Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Gambaran Status Gizi Remaja Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pare Agustin, Amelda Linda; Wismaningsih, Endah Retnani; Oktaviasari, Dianti Ias; Sumardianto, Dadiek; Mulyati, Tri Ana; Suhartono, David Raditya; Ainsyah, Rachmah Wahyu
Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Vol 3 No 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Status Gizi adalah standar keberhasilan pengukuran dalam pemenuhan gizi atau nutrisi yang diindikasikan salah satunya berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Tujuan: Menggambarkan status gizi remaja diwilayah kerja UPTD Puskesmas Pare. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif, untuk mengetahui gambaran status gizi pada remaja di UPTD Puskesmas Pare. Metode sampling yang digunakan adalah total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah Siswa siswi kelas VII dan X di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pare yang hadir di sekolah pada saat penelitian dilaksanakan sebanyak 2.739 responden. Hasil: Dari keseluruhan jumlah responden sebanyak 2739 responden. 183 dengan persentase 6,68% dalam kategori Underweight atau Kurus, 1929 responden dengan persentase 70,43% dalam kategori Normal, 403 responden dengan persentase 14,71% dalam kategori Overweight atau Gemuk dan 224 responden dengan persentase 8,18% dalam kategori Obesitas. Kesimpulan : 70,43% responden remaja di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pare dalam kategori Normal dengan IMT rata-rata 20,55 kg/m2 berdasarkan rata-rata umur dan IMT rata-rata 22,4 berdasarkan Status Gizi per kategori. Kata kunci: Remaja, Gizi, Status Gizi
Pemberdayaan Kelompok Tani Desa Badal Pandean melalui Inovasi Pengolahan Tepung Ubi Alata Mulyati, Tri Ana; Oktaviani, Dianti Ias; Nugraheni, Reny; Pujiono, Fery Eko
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024950

Abstract

Ubi jalar merupakan salah satu komoditas yang dihasilakn dari pertanian di Desa Badal Pandean. Ubi hasil pertanian di Desa Badal Pandean umumnya dijual dalam bentuk mentah dengan nilai jual yang relatif rendah. Hal ini menunjukkan perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk ubi alata yaitu tepung ubi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani ubi dalam menghasilkan produk tepung ubi sehingga meningkatkan nilai jualnya. Kegiatan ini dilaksanakan melalui 4 tahap yaitu persiapan, pembuatan tepung, pengemasan tepung dan monitoring dan evaluasi PKM. Hasil sosialisasi tentang diversifikasi menunjukkan Setelah kegiatan PKM ini, 100% mitra telah mengetahui cara pembuatan tepung ubi dan telah berhasil menggunakan mesih pencacah untuk mengiris ubi. Hasil evaluasi pelatihan dan pendapingan pembuatan tepung ubi menunjukkan secara keseluruhan kelompok petani Desa Badal Pandean telah berhasil membuat serta mengemas tepung ubi alata dengan sangat baik.Abstract. The sweet potato is one of the commodities produced from agriculture in the village of Badal Pandean. Generally, the agricultural products of sweet potatoes in Badal Pandean are sold in raw form with relatively low selling value. This indicates the need to make efforts to increase the added value and competitiveness of sweet potato products, specifically sweet potato flour. The purpose of this community service activity is to enhance the knowledge and skills of sweet potato farmers in producing sweet potato flour, thereby increasing its market value. This activity is carried out in four stages: preparation, flour production, packaging, and monitoring and evaluation of the community service program. The results of the diversification awareness campaign show that after this community service activity, 100% of the partners now know how to make sweet potato flour and have successfully used the chopping machine to slice the sweet potatoes. The overall evaluation of the training and consultation on cassava flour production indicates that the farmer group in Badal Pandean Village has successfully produced and packaged cassava flour very well.
EDUKASI DAN DETEKSI DINI PENYAKIT ASAM URAT DAN RHEUMATOID ARTRITIS PADA GAPOKTAN DI KABUPATEN KEDIRI Erawati, Erawati; Nela, Frieti Vega; Wardani, Siska Kusuma; Imasari, Triffit; Kurniasari, Mia Ashari; Restuaji, Ibnu Muhariawan; Mulyati, Tri Ana; Pujiono, Fery Eko; Mu`arofah, Binti
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk Indonesia terutama didaerah pedesaan sebagian besar berprofesi sebagai petani, Petani merupakan profesi seseorang dengan aktivitas cocok tanam pada tanah pertanian bertujuan memperoleh keuntungan. Pekerjaan sebagai petani yang berat dapat menimbulkan nyeri di persendian, punggung serta pegal di bagian kaki dan tangan, penyakit yang diakibatkan nyeri seperti Rheumatoid Arthritis (RA) dan asam urat. RA adalah penyakit sistemik kronik yang menyerang tulang sendi distruksi, asam urat adalah penyakit yang menyerang sendi dengan gejala penyakit mirip RA. Kegiatan petani yang cukup berat dirasakan memerlukan sosialisasi dan pemeriksaan bagi petani. Tujuan Pengmas memberikan edukasi dan mengetahui hasil pemeriksaan RA menggunakan  pemeriksaan Rheumatoid Factor (RF) pada petani dan tergabung dalam Gapoktan di desa Bulu, Semen Kabupaten Kediri. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pembagian Kuisoner mengenai RF dan asam urat, pemaparan materi dan pemeriksaan RF dan asam urat. Waktu pelaksanaan tanggal 28-30 April 2024. Hasil pemeriksaan pada 23 responden didapatkan hasil RF positif Rheumatoid Arthritis 1 orang, pemeriksaan Asam Urat didapatkan hasil tertinggi 12,5 mg/dL sedangkan hasil terendah 3,7 mg/dL dengan rincian kadar normal 8 orang dan tinggi 15 orang. Hasil Quisioner menunjukan bahwa pengetahuan gapoktan mengenai Rheumatoid Arthritis dan asam urat masih rendah.
Pemberdayaan Kelompok Tani Nanas Queens Kediri Melalui Pembuatan Bioetanol “Pina Queens” dari Limbah Kulit Nanas Mulyati, Tri Ana; Pujiono, Fery Eko; Farida, Umul
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023600

