Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ONLINE PRICING FOR SMALL MEDIUM ENTERPRISES’ PRODUCTS IN THE EX-LOCALIZATION OF DOLLY SURABAYA Ig. Jaka Mulyana; Ivan Gunawan; Dian Trihastuti; Yehezkiel Prakoso Putra Yunen; Dwi Agustin Nuriani Sirodj
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Vol 16, No 3 (2021): September 2021
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.85 KB) | DOI: 10.14710/jati.16.3.169-176

Abstract

Numerous Small and Medium Enterprises (SMEs) do not have a basic method in pricing decisions. Many times, this decision comes up based on an intuitive probe instead of a detailed analysis. This could lead to marketing problems, which may result in disruptions of financial liquidity. This also applies to SMEs wishing to sell products through the online channel. They need a proper pricing strategy, considering its different marketing strategies. Sales made through both offline channels (conventional stores) and online channels are known as Dual-Channel Supply Chain (DCSC). It is argued that the pricing decision at DCSC needs to consider consumer preferences in selecting the sales channel. One assumption commonly adopted in the DCSC pricing model is that the lost value if consumers purchase products through online channels. Therefore, the pricing decision for the online channel should be cheaper than the price on the offline channel. This study aims to assist SMEs in the ex-localization of Dolly in Surabaya in determining the price of products to be sold through online channels. Three types of products: batik, chips, and leather shoes were selected as research samples to represent the product groups: craft, fashion, and processed food. This study proposes an optimal online price strategy through experiments with a mathematical model. Model parameters, namely consumer preferences in choosing sales channels, are obtained through surveys. Apart from that, surveys are also used to reveal which platforms consumers are interested in shopping online. Shopee and Instagram were chosen by respondents as the most popular marketplaces and social media for online shopping. Finally, the online prices proposed for the batik product are IDR 82,500-IDR 66,000; chips Rp7,620-Rp6,336; and leather shoes Rp.103,800-Rp82,200.
PENYULUHAN TEKNOLOGI BRIKET BIOARANG DARI SAMPAH ORGANIK BAGI KADER LINGKUNGAN Wenny Irawaty; Setiyadi Setiyadi; Christian J. Wijaya; Ig. Jaka Mulyana; Imanuel A.; Devara U. P.; Evita C.M. K.; Silvester S. L.; Suratno Lourentius
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17590

Abstract

Abstrak: Diseminasi teknologi pembuatan briket bioarang dari sampah organik telah diberikan untuk warga dan kader lingkungan RW 03 Kelurahan Tambak Rejo, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya. Hal ini sangat penting mengingat wilayah RW 03 Kelurahan Tambak Rejo Surabaya, yang menjadi mitra kegiatan ini, merupakan daerah pemukiman padat penduduk dengan banyak tanaman perindang sehingga banyak dihasilkan sampah daun-daun tanaman. Selama ini, daun-daun tersebut hanya dibuang atau dibakar saja. Sementara itu, sebagian warga (mitra) belum memiliki pekerjaan tetap sehingga lebih daripada 50% warganya masuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, kegiatan ini ditujukan untuk membantu RW 03 Kelurahan Tambak Rejo, dalam hal ini sebagai mitra kegiatan, untuk menangani permasalahan sampah organik dan sekaligus memberikan peluang usaha/kerja dengan mengolah sampah organik tersebut menjadi produk energi alternatif yaitu briket bioarang. Untuk mencapai tujuan tersebut, tahapan kegiatan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanan pembuatan briket, dan tahap evaluasi kegiatan. Sistem evaluasi yang digunakan untuk mengukur kinerja kegiatan adalah dengan membagikan kuisioner kepada mitra. Indikator keberhasilan kegiatan ditunjukkan dengan minimal 70% mitra yang mengikuti kegiatan penyuluhan ini merasa puas dan merasakan manfaat kegiatan sehingga dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi mitra. Adapun yang menjadi mitra adalah 46 orang warga dan perangkat RW 03 Kelurahan Tambak Rejo Surabaya. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa mitra dapat memahami dan membuat briket dari sampah organik dengan baik. Parameter briket yang telah sesuai SNI adalah kadar air, kadar abu, kadar karbon, dan nilai kalor, sedangkan parameter volatile matter sedikit melebihi ketentuan SNI (7%). Hasil pengisian kuisioner yang dilakukan oleh mitra menunjukkan bahwa 100% peserta kegiatan puas dengan pelaksanaan kegiatan. Tidak hanya itu saja, kegiatan ini juga menjawab kebutuhan mereka sehinga tercipta peluang untuk menjadi sumber ekonomi baru.Abstract: Technology dissemination to prepare biocharcoal briquettes from organic waste has been carried out to residents and environmental cadres from RW 03 Tambak Rejo Village, Simokerto District, Surabaya City. The activity is urgent to be performed since the region is considered as the area with dense population with many plants and therefore, the kampong possesses a lot of leaves. So far, leaves waste is only thrown away or just burned. Meanwhile, some residents do not yet have permanent jobs and therefore, more than 50% of the residents are lied into society with low-income category. Accordingly, this activity was aimed to help society of RW 03 Tambak Rejo Village, in this context as our partners, to deal with leaves problem and in the same time provide business or work opportunity by processing those leaves into alternative energy product, namely briquette. To achieve these aims, several steps involve the preparation, the implementation and finally, the evaluation step have been carried out to assess the activity. The evaluation was performed by filling out questionnaires by partners who join in this activity, i.e. 46 people. In order to measure the success of this activity, we set that at least 70% of our partners feel satisfied that this activity will solve their problems. From the results it can be concluded that participants can understand theory behind organic wastes and briquettes, as well as able to make briquettes by theirselves. Several briquette parameters that comply with SNI are water content, ash content, carbon content and heating value, while the volatile matter parameters slightly exceed the SNI provisions (7%). Questionnaires filled out by mitra show that 100% of participants were satisfied with the implementation of this activity. In addition, the activity also answers their needs which in turn can create an opportunity to become a new economic source.
Pelatihan Identifikasi dan Analisis Pemborosan (Waste) sebagai Implementasi Lean Management di Sekolah Sari Dewi, Dian Retno; Gunawan, Ivan; Trihastuti, Dian; Herwinarso, Herwinarso; Edy Sianto, Martinus; Mulyana, Ig. Jaka
Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi (DIMASTEK) Vol 2 No 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Teknik-Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/dimastek.v2i02.50

