Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON TANAMAN KACANG TANAH AKIBAT PENBERIAAN ABU SERBUK KAYU DAN PUPUK NPK PADA TANAH GAMBUT Hidayat, Hidayat; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Surchman, Surchman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58193

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi terbaik antarakombinasi dosis abu serbuk kayu dan pupuk NPK pada tanaman kacang tanah di tanahgambut. Penelitian di laksanakan di lahan gambut Dusun Rimba Jaya Desa Sungai DuriKecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Waktu penelitian ± 3 bulan di mulai dari 13 April 2020 sampai 19 juli 2020. Rancangan penelitian yangdi gunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 2 faktor dengan 3 taraf perlakuan. Faktor abu serbuk kayu yang terdiri dari a1=18 ton/ha, a2=27 ton/ha, a3=35 ton/ha dan faktor pupuk NPK yang terdiri dari m1=150 kg/ha, m2=250 kg/ha, m3=300 kg/ha. Penanaman di lakukan dengan cara benih di letakan di tiap-tiap lubang tanam dengan jumlah dua benih per lubang tanam dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm antara tanaman. Variabel pengamatan di lakukan pada tinggi tanaman, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, jumlah polong isi per tanaman dan jumlah biji per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu serbuk kayu dan pupuk NPK berpengaruh nyata pada semua variabel pengamatan. Abu serbuk kayu dosis 2,7 kg/ha dan pupuk npk 250 kg/ha memberikan hasil terbaik pada variabel berat polong per tanaman dan jumlah polong per tanaman.Kata Kunci: Abu Serbuk Kayu, Pupuk NPK, Tanah Gambut, Kacang Tanah.
PENGARUH PEMBERIAN ABU KAYU DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PUTIH PADA MEDIA GAMBUT Fitriani, Cornelia; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58312

Abstract

Peluang pengembangan upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman lobak dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan sub optimal salah satunya adalah lahan gambut. Tanah gambut dihadapkan pada berbagai kendala diantaranya kemasaman tanah yang tinggi, ketersedian hara dan kejenuhan basa yang rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan penggunaan abu kayu. Pemberian abu kayu dapat memperbaiki sifat kimia yakni meningkatkan pH tanah gambut serta memperbaiki sifat biologi yang dapat merangsang aktivitas mikroorganisme guna mempercepat proses dekomposisi bahan organik pada tanah gambut. Perbaikan pH tanah akan meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman dan upaya peningkatan kualitas umbi lobak dapat dilakukan dengan pemberian pupuk kalium. Penelitian bertujuan untuk mencari pengaruh interaksi dan dosis terbaik dari pemberian abu kayu dan pupuk kalium untuk pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih pada media gambut. Penelitian dilaksanakan di Rumah Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak di Jalan Prof. H. Hadari Nawawi. Penelitian berlangsung dari tanggal 11 Januari sampai dengan 12 Maret 2021. Penelitian menggunakan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu abu kayu (A) dan pupuk kalium (P). Setiap perlakuan terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri 4 tanaman sampel. Perlakuan terdiri dari a1 (408 g/polybag atau setara dengan 24,5 ton/ha), a2 (558 g/polybag atau setara dengan 33 ton/ha), a3 (705 g/polybag atau setara dengan 42,3 ton/ha), p1 (0,8 g/polybag atau setara dengan 50 kg/ha), p2 (1,6 g/polybag atau setara dengan 100 kg/ha) dan p3 (2,5 g/polybag atau setara dengan 150 kg/ha). Kombinasi perlakuan yang dimaksud yaitu, a1p1, a1p2, a1p3, a2p1, a2p2,a2p3, a3p1, a3p2,dan a3p3. Variabel yang diamati dalam penelitian adalah jumlah daun (helai), berat segar tanaman (g), panjang umbi (cm), diameter umbi (cm), berat segar umbi (g), dan berat kering tanaman (g). Berdasarkan hasil penelitian bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian abu kayu dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil lobak putih pada media gambut. Pemberian abu kayu dosis 558 g/polybag atau setara dengan 24,5 ton/ha sudah cukup efisien untuk pertumbuhan dan hasil lobak putih pada media gambut. Pemberian pupuk kalium pada berbagai dosis perlakuan memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil lobak putih pada media gambut. Kata Kunci : Abu Kayu, Lobak Putih, Media Gambut, Pupuk Kalium
PENGARUH PUPUK HIJAU PAITAN DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN PADA TANAH GAMBUT Watini, Watini; Zulfita, Dwi; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.61904

