Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Obesitas dengan Kadar Kolesterol Total pada Penderita Obesitas di Wilayah Pesisir Kapoiala Sudayasa, I Putu; Afrini, Ida Mardhiah; Azzahra, Inayah
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i4.2523

Abstract

Obesity is a major risk factor associated with metabolic disorders, including dyslipidemia, which can increase total cholesterol levels. This study aims to analyze the relationship between obesity and total cholesterol levels in obese individuals in the coastal area of Kapoiala. This study used an observational design with a cross-sectional approach. The respondents consisted of individuals with obesity, divided into two groups: obesity 1 and obesity 2. Demographic data, obesity levels, and total cholesterol levels were measured and then analyzed using Odds Ratio (OR) to assess the relationship between obesity and cholesterol levels. The majority of respondents were in the age range of 30–49 years, with a high school education as their last level of education, and most worked as housewives. In the obesity 1 group, 71.4% had high cholesterol levels, while in obesity 2, the distribution of normal and high cholesterol levels was relatively balanced. The obtained Odds Ratio was 0.873 (95% CI: 0.314–2.428), indicating no significant relationship between the level of obesity and total cholesterol levels. This study shows that although obesity is a risk factor for increased cholesterol levels, this relationship is not statistically significant. Other factors, such as diet and genetics, may also influence cholesterol levels.
Pemetaan Derajat Kesadaran PHBS Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pengunjung Tempat Wisata Delisha Resort, Konawe mulyawati, Sufiah asri; Asmaningdiah, Mariana; Sudayasa, I Putu; Indriastuti, Diah; Bariq Kinayoh, Nuraniar; Purnamasari, Yenti; Alvionita, Dewinta Nur
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 1 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i1.1488

Abstract

The Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) program is a form of health promotion that aims to encourage individuals, families, groups, and communities to live in a clean and healthy environment. In public places such as tourist attractions, the implementation of PHBS is crucial to prevent the spread of disease and create a safe and comfortable environment for all visitors. This service activity aims to identify the extent to which the level of education affects the understanding and application of PHBS in a tourist site environment. The activity was carried out at Delisha Resort, Konawe Regency, Southeast Sulawesi on June 21, 2025. The activity stages include planning, implementation, and evaluation. The method used was quantitative descriptive survey with accidental sampling technique and distribution of closed questionnaires. Data were analyzed using descriptive statistics to see the distribution of education levels and the degree of awareness of PHBS. The results obtained were that the majority of visitors to tourist attractions had a very good degree of PHBS awareness. The conclusion of this service activity is that the majority of respondents who have middle and higher education backgrounds show a very good level of PHBS awareness.
Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Desa Andepali Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe Sudayasa, I Putu; Rahman, Muhammad Fathur; Eso, Amiruddin; Jamaluddin, Jamaluddin; Parawansah, Parawansah; Alifariki, La Ode; Arimaswati, Arimaswti; Kholidah, Andi Noor
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3491

