Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peningkatan profesionalisme guru melalui pelatihan model belajar bahasa inggris daily language Kaltsum, Honest Ummi; Hidayat, Muhamad Taufik; Astuti, Wili
Penamas: Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2022): Penamas: Journal of Community Service
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/penamas.v2i2.464

Abstract

Because English is a global language, mastery of it is a necessity, especially for academics such as teachers and lecturers. English as a foreign language is not used as a daily language like English as a second language; it is only used and taught in schools during class hours. The purpose of this community service is to train teachers to improve their daily English language skills with the daily language application. The method of implementing the activities is divided into preparation, implementation, and monitoring of community service. This service is carried out online using Zoom meetings with 20 teachers. English as a foreign language is not used as a daily language like English as a second language; it is only used and taught in schools during class hours. Daily language is a mobile learning tool, so it is flexible for teachers and can be adapted to their hobbies in practice.
DIGITAL LITERACY TRAINING FOR AMANAH HOLISTIC KINDERGARTEN TEACHERS, EAST SEMARANG: TRAINING LITERASI DIGITAL BAGI GURU TK HOLISTIK AMANAH, SEMARANG TIMUR Wili Astuti; Yayan Mahfuzin; Muhamad Taufik Hidayat
BEKTI : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): BEKTI : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (March- June 2023)
Publisher : Lembaga Citra Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56480/bekti.v1i3.865

Abstract

Education is an important factor in the development of a nation. In today's digital era, digital literacy skills are becoming increasingly important for all levels of society, including for teachers and especially for children. The aim to be achieved through this service activity is to provide digital literacy training and improve digital literacy skills for Amanah Holistik Kindergarten teachers to serve children's learning. This community service activity was attended by 10 teachers of Amanah Holistik Kindergarten on March 25, 2023. This community service activity is carried out in the form of training with stages (1) Exposure, Discussion and Q&A (2) Practice. There are two aspects assessed in this activity (1) Participant activities during training. (2) The level of mastery of the training material. The results of the service activities for Amanah Holistic Kindergarten teachers, namely by making a positive contribution to efforts to improve the quality of education, especially the skills of introducing digital literacy. Based on the evaluation results, this activity is considered successful because 100% of the participants participated in the activity and mastered the training material.
Enhancing digital literacy in early childhood school teachers: Technology and analysis approaches based on social cognitive theory Purworini, Dian; Pamungkas, Endang Wahyu; Naidoo, Gedala Mulliah; Rahmadiva, Lelita Azaria; Maryam; Chasana, Rona Rizkhy Bunga; Setyawan, Sidiq; Astuti, Wili; Haryanti, Yanti
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2024): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i2.10605

Abstract

[Bahasa]: Era digital yang berkembang pesat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran di semua level pendidikan. Guru yang memiliki peran krusial dalam pembelajaran harus memiliki kemampuan yang adaptif terhadap perubahan tersebut. Namun, banyak guru khsusunya pada level Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran dan pengajaran. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital pada guru anak usia dini. Metode pelaksanaan pengabdian yaitu dengan melakukan workshop yang berisi deskripsi pemahaman literasi digital dan praktik membuat materi ajar melalui software digital. Eskperimen yang melibatkan 49 partisipan dari 20 PAUD dilakukan untuk mengukur efektivitas implementasi workshop literasi digital. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket pretest dan posttest, observasi dan wawancara. Hasil program pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan literasi digital memberikan peningkatan literasi digital pada guru. Temuan pengabdian ini menunjukkan bahwa efikasi diri dan faktor sosial memberikan kontribusi terhadap keberhasilan training dalam program. Pelaksanaan training digital literasi dengan mempertimbangkan elemen-elemen teori kognitif sosial menjadi alternatif untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam praktik mengajar. Kata Kunci: guru PAUD, literasi digital, pelatihan, kompetensi [English]: The rapid development of the digital era affects teaching and learning practices at all levels of education. Teachers who play a crucial role in learning must have adaptive skills to respond to these changes. However, integrating technology into the learning and teaching process remains challenging for teachers of Early Childhood Education (ECED). This community service program aims to improve digital literacy in early childhood teachers. The workshop method was used in this program through the introduction of digital literacy understanding and practice of creating teaching materials through digital software. An experiment involving 49 participants from 20 PAUD was conducted to measure the effectiveness of the digital literacy workshop implementation. Data were collected through pretest and posttest questionnaires, observations, and interviews. The results show that the training in this community service program can improve digital literacy in teachers. The findings show that self-efficacy and social factors contribute to the effectiveness of the training program. The findings show that self-efficacy and social factors contribute to the effectiveness of the training program. Digital literacy training for early childhood education teachers involving elements of social cognitive theory is an alternative way to improve their teaching and learning practice competence. Keywords: early childhood teacher, digital literacy, training, competency
Penguasaan Vocabulary Bahasa Inggris Anak dengan Menggunakan Youtube Video Pendek Nur Jannah, Fatimah; Astuti, Wili
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1174

