Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Ecosystem

PERAN PUSAT PELAYANAN KOTA TERNATE TERHADAP DAERAH HINTERLAND: (Kota Tidore Kepulauan, Kota Sofifi dan Kabupaten Halmahera Barat) Husni, Ibrahim; Surya, Batara; Tato, Sahriar
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis peran Kota Ternate bekerja sebagai determinan terhadap perubahan morfologi kawasan perkotaan serta menganalisis dan mengkaji pengaruh secara signifikan peran Kota Ternate sebagai pusat pelayanan terhadap daerah hinterlandnya. Tulisan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengunakan metode analisis deskriptif dan pengujian statistik menguunakan analisis SEM. Data diperoleh melalui observasi, survei, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan peran Kota Ternate sebagai pusat pelayanan dicirikan dengan keberadaan fungsi pelayanan yang terbangun meliputi fungsi komersil, pusat pelayanan jasa, pusat perbelanjaan, kegiatan ekonomi pasar modern, pemilihan lokasi kegiatan ekonomi yang terpusat pada daerah pesisir dan pusat kota, serta kemudahan kebijakan ijin lokasi pembangunan kegiatan ekonomi berdampak pada pergerakan dari daerah hinterland dengan akumulasi perkembangan pusat pelayanan di Kota Ternate dicirikan dengan penggunaan lahan mix use berkonstribusi terhadap perubahan morfologi kawasan perkotaan Kota Ternate dan pergerakan penduduk dari daerah hinterland. Artinya pembangunan pusat pelayanan di Kota Ternate tidak hanya mempengaruhi sistem pergerakan dari Kota Ternat e itu sendiri melainkan juga memberikan pengaruh pergerakan dari daerah interlandnya meliputi Kota Tidore Kepulauan, Kota Sofifi, dan Kabupaten Halmahera Barat.
PENGARUH DAN EFEKTIVITAS PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN: (Lokasi Studi : Permukiman Kumuh Kelurahan Tallo Kota Makassar) Surya, Batara; -, Syafri; -, Saharuddin
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program penanganan permukiman kumuh perkotaan telah banyak terlaksana, dari dulu hingga sekarang belum mampu memberi pengaruh perubahan yang signifikan terhadap permasalahan yang dihadapi, di mana desakan pertumbuhan kota dan perkembangan penduduk untuk mendapatkan permukiman yang layak di perkotaan menjadi kendala pemerintah dalam mengontrolnya. Permasalahan tersebut harus menjadi beban lingkungan permukiman perkotaan yang menjadikannya tempat berkompetisi secara tidak seimbang antara kebutuhan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat perkotaan dalam memperoleh hak dasar untuk bermukim / bertempat tinggal serta beraktifitas yang layak. Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh penanganan permukiman kumuh terhadap kondisi sosial ekonomi serta untuk mengetahui bagaimana efektivitasnya dalam mengurangi kekumuhan pada lokasi penelitian. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, data yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dan kuesioner. Penanganan permukiman kumuh tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta penangaanan permukiman kumuh tidak efektif mengurangi tingkat kekumuhan. Dengan demikian arahan penanganan permukiman kumuh agar lebih konprehensif memperhatikan aspek sosial ekonomi tidak hanya menjadikan aspek fisik sebagai faktor utama dalam mengintervensi permukiman kumuh perkotaan.
PENGARUH PENGEMBANGAN KAWASAN TRANSMIGRASI TERHADAP LAJU DEFORESTASI HUTAN LINDUNG: (Studi Kasus: Lokasi Permukiman Transmigrasi Mahalona) Azis, Ismail; Surya, Batara; Salim, Agus
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan permukiman Transmigrasi terus berlangsung hingga saat ini, sampai tahun 2013 telah terbangun 1090 Unit perumahan dengan luas areal terbangun seluas ± 2.380 Ha. Kawasan Permukiman Transmigrasi terus bertambah dan akan terus berkembang yang membutuhkan areal untuk mewadahi aktifitas tersebut. Disatu sisi telah terjadi perubahan tutupan lahan hutan ke tutupan lahan non hutan khususnya kawasan hutan yang bersentuhan langsung dengan kawasan permukiman transmigrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis hubungan perkembangan kawasan permukiman transmirasi Mahalona dengan laju deforestasi kawasan hutan lindung Malili, serta menganalisis arah pengembangan kawasan permukiman transmigrasi Mahalona secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisa Regresi dan Korelasi untuk menyelesaiakan permasalahan pengaruh pengembangan kawasan permukiman transmigrasi Mahalona terhadap laju deforestasi hutan lindung Malili dan Analisis Diskriptif kuantitatif digunakan untuk menjawab arah pengembangan permukiman transmigrasi Mahalon berkelanjutan. Hasil penelitian ini menunjukan faktor kondisi pasar komoditi Lada untuk peningkatan pendapatan transmigran didukung kemudahan sistem pemasaran dalam aktifitas ekonomi, tekanan penduduk yang tinggi membutuhkan lahan baru untuk aktifitas hunian maupun lahan produksi, pembangunan sistem jaringan jalan untuk akses masyarakat, penetapan lokasi transmigrasi yang besentuhan dengan kawasan hutan, serta penetapan kawasan PT. Inco/Vale, berdampak terhadap pembukaan lahan baru sehingga berimplikasi terhadap laju deforestasi kawasan hutan lindung. Sehingga, dibutuhkan arahan pengembangan kawasan permukiman transmigrasi Mahalona secara komprehensif berbasis keberlanjutan yang didukung dengan pemberdayaan birokrasi, Intervensi politik, dan penetapan zona penyangga.
Sustainability Handling Slum Settlements in Makassar City, South Sulawesi Indonesia Batara Surya; Emil Salim; Muhammad Idris
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1108

