Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Teknologi pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar air cucian beras pada tanaman sayuran organik di pekarangan Nurmas, Andi; Adawiyah, Robiatul; Arma, Makmur Jaya; Arif, Norma; Sarawa, Sarawa; Boer, Dirvamena
Jurnal Tarreang: Tren Pengabdian Masyarakat Agrokompleks Vol 1 No 3 (2025): Jurnal Tarreang
Publisher : Agriculture and Forestry Faculty, Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jtarreang.v1i3.4882

Abstract

The problems of members of the Manggarai Women’s Farmers Group in Padaleu Village, Kambu District, Kendari City are (1) so far no party has socialized the adverse effects of using inorganic fertilizers and the trend of public awareness of consuming organic food ingredients so that farmers are directed to use organic fertilizers. (2) the target audience has not received an explanation about LOF, including the basic ingredients, benefits, how to make it, and its application to vegetable plants in the yard. This activity aims to (1) Improve the knowledge of Women Farmer Group members about the adverse effects of using inorganic fertilizers, (2) Provide understanding to the community about using rice washing water as a basic ingredient for LOF, and (3) Increase knowledge about LOF methods, materials and applications. This activity begins with direct observation in the field to discover the problem and determine the method used in the activity—next, socialization with members of the Women’s Farmers Group. The method used is a combination of counseling and technical guidance as follows: (1) Socialization through delivering materials, lectures and discussions regarding the negative impacts of inorganic fertilizers used on humans, soil and the environment; the importance/benefits of LOF and what basic ingredients can be used in making LOF; and benefits of LOF, and (2) Making liquid organic fertilizer based on rice washing water with the help of EM-4 to be applied to organic vegetable plants in the yard. LOF is fermented for 2 weeks, resulting in a 60 L volume. Applying LOF based on rice washing water can increase the growth and yield of vegetable plants in the yard.
Bioteknologi Pupuk Ramah Lingkungan Berbasis Limbah Organik di Desa Jati Bali Rahni, Nini Mila; Boer, Dirvamena; Hadini, Hamirul; Febrianti, Eka; Awaluddin, Andi
Lebah Vol. 19 No. 1 (2025): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i1.433

Abstract

Vegetasi sekunder memiliki nutrisi yang dapat meningkatkan kesuburan tanah, namun masyarakat cenderung menganggap sebagai limbah dan melakukan pembakaran/dibuang saja ketika pembukaan lahan atau kegiatan pembersihan. Pembakaran menghasilakn gas emisi rumah kaca dan dapat mengakibatkan percepatan perubahan iklim jika terus dilakukan. Selain itu juga, metode pembakaran akan menyebabkan terganggunya unsur hara, kandungan BO dan komponen biologi tanah, sehingga menurunkan kesuburannya. Pengabdian ini merupakan salah satu bentuk mitigasi iklim dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengubah vegetasi sekunder/gulma maupun limbah pertanian menjadi pupuk organik (bokashi) untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pengabdian dilakukan di Desa Jati Bali, Kec. Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan. Metode yang digunakan terdiri atas persiapan, sosialisasi, penyuluhan/pelatihan dan bimbingan teknis terkait dengan pengubahan vegetasi/gulma/limbah pertanian menjadi pupuk bokashi yang dapat membantu dalam menyuburkan tanah dan tanaman. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan Petani, mulai dari mengetahui bahan yang dapat digunakan sebagai pupuk ramah lingkungan hingga pembuatannya. Tingkat keberhasilan kegiatan ini sebesar 98%, yang diperkuat dengan kehadiran kelompok Petani dan banyaknya pertanyaan yang ditujukan. Kegiatan PKM ini merupakan langkah nyata dalam meminimalisir limbah dan suplai gas emisi guna mewujudkan kegiatan pertanian berkelanjutan berbasis konsep bioteknologi ramah lingkungan
SOSIALISASI DAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN DASAR LIMBAH PERTANIAN DI DESA OMBU-OMBU JAYA KECAMATAN LAEYA KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA Adawiyah, Robiatul; Nurmas, Andi; Boer, Dirvamena; Arma, Makmur Jaya; Hisein, Waode Siti Anima; Slamet, Agustono
Jurnal Pepadu Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i2.5878

Abstract

Limbah pertanian diartikan sebagai bahan yang dibuang di sektor pertanian seperti jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami kacang tanah, kotoran ternak, sabut dan tempurung kelapa, dedak padi, dan yang sejenisnya. Kehadiran limbah tersebut dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, sehingga perlu diadakan penanganan yang tepat. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah Kepala Desa dan Jajarannya serta masyarakat Desa Ombu-Ombu Jaya Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi.  Kegiatan PKM ini bertujuan untuk; (1) Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang efek negatif penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus baik terhadap manusia, tanah dan lingkungan hidup, (2) Memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk memanfaatkan limbah organik pertanian yang dapat digunakan sebagai pupuk organik cair (POC), sehingga mengurangi penggunaan pupuk anorganik, dan (3) Meningkatkan pengetahuan msyarakat tentang cara dan bahan dasar untuk membuat POC dari limbah organik pertanian.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kombinasi penyuluhan dan bimbingan teknis sebagai berikut : (1) Menyampaikan materi dengan cara ceramah dan diskusi mengenai efek negatif penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus baik terhadap manusia, tanah dan lingkungan hidup; bahan-bahan dasar pembuatan POC; manfaat POC dan (2) Melaksanakan pembuatan POC limbah pertanian. Setelah mengikuti kegiatan ini, khalayak sasaran diharapkan; (1) dapat meningkatkan pengetahuan tentang efek negatif dari penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus baik terhadap manusia, tanah dan lingkungan hidup, (2) dapat memahami manfaat limbah pertanian sebagai bahan dasar POC, sehingga mengurangi penggunaan pupuk anorganik, dan (3) dapat meningkatkan pengetahuan tentang cara dan bahan dasar POC dari limbah pertanian dalam mengurangi penggunaan pupuk anorganik sehingga  secara ekonomi menguntungkan karena menurunnya biaya produksi.  
Bimbingan teknis pembuatan bokashi berbasis komba-komba sebagai campuran media tanam budidaya sayuran untuk mewujudkan urban farming Nurmas, Andi; Adawiyah, Robiatul; Arma, Makmur Jaya; Arif, Norma; Sarawa, Sarawa; Boer, Dirvamena
Jurnal Tarreang: Tren Pengabdian Masyarakat Agrokompleks Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Tarreang
Publisher : Agriculture and Forestry Faculty, Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jtarreang.v2i2.5948

