Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Peran Lagu Anak Berbasis Tematik dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Anak TK A Nur Alifah Intan Cilvia, Tiara; Astuti, Wili
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v4i2.387

Abstract

Penelitian bertujuan peran penting lagu anak berbasis tema dalam pembelajaran Bahasa Inggris anak usia dini. Lagu anak berbasis tema memiliki potensi untuk meningkatkan minat dan motivasi anak dalam belajar Bahasa Inggris. Lagu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik, dapat meningkatkan daya ingat mereka terhadap kosakata dan struktur Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dengan mewawancarai Kepala Sekolah dan Guru terkait penelitian. Hasil menunjukkan bahwa lagu anak berbasis tema membantu anak-anak dalam memahami kosakata dan struktur Bahasa Inggris dengan lebih mudah. Lagu juga melibatkan interaksi yang aktif dalam pembelajaran, seperti menyanyikan lagu bersama anak-anak dan menggunakan gerakan tubuh yang sesuai dengan lirik lagu. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya pembelajaran tematik dalam pengajaran Bahasa Inggris kepada anak usia dini. Pembelajaran tematik mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dalam satu tema yang menarik, yang dapat memotivasi anak-anak untuk belajar bahasa Inggris dengan antusias. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan lagu anak berbasis tema dalam pembelajaran Bahasa Inggris anak usia dini memiliki dampak positif dalam meningkatkan minat, motivasi, pemahaman kosakata, dan kemampuan berbicara bahasa Inggris. Lagu anak berbasis tema dapat menjadi media yang efektif dalam mengembangkan bahasa Inggris pada anak usia dini dalam konteks pembelajaran tematik.
Peran Teacher Belief terhadap Pembelajaran Bahasa Inggris Anak Usia Dini Astuti, Leni; Astuti, Wili
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i1.502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran keyakinan guru (teacher belief) dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini. Keberhasilan pembelajaran bahasa Inggris pada tahap pra-sekolah memiliki keterkaitan erat dengan keyakinan guru terhadap proses pembelajaran itu sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara,  angket, dan analisis dokumen. Dengan  mewawancarai guru bahasa Inggris  terkait penelitian  kemudian untuk memperkuat hasil  riset, peneliti mengumpulkan data dari 30  responden guru PAUD sebagai informan pada penelitian ini  di wilayah Surakarta.  Analisis data dilakukan dengan fokus pada bagaimana keyakinan guru mempengaruhi metode pengajaran, interaksi dengan siswa, dan evaluasi hasil pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan guru memainkan peran penting dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif, memberikan dukungan emosional kepada siswa, dan membentuk lingkungan belajar yang positif. Teknik analisis data yang digunakan peneliti pada penelitian kali ini adalah dengan mengumpulkan data, data yang diperoleh melalui wawancara akan disimpan melalui alat perekam suara ataupun catatan tertulis. Implikasi praktis dari penelitian ini menekankan perlunya pengembangan program pelatihan guru yang memperkuat keyakinan mereka untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan memastikan keberhasilan pemerolehan bahasa Inggris sejak dini.
Analisis Usia terhadap Pembelajaran Praktik Komputer pada Anak Usia Dini Kurniawati Saputri, Ika; Astuti, Wili
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i1.553