Abstract

Kelompok tani nanas Queens merupakan perkumpulan petani nanas daerah Ngancar Kediri yang memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan produk olahan nanas varietas Queens. Pada kegiatan ini dilakukan pembuatan bioetanol dari limbah kulit nanas. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan mitra terkait cara pembuatan dan manfaat bioetanol serta meningkatkan keterampilan mitra dalam membuat bioetanol dari limbah kulit nanas. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah sosialisasi cara pembuatan dan manfaat bioetanol serta pelatihan pembuatan dan pengemasan produk bioetanol. Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini antara lain 100% mitra telah mengetahui potensi limbah kulit nanas sebagai bahan baku pembuatan bioetanol; 93% mitra telah mengetahui alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat bioetanol dan 88% mitra faham cara pembuatan bioetanol dari limbah kulit nanas. Adapun produk yang dihasilkan dalam kegiatan ini adalah bioetanol “Pina Queens” dari limbah kulit nanas.
EDUKASI DAN DETEKSI DINI PENYAKIT ASAM URAT DAN RHEUMATOID ARTRITIS PADA GAPOKTAN DI KABUPATEN KEDIRI Erawati, Erawati; Nela, Frieti Vega; Wardani, Siska Kusuma; Imasari, Triffit; Kurniasari, Mia Ashari; Restuaji, Ibnu Muhariawan; Mulyati, Tri Ana; Pujiono, Fery Eko; Mu`arofah, Binti
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk Indonesia terutama didaerah pedesaan sebagian besar berprofesi sebagai petani, Petani merupakan profesi seseorang dengan aktivitas cocok tanam pada tanah pertanian bertujuan memperoleh keuntungan. Pekerjaan sebagai petani yang berat dapat menimbulkan nyeri di persendian, punggung serta pegal di bagian kaki dan tangan, penyakit yang diakibatkan nyeri seperti Rheumatoid Arthritis (RA) dan asam urat. RA adalah penyakit sistemik kronik yang menyerang tulang sendi distruksi, asam urat adalah penyakit yang menyerang sendi dengan gejala penyakit mirip RA. Kegiatan petani yang cukup berat dirasakan memerlukan sosialisasi dan pemeriksaan bagi petani. Tujuan Pengmas memberikan edukasi dan mengetahui hasil pemeriksaan RA menggunakan  pemeriksaan Rheumatoid Factor (RF) pada petani dan tergabung dalam Gapoktan di desa Bulu, Semen Kabupaten Kediri. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pembagian Kuisoner mengenai RF dan asam urat, pemaparan materi dan pemeriksaan RF dan asam urat. Waktu pelaksanaan tanggal 28-30 April 2024. Hasil pemeriksaan pada 23 responden didapatkan hasil RF positif Rheumatoid Arthritis 1 orang, pemeriksaan Asam Urat didapatkan hasil tertinggi 12,5 mg/dL sedangkan hasil terendah 3,7 mg/dL dengan rincian kadar normal 8 orang dan tinggi 15 orang. Hasil Quisioner menunjukan bahwa pengetahuan gapoktan mengenai Rheumatoid Arthritis dan asam urat masih rendah.
Pelatihan Pembuatan Jamu Mix dan Jahe Wangi Pada Kelompok Ibu Rumah Tangga Di Desa Badal Pandean Lailiyah, Munifatul; Mulyati, Tri Ana; Pujiono, Fery Eko
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v3i2.13730

