Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

DESAIN TUNGKU BRIKET BIOMASSA SYSTEM KONTINYU SEBAGAI TEKNOLOGI PEMANFAATAN ENERGI ALTERNATIF PENGGANTI BAHAN BAKAR TERPAKAI PADA OVEN TEMBAKAU DI MASYARAKAT PEDESAAN Wijana, Made; Nurchayati, Nurchayati
Dinamika Teknik Mesin Vol 3, No 1 (2013): Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin menipisnya cadangan minyak dunia yang menyebabkan harga bahan bakar minyak (BBM) terus melambung. Tungku spiral berbahan bakar minyak tanah, merupakan komponen utama pada oven (omprongan) tembakau yang ada di NTB, yang mana potensi tembakau Virginia sebanyak 45.534 ton dan memerlukan minyak tanah 45 juta liter. Tembakau yang banyak tersebut  terancam tidak dapat dikeringkan akibat mahal dan langkanya minyak tanah sebagai bahan bakar utama. Sementara energy alternative pengganti berupa bongkahan batu bara dan kayu bakar tidak memberikan solusi yang baik.  Untuk  itu dalam penelitian ini didesain tungku yang kemudahan pengoperasiannya menyerupai kombinasi tungku minyak tanah dan tungku bongkahan batu bara dengan memanfaatkan kelebihan dan memperbaiki kelemahan-kelemahannya.  Dengan tungku yang mudah dioperasikan sebagai alat pemanfaat energi alternative dan terbarukan, maka masyarakat akan tertarik untuk menggunakannya, ini akan berdampak pada menurunnya biaya pengovenan tembakau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen langsung, untuk mengetahui kinerja tungku spiral dilakukan beberapa pengujian. Untuk mendapatkan kesepadanan kemampuan pemanasan antara tungku spiral berbahan bakar minyak tanah dengan tungku desain baru berbahan bakar briket, dilakukan pengujian nilai kalor dan perhitungan jumlah alur briket yang diperlukan, selanjutnya dilakukan pengujian boilling time pada masing-masing tungku.  Dan untuk mengetahui peningkatan waktu operasional tungku baru dibanding bahan bakar alternatif lain, dapat dilakukan pengujian lama nyala dalam satu kali pengisian tungku briket.  Serangkain pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah  tungku desain baru ini layak  digunakan pada omprongan tembakau.Dari hasil pengujian nilai kalor diperoleh bahwa nilai kalor tertinggi adalah minyak tanah dengan nilai kalor, 9.828,2816 Kkal/kl, dan yang terendah adalah briket biomassa dengan nilai kalor 4.996,5028 Kkal/kg. Pada tungku spiral diperoleh kecedrungan bahwa semakin besar stelan, maka n boilling time semakin kecil (cepat) dan kebutuhan bahan bakar yang semakin besar. Waktu yang dibutuhkan untuk mendidihkan 1 liter air ( boiling time) yang paling kecil (cepat) adalah pada stelan ke 4 yaitu 178,67 detik, pada posisi ini, kebutuhan bahan bakarnya terbesar yaitu  103,33 ml. dari pengujian  tungku briket desain baru yang menggunakan dua bahan bakar alternative,  boilling time kedua bahan bakar alternative (briket) tersebut masih lebih besar dibandingkan dengan tungku spiral stelan ke 4. yaitu  masing-masing 390.67 detik untuk briket biomassa dan 255.33 detik untuk briket batubara. Sedangkan dilihat dari boiling time tungku spiral stelan ke 2 yang memiliki nilai 437.33, maka kedua bahan bakar alternative yang menggunakan tungku desain baru, memiliki boiling time yang lebih kecil (cepat) dan dari pengujian lama operasional tungku berbahan bakar briket biomassa, dibandingkan dengan bongkahan batubara dan kayu bakar, diperoleh peningkatan lama operasional sebanyak tiga kali lipat. Bongkahan batubara dan kayu bakar, dalam satu kali pengisian dapat beroperasi selama maksimal 2 jam, sedangkan tungku desain baru berbahan bakar biomassa, dapat beroperasi 6 jam dalam satu kali pengisian. Sedangkan Mekanisme kerja penekan briket, alur briket dan penahan ruang pembakaran dapat berjalan sesuai fungsinya sehingga, kontinyuitas tungku dalam 1 kali pengisian dapat berjalan dan beroperasi dengan stabil selama 6 jam.  Dari kinerja tersebut, maka tungku desain baru layak menggantikan tungku spiral pada omprongan tembakau .
APLIKASI BREAK EVEN POINT PADA SISTEM OPERASIONAL KAPAL MOTOR PENYEBERANGAN RODITHA PT. ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO) CABANG LEMBAR Wijana, Made; Triadi, A.A. ALit; Febriandi, Firza
Dinamika Teknik Mesin Vol 4, No 2 (2014): Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dtm.v4i2.57