Abstract

Kailan merupakan salah satu jenis sayuran daun yang termasuk jenis kubis-kubisan dan merupakan tanaman yang relatif baru. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 10 Agustus sampai 23 Oktober 2022. Penelitian bertujuan terjadi interaksi antara pupuk hijau paitan dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kailan pada lahan gambut dan mendapatkan interaksi antara pupuk hijau paitan 30 ton/ha setara dengan 375 g/polibag dan NPK 300 kg/ha setara dangan 1,2 g/polibag dapat memberikan pertumbuhan dan hasil kailan pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor perlakukan yaitu pupuk hijau paitan (B) dan NPK (P) yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap perlakuan terdapat 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah perlakuan pupuk hijau paitan dengan 3 taraf yaitu b1 (pupuk hijau paitan 20 ton/ha), b2 (pupuk hijau paitan 30 ton/ha) dan b3 (pupuk hijau paitan 40 ton/ha). Perlakuan pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu p1 (NPK 200 kg/ha), p2 (NPK 300 kg/ha), p3 (NPK 400 kg/ha). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat segar tanaman, jumlah daun, luas daun, berat kering tanaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian pupuk hijau paitan dan NPK terhadap berat kering tanaman kailan pada tanah gambut. Interaksi antara pupuk hujau kalian dosis 30 ton/ha setara dengan 375 kg/polybag dan NPK dosis 200kg/ha setara dengan 0,8 g/polybag memberikan pertumbuhan dan hasil kalian yang terbaik pada tanah gambut.
PENGARUH POC KULIT KACANG HIJAU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN PADA TANAH GAMBUT Aurelia, Tasha Neila; Zulfita, Dwi; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62806

Abstract

Kailan merupakan salah satu jenis sayuran daun yang termasuk jenis kubis-kubisan dan merupakan tanaman yang relatif baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari interaksi pemberian POC kulit kacang hijau dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kailan pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Podomoro, Gg. Sanjaya, Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 - Desember 2022. Penelitian ini menggunakan metode Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu perlakuan POC kulit kacang hijau (p) yang terdiri dari 3 taraf perlakukan, sedangkan faktor kedua yaitu perlakuan pupuk NPK (n) juga terdiri dari 3 taraf perlakuan, dan diulang sebanyak 3 kali. Setiap perlakuan diambil 3 sampel tanaman, sehingga jumlah tanaman keseluruhannya adalah 81 tanaman. Faktor pertama yaitu POC kulit kacang hijau (P) :p1 = 150 ml/liter air, p2 = 300 ml/liter air, p3 = 450 ml/liter air. Faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) : n1 = 300 kg/ha (1,2 g/polybag), n2 = 400 kg/ha (1,6 g/polybag) n3 = 500 kg/ha (2 g/polybag). Pemberian POC kulit kacang hijau dan pupuk NPK memberikan pertumbuhan dan hasil yang baik pada kailan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC kulit kacang hijau dan interaksi pemberian POC kulit kacang hijau dan NPK berpengaruh nyata terhadap luas daun kailan pada tanah gambut.
PENGARUH TEPUNG CANGKANG SIPUT LAUT (Clypeomorus batillariaeformis L.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL OKRA PADA TANAH GAMBUT Itnu, Itnu; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63825

