 t ha-1 biochar. Sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa POC; 1 mL L-1; 2 mL L-1; dan 3 mL L-1 pupuk organik cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara biochar batang jagung dan pupuk organik cair pada seluruh parameter pengamatan. Biochar batang jagung 10 t ha-1 memberikan pengaruh terbaik pada jumlah daun (11 helai), jumlah umbi (1,25), bobot segar tanaman (30,50 g), bobot kering tanaman (26,12 g), bobot umbi segar (27,22 g) bobot umbi kering (24,65 g), diameter umbi kering (3,86 cm) dan susut bobot umbi (8,11%), berat per petak (1,43 kg) dan produksi per hektar (13,73 t). Pupuk organik cair 3 mL L-1 memberikan pengaruh terbaik pada parameter jumlah daun (11,32 helai), berat per petak (1,33 kg) dan produksi per hektar (12,80 t).