Abstract

Kelompok ibu rumah tangga di Desa Badal Pandean, Kabupaten Kediri telah memanfaatkan pekarangan rumah sebagai tempat untuk menanam TOGA. Disisi lain, TOGA yang ditanam belum dimanfaatkan sebagai produk ekonomis, sehingga dibutuhkan pelatihan pemanfaatan TOGA sebagai produk yang ekonomis, seperti jamu mix dan jahe wangi. Metode yang digunakan pada kegiatan ini antara lain penyuluhan dan pelatihan cara pembuatan jamu mix dan jahe wangi serta pendampingan pemasaran produk jamu mix dan jahe wangi. Hasil yang diperoleh setelah kegiatan ini antara lain 100% kelompok ibu rumah tangga di Desa Badal Pandean telah mengetahui cara pembuatan jamu mix dan jahe wangi serta dapat membuat produk jamu mix dan jahe wangi dengan baik dan layak untuk dipasarkan. Disamping itu kelompok ibu rumah tangga di Desa Badal Pandean telah berhasil menjual produk jamu mix dan jahe wangi dalam acara Bazar yang diselenggarakan Desa Badal Pandean, Kabupaten Kediri
Activity of Alginate-Gelatin Hydrogels Containing Metal-Organic Frameworks Against Escherichia coli and Staphylococcus aureus for Wound Dressing Application Mulyati, Tri Ana; Ekowati, Juni; Sariwati, Atmira; Agustina, Lia; Wardani, Siska; Erawati, Erawati; Pujiono, Fery
Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Institute of Topical Disease Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijtid.v13i3.77403

Abstract

Bacterial infections, such as S. aureus and E. coli, remain a global health issue, particularly concerning bacterial resistance, which often leads to serious complications. One approach to address this problem is the development of Metal Organic Frameworks (MOFs), known for their high conductivity and antibacterial activity. Zn-based MOFs are known to possess strong antibacterial activity because Zn²⁺ ions can damage bacterial cell membranes, disrupt enzymatic processes, and induce oxidative stress. In comparison, Zr-based MOFs are well known for their excellent chemical stability and biocompatibility. In this study, hydrogels containing three types of MOFs-Zn-BDC, Zn-Fer, and Zr-BDC were developed. This research aims to synthesize and characterize alginate-gelatin hydrogels containing MOFs and evaluate their antibacterial activity. The results indicate that the modification of alginate-gelatin hydrogels with MOFs has been successfully synthesized, as evidenced by FTIR, XRD, and SEM-EDS analyses. The materials successfully produced include Hy/Zn-BDC, Hy/Zn-Fer, and Hy/Zr-BDC. Antibacterial activity testing shows that adding MOF into the hydrogel matrix significantly increases the inhibition against S. aureus and E. coli compared to the hydrogel without MOF. Among the three MOF variants, Hy/Zn-BDC showed the highest antibacterial activity, followed by Hy/Zn-Fer and Hy/Zr-BDC. Specifically, Hy/Zn-BDC inhibited S. aureus growth by 95% and E. coli by 100%, accompanied by the lowest effective inhibitory concentration values (2.0 mg/mL and 2.4 mg/mL, respectively). These results demonstrate the high effectiveness of Zn-based MOF in enhancing the antibacterial performance of the hydrogel as well as its potential development for wound dressing applications.
Pemberdayaan Kelompok Bank Sampah Sri Wilis Melalui Pembuatan Sabun dari Minyak Goreng Bekas Thohir, Rizqina Salma Tajja Aziza; Saputri, Della Anfa; Qurotuaini, Zhalwa Anggoro; Yanuar, Ragilang Gema; Priyadi, Amanda Agustyaningrum; Diana, Dwi Ervi; Saputra, Ferdinand Ghalib; Aphrodita, Mayang Hawwin; Rachmadani, Muhammad Nasza; An-nisa, Qotrunnada Fairuz Syifa; Ramadhani, Anggun Berliana Putri; Putri, Mardiana Prasetyani; Prodyanatasari, Arshy; Jayanto, Deni Luvi; Pujiono, Fery Eko; Mulyati, Tri Ana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.12225