Abstract

This study aims to (1) analyze the spatial integration of work as a determinant of the sustainability of the handling of slums in Makassar City; (2) analyze the direct and indirect effects of handling infrastructure, controlling environmental pollution, and socio-economic empowerment on improving the quality of slums and the sustainability of handling the slums of Makassar City. The research approach used is a sequential explanatory design, which is a combination of quantitative and qualitative research. Data obtained through observation, surveys, in-depth interviews, and documentation. The results showed that the acceleration of Makassar City development towards urban spatial integration had an impact on slum areas that developed at riverbanks and coastal areas. The results of the path analysis show that infrastructure has a direct effect on improving environmental quality by 12.46%, the direct effect of environmental pollution control on improving environmental quality by 10.69%, and the direct effect of socio-economic empowerment on handling slum settlements by 6.76%. Furthermore, the increase in Y was 63.58% and the effect of Y on Z was 67.57%. The direction of handling the Makassar City slums in the future is oriented to sustainable development including, improving the quality of infrastructure, increasing the productivity of economic ventures, increasing the capacity of government and community institutions in dealing with social problems, social conflicts, towards the creation of social cohesion, fulfillment of livable facilities that are livable and socially just.
Produktivitas Budidaya Perikanan Dan Perikanan Tangkap Masyarakat Sekitar Teluk Laikang Kabupaten Jeneponto Mulyani, Sri; Surya, Batara; Rasyidi, Emil Salim; Saleh, Haeruddin; Marwan, Marwan
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 1 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 1, Januari - April Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i1.1425