Abstract

Lean management merupakan sebuah konsep perbaikan manajemen yang telah terbukti berdampak positif dalam peningkatan kinerja di berbagai sektor industri. Pada satu dasawarsa terakhir banyak kajian terkait penerapan lean management di sektor pendidikan. Lean management dinilai sangat cocok untuk diterapkan di sektor pendidikan agar manajemen pendidikan semakin lincah dan adaptif mengahadapi perubahan zaman. Kondisi ini memunculkan ide untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan membekali pengetahuan dan implementasi lean management pada pelaku dan pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan. Yayasan Yohanes Gabriel 2 yang dipercaya Keuskupan Surabaya untuk mengelola 15 sekolah menjadi mitra pengabdian masyarakat. Guru, karyawan, dan pimpinan yang ada di Yayasan Yohanes Gabriel 2 diberikan pelatihan mengenai identifikasi dan analisis waste atau pemborosan. Melalui pelatihan yang dilaksanakan sebanyak tiga kali, banyak waste atau pemborosan yang berhasil terungkap dari sektor pendidikan. Peserta pelatihan mengharapkan agar solusi yang diberikan dari hasil pelatihan ini segera ditindaklanjuti sehingga manajemen sekolah menjadi semakin baik. Peserta mengakui pelatihan ini memberikan manfaat bagi mereka.
PELATIHAN PEMBUATAN KUE BROWNIES UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI RUMAH TANGGA DI DESA BETRO SIDOARJO Sianto, Martinus Edy; Dewi, Dian Retno Sari; Gunawan, Ivan; Mulyana, Ig. Jaka; Mulyono, Julius; Trihastuti, Dian; Santoso, Hadi; Yuliati, Yuliati; Lestariningsih, Diana; Gunadhi, Albert; Herman, Herman
PeKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Bisnis, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/peka.v6i2.4892

Abstract

Ketahanan pangan adalah salah satu issue yang besar di Indonesia, terutama di masa setelah pandemi COVID-19, perang dan perubahan iklim dimana bahan baku makanan menjadi langka. Indonesia termasuk negara yang bergantung kepada bahan baku tepung gandum yang diimpor dari luar negeri untuk membuat mie dan berbagai macam variasi kue. Sementara, Indonesia mempunyai banyak sumber pangan seperti umbi-umbian. Indonesia mempunyai berbagai macam umbi-umbian seperti suweg, porang, talas, uwi, gembili, gembolo, ganyung, dan garut yang ketersediaanya sangat berlimpah. Oleh karena itu, tim Pengabdian Masyarakat dari Jurusan Teknik Industri Elektro dan Kimia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) tergerak untuk memberikan penyuluhan kepada komunitas di Desa Betro yang tidak beruntung namun memiliki banyak sumber umbi-umbian. Dalam pelaksanaannya, pertama, tim menyediakan pelatihan pembuatan tepung dari umbi. Kedua, tim juga mengajarkan bagaimana cara membuat kue brownies menggunakan tepung umbi. Tim juga mengajarkan bagaimana menghitung harga pokok produksi dan profit. Akhirnya, tim buka order dan melalui media sosial. Hasil yang didapatkan setelah kegiatan ini adalah, Komunitas Desa Betro, Sedati, Sidoarjo mengetahui cara penepungan, pembuatan brownies, perhitungan harga pokok produksi dan menjualnya. Dengan kegiatan ini diharapkan, tim dapat berkontribusi dengan menaikkan taraf ekonomi komunitas Desa Betro, Sedati, Sidoarjo
Penyuluhan Standardisasi Proses Pengolahan Pangan untuk Pelaku UMKM di Kediri Gunawan, Ivan; Mulyana, Ig. Jaka; Trihastuti, Dian; Dewi, Dian Retno Sari; Sianto, Martinus Edy; Khangara, Stephanie Gracia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol. 3, No. 1: March 2024
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2024.v3i1.5334