Abstract

Urban expansion has led to a significant decline in agricultural land and green open spaces. Urban farming emerges as an alternative approach by optimizing and managing limited open areas among urban structures. Urban farming initiatives conducted by the Flamboyan Dasawisma Group in Padaleu Village, Kambu District, Kendari City, provide green vegetables as a nutritional source, enhance environmental quality, and support efforts to mitigate the impacts of global warming. This Community Service Program (PKM) aims to improve community knowledge and skills while increasing awareness of the importance of utilizing household yard spaces to achieve family food security and environmental sustainability through urban farming practices. The program was implemented through educational outreach to community groups about the benefits and application of urban farming, followed by hands-on mentoring in establishing an urban farming garden as a demonstration model for the Padaleu Village community. The findings reveal a positive response from members of the Flamboyan Dasawisma Group, along with strong expectations for the program's continued support. This community service initiative is anticipated to provide tangible benefits to the local community, particularly the Flamboyan Dasawisma Group, by reducing household expenditures. Furthermore, community members demonstrated high enthusiasm for cultivating vegetables using the urban farming system.
Genetic parameters and breeding strategies to enhance yield in local sweet potato (Ipomoea batatas (L.) Lam.) germplasm from southeast Sulawesi Boer, Dirvamena; Muzuni, Muzuni; Warhamni, Warhamni
Jurnal AGRO Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/j.agro.50991

Abstract

Sweet potato (Ipomoea batatas (L.) Lam.) is an important food crop with strategic value for food security, dietary diversification, and the sustainability of rural livelihoods in Indonesia. Local sweet potato germplasm from Southeast Sulawesi represents a valuable genetic resource for breeding high-yielding and stress-resilient varieties. This study aimed to evaluate genetic diversity, heritability, trait correlations, and the direct and indirect contributions of agronomic traits to yield in 20 local sweet potato clones originating from Southeast Sulawesi. The experiment utilized a Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications, measuring 14 agronomic and physiological traits. The study was conducted under lowland tropical humid agroecosystem conditions in the Kendari area. Data were analyzed using analysis of variance, broad-sense heritability estimation, Pearson correlation, stepwise regression, and path analysis. Significant genetic variation was observed for all evaluated traits, with heritability values ranging from 58.43% to 97.08%. Tuber weight and tuber number per plant were identified as the primary yield determinants, whereas internode length exhibited a significant negative effect. Stepwise regression and path analysis confirmed that tuber weight had the strongest direct effect on yield, followed by tuber number. The integrative analytical approach applied in this study provides a comprehensive understanding of causal relationships among agronomic traits. These findings indicate that selection based on tuber weight and number of tubers per plant, combined with regulation of excessive vegetative growth, may enhance yield efficiency and support the development of high-yielding, locally adapted sweet potato varieties for tropical agroecosystems. ABSTRAK Ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lam.) merupakan tanaman pangan penting yang memiliki nilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan, diversifikasi konsumsi, dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pedesaan di Indonesia. Plasma nutfah lokal ubi jalar dari Sulawesi Tenggara merupakan sumber daya genetik yang berharga untuk pemuliaan varietas berdaya hasil tinggi dan toleran terhadap cekaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaman genetik, heritabilitas, korelasi antarkarakter, serta kontribusi langsung dan tidak langsung sifat agronomi terhadap hasil pada 20 klon ubi jalar lokal asal Sulawesi Tenggara. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga ulangan, dan sebanyak 14 karakter agronomi dan fisiologis diamati. Penelitian dilaksanakan pada kondisi agroekosistem tropis lembap dataran rendah di wilayah Kendari. Data dianalisis menggunakan analisis ragam, estimasi heritabilitas arti luas, korelasi Pearson, regresi stepwise, dan analisis lintasan. Hasil penelitian menunjukkan adanya keragaman genetik yang signifikan pada seluruh karakter yang diamati, dengan nilai heritabilitas berkisar antara 58,43% hingga 97,08%. Bobot umbi dan jumlah umbi per tanaman secara konsisten teridentifikasi sebagai penentu utama hasil, sedangkan panjang ruas menunjukkan pengaruh negatif yang nyata. Regresi stepwise dan analisis lintasan mengonfirmasi bahwa bobot umbi memiliki pengaruh langsung terbesar terhadap hasil, diikuti oleh jumlah umbi per tanaman. Pendekatan analisis integratif ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai hubungan kausal antar karakter. Temuan ini mengindikasikan bahwa seleksi berbasis bobot umbi dan jumlah umbi per tanaman, disertai pengendalian pertumbuhan vegetatif yang berlebihan, berpotensi meningkatkan efisiensi hasil serta mendukung pengembangan varietas ubi jalar unggul yang adaptif terhadap agroekosistem tropis.