Abstract

This study is intended to analyze the feasibility operation KMP Roditha which owned by PT. ASDP Indonesia Ferry (Limited). Location of research in the trajectory Sheet - Padang Bai, was used the Break Even Point. Collecting a range of cost of KMP Rodita, therefore was known the operating costs, maintenance costs and income from the sale of tickets while one year. Stepsare used in this research is the analysis of quantitative data, where i would collect the data required in relation to the matter to be investigated, so that research results can be more reliable and credible. The results of this study indicate that KMP Roditha income in 2010 was Rp. 12,007,178,916, of a total of 504 trips. Break Even Point in 2010 occurred in the 5th month on 213 trips, so that KMP Roditha feasible to operate.
Aplikasi Rekayasa Nilai (Value Engineering) Pada Desain Tungku Briket Arang Biomassa Sistem Kontinyu Berpengapian Semi Otomatis Sebagai Upaya Mempermudah Pemanfaatan Energi Alternatif Mengganti Minyak Tanah Wijana, Made; Joniarta, I Wayan
Dinamika Teknik Mesin Vol 2, No 2 (2012): Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The biomassa charcoal briquet is one of principal component of cooking in household scale which has some weakness in its operation, such as take a long time for beginning ignitation, flame energy is not stable, the putting out can not be done quickly, once filling up for once cooking. Impractical operational of briquet stove  caused people did not want to change the use of petroleum stove to the use  of biomass briquet stove. Hence, biomass charcoal briquet stove is modified in order to simplify its operation by increase fungsional aspect, technique aspect, and economical aspect.            The method used in this research is value engineering method in order to choose one alternative of modification of biomass charcoal briquet  stove and analyze with five phase of job planning that include (1) information phase, (2) creative phase, (3) analysis phase, (4) development phase, and (5) presentation phase.            At the analysis phase, it is made analysis to eight alternatives of modification and one initial design which is used as reference of performance evaluation. The evaluation result at development phase is the seventh alternative of modification has the highest value that is 1,358 with performance 425,10 and gives some advantages, those are cooking speed is increased (boilling water in seven minute per liter), operational simplicity is very increased that is once filling up for cooking repeatedly (continue system), cutting out of fire can be done quickly without taking apart of stove (semi automatic), pollution is decreased and stinging smell is not happen.            Biomass charcoal briquet stove has high economic value, because its operasional is almost the same as petroleum stove and its operational cost is a quarter of petroleum stove cost.  So, it is good to be developed and applied to society. 
APLIKASI METODE BREAK EVEN POINT PADA DESAIN TUNGKU GASIFIKASI BIOMASSA MULTI BURNER SEKAM PADI SEBAGAI PENGGANTI MINYAK TANAH DAN KAYU BAKAR MENUJU MASYARAKAT MANDIRI ENERGI DI DAERAH PULAU KECIL Wijana, Made; Joniarta, I Wayan; Nurchayati, Nurchayati
Dinamika Teknik Mesin Vol 4, No 1 (2014): Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dimasyarakat pulau kecil sering mengalami kesulitan dalam memasak karena langka dan mahalnya minyak tanah dan kayu bakar. Sedangkan tungku gasifikasi yang telah diteliti dan diapikasikan (gasifikasi biomassa single burner) , meskipun hasilnya sudah bagus , tetapi sulit diterima dimasyarakat karena pemasakan dilakukan langsung diatas tungku, sehingga keamanannya lemah karena bahaya terkena panas dinding tungku dan rancangan yang tinggi mengakibatkan kekhawatiran masyarakat, disamping itu sifatnya tidak bisa kontinyu dan pengapiannya tidak bisa dilakukan secara cepat, karena tungku dengan burner dirancang menjadi satu. Untuk itu maka pada program ini perlu dilakukan penelitian bagaimana merancang suatu tungku gasifikasi biomassa yang murah, mudah dan aman dalam pengoperasiannya dengan merancang bentuk tungku yang memiliki  multi burner dengan letak tungku dan burnernya terpisah, bagaimana merancang saluran penghantar dari tungku ke burner,dan bentuk burner yang sesuai sehingga dengan jauhnya tungku dan burner pengapian, keamanan dan kenyamanan masyarakat pulau kecil pengguna energi terbarukan (gasifikasi biomassa) terjamin, sehingga masyarakat mandiri energy di pulau kecil dapat diwujudkan..         Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rekayasa nilai  untuk memilih satu alternatif  modifikasi pada tungku briket arang biomassa dan menganalisanya melalui lima tahap rencana kerja yang meliputi (1) tahap informasi, (2) tahap kreatif, (3) tahap analisa, (4) tahap pengembangan dan (5) tahap presentasi.          Pada tahap analisa, dilakukan analisa terhadap 8 alternatif modifikasi ditambah 1 desain awal, dimana desain awal digunakan sebagai patokan dalam penilaian performansi. Hasil penentuan nilai pada tahap pengembangan diperoleh bahwa alternatif modifikasi ke-7, mempunyai nilai tertinggi yaitu1,142   dengan performansi 427,83, dan biaya Rp. 1.850.000,0. Alternatif ini memberikan keuntungan antara lain, kemudahan operasionalnya sangat meningkat dapat dilakukan pengisian berulang tanpa mengganggu nyala api (sistem kontinyu), dan pemadaman api dapat dilakukan dengan cepat tanpa  pembongkaran tungku (semi otomatis),  pengguna tidak perlu memasak diatas reaktor gasifikasi yang panas dan tinggi, karena tungku ini didesain dapat memasak diatas burner yang jauh dari reaktor gasifikai, kecepatan pemasakan meningkat (mendidihkan 2 lt air dengan waktu 7 menit), pencemaran menurun dan tidak terjadi bau menyengat.          Tungku gasifikasi multiburner mempunyai nilai  ekonomi tinggi karena  kinerjanya hampir sama dengan tungku minyak tanah dan biaya operasionalnya sekitar 1/3 dari tungku minyak tanah, untuk memasak 2 lt air, menggunakan minyak tanah sekitar 1/10 lt (Rp. 1300), dengan tungku single burner membutuhkan sekam 2 kg (Rp. 400) dan dengan tungku ini membutuhkan 2 kg sekam (Rp.400), dengan melihat hal tersebut, maka tungku gasifikasi multibuerner, dari segi ekonomi sangat prospek untuk dikembangkan di masyarakat. Sebagai salah satu alternative pengganti tungku gasifikasi single burner, tungku minyak tanah dan kayu bakar dan sebagai salah satu agen dari green technology guna menciptakan masyarakat mandiri energi khususnya di pulau-pulau kecil