Abstract

ABSTRAK Salah satu bank sampah yang sudah menjalankan program pengelolaan sampah dengan sangat baik di Kota Kediri adalah bank sampah “Sri Wilis”. Selain pengelolaan sampah, bank sampah “Sri Wilis” juga telah memiliki kegiatan daur ulang sampah seperti pembuatan boneka dari limbah kain bekas, pembuatan ecoenzim dari sisa sayuran serta pembuatan pupuk dari limbah rumah tangga. Disisi lain bank sampah “Sri Wilis” belum melakukan pemanfaatan limbah minyak goreng bekas. Minyak goreng bekas diketahui juga memiliki kandungan asam lemak yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan sabun. Tujuan dari kegiatan ini adalah (1) memanfaatkan minyak goreng bekas menjadi produk sabun cuci (2) Memberdayakan kelompok bank sampah “Sri Wilis” dalam menangani masalah limbah minyak goreng bekas serta (3) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok bank sampah “Sri Wilis” mengenai pembuatan sabun dari minyak goreng bekas. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan, pelatihan dan pendampingan mengenai cara pembuatan sabun cuci dan minyak goreng jelantah pada Kelompok bank sampah Sri Wilis di Desa Pojok Kecamatan Mojoroto Kabupaten Kediri. 100% mitra telah mengetahui bahwa minyak jelantah dapat digunakan sebagai bahan pembuat sabun cuci serta 92,8% faham bagaimana langkah-langkah pembuatan sabun dari minyak jelantah. Pada kegiatan ini telah berhasil diproduksi 1,5 sabun cuci dari minyak jelantah. Minyak goreng jelantah dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat sabun serta pegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci dari minyak goreng bekas sangat bermanfaat bagi Kelompok bank sampah Sri Wilis. Kata Kunci: Sabun, Minyak Jelantah, Bank Sampah, Sri Wilis, Kediri.  ABSTRACT One of the waste banks that has implemented a waste management program very well in Kediri City is the "Sri Wilis" waste bank. Apart from waste management, the "Sri Wilis" waste bank also has recycling activities such as making dolls from used cloth waste, making eco-enzymes from vegetable waste, and making fertilizer from household waste. On the other hand, the "Sri Wilis" waste bank has not utilized cooking oil waste. Used cooking oil is also known to have a high fatty acid content, so it can be used as a raw material for making soap. The aim of this activity is (1) to utilize used cooking oil in washing soap products, (2) to Empower the "Sri Wilis" waste bank group in dealing with the problem of used cooking oil waste and (3) Increase the knowledge and skills of the "Sri Wilis" waste bank group ” regarding making soap from used cooking oil. This activity uses counseling, training and mentoring methods on how to make washing soap and used cooking oil at the Sri Wilis waste bank group in Pojok Village, Mojoroto District, Kediri Regency.  100% of partners knew that cooking oil could be used in laundry soap, and 92.8% understood the steps for making soap from cooking oil. In this activity, 1.5 washing soaps were successfully produced from used cooking oil.  Used cooking oil can be used as an ingredient for making soap, and training activities for washing soap from used cooking oil are very beneficial for the Sri Wilis Waste Bank group. Keywords: Soap, Used Cooking Oil, Waste Bank, Sri Wilis, Kediri.