Abstract

TIK adalah suatu alat yang tersusun atas hardware, software, jaringan dan sistem operasi untuk memperoleh informasi dan memfasilitasi komunikasi melalui perangkat komputasi digital. Penggunaan TIK yang benar membantu proses pembelajaran dapat berjalan dengan sukses dan efisien. Pembelajaran TIK pada anak usia dini perlu mempertimbangkan usia dikarenakan berkaitan dengan intervensi yang diberikan pada setiap kelompok umur. Tujuan riset berikut ialah guna memahami apakah mungkin untuk menerapkan praktik komputer dalam pembelajaran TIK pada anak umur 3-4 tahun, dan persyaratan apa saja yang wajib dipenuhi supaya bisa melaksanakan praktik komputer dalam pembelajaran TIK pada anak di bawah 7 tahun. Penelitian ini dijalankan di TPP Al Firdaus Surakarta pada bulan September sampai November 2023. Metode riset yang dipakai ialah metode kualitatif dimana sifat penelitiannya berupa studi kasus. Sampel riset terdiri dari 14 anak KB yang dipilih memakai metode total sampling. Data riset diperoleh dari pengamatan, dokumentasi dan wawancara. Uji keabsahan data dijalankan melalui teknik peningkatan persistensi. Hasil riset berikut menjelaskan bahwa praktik komputer untuk anak usia 3 hingga 4 tahun dapat dilaksanakan dengan memperhatikan berbagai persyaratan, antara lain kompetensi guru, metode pembelajaran anak, metode pembelajaran, waktu, dan sarana prasarana pendukung TIK.
Nilai Prososial dan Kemandirian Anak Usia Dini dalam Tembang Dolanan Ki Nartosabdo Fauziyah, Nur; Sumardjoko, Bambang; Astuti, Wili
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i1.610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dan pentingnya nilai prososial dan kemandirian dalam pendidikan anak usia dini serta bagaimana nilai-nilai ini dapat diajarkan dan ditanamkan kepada anak-anak..Tembang dolanan karya Ki Nartosabdo dapat menjadi media yang efektif untuk menanamkan nilai prososial dan kepercayaan diri pada anak karena dapat menarik perhatian dan membuat mereka lebih mudah untuk memahami pesan yang disampaikan. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik kajian pustaka dilakukan dengan mengkaji dokumen yang berkaitan dengan tembang dolanan Jawa karya ki Nartosabdo yang sesuai untuk anak usia dini. Wawancara dengan budayawan (dosen karawitan dan pakar filosofi Jawa), ahli bahasa, pakar pendidikan, psikolog anak, dan guru-guru PAUD. Observasi dilakukan dengan pengamatan aktivitas proses pembelajaran di beberapa PAUD di Surakarta. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pesan-pesan moral dan prososial dalam karya Ki Nartosabdo tidak hanya menyentuh ranah spiritual dan religius, tetapi juga berakar pada nilai-nilai budaya dan etika Jawa yang kaya antara lain: Kesetiaan, Kesederhanaan, Ketulusan, Keadilan, Kebajikan dan Kesadaran Lingkungan. Berikut adalah beberapa nilai kemandirian tercermin dalam karya Ki Nartosabdo antara lain: Menggali Potensi Diri, Kerja Keras dan Ketekunan, Kemandirian Ekonomi, Keberanian Menghadapi Tantangan, Menjaga Diri dari Ketergantungan yang Merugikan.
Peningkatan profesionalisme guru melalui pelatihan model belajar bahasa inggris daily language Kaltsum, Honest Ummi; Hidayat, Muhamad Taufik; Astuti, Wili
Penamas: Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2022): Penamas: Journal of Community Service
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/penamas.v2i2.464

Abstract

Because English is a global language, mastery of it is a necessity, especially for academics such as teachers and lecturers. English as a foreign language is not used as a daily language like English as a second language; it is only used and taught in schools during class hours. The purpose of this community service is to train teachers to improve their daily English language skills with the daily language application. The method of implementing the activities is divided into preparation, implementation, and monitoring of community service. This service is carried out online using Zoom meetings with 20 teachers. English as a foreign language is not used as a daily language like English as a second language; it is only used and taught in schools during class hours. Daily language is a mobile learning tool, so it is flexible for teachers and can be adapted to their hobbies in practice.
DIGITAL LITERACY TRAINING FOR AMANAH HOLISTIC KINDERGARTEN TEACHERS, EAST SEMARANG: TRAINING LITERASI DIGITAL BAGI GURU TK HOLISTIK AMANAH, SEMARANG TIMUR Wili Astuti; Yayan Mahfuzin; Muhamad Taufik Hidayat
BEKTI : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): BEKTI : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (March- June 2023)
Publisher : Lembaga Citra Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56480/bekti.v1i3.865