Abstract

Potensi pengembangan budidaya rumput laut di Jeneponto seluas 2.387,15 Ha yang tersebar pada tujuh wilayah kecamatan pesisir dengan produksi budidaya rumput laut tahun 2016 sebesar 17.044 ton kering, Penelitian ini akan dilaksanakan di kawasan pesisir Teluk Laikang Kabupaten Jeneponto. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas Budidaya Perikanan dan Perikanan Tangkap Masyarakat Sekitar Teluk Laikang Kabupaten Jeneponto Pendekatan penelitian yang digunakan adalah gabungan antara kualitatif dan kuantitatif (mixed method) dan jenis penelitian yang dipilih adalah studi kasus yang mengutamakan kualitas data.  Tahap analisis data dilakukan untuk tujuan perumusan konsep dasar dan analisis data. Pekerjaan analisis data dalam penelitian ini adalah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode dan mengkatagorikan. Pengorganisasian tersebut dilakukan dengan tujuan menemukan tema penelitian guna diangkat menjadi teori substantif. Analisis data dilakukan dengan cara mengkombinasikan analisis dari data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif baik dalam bentuk tabel dan hasil tabulasi data maupun dari hasil professional judgement dan analisis kepakaran Langkah yang dipergunakan untuk penelitian kualitatif disaat yang bersamaan juga digunakan pada penelitian kuantitatif. Dari berbagai kegiatan survey di Kawasan Pesisir Teluk Laikang tahun 2021 dan data perikanan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jeneponto, ditemukan 45 spesies ikan, yang terbagi atas Ikan Pelagis Kecil, Ikan Pelagis Besar, Ikan Demensial, Ikan Karang dan Sumber Daya Udang Penaeid dan Lobster. Dari sejumlah hasil tangkapan ikan dan pengamatan di tahun 2021, Adapun Potensi sumber daya kelautan dan perikanan, antara lain (1) Sumber daya hayati, meliputi berbagai hasil perikanan laut, ekosistem mangrove, terumbu karang dan rumput laut (berpotensi untuk dilakukan pengembangan) serta beragam jenis biota laut lainnya; (2) Sumber daya non hayati, berupa pasir laut. (3) Jasa - jasa lingkungan (environmental services) seperti media transportasi dan komunikasi, serta energi  laut. The potential for the development of seaweed cultivation in Jeneponto is 2,387.15 hectares spread over seven coastal sub-districts, with seaweed cultivation production in 2016 of 17,044 dry tons. This research will be carried out in the coastal area of Laikang Bay, Jeneponto Regency. This study aimed to determine the productivity of Aquaculture and Capture Fisheries of Communities Around Laikang Bay, Jeneponto Regency. The research approach used was a combination of qualitative and quantitative (mixed methods), and the type of research selected was a case study that prioritized data quality. The data analysis phase was carried out to formulate basic concepts and data analysis. The work of data analysis in this research is to organize, sort, classify, code and categorize. The organization is carried out to find a research theme to be appointed as a substantive theory. Data analysis is carried out by combining qualitative and quantitative data in the form of tables and data tabulation results and the results of professional assessments and expert analysis. The steps used for qualitative research are at the same time also used in quantitative research. From various survey activities in the Laikang Bay Coastal Area in 2021 and fishery data from the Fisheries and Marine Service of Jeneponto Regency, 45 species of fish were found, which were divided into Small Pelagic Fish, Large Pelagic Fish, Dental Fish, Coral Fish and Penaeid Shrimp and Lobster Resources.  From many fish catches and observations in 2021, the potential for marine and fishery resources include (1) Biological resources, including various marine fishery products, mangrove ecosystems, coral reefs and seaweed (potential for development) and various other types of marine biota; (2) Non-biological resources, in the form of sea sand. (3) Environmental services such as transportation and communication media and marine energy.
Potensi Kolam Depresi Kanaan Sebagai Solusi Inovatif Untuk Pengendalian Banjir Di Kota Bontang Asmirah, Asmirah; Surya, Batara; Sariman, Syahrul
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i3.5534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pembangunan Kolam Depresi Kanaan di Kota Bontang dalam mengurangi risiko banjir dan memberikan manfaat sosial serta ekonomi bagi masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui survei pendahuluan, wawancara mendalam, serta analisis peta kadastral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah yang paling terdampak banjir terletak di hilir sungai, dengan mayoritas masyarakat berpenghasilan rendah yang sangat rentan terhadap dampak banjir. Pembangunan Kolam Depresi diharapkan dapat menampung kelebihan air hujan dan mengalihkan aliran air ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, analisis menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam proses pengadaan tanah dan relokasi sangat penting untuk meminimalkan potensi konflik sosial. Penelitian ini juga menemukan bahwa kolam depresi dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan, termasuk peningkatan kualitas tanah dan keanekaragaman hayati. Dengan demikian, proyek ini diharapkan tidak hanya berhasil mengatasi masalah banjir, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Bontang secara berkelanjutan. This study aims to analyze the potential of the Kanaan Depression Pond development in Bontang City to reduce flood risk and provide social and economic benefits to the community. The method used is a qualitative approach, with primary and secondary data collection through preliminary surveys, in-depth interviews, and cadastral map analysis. The results of the study indicate that the areas most affected by flooding are located downstream of the river, with the majority of low-income communities who are very vulnerable to the impacts of flooding. The construction of the Depression Pond is expected to accommodate excess rainwater and divert water flow to safer locations. In addition, the analysis shows that community involvement in the land acquisition and relocation process is very important to minimize the potential for social conflict. This study also found that the depression pond can have a positive impact on the environment, including improving soil quality and biodiversity. Thus, this project is expected to not only succeed in overcoming flood problems, but also improve the quality of life of the community in Bontang City in a sustainable manner.
Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Urban Farming dan Ekonomi Kreatif Surya, Batara; Salim, Agus; Hernita, Hernita; Rasyidi, Emil Salim
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i1.5932

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di Kelurahan Tanjung Merdeka Kota Makassar melalui pengembangan usaha ekonomi berbasis urban farming dan ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan sektor pariwisata lokal. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka pengangguran dan kemiskinan, serta rendahnya produktivitas dan daya saing produk usaha masyarakat. Metode yang digunakan mencakup pendekatan partisipatif, pelatihan, workshop, serta penerapan teknologi tepat guna. Fokus utama program adalah peningkatan kapasitas kelembagaan, tata kelola usaha, inovasi produk, akses pasar potensial, serta digitalisasi sistem pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam produktivitas, daya saing, dan kemandirian pelaku usaha, terutama dalam usaha berbasis hidroponik dan ekonomi kreatif rumah tangga. Analisis regresi menyimpulkan bahwa pemberdayaan ekonomi, penguatan kelembagaan, dan pemanfaatan teknologi berkontribusi secara signifikan terhadap produktivitas usaha masyarakat, dengan nilai koefisien determinasi mencapai 77,79%. Program ini juga menciptakan dampak sosial berupa peningkatan kohesi sosial, partisipasi komunitas, serta pengurangan angka pengangguran