Abstract

Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.) biasanya dikenal dengan sebutan kacang mia, dan kacang mekkah ini mempunyai beberapa keunggulan antara lain bersifat ekonomis, dapat dibudidayakan secara sederhana dan mudah serta dapat cepat di panen. Selain itu tanaman okra mengandung gizi yang cukup tinggi dan mempunyai banyak serat yang dipercaya dapat membantu pencernaan. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman salah satunya dipengaruhi oleh media tanam. Tingkat kemasaman tanah menjadi faktor pembatas dalam pengembangan gambut untuk tujuan pertanian. Upaya untuk mengatasi permasalahan tanah gambut yang masam dapat dilakukan dengan pemberiaan tepung cangkang siput laut dapat digunakan untuk meningkatkan pH tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis tepung cangkang siput laut terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil okra pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletk di Jl. Reformasi Gg. Racana Untan. Penelitian ini akan dilaksanakan dari tanggal 2 Oktober 2022- 29 Desember 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor perlakuan yaitu faktor pemberian tepung cangkang siput laut (A) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dan 4 sampel Perlakuan. Sehingga terdapat 100 tanaman, adapun rancangan yang dimaksud adalah, a1 245,28 g/polybag,a2 367,91 g/polybag, a3 490,54 g/polybag, a4 613,17 g/polybag, a5 735,08 g/polybag. Variabel Pengamatan meliputi, Tinggi Tanaman, Volume Akar, Berat Kering Tanaman, Jumlah Buah Segar per tanaman dan Berat Buah/tanaman. hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan, Pemberian berbagai dosis tepung cangkang siput laut dapat meningkatkan pH tanah untuk pertumbuhan dan hasil okra pada tanah gambut. Pemberian tepung cangkang siput laut dengan dosis 490,54 g/polybag meningkatkan pH tanah dari 3,00 menjadi 5,5 merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil okra pada tanah gambut tetapi pemberian tepung cangkang siput laut dosis 245,27 g/polybag merupakan dosis efektif untuk pertumbuhan dan hasil okra pada tanah gambut.
PENGARUH NAUNGAN DAN PEMBERIAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG DAUN PADA TANAH GAMBUT Hudha, Feby Vahrul; Asnawati, Asnawati; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.64140

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang layak dikembangkan secara intensif di Indonesia. Pemanfaatan tanah gambut untuk budidaya bawang daun dihadapkan pada berbagai kendala yaitu ketersediaan hara yang rendah, hal ini menyebabkan pertumbuhan tanaman sangat rendah. Mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan pemupukan dengan tujuan memenuhi ketersediaan unsur hara tanah yang dibutuhkan oleh bawang daun dan pemberian naungan untuk mengatasi kondisi lingkungan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan kerapatan naungan dan untuk mengetahui dosis urea yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut. Penelitian ini berlokasi di Jalan Reformasi gang Pertanian Jalur 1. Penelitian dimulai pada 18 Agustus 2022 sampai dengan 11 Oktober 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Petak utama adalah perlakuan yang tidak di berikan naungan 0% dan diberi naungan 50%, 75 % serta anak petak dalam penelitian ini adalah pupuk Urea yaitu : 200 kg/ha, 250 kg/ha dan 300 kg/ha. Penelitian ini dilakukan dengan urutan kegiatan sebagai berikut yaitu pembuatan naungan, pembuatan bedengan dan pengapuran, penanaman bibit bawang daun, pemupukan, penyulaman, penyiraman, penyiangan, pengendalian hama dan penyakit dan panen. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan per rumpun (anakan), berat segar tanaman (g) dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa pemberian naungan menunjukkan pertumbuhan dan hasil bawang daun yang terbaik pada tanah gambut. Pemberian urea 200 kg/ha merupakan dosis yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut.
Pengaruh Tepung Cangkang Telur dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung pada Tanah Gambut Randi, Randi; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64902