Abstract

Education is an important factor in the development of a nation. In today's digital era, digital literacy skills are becoming increasingly important for all levels of society, including for teachers and especially for children. The aim to be achieved through this service activity is to provide digital literacy training and improve digital literacy skills for Amanah Holistik Kindergarten teachers to serve children's learning. This community service activity was attended by 10 teachers of Amanah Holistik Kindergarten on March 25, 2023. This community service activity is carried out in the form of training with stages (1) Exposure, Discussion and Q&A (2) Practice. There are two aspects assessed in this activity (1) Participant activities during training. (2) The level of mastery of the training material. The results of the service activities for Amanah Holistic Kindergarten teachers, namely by making a positive contribution to efforts to improve the quality of education, especially the skills of introducing digital literacy. Based on the evaluation results, this activity is considered successful because 100% of the participants participated in the activity and mastered the training material.
Enhancing digital literacy in early childhood school teachers: Technology and analysis approaches based on social cognitive theory Purworini, Dian; Pamungkas, Endang Wahyu; Naidoo, Gedala Mulliah; Rahmadiva, Lelita Azaria; Maryam; Chasana, Rona Rizkhy Bunga; Setyawan, Sidiq; Astuti, Wili; Haryanti, Yanti
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2024): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i2.10605

Abstract

[Bahasa]: Era digital yang berkembang pesat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran di semua level pendidikan. Guru yang memiliki peran krusial dalam pembelajaran harus memiliki kemampuan yang adaptif terhadap perubahan tersebut. Namun, banyak guru khsusunya pada level Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran dan pengajaran. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital pada guru anak usia dini. Metode pelaksanaan pengabdian yaitu dengan melakukan workshop yang berisi deskripsi pemahaman literasi digital dan praktik membuat materi ajar melalui software digital. Eskperimen yang melibatkan 49 partisipan dari 20 PAUD dilakukan untuk mengukur efektivitas implementasi workshop literasi digital. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket pretest dan posttest, observasi dan wawancara. Hasil program pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan literasi digital memberikan peningkatan literasi digital pada guru. Temuan pengabdian ini menunjukkan bahwa efikasi diri dan faktor sosial memberikan kontribusi terhadap keberhasilan training dalam program. Pelaksanaan training digital literasi dengan mempertimbangkan elemen-elemen teori kognitif sosial menjadi alternatif untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam praktik mengajar. Kata Kunci: guru PAUD, literasi digital, pelatihan, kompetensi [English]: The rapid development of the digital era affects teaching and learning practices at all levels of education. Teachers who play a crucial role in learning must have adaptive skills to respond to these changes. However, integrating technology into the learning and teaching process remains challenging for teachers of Early Childhood Education (ECED). This community service program aims to improve digital literacy in early childhood teachers. The workshop method was used in this program through the introduction of digital literacy understanding and practice of creating teaching materials through digital software. An experiment involving 49 participants from 20 PAUD was conducted to measure the effectiveness of the digital literacy workshop implementation. Data were collected through pretest and posttest questionnaires, observations, and interviews. The results show that the training in this community service program can improve digital literacy in teachers. The findings show that self-efficacy and social factors contribute to the effectiveness of the training program. The findings show that self-efficacy and social factors contribute to the effectiveness of the training program. Digital literacy training for early childhood education teachers involving elements of social cognitive theory is an alternative way to improve their teaching and learning practice competence. Keywords: early childhood teacher, digital literacy, training, competency
Penguasaan Vocabulary Bahasa Inggris Anak dengan Menggunakan Youtube Video Pendek Nur Jannah, Fatimah; Astuti, Wili
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1174

