Articles
Perbandingan Tools Forensics pada Fitur TRIM SSD NVMe Menggunakan Metode Live Forensics
Wisnu Pranoto;
Imam Riadi;
Yudi Prayudi
IT Journal Research and Development Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : UIR PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (981.863 KB)
|
DOI: 10.25299/itjrd.2020.vol4(2).4615
SSD saat ini memiliki teknologi media penyimpanan yang baru yaitu Solid State Drive Non-volatile Memory Express (SSD NVMe). Selain itu, SSD memiliki fitur bernama TRIM. Fitur TRIM memungkinkan sistem operasi untuk memberitahu SSD terkait block mana saja yang sudah tidak digunakan. TRIM berfungsi menghapus block yang telah ditandai untuk dihapus oleh sistem operasi. Namun fungsi TRIM memiliki efek atau nilai negatif bagi bidang forensik digital khususnya terkait dengan recovery data. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbandingan fungsi TRIM disable dan enable guna mengetahui kemampuan tools forensics dan tools recovery dalam mengembalikan bukti digital pada SSD NVMe fungsi TRIM. Sistem operasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Windows 10 profesional dengan file system NTFS. Selama ini, teknik akuisisi umumnya digunakan secara tradisional atau static. Oleh karena itu diperlukan teknik untuk mengakuisisi SSD dengan menggunakan metode live forensics tanpa mematikan sistem operasi yang sedang berjalan. Penerapan metode live forensics digunakan untuk mengakuisisi SSD NVMe secara langsung pada fungsi TRIM disable dan enable. Tools yang digunakan untuk live akuisisi dan recovery adalah FTK Imager Portable dan Testdisk. Prosentase recovery TRIM disable menggunakan tool Autopsy dan Testdisk 100% sehingga dapat menemukan barang bukti dan menjaga integritas barang bukti, hal ini dibuktikan dengan nilai hash yang sama pada file asli dan file hasil recovery, Sedangkan tool Belkasoft hanya 3%. Sementara pada TRIM enable menggunakan tool Autopsy, Belkasoft, dan Testdisk 0%, file hasil recovery mengalami kerusakan dan tidak dapat di-recovery.
Simulasi Jaringan MANET Dengan NS3 Untuk Membandingkan Performa Routing Protokol AODV dan DSDV
Nurhayati Jiatmiko;
Yudi Prayudi
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2015: SNTIKI 7
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (549.529 KB)
Mobile Ad Hoc Network (MANET) is a wireless LAN technology that does not require a network based infrastructure. MANET is very suitable to be applied in areas experiencing shortages of telecommunications infrastructure. An important aspect in the MANET routing protocol is a protocol which is what set the system routing data packets in the network. MANET itself has many routing protocols to dynamically build the topology. Each of these routing protocols have different characteristics based on how it works. Selection of MANET routing protocols with different types will affect the workings of the delivery and the condition of the network. This paper further research work performance comparison of AODV protocol which is a category on demand and are reactive to update the routing table when the demand and DSDV which is table driven categories that are proactive update its routing table periodically. Comparison AODV protocol and DSDV done in a simulation using the application NS3 (Network Simulator3). Based on the simulation parameters and simulation results for each condition in this research note that AODV suitable for use in scenarios that have a large network density. While DSDV suitable for use in scenarios that have small densityKeywords: MANET, Wireless LAN, Protokol, Routing, AODV, DSDV
Forensik Router untuk Mendeteksi Flooding Attack Menggunakan Metode Live Forensic
Ilman Pradhana;
Imam Riadi;
Yudi Prayudi
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 5 No. 1 Maret 2021: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (941.575 KB)
|
DOI: 10.30595/jrst.v5i1.7662
Teknologi informasi di era saat ini menunjukkan perkembangan yang pesat khususnya dalam bidang komputer berbasis jaringan. Di sisi lain, terdapat beberapa oknum-oknum tertentu yang menyalahgunakan teknologi tersebut salah satunya dengan melakukan serangan pada jaringan komputer. Router merupakan perangkat jaringan yang dapat membuat jaringan lokal bisa terhubung ke jaringan public. Router seringkali menjadi target serangan, hal ini dikarenakan Router menjadi jalur lalu lintas pengiriman data. Flooding Attack merupakan salah satu serangan pada jaringan komputer. Serangan yang dilakukan bertujuan membanjiri lalu lintas data pada jaringan sehingga dapat menyebabkan jaringan menjadi down (lumpuh) diakibatkan kelebihan beban. Untuk mendeteksi Flooding Attack diperlukan beberapa alat seperti Winbox yang digunakan untuk mendapatkan Log Activity, Log Traffics dan Ip Address serta Wireshark sebagai alat untuk mencari informasi yang terdapat pada Log Traffic yang dapat digunakan sebagai bukti digital dengan menggunakan metode Live Forensics. Dalam penelitian ini, informasi yang akan digali adalah Log Activity, Log Traffics dan IP Address. Untuk memperoleh informasi tersebut, maka dilakukan beberapa simulasi serangan pada Router. Dari simulasi yang dilakukan terjadi peningkatan signifikan pada lalulintas jaringan Router serta penggunaan sumber daya yang juga meningkat. Adapun output dari penelitian ini yaitu menemukan dan menarik data-data penting yang merupakan bukti digital berupa Log Activity serta Log Traffic. Informasi yang diperoleh pada file log tersebut yaitu ditemukan adanya IP Address yang terdeteksi melakukan serangan yaitu IP Address 192.168.2.252. Beberapa informasi yang terdapat pada log file yang telah ditarik juga dapat dijadikan sebagai barang bukti dalam persidangan.