Abstract

Penyuluhan merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat. Melalui penyuluhan, informasi-informasi baru dapat diperoleh dan diaplikasikan oleh masyarakat yang menjadi peserta dalam kegiatan penyuluhan. Penyuluhan standardisasi proses pengolahan pangan perlu dilakukan untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi persaingan usaha di bidang pangan. Pelaku UMKM perlu dibekali pengetahuan mengenai standardisasi proses pengolahan pangan agar dapat menjamin mutu dan keamanan produknya serta mendapatkan legalitas atas usahanya. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat memperbesar pasarnya untuk menjaga kesinambungan usahanya. Penyuluhan standardisasi proses pengolahan pangan dilakukan untuk pelaku UMKM di Kabupaten Kediri. Penyuluhan ini diadakan di Gubug Lazaris pada tanggal 29 Juli 2023. Penyuluhan ini berhasil meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM tentang Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT) dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) yang dibuktikan dari hasil pre-test dan post-test peserta penyuluhan. Selanjutnya, penyuluhan ini juga berhasil mengidentifikasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dibutuhkan pelaku UMKM di bidang pangan yakni pendampingan penerapan CPPB-IRT. Sebagian besar peserta penyuluhan mempersepsikan kegiatan ini telah berjalan dengan sangat baik.Kata kunci: standardisasi; pangan; UMKM; CPPB-IRT; HACCP
Pengaruh Kinerja Keuangan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Cash Holding Perusahaan Dewi, Reni Sartika; Walkomaroh, Manju; Mulyana, Jaka; Nofryanti, Nofryanti
JABI (Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia) Vol. 6 No. 3 (2023): JABI (JURNAL AKUNTANSI BERKELANJUTAN INDONESIA)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze and obtain empirical evidence of the influence of financial performance and company size on company cash holdings. Empirical studies on banking sector companies listed on the Indonesian Stock Exchange in 2018 - 2022. This research is quantitative research with descriptive methods, the data used is secondary data in the form of financial reports which contain figures which are then tested and describe or provide an overview of the results. The sample selection in this research used a purposive sampling technique. The data analysis method used is panel data regression processed using Eviews version 9. The population used in this research is banking sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018-2022, totaling 41 companies. The sample obtained was 37 companies with 5 years of research, the total research data obtained was 185. The results of this research show that financial performance as measured by ROA and DAR has no influence on cash holding, while company size has an influence on company cash holdings. Together, the variables financial performance and company size have an influence on the company's cash holding.Keywords: Financial Performance, Company Size, Cash Holding
Perancangan Website untuk Menangani Keluhan Pelanggan di Industri Sepeda: Analisis Gap Menggunakan WebQual dan IPA Wardani, Tania Eka; Mulyana, Ig. Jaka; Trihastuti, Dian
Jurnal Sains dan Aplikasi Keilmuan Teknik Industri (SAKTI) Vol. 4 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Teknik Industri Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sakti.v4i2.51

