Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Pengaruh Pijat Perineum Terhadap Kejadian Ruptur Perineum: Sebuah Systematic Review Valda Yulia Annisa; Yuni Prastyo Kurniati; Ratih Pramuningtyas; Supanji Raharja
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.949 KB)

Abstract

Ruptur perineum merupakan robekan pada perineum yang dapat terjadi secara spontan ataupun terencana dengan alat disebut tindakan episiotomi. Ruptur perineum lebih sering terjadi pada wanita primipara karena perineum yang masih utuh, belum pernah dilewati oleh kepala bayi ataupun perineum kaku. Kejadian ruptur perineum dapat dicegah dengan melakukan pijat perineum yang bermanfaat untuk melancarkan aliran darah dan menjaga elastisitas otot perineum sehingga persalinan menjadi lebih mudah. Untuk mengetahui pengaruh pijat perineum terhadap kejadian ruptur perineum. Penelitian ini menggunakan systematic review mengambil sumber dari database online yakni PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, Garuda, dan Research Gate menggunakan kata kunci (“perineal massage”) AND (“rupture perineum” OR “trauma perineum” OR “perineal tears” OR “laceration perineum”). Data dalam penelitian dianalisis secara naratif dengan ekstraksi data yang memuat: nama penulis, tahun, judul, desain penelitian, sampel, dan hasil dengan limitasi waktu pencarian 2015-2020. Screening artikel menggunakan metode PRISMA, dari 609 artikel didapatkan 7 artikel yang sesuai dengan kriteria restriksi. Penelitian melibatkan nulipara, primipara, dan multipara, rata-rata usia ibu 20-35 tahun, serta usia kehamilan trimester ketiga. Ruptur perineum dapat dipengaruhi oleh paritas dan usia ibu. Terjadinya ruptur perineum pada nulipara dan primipara akan lebih tinggi dibandingkan multipara disebabkan karena perineum yang belum meregang. Usia 20 - 35 tahun merupakan usia yang optimal dan disarankan bagi ibu untuk melahirkan. Pada usia tersebut organ reproduksi ibu sudah matang, emosi ibu stabil, ibu kooperatif, dan siap untuk persalinan. Pijat perineum yang dilakukan pada nulipara, primipara, dan multipara usia 20-35 tahun diminggu-minggu terakhir kehamilan dapat menurunkan kejadian ruptur perineum dan episiotomi saat persalinan.
Hubungan Antara Kecemasan Dan Kebersihan Kulit Wajah Dengan Kejadian Akne Vulgaris Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2017 Febriani Aldila Safitri; Ratih Pramuningtyas; Flora Ramona Sigit Prakoeswa
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.462 KB)

Abstract

Akne vulgaris adalah penyakit kulit yang banyak terjadi dan mengenai hampir 80%-100% populasi. Menurut studi Global Burden of Disease (GBD), akne vulgaris mengenai 85% dewasa muda dengan usia 12-25 tahun. Faktor penyebab terjadinya akne vulgaris sangat bervariasi (multifaktorial), namun secara pasti masih belum diketahui. Salah satu faktor risiko yaitu kecemasan serta kurangnya menjaga kebersihan kulit wajah dapat menimbulkan akne vulgaris. Desain penelitian menggunakan cross sectional dan dilakukan pada bulan Desember 2020 pada mahasiswa FK UMS angkatan 2017. Besar subjek penelitian 68 responden yang sesuai dengan kriteria restriksi dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data kecemasan dan kebersihan kulit wajah menggunakan kuesioner. Data kejadian akne vulgaris dengan diagnosis dokter umum. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan tidak memenuhi syarat sehingga menggunakan uji alternatif yaitu Fisher’s Exact Test, dilanjutkan dengan uji regresi logistik. Hasil uji Fisher’s Exact Test terdapat hubungan antara kecemasan maupun kebersihan kulit wajah terhadap kejadian akne vulgaris dengan nilai p berturut-turut (p=0,000), (p=0,000). Hasil uji regresi logistik nilai p untuk kecemasan dan kebersihan kulit wajah berturut-turut 0,012, 0,009 serta nilai OR sebesar 6,572, 16,771 yang artinya bahwa responden yang cemas memiliki kemungkinan 6,572 kali lebih mungkin terhadap timbulnya akne vulgaris dan responden yang memiliki kebersihan kulit wajah buruk memiliki kemungkinan sebesar 16,771 kali terhadap timbulnya akne vulgaris.
Hubungan antara Kecemasan dan Pola Makan terhadap Kejadian Acne Vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2018 Rahmi Kurniasih; Ratih Pramuningtyas; Flora Ramona Sigit Prakoeswa
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.703 KB)