PEMANFAATAN METODE DNA KRIPTOGRAFI DALAM MENINGKATKAN KEAMANAN CITRA DIGITAL
Kharisma Mahesa;
Bambang Sugiantoro;
Yudi Prayudi
JURNAL ILMIAH INFORMATIKA Vol 7 No 02 (2019): Jurnal Ilmiah Informatika (JIF)
Publisher : Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (632.523 KB)
|
DOI: 10.33884/jif.v7i02.1356
There are many data transmitted on internet and certainly has positive and negative side. Negative side that perceived is the increase in cybercrime activities which is a threat to everyone. Securing confidential data is very necessary so that the data is not misused by others for individual or groups benefit. This research is developing an application that is able to secure data like digital images by applying cryptography. Cryptography is the most appropriate way to secure data like digital images. DNA cryptography is one of cryptography method. Beside to application of computing is very easy, this method has excess speed in processing, use minimal storage and power usage. The result from this research are application that are built can encrypt dan decrypt digital images which has a lot color distribution well. Application and method used will work well on image that have a lot or even distribution colors. But not in digital images that have 1 dominant or transparent color in that.
Penerapan Teknologi Informasi sebagai Penunjang Aktivitas pada Bidang Pemerintahan, Ekonomi Pembangunan, dan Pendidikan di Kapanewon Ngaglik
Dinda Shafira Gita Islami;
Dita Rahayu Berliana;
Ivany Hikmatunnisa';
Yudi Prayudi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 3 (2022): JAMSI - Mei 2022
Publisher : CV Firmos
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54082/jamsi.360
Teknologi informasi yang terus berkembang membuat manusia harus bisa menyeimbangkan perkembangan tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari karena akan sangat membantu apabila dimanfaatkan dengan benar. Sebelum dilaksanakan pengabdian masyarakat, dilakukan observasi ke Kapanewon Ngaglik, ternyata penggunaan teknologi informasinya masih belum maksimal. Kemudian diambil tiga bidang sebagai sample, yaitu Bidang Administrasi Pemerintahan untuk membantu pelayanan administrasi Kalurahan Sinduharjo, Bidang Ekonomi Pembangunan mencakup keseluruhan kegiatan ekonomi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan Bidang Pendidikan membantu kegiatan belajar mengajar ke SD Negeri Selomulyo yang berada dibawah Kapanewon Ngaglik. Tujuan pengabdian ini adalah 1) memberikan edukasi penggunaan teknologi informasi, 2) pendampingan dan pelatihan teknologi informasi kepada pemerintah, pelaku UMKM, guru SD dan masyarakat di Kapanewon Ngaglik. Metode yang digunakan adalah identifikasi masalah, pengumpulan data, perancangan solusi, pelaksanaan dan pengukuran dampak. Pada pengabdian ini telah dilaksanakan pendampingan serta pemberian edukasi terkait dengan penggunaan teknologi informasi kepada Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kapanewon Ngaglik. Hasil dari pengabdian ini antara lain, 1) penggunaan sistem informasi pemesanan surat berbasis website, 2) pelaku UMKM dapat mempraktikkan penggunaan digital marketing, 3) guru dapat menggunakan PowerPoint sebagai media pembelajaran.