Abstract

Anak usia dini adalah kelompok anak yang berusia antara 0 hingga 6 tahun, pada periode ini anak berada dalam fase perkembangan yang sangta kritis dan rentan terhadap pengaruh lingkungan sekitar. Bahasa inggris mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan apalagi di dunia pendidikan sebagai bahasa asing yang harus dikuasai dari jenjang pendidikan anak usia dini.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembelajaran melalui penguasaan vocabulary Bahasa inggris anak dengan menggunakan youtube video pendek. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, Teknik pengumpulan datanya berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan vocabulary Bahasa inggris anak dengan menggunakan youtube video pendek menarik perhatian anak serta memberikan berbagai manfaat. Berdasarkan penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa di era zaman perkembangan teknologi yang semakin canggih, memang perlu menerapkan penguasaan vocabulary Bahasa inggris anak menggunakan youtube video pendek. Karena, dengan menggunakan youtube video pendek diharapkan anak akan semakin aktif dan interaktif supaya pembelajaranya menarik dan tidak membosankan bagi anak.  
Peran Guru terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini dalam Pembelajaran Outdoor Muna, Nailil; Astuti, Wili
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pemahaman guru terhadap perkembangan motoric anak usia dini dalam pembelajaran di outdoor. Metode penelitian ini adalah menggunakan kualitatif deskriptif. Adapun informan penelitian adalah guru TK Khalifah Kecil yang berjumlah lima orang meliputi guru TK kelas A (anak usia 4-5 tahun) berjumlah 3 orang dan guru TK kelas B (anak usia 5-6 tahun) berjumlah 2 orang. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah menguasai peran guru terhadap perkembangan motoric kasar anak usia dini dalam pembelajaran di outdoor. peran guru sangat penting dalam memaksimalkan perkembangan motorik kasar anak usia dini melalui pembelajaran outdoor di TK Khalifah Kecil Sunter Jakarta Utara. Guru berperan sebagai fasilitator yang menyiapkan alat dan bahan untuk kegiatan, pembimbing yang mengarahkan anak dalam setiap aktivitas, komunikator yang membangun hubungan baik dengan anak, motivator yang memberikan semangat dan apresiasi kepada anak, serta evaluator yang mengamati dan mengevaluasi perkembangan motorik kasar anak. Kegiatan outdoor.akan tetapi, proses ini tidak terlepas dari tantangan, seperti keterbatasan biaya, sarana prasarana yang kurang memadai, dan kondisi lingkungan yang kurang ideal.
Pemahaman Guru terhadap Perencanaan Pembelajaran Modul Ajar Bunga Sawitri, Novelia; Astuti, Wili
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman guru terhadap perencanaan pembelajaran menggunakan modul ajar di TK Aisyiyah Cabang Kartasura. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana, dengan subjek penelitian delapan guru yang bertugas di TK tersebut. Instrumen yang digunakan merupakan kuesioner skala Likert, wawancara, dan dokumentasi terkait perencanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki pemahaman yang baik mengenai penyusunan modul ajar. Berdasarkan hasil wawancara, guru memahami modul ajar sebagai perangkat pembelajaran yang lebih komprehensif dibandingkan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Penyusunan modul ajar dilaksanakan secara kolaboratif antara guru dan kepala sekolah, namun tidak semua guru terlibat langsung dalam proses tersebut. Hasil kuesioner mengindikasikan bahwa skor rata-rata pemahaman guru terhadap perencanaan pembelajaran menggunakan modul ajar adalah 3,44, yang tergolong dalam kategori baik. Meski demikian, masih terdapat beberapa guru yang pemahamannya berada dalam kategori cukup baik, yang menunjukkan perlunya pelatihan dan pendampingan lebih lanjut. Guru menghadapi beberapa kendala dalam memilih kegiatan pembelajaran yang menarik serta sesuai dengan ciri khas anak, tetapi pelatihan yang diikuti mampu mengurangi hambatan tersebut. Kesimpulannya, pemahaman guru tentang perencanaan pembelajaran dengan modul ajar sudah cukup baik, namun perlu adanya penguatan melalui pelatihan lanjutan untuk mencapai pemahaman yang lebih optimal.
Peran Shadow Teacher dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Berkebutuhan Khusus Speech Delay Bella Falsa, Velina; Astuti, Wili
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1181