Abstract

Salah satu sektor yang memengaruhi perekonomian Indonesia adalah industri manufaktur, termasuk industri sepeda. PT Insera Sena, sebagai produsen sepeda, menghadapi tantangan dalam menangani data penjualan dan keluhan pelanggan yang tersebar dalam file terpisah, sehingga menyulitkan analisis komparatif. Untuk mengatasi hal ini, studi ini merancang sebuah website berbasis metode WebQual yang menganalisis kualitas situs melalui empat dimensi: usability, information quality, service interaction quality, dan overall impression. Data diperoleh melalui survei kuesioner kepada divisi International Business menggunakan skala harapan dan persepsi. Analisis dilakukan menggunakan Gap Analysis dan Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi atribut yang perlu diperbaiki. Hasil menunjukkan bahwa dimensi usability memiliki gap sebesar -0,47 dan overall dimension sebesar -0,99, menunjukkan masih terdapat ketidaksesuaian antara harapan dan persepsi pengguna. Atribut yang menjadi prioritas perbaikan adalah Q1, Q2, Q3, Q4, dan Q23, yang berhubungan dengan kemudahan penggunaan dan tampilan situs. Studi ini memberikan panduan bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas website dan kepuasan pelanggan secara efektif.
Pelatihan Lean Hospital di Rumah Sakit Gotong Royong Surabaya: Lean Hospital Training at Gotong Royong Hospital Surabaya Dewi, Dian Retno Sari; Karijadi, Irene; Gunawan, Ivan; Wibowo, Wahyudi; Mulyana, Ig. Jaka; Hermanto, Yustinus Budi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i1.8265

Abstract

Hospitals should improve services to patients. The concept of Lean Management can be used as an approach to improve hospital efficiency. The purpose of the training is to provide an understanding of Lean Management in hospitals (Lean Hospital) to hospital leaders and employees and be able to identify waste. The training was conducted with partners, namely Surabaya Gotong Royong Hospital. The training methods are the presentation of Lean Hospital and group discussions. Through this training, the knowledge of leaders and employees of Gotong Royong Surabaya Hospital about Lean Hospital can be improved. In group discussions, various types of waste and the order of priority for improvement were identified. This training has been able to increase the understanding of leaders and employees of Gotong Royong Surabaya Hospital about Lean Hospital. This can be seen from the ability of participants in the discussion to identify and assess the priority number of waste and provide suggestions for improvement. This activity can be followed up with research or community service on improving efficiency at Gotong Royong Surabaya Hospital with the Lean Management approach.
Lean Six Sigma Project Selection to Improve College Business Processes: Pemilihan Proyek Lean Six Sigma untuk Meningkatkan Proses Bisnis Perguruan Tinggi Mulyana, Ig. Jaka; Gunawan, Ivan
PROZIMA (Productivity, Optimization and Manufacturing System Engineering) Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/prozima.v8i2.1717

Abstract

Higher education institutions are required to continuously improve the quality of their services to ensure institutional sustainability. Lean Six Sigma (LSS) offers a framework that integrates efficiency and quality improvement. This study aims to determine the priorities of LSS projects in higher education, considering the limited resources and the risk of project failure. The Analytical Hierarchy Process (AHP) and the Fuzzy Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) methods were used to determine priorities. The results showed that improving human resources (HR) and financial information systems is a strategic step. An integrated HR system supports the effective management of lecturers and education personnel, while an accountable financial system increases the transparency and efficiency of financial management. Both systems contribute to improving the quality of services to students. This research provides a basis for developing a digital transformation roadmap for higher education institutions.
Sosialisasi dan Pelatihan Pangan Organik Bagi Masyarakat Desa Sambirejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur Mulyana, Ig. Jaka; Permata Sari Hartanti, Lusia; Trihastuti, Dian; Gunawan, Ivan
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2021.v5i2.1886

Abstract

Penerapan berbagai teknologi dalam upaya peningkatan mutu intensifikasi pertanian secara umum fokus pada penggunaan benih unggul yang bermutu. Namun, penggunaan benih unggul bermutu menuntut penggunaan pupuk kimia sehingga menjadikan petani tergantung pada pupuk kimia. Hal ini bertentangan dengan konsep pertanian organik yang menekankan penerapan praktik-praktik manajemen yang lebih mengutamakan penggunaan input dari limbah kegiatan budidaya di lahan, serta mempertimbangkan daya adaptasi terhadap kondisi setempat. Sejalan dengan program pemerintah GO ORGANIK 2010 untuk memberdayakan petani organik, Gubug Lazaris termotivasi untuk memberdayakan masyarakat sekitar melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan di bidang pertanian organik. Survei awal dilakukan untuk identifikasi kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Hasil survei ini digunakan untuk mempersiapkan dan menyusun materi sosialisasi dan pelatihan. Pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan dihadiri oleh 50 peserta yang sebagian besar merupakan warga desa Sambirejo. Pada akhir kegiatan dilakukan penyebaran senerai untuk mengetahui respon dari peserta. Hasil senerai menunjukkan bahwa 57,5% peserta sangat tertarik mengonsumsi pangan organik dan 42,5% peserta tertarik menanam tanaman organik. Dari diskusi selama kegiatan diperoleh informasi bahwa tantangan pertanian organik ini terutama penyadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan kelestarian lingkungan. Tantangan yang lain adalah harga pangan organik yang relatif lebih mahal.