Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Media Sosial dan Interaksi Fisik terhadap Kualitas Hidup dan Kesejahteraan Psikologis Remaja di Sekolah Menengah Pertama di Jakarta Purnomo, H.; Taufiqurokhman, Taufiqurokhman; Jafar, Nurhayati; Uyun, Zahrotul
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 2 No 12 (2023): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v2i12.858

Abstract

Penelitian ini menyelidiki interaksi yang kompleks antara penggunaan media sosial, interaksi fisik, dan kesejahteraan remaja sekolah menengah pertama di Jakarta. Sampel yang terdiri dari 150 partisipan disurvei untuk mengeksplorasi frekuensi dan durasi penggunaan media sosial, pola interaksi tatap muka, dan hubungannya dengan kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis. Pemodelan Persamaan Struktural dengan Kuadrat Terkecil Parsial (SEM-PLS) digunakan untuk menganalisis data. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan yang bernuansa antara penggunaan media sosial dan kesejahteraan, dengan sedikit dampak negatif yang teramati. Khususnya, interaksi fisik muncul sebagai prediktor yang kuat untuk kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis, menggarisbawahi perannya yang tak tergantikan dalam perkembangan remaja. Yang mengejutkan, penelitian ini mengidentifikasi hubungan yang sinergis, yang menunjukkan bahwa dampak negatif dari penggunaan media sosial terhadap kesejahteraan dapat dikurangi jika diimbangi dengan interaksi tatap muka secara teratur. Analisis mediasi menyoroti peran pengurangan penggunaan media sosial sebagai mekanisme di mana interaksi fisik secara positif mempengaruhi kesejahteraan. Temuan studi ini memberikan wawasan berharga bagi para pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan, yang menekankan pentingnya pendekatan yang seimbang antara interaksi digital dan fisik dalam membina kesejahteraan remaja sekolah menengah pertama di Jakarta.
Hubungan Dukungan Sosial dan Self Compassion dengan Psychological Well Being Pada Mahasiswa Akhir Setyani, Herlang Wahyuningtyas; Uyun, Zahrotul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesejahteraan psikologis merupakan kondisi ketika seseorang mampu mencapai potensi psikologisnya secara optimal. individu dengan tingkat psychological well- being yang tinggi ditandai dengan kemampuan untuk mengarahkan serta menentukan kehidupannya sendiri, mampu menguasai lingkungannya, dapat menjalin hubungan interpersonal yang sehat, menerima diri secara positif, serta terus mengembangkan potensi yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara dukungan sosial dan self-compassion dengan psychological well-being pada mahasiswa akhir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan instrumen penelitian yang menggunakan kuesioner dari skala dukungan sosial, skala self sompassion dan skala psychological well-being dengan teknik sampling insidental sampling. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa akhir Universitas Muhammadiyah Surakarta angkatan 2019-2021 yang sedang mengerjakan skripsi. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi liniear berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai F sebesar (53,184) dan nilai sig (0,000 < 0,05) terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan self-compassion dengan psychological well-being. Nilai R2 (0,420) menunjukkan bahwa kedua variabel independen memberikan kontribusi sebesar 42,0% terhadap variabel psychological well-being. Terdapat korelasi sebesar (0,624) dan nilai signifikansi (0,010 < 0,05) dari variabel dukungan sosial dengan psychological well-being dan (0,627) dengan nilai sig (0,006 < 0,05) pada variabel self-compassion dengan psychological well- being. Dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa variabel dukungan sosial dan self-compassion memiliki hubungan positif yang signifikan dengan psychological well-being, yang berarti semakin tinggi tingkat dukungan sosial dan self- compassion, maka semakin tinggi pula tingkat psychological well-being.
The Impact of Prosocial Behavior on Well-being and Life Satisfaction Khan, Safiullah; Khan, Razia; Tan, Ethan; Uyun, Zahrotul
Research Psychologie, Orientation et Conseil Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/rpoc.v2i3.2377

Abstract

Prosocial behavior—voluntary actions intended to benefit others—is a cornerstone of functional societies. While its benefits for the recipient are clear, a growing body of research in positive psychology suggests that engaging in altruistic acts may also be a powerful and often overlooked pathway to enhancing the actor’s own psychological well-being and overall life satisfaction. This study aimed to empirically investigate the relationship between the frequency of engaging in prosocial behavior and self-reported levels of psychological well-being and life satisfaction in a diverse adult population, and to determine if this relationship holds after controlling for key demographic variables. A cross-sectional survey design was employed with a sample of 450 adults (aged 25-65). Participants completed a battery of validated instruments, including the Prosocialness Scale, the PERMA Well-being Profiler, and the Satisfaction with Life Scale (SWLS). A strong, positive correlation was found between prosocial behavior and both well-being (r = .51, p < .001) and life satisfaction (r = .48, p < .001). The regression analysis revealed that prosocial behavior remained a significant and unique predictor of both outcomes even after controlling for all demographic variables. It accounted for a substantial portion of the variance in both well-being and life satisfaction scores. Engaging in prosocial behavior is a robust and significant predictor of higher psychological well-being and greater life satisfaction. The findings suggest that altruistic actions are not merely a consequence of happiness but are an active ingredient in creating a fulfilling life.
Pengaruh Pertemanan dan Kontrol Diri terhadap Perilaku Seksual pada Mahasiswa Dewi, Mutiara Puspita Chandra; Uyun, Zahrotul
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4320

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena perilaku seksual pranikah pada mahasiswa yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pertemanan dan kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pertemanan dan kontrol diri terhadap perilaku seksual mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian sebanyak 150 mahasiswa dengan kriteria mahasiswa aktif angkatan 2019-2024, berusia 18 – 25 tahun, serta pernah atau sedang berpacaran yang diperoleh melalui teknik quota sampling. Quota sampling adalah metode pengambilan sampel dari populasi dengan karakteristik tertentu sampai jumlah yang diinginkan. Instrumen penelitian menggunakan skala pertemanan, skala kontrol diri, dan skala perilaku seksual. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai F sebesar 82,155 dan nilai sig 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pertemanan dan kontrol diri terhadap perilaku seksual. Nilai R sebesar 0,727 menunjukkan bahwa kedua variabel independen memberikan kontribusi sebesar 52,8% terhadap variabel perilaku seksual. Variabel pertemanan memberikan sumbangan efektif sebesar 21,02%, sedangkan kontrol diri memberikan sumbangan efektif lebih besar yaitu 31,78%. Pertemanan memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap perilaku seksual (t = 6,972, p = 0,000 < 0,05), sedangkan kontrol diri memiliki hubungan positif terhadap perilaku seksual (t = 8,973, p = 0,000 < 0,05).