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran shadow teacher dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak berkebutuhan khusus dengan gangguan speech delay di TPP Al-Firdaus Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan strategi shadow teacher dalam meningkatkan kemampuan berbicara Anak Berkebutuhan Khusus speech delay di TPP Al-Firdaus Surakarta. Peran shadow teacher dipilih karena dinilai mampu memberikan informasi dan pengetahuan yang mendalam kepada peneliti terkait dengan apa saja peran shadow teacher terutama dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak berkebutuhan khusus dengan gangguan speech delay. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen utamanya adalah lembar wawancara. Sumber data diperoleh dari 1 shadow teacher kelas Pre K2B. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisis data model interaktif menurut Miles and Huberman. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan oleh peneliti, bahwa studi kasus yang telah dilaksanakan membuktikan bahwa keberadaan seorang shadow teacher sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak berkebutuhan khusus dengan speech delay yang dapat dilihat dari peran aktif dari shadow teacher dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus speech delay, serta keberhasilannya dalam memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada subjek.
Bermain sebagai stimulasi membaca awal bahasa Inggris pada anak prasekolah Astuti, Wili; Fauziyah, Nur; Enka Banufita, Rellieve
Jurnal Pelita PAUD Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v9i2.4675

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui stimulasi membaca awal bahasa Inggris pada anak prasekolah dengan kegiatan Bermain. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif dipilih karena bertujuan untuk memahami fenomena sosial serta dinamika masalah manusia dalam konteks yang alami. Subyek penelitian adalah guru PAUD sebanyak 15 dari 5 lembaga PAUD yang mengenalkan bahasa Inggris pada anak. Penilitian ini mengungkap bahwa 52% dari responden sudah menerapkan bermain dalam stimulasi membaca awal bahasa Inggris pada anak prasekolah, sebanyak 25% melakukan stimuasi membaca bahasa Inggris dengan menggunakan metode selain bermain, misalnya dengan drill atau menirukan. Dan sebanyak 23% melakukan stimulasi membaca awal pada anak prasekolah dengan bermain namun masih terkendala dengan penyusunan materi ajar yang sesuai dan kendala sarana prasana di lembaga PAUD. Bermain aktif seperti bernyanyi, bercerita, menebak bunyi huruf dan games menjadi kegiatan yang lebih disukai daripada bermain pasif seperti menonton vidio dan mendengarkan lagu berbahasa Inggris. Hal ini disebabkan karena pemahaman guru terhadap kegiatan main, yang lebih condong kepada aktivitas yang melibatkan fisik anak prasekolah.
The Utilization of Flashcards and Songs as Media for Introducing English Vocabulary at Mardisiwi Islamic Kindergarten Millah, Hilyatul; Astuti, Wili
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2024: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: This study aims to demonstrate the effectiveness of using flashcards and songs as media for introducing English vocabulary— specifically terms related to professions—to early‑childhood learners in Group A at Mardisiwi Islamic Kindergarten, and to analyze the factors that facilitate or hinder this vocabulary‑introduction process. Methodology: A mixed‑methods design was employed, involving eight Group A students, their teacher, and the school principal as participants. Data collection combined classroom observations, skill‑mastery checklists, semi‑structured interviews, and document analysis. For data analysis, the Miles and Huberman framework guided systematic coding, data reduction, and thematic synthesis to identify patterns of vocabulary acquisition and influencing factors. Results: Implementation of the flashcard‑and‑song intervention yielded clear gains in children’s mastery of profession‑related English terms. Sessions typically began with the teacher displaying a flashcard, inviting students to guess the depicted profession, and then revealing the English label while playing an accompanying song. Children demonstrated improved recall and active participation, indicating that the multimodal approach effectively reinforced word learning. Applications/Originality/Value: By combining visual and auditory stimuli in a structured yet playful format, this study offers a replicable model for early‑childhood English vocabulary instruction. Its identification of enablers (e.g., engaging media, supportive teacher guidance) and barriers (e.g., limited attention spans) can inform curriculum planners and kindergarten teachers in designing media‑rich lessons that optimize young learners’ language acquisition and maintain high engagement.
Media Styrofoam Chart dalam Meningkatan Kecerdasan Linguistik Anak TK A Purwaningsih, Fathimah Amani; Astuti, Wili
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kecerdasan linguistik anak TK A dengan menggunakan media styrofoam chart di PAUD Alam Islam Rumah Cerdas di Sukoharjo tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah anak didik TK A PAUD Alam Islam Rumah Cerdas tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus dalam empat kali pertemuan. Prosedur penelitian ini ada empat tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan atau observasi , dan analisis dan refleksi. Data tingkat kecerdasan linguistik anak dan data proses belajar mengajar dengan media styrofoam chart dikumpulkan melalui metode observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan cara triangulasi dengan mencari data dari berbagai sumber data. Berdasarkan hasil tindakan siklus I, dan II yang telah dilaksanakan, menunjukkan adanya peningkatan kecerdasan linguistik anak TK A. Sebelum pelaksanaan siklus diperoleh hasil anak yang mencapai berkembang sesuai harapan (BSH) ke atas, sebesar 40,90%, siklus I mencapai 63,63%, dan siklus II mencapai 86,36%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa melalui media styrofoam chart dapat meningkatkan kecerdasan linguistik anak TK A di PAUD Alam Islam Rumah Cerdas tahun ajaran 2017/2018.