Analisis Rekaman Suara Voice Changer dan Rekaman Suara Asli Menggunakan Metode Audio Forensik
Ahmad Subki - STMIK Mataram;
Bambang Sugiantoro - Bambang Sugiantoro;
Yudi Prayudi - Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
Indonesian Journal of Networking and Security (IJNS) Vol 7, No 1 (2018): IJNS Januari 2018
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.905 KB)
|
DOI: 10.55181/ijns.v7i1.39
Abstrak – Audio forensik merupakan penerapan ilmu pengetahuan dan metode ilmiah dalam penanganan barang bukti berupa audio demi mendukung pengungkapan berbagai kasus tindak kriminal dan mengungkap berbagai informasi yang diperlukan dalam proses persidangan. Namun, rekaman suara sangat rentan dan mudah untuk dirubah/dimanipulasi baik untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok. Misalnya menggunakan fasilitas aplikasi perubah suara/voice changer yang banyak tersedia pada google play store. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terkait tingkat kemiripan antara rekaman suara voice changer dengan rekaman suara asli menggunakan metode audio forensik dengan pendekatan pitch, formant, graphical distribution dan spectogram. Dalam penelitian ini dihasilkan bahwa rekaman suara pada kasus voice changer dengan rekaman suara asli hanya bisa di analisis dengan pendekatan formant, graphical distribution dan spectogram. Sedangkan untuk analisis pitch tidak dapat digunakan. Kata kunci: Audio forensik, Voice Changer, Rekaman Suara Abstrak – Audio forensik merupakan penerapan ilmu pengetahuan dan metode ilmiah dalam penanganan barang bukti berupa audio demi mendukung pengungkapan berbagai kasus tindak kriminal dan mengungkap berbagai informasi yang diperlukan dalam proses persidangan. Namun, rekaman suara sangat rentan dan mudah untuk dirubah/dimanipulasi baik untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok. Misalnya menggunakan fasilitas aplikasi perubah suara/voice changer yang banyak tersedia pada google play store. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terkait tingkat kemiripan antara rekaman suara voice changer dengan rekaman suara asli menggunakan metode audio forensik dengan pendekatan pitch, formant, graphical distribution dan spectogram. Dalam penelitian ini dihasilkan bahwa rekaman suara pada kasus voice changer dengan rekaman suara asli hanya bisa di analisis dengan pendekatan formant, graphical distribution dan spectogram. Sedangkan untuk analisis pitch tidak dapat digunakan. Kata kunci: Audio forensik, Voice Changer, Rekaman Suara
Model Enkripsi XML Pada Output DFXML untuk Pengamanan Metadata Bukti Digital
Danar Cahyo Prakoso;
Yudi Prayudi
JUMANJI (Jurnal Masyarakat Informatika Unjani) Vol 1 No 1 (2017): JUMANJI
Publisher : Jurusan Informatika Universitas Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (874.393 KB)
|
DOI: 10.26874/jumanji.v1i1.8
DFXML (Digital Forensics XML) adalah sebuah tool forensik yang dikembangkan untuk menghasilkan output dalam bentuk dokumen XML. Tools ini dirancang untuk menampilkan metadata dari file hasil disk imaging dari perangkat elektronik. Umumnya output DFXML berupa dokumen XML dalam bentuk plaintext. Hal ini memunculkan permasalahan dalam aspek keamanan data, yaitu bentuk plaintext dari dokumen XML memungkinkan dibaca dengan mudah oleh setiap orang. Untuk itu diusulkan pendekatan XML security sebagai solusi untuk keamanan dokumen XML hasil dari DFXML. Solusi yang diusulkan adalah dalam bentuk automatic encryption tool yang mampu melakukan enkripsi dokumen XML secara fleksibel dan otomatis. Usulan ini masih bersifat model yang dapat menunjukkan bahwa konsep enkripsi XML yang nantinya dikembangkan mampu meningkatkan keamanan informasi data pada output plaintext dokumen DFXML dan memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin melakukan enkripsi dari dokumen XML.
Threat Modeling Menggunakan Pendekatan STRIDE dan DREAD untuk Mengetahui Risiko dan Mitigasi Keamanan pada Sistem Informasi Akademik
azis catur laksono;
yudi prayudi
JUSTINDO (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Indonesia) Vol 6, No 1 (2021): JUSTINDO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/justindo.v6i1.3944
Penerapan sistem informasi akademik ternyata membuka peluang risiko baru berupa ancaman-ancaman yang dapat mengganggu keberlangsungan sistem. Risiko ini bahkan lebih buruk dapat mengakibatkan kerugian pada organisasi. Sistem informasi akademik memiliki peran penting dalam proses bisnis Universitas XYZ, sehingga keberlangsungan sistem ini perlu dijaga dari kemungkinan ancaman dan risiko yang merugikan perguruan tinggi. Threat modeling (pemodelan ancaman) merupakan salah satu upaya untuk menganalisis ancaman pada sistem informasi. Threat modeling diterapkan dengan tahapan dekomposisi aplikasi, klasifikasi ancaman, penilaian risiko ancaman, dan penyusunan langkah mitigasi. Setiap ancaman diidentifikasi berdasarkan jenis ancaman yang telah dikategorikan pada metodologi STRIDE. Hasil klasifikasi ancaman selanjutnya dinilai tingkat risikonya menggunakan metodologi DREAD. Tahapan ini akan menghasilkan ranking risiko setiap ancaman sehingga dapat disusun kontrol mitigasi setiap ancaman untuk meminimalkan risiko. Melalui tahapan threat modeling, diketahui bahwa ancaman yang memiliki risiko tinggi pada Sistem Informasi Akademik Universitas XYZ adalah ancaman kategori Spoofing, Tampering, dan Repudiation. Fokus penyusunan kontrol mitigasi dilakukan pada ketiga kategori ancaman ini karena memiliki peringkat risiko tinggi.