Abstract

Anak usia dini adalah kelompok anak yang berusia antara 0 hingga 6 tahun, pada periode ini anak berada dalam fase perkembangan yang sangta kritis dan rentan terhadap pengaruh lingkungan sekitar. Bahasa inggris mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan apalagi di dunia pendidikan sebagai bahasa asing yang harus dikuasai dari jenjang pendidikan anak usia dini.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembelajaran melalui penguasaan vocabulary Bahasa inggris anak dengan menggunakan youtube video pendek. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, Teknik pengumpulan datanya berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan vocabulary Bahasa inggris anak dengan menggunakan youtube video pendek menarik perhatian anak serta memberikan berbagai manfaat. Berdasarkan penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa di era zaman perkembangan teknologi yang semakin canggih, memang perlu menerapkan penguasaan vocabulary Bahasa inggris anak menggunakan youtube video pendek. Karena, dengan menggunakan youtube video pendek diharapkan anak akan semakin aktif dan interaktif supaya pembelajaranya menarik dan tidak membosankan bagi anak.  
Peran Guru terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini dalam Pembelajaran Outdoor Muna, Nailil; Astuti, Wili
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pemahaman guru terhadap perkembangan motoric anak usia dini dalam pembelajaran di outdoor. Metode penelitian ini adalah menggunakan kualitatif deskriptif. Adapun informan penelitian adalah guru TK Khalifah Kecil yang berjumlah lima orang meliputi guru TK kelas A (anak usia 4-5 tahun) berjumlah 3 orang dan guru TK kelas B (anak usia 5-6 tahun) berjumlah 2 orang. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah menguasai peran guru terhadap perkembangan motoric kasar anak usia dini dalam pembelajaran di outdoor. peran guru sangat penting dalam memaksimalkan perkembangan motorik kasar anak usia dini melalui pembelajaran outdoor di TK Khalifah Kecil Sunter Jakarta Utara. Guru berperan sebagai fasilitator yang menyiapkan alat dan bahan untuk kegiatan, pembimbing yang mengarahkan anak dalam setiap aktivitas, komunikator yang membangun hubungan baik dengan anak, motivator yang memberikan semangat dan apresiasi kepada anak, serta evaluator yang mengamati dan mengevaluasi perkembangan motorik kasar anak. Kegiatan outdoor.akan tetapi, proses ini tidak terlepas dari tantangan, seperti keterbatasan biaya, sarana prasarana yang kurang memadai, dan kondisi lingkungan yang kurang ideal.
Pemahaman Guru terhadap Perencanaan Pembelajaran Modul Ajar Bunga Sawitri, Novelia; Astuti, Wili
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman guru terhadap perencanaan pembelajaran menggunakan modul ajar di TK Aisyiyah Cabang Kartasura. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana, dengan subjek penelitian delapan guru yang bertugas di TK tersebut. Instrumen yang digunakan merupakan kuesioner skala Likert, wawancara, dan dokumentasi terkait perencanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki pemahaman yang baik mengenai penyusunan modul ajar. Berdasarkan hasil wawancara, guru memahami modul ajar sebagai perangkat pembelajaran yang lebih komprehensif dibandingkan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Penyusunan modul ajar dilaksanakan secara kolaboratif antara guru dan kepala sekolah, namun tidak semua guru terlibat langsung dalam proses tersebut. Hasil kuesioner mengindikasikan bahwa skor rata-rata pemahaman guru terhadap perencanaan pembelajaran menggunakan modul ajar adalah 3,44, yang tergolong dalam kategori baik. Meski demikian, masih terdapat beberapa guru yang pemahamannya berada dalam kategori cukup baik, yang menunjukkan perlunya pelatihan dan pendampingan lebih lanjut. Guru menghadapi beberapa kendala dalam memilih kegiatan pembelajaran yang menarik serta sesuai dengan ciri khas anak, tetapi pelatihan yang diikuti mampu mengurangi hambatan tersebut. Kesimpulannya, pemahaman guru tentang perencanaan pembelajaran dengan modul ajar sudah cukup baik, namun perlu adanya penguatan melalui pelatihan lanjutan untuk mencapai pemahaman yang lebih optimal.