Abstract

Acne Vulgaris (AV) menjadi masalah kesehatan umum yang terutama terjadi pada kalangan remaja dan dewasa muda dengan puncak tingkat keparahan pada umur 17-21 tahun. Penyebab AV multifaktorial, kecemasan dan makanan merukapan faktor risiko dari AV karena dapat menyebabkan produksi sebum meningkat sehingga memicu terjadinya AV. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dan pola makan terhadap kejadian Acne vulgaris pada FK UMS angkatan 2018. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional, dengan pendekatan Cross Sectional. Subjek penelitian adalah 33 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara kecemasan dengan acne vulgaris dengan nilai p-value 0.002 < 0.05 dan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan acne vulgaris dengan nilai p-value 0.002< 0.05.
Pengaruh Pijat Perineum Terhadap Kejadian Ruptur Perineum: Sebuah Systematic Review Annisa, Valda Yulia; Kurniati, Yuni Prastyo; Pramuningtyas, Ratih; Raharja, Supanji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruptur perineum merupakan robekan pada perineum yang dapat terjadi secara spontan ataupun terencana dengan alat disebut tindakan episiotomi. Ruptur perineum lebih sering terjadi pada wanita primipara karena perineum yang masih utuh, belum pernah dilewati oleh kepala bayi ataupun perineum kaku. Kejadian ruptur perineum dapat dicegah dengan melakukan pijat perineum yang bermanfaat untuk melancarkan aliran darah dan menjaga elastisitas otot perineum sehingga persalinan menjadi lebih mudah. Untuk mengetahui pengaruh pijat perineum terhadap kejadian ruptur perineum. Penelitian ini menggunakan systematic review mengambil sumber dari database online yakni PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, Garuda, dan Research Gate menggunakan kata kunci (“perineal massage”) AND (“rupture perineum” OR “trauma perineum” OR “perineal tears” OR “laceration perineum”). Data dalam penelitian dianalisis secara naratif dengan ekstraksi data yang memuat: nama penulis, tahun, judul, desain penelitian, sampel, dan hasil dengan limitasi waktu pencarian 2015-2020. Screening artikel menggunakan metode PRISMA, dari 609 artikel didapatkan 7 artikel yang sesuai dengan kriteria restriksi. Penelitian melibatkan nulipara, primipara, dan multipara, rata-rata usia ibu 20-35 tahun, serta usia kehamilan trimester ketiga. Ruptur perineum dapat dipengaruhi oleh paritas dan usia ibu. Terjadinya ruptur perineum pada nulipara dan primipara akan lebih tinggi dibandingkan multipara disebabkan karena perineum yang belum meregang. Usia 20 - 35 tahun merupakan usia yang optimal dan disarankan bagi ibu untuk melahirkan. Pada usia tersebut organ reproduksi ibu sudah matang, emosi ibu stabil, ibu kooperatif, dan siap untuk persalinan. Pijat perineum yang dilakukan pada nulipara, primipara, dan multipara usia 20-35 tahun diminggu-minggu terakhir kehamilan dapat menurunkan kejadian ruptur perineum dan episiotomi saat persalinan.
Hubungan Antara Kecemasan Dan Kebersihan Kulit Wajah Dengan Kejadian Akne Vulgaris Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2017 Safitri, Febriani Aldila; Pramuningtyas, Ratih; Prakoeswa, Flora Ramona Sigit
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akne vulgaris adalah penyakit kulit yang banyak terjadi dan mengenai hampir 80%-100% populasi. Menurut studi Global Burden of Disease (GBD), akne vulgaris mengenai 85% dewasa muda dengan usia 12-25 tahun. Faktor penyebab terjadinya akne vulgaris sangat bervariasi (multifaktorial), namun secara pasti masih belum diketahui. Salah satu faktor risiko yaitu kecemasan serta kurangnya menjaga kebersihan kulit wajah dapat menimbulkan akne vulgaris. Desain penelitian menggunakan cross sectional dan dilakukan pada bulan Desember 2020 pada mahasiswa FK UMS angkatan 2017. Besar subjek penelitian 68 responden yang sesuai dengan kriteria restriksi dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data kecemasan dan kebersihan kulit wajah menggunakan kuesioner. Data kejadian akne vulgaris dengan diagnosis dokter umum. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan tidak memenuhi syarat sehingga menggunakan uji alternatif yaitu Fisher’s Exact Test, dilanjutkan dengan uji regresi logistik. Hasil uji Fisher’s Exact Test terdapat hubungan antara kecemasan maupun kebersihan kulit wajah terhadap kejadian akne vulgaris dengan nilai p berturut-turut (p=0,000), (p=0,000). Hasil uji regresi logistik nilai p untuk kecemasan dan kebersihan kulit wajah berturut-turut 0,012, 0,009 serta nilai OR sebesar 6,572, 16,771 yang artinya bahwa responden yang cemas memiliki kemungkinan 6,572 kali lebih mungkin terhadap timbulnya akne vulgaris dan responden yang memiliki kebersihan kulit wajah buruk memiliki kemungkinan sebesar 16,771 kali terhadap timbulnya akne vulgaris.
Hubungan antara Kecemasan dan Pola Makan terhadap Kejadian Acne Vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2018 Kurniasih, Rahmi; Pramuningtyas, Ratih; Prakoeswa, Flora Ramona Sigit
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acne Vulgaris (AV) menjadi masalah kesehatan umum yang terutama terjadi pada kalangan remaja dan dewasa muda dengan puncak tingkat keparahan pada umur 17-21 tahun. Penyebab AV multifaktorial, kecemasan dan makanan merukapan faktor risiko dari AV karena dapat menyebabkan produksi sebum meningkat sehingga memicu terjadinya AV. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dan pola makan terhadap kejadian Acne vulgaris pada FK UMS angkatan 2018. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional, dengan pendekatan Cross Sectional. Subjek penelitian adalah 33 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara kecemasan dengan acne vulgaris dengan nilai p-value 0.002 < 0.05 dan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan acne vulgaris dengan nilai p-value 0.002< 0.05.