Abstract

ABSTRAKPenyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak ditularkan dan tidak ditransmisikan kepada orang lain dengan bentuk kontak apapun, menyebabkan kematian dan membunuh sekitar 35 juta manusia setiap tahunnya, atau 60% dari seluruh kematian secara global, dengan 80% pervalensi pada negara berkembang. Penyakit tidak menular, khususnya penyakit kardiovaskuler, kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes merupakan ancaman utama bagi kesehatan dan perkembangan manusia saat ini. Tujuan pengabdian masyarakat yang terintegrasi kuliah kerja nyata (KKN) Tematik, untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular, pada masyarakat Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe. Metode kegiatan berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah sewaktu dan asam urat. Telah dilakukan skrining dan deteksi dini fator risiko penyakit tidak menular terhadap 67 orang responden, meliputi 14 laki–laki dan 53 perempuan. Pada hasil pemeriksaan tekanan darah, didapatkan jumlah yang mengalami hipertensi 28,35 %, normotensi 67,16, dan hipotensi 4,47 %. Pada pemeriksaan Kolesterol Total, didapatkan  kolesterol dalam batas normal 2,38 % dan tinggi 37,31 %.  Hasil pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), didapatkan kadar GDS dalam batas normal 85,07 % dan kadar GDS tinggi 14,92 %. Pada pemeriksaan Asam Urat didapatkan dalam batas normal adalah 91,04 % dan tinggi 8,95 %.Kata kunci: faktor risiko; penyakit tidak menular Early Detection of Non-communicable Disease Risk Factors in Andepali Village Community, Sampara District, Konawe RegencyABSTRACTNon-communicable disease (PTM) is a disease that is not transmitted and is not transmitted to others by any form of contact, causing death and killing around 35 million people each year, or 60% of all deaths globally, with 80% prevalence in developing countries. PTM, especially cardiovascular disease, cancer, chronic respiratory diseases, and diabetes are the main threats to human health and development today. The purpose of integrated community service is the Thematic Real Work Study (KKN), to detect risk factors for non-communicable diseases, in the community of Sampara District, Konawe Regency. The method of activity in the form of health education, blood pressure, cholesterol levels, blood sugar and uric acid. Screening and early detection of risk factors for non-communicable diseases have been carried out on 67 respondents, including 14 men and 53 women. On the results of blood pressure examination, it was found that the amount of hypertension was 28.35%, normotension 67.16% and hypotension 4.47%. In the examination of Total Cholesterol, cholesterol was found to be within the normal limit of 2.38% and 37.31% high. Examination results of Blood Sugar (GDS), obtained levels of GDS in the normal range of 85.07% and high GDS levels of 14.92%. In the examination of Gout found in the normal range is 91.04% and high 8.95%.Keywords: gout; blood sugar; cholesterol; non-communicable diseases; blood pressure 
Skrining Risiko Tuberkulosis Paru pada Masyarakat Desa Bajo Indah Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Sukurni, Sukurni; Sudayasa, I Putu; Rangki, La; Kolewora, Yusuf Musafir
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2024): November
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v3i6.462

Abstract

Kabupaten Konawe menduduki peringkat ketiga setelah Kota Kendari dan Kabupaten Muna dengan jumlah kasus tuberkulosis tertinggi di Sultra, yaitu sebanyak 1.479 kasus pada tahun 2020. Keadaan ini disebabkan oleh rendahnya kepatuhan pasien dalam meminum obat anti tuberkulosis yang diresepkan oleh penyedia layanan kesehatan. Kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh PMO (Pemerhati Obat Pasien) terhadap pasien yang meminum obatnya, serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk berobat ke fasilitas kesehatan ketika jatuh sakit. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining pada penderita TBC paru. masyarakat Bajo Indah di Kecamatan Soropia. Pengabdian dilakukan dengan memeriksa 30 orang di Desa Bajo Indah, Kabupaten Konawe. Prevalensi kasus TBC paru di Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe masih tergolong tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini perlu dilakukan secara bertahap kepada seluruh masyarakat, khususnya kelompok risiko tuberkulosis, untuk menurunkan angka kematian dan mencegah penyebaran penyakit tersebut kepada individu yang sehat.
Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan di Desa Ulu Lalimbue Kecamatan Kapoiala Alifariki, La ode; Sudayasa, I Putu; Mujahid, Edy Husnul; Hajri, Waode Syahrani; Sukurni, Sukurni; Purnamasari, Yenti
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2024): November
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v3i6.463

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Ulu Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, dengan fokus penyuluhan dan skrining kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit hipertensi. Sebanyak 38 orang peserta yang sebagian besar adalah orang dewasa dan lansia dengan latar belakang pendidikan yang beragam mengikuti kegiatan ini. Edukasi disampaikan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo dengan menggunakan media powerpoint dan leaflet, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang risiko dan pencegahan penyakit hipertensi. Setelah penyuluhan, dilakukan skrining kesehatan yang meliputi pengukuran tekanan darah, tinggi badan, berat badan, serta pemeriksaan kadar glukosa, kolesterol, dan asam urat. Proses ini didampingi oleh dokter yang merupakan alumni Fakultas Kedokteran. Hasil pemeriksaan dilanjutkan dengan pemberian obat sesuai resep dokter. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kesehatan masyarakat dapat meningkat dan masyarakat berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri sendiri.