Abstract

Produktivitas Terung di Kalimantan Barat secara masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan produktivitas nasional pada tahun 2020. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa produksi terung di Kalimantan Barat tahun 2020 sebesar 77. 254 ton dengan produktivitas mencapai 3,77 ton/ha, jumlah ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan produksi nasional pada tahun yang sama. Usaha untuk meningkatkan produktivitas terung di Kalimantan Barat adalah dengan memaksimalkan potensi lahan yang tersedia. Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman terung dihadapkan pada kendala tingkat kesuburan yang rendah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan penambahan tepung cangkang telur untuk meningkatkan pH tanah gambut. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan dosis interaksi antara tepung cangkang telur dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil terung pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang berlokasi di Kecamatan Pontianak Tenggara dengan ketinggian tempat 1 mdpl. Penelitian ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan dimulai pada tanggal 01 Februari "“ 10 April 2023. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan dengan pola faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu Tepung Cangkang Telur (T) dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (P). Masing "“ masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel sehingga terdapat 81 tanaman. perlakuan yang dimaksud yaitu faktor pertama dengan 3 taraf yaitu 12 g/polybag; 16 g/polybag dan 20 g/polybag. Faktor kedua terdiri dari 3 taraf yaitu 7,5 g/tanaman; 10 g/tanaman dan 12,5 g/tanaman. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, luas daun, jumlah buah, berat buah per buah, berat buah per tanaman, panjang buah dan diameter buah. Data hasil pengamatan di analisis seara statistik dengan menggunakan varians (uji F taraf 5%). Apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian tepung cangkang telur dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil terung pada tanah gambut dan tepung cangkang telur dosis 8 ton/ha setara dengan 16 g/polybag dan pupuk NPK dosis 400 kg/ha setara dengan 10 g/tanaman memberikan pertumbuhan dan hasil terung yang terbaik pada tanah gambut.
PENGARUH BOKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT CHERRY PADA TANAH ALUVIAL Fransiano, Frediricus; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.65734

Abstract

Tomat cherry (Lycopersicum esculentum) merupakan tanaman sayuran komersial yang sedang dikembangkan di Indonesia. Tomat cherry bernilai ekonomi tinggi atau multiguna, pengembangan produksi tomat cherry yang optimal sangat ditentukan oleh teknik budidaya tanaman yang baik dan tepat, salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu tanah dan pemupukan serta ketersediaan unsur-unsur hara bagi pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara dosis bokasi TKKS dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil tomat cherry yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Reformasi Gg. Racana Untan, mulai dari tanggal 17 Januari sampai 10 Maret 2023. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu Bokasi TKKS (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b₁ = 20 ton/ha, b₂ = 30 ton/ha dan b₃ = 40 ton/ha dan faktor kedua yaitu Pupuk NPK (N) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu n₁ = 200 kg/ha, n₂ = 300 kg/ha, dan n₃ = 400 kg/ha sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga total keseluruhan tanaman adalah 108 tanaman. Tidak ditemukan dosis perlakuan terbaik dari berbagai kombinasi perlakuan, namun pemberian bokasi TKKS 30 ton/ha dan Pupuk NPK 300 kg/ha merupakan dosis yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat cherry pada tanah aluvial.
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH ALUVIAL Ramadhani, Rossy Suchitra; Zulfita, Dwi; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.68309

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.) merupakan tanaman yang termasuk familia Cruciferae berbentuk umbi seperti wortel dan berwarna putih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara pupuk kandang ayam dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah aluvial serta mendapatkan dosis interaksi yang terbaik dari pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpuran Pontianak berlangsung pada 4 April 2023 "“ 7 Mei 2023. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu pupuk kandang ayam (A) dan pupuk hayati (P), masing-masing terdiri dari 3 taraf perlakuan. Setiap unit perlakuan terdiri dari 3 sampel tanaman dan diulang 3 kali. sehingga jumlah seluruh tanaman yaitu 81 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu faktor pertama pemberian pemberian pupuk kandang ayam dengan 3 dosis taraf perlakuan yaitu 80 g/polybag; 120 g/polybag; 160 g/polybag. Faktor kedua yaitu pemberian pupuk hayati yang terdiri dari 3 taraf konsentrasi yaitu 5 ml/L air; 10 ml/L air; 15 ml/L air. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, luas daun, berat kering tanaman, panjang umbi, berat segar tanaman, dan berat segar umbi. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan varians (uji F taraf 5%). Apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara pupuk kandang ayam dosis 30 ton/ha setara dengan 120 g/polybag dan pupuk hayati konsentrasi 15 ml/L air memberikan pertumbuhan dan hasil lobak yang terbaik pada tanah aluvial.