Analisis Indikator Utama Dalam Information Security - Personality Threat Terhadap Phishing Attack
Kun Saidi;
Yudi Prayudi
JUSTINDO (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Indonesia) Vol 6, No 1 (2021): JUSTINDO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/justindo.v6i1.3801
Social engineering (SE) merupakan kegiatan yang melibatkan human ,psikologi manusia, dan teknologi, sehingga menyebabkan kerugian dari victim dimana computer science dan sosial spikologi digunakan dalam menentukan bahaya SE terhadap masyarakat, serta dapat mengancam di berbagai sektor organisasi/institusi yaitu salah satunya menggunakan SE attack. Masyarakat tersebut merupakan partisipan (dosen/staff/karyawan) yang dipengaruhi oleh indikator meliputi self-efficacy information security (SEIS), general controllability, internet experience, breach experience, behavioral intention, security practice (technology), security practice (care behaviour), avoidance behaviour, avoidance motivation, dan self-efficacy (security awareness) terhadap phishing attack pada sektor tersebut. Analisis indikator tersebut menggunakan metode online survey (kuesioner) digunakan sebagai pengumpulan data, sedangkan metode MANOVA digunakan sebagai metode dalam pengujian data partisipan kuesioner tersebut. Analisis indikator tersebut bertujuan untuk mengetahui indikator yang berpengaruh terhadap partisipan tersebut terhadap phishing attack yang terjadi pada organisasi tersebut. Berdasarkan pada hasil analisis pairwise comparisons menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan antar indikator yang berpengaruh yaitu indikator behavioral intention dengan indikator self-efficacy – security awareness berdasarkan pada indikator yang terdapat dalam self-efficacy in information security (SEIS) dan security awareness dengan nilai mean difference yaitu 41.019.750 (Sig. 0.05) dan nilai R2 (Adjusted R Squared) yaitu 0.698. Indikator tersebut merupakan indikator utama dalam personality threat, sehingga individu dapat mencegah menjadi korban cybercrime terhadap phishing attack.
Repository dan Evaluasi Framework Forensika Digital Menggunakan Daubert Criteria
Muzammilatul Wachidah;
Mukhammad Andri Setiawan;
Yudi Prayudi
JUSTINDO (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): JUSTINDO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/justindo.v5i1.3415
Terdapat banyak framework forensika digital masih tersebar dalam berbagai paper. Diperlukan sebuah upaya untuk menghimpun framework yang ada dalam sebuah repository untuk memudahkan mendapatkan informasi dan dokumentasi tentang framework tersebut. Selain itu, framework sebagai sebuah output dari kajian ilmiah perlu dilengkapi dengan review dari pakar agar bisa memberikan gambaran tentang framework tersebut dari sudut pandang pakar. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian adalah menggunakan Daubert Criteria. Penelitian ini adalah sebuah upaya untuk menyiapkan sebuah system yang dapat menjadi repository framework dalam bidang forensika digital serta penilaian pakar terhadap framework tersebut. Adanya system ini diharapkan akan memudahkan untuk mendapatkan informasi tentang framework pada forensika digital serta menjadi media untuk mendapatkan dokumentasi tentang sehingga dibutuhkan sebuah repository untuk mendokumentasikannya. Sementara itu, evaluasi framework fframework yang dihasilkan oleh para penelitian melalui publikasi paper yang dapat diakses oleh publik. Kata kunci: repository; framework forensika digital; evaluasi; daubert criteria; expert ABSTRACT There are many digital forensics frameworks still scattered in various papers. An effort is needed to compile the existing framework in a repository to make it easier to get information and documentation about the framework. In addition, the framework as an output of scientific studies needs to be supplemented by reviews from experts in order to be able to provide an overview of the framework from the expert's point of view. One method that can be used to conduct assessments is to use Daubert Criteria. This research is an attempt to prepare a system that can become a repository framework in the field of digital forensics and expert assessment of the framework. The existence of this system is expected to make it easier to obtain information about the framework in digital forensics as well as being a reference to get documentation about the framework produced in the field of digital forensics research. Keywords: repository; digital forensics framework; evaluation; daubert criteria; expert