Program pendampingan pembelajaran hidroponik ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengembangkan keterampilan hidup (life skill) dan kemandirian siswa berkebutuhan khusus (ABK) di SLB BC Kepanjen. Kegiatan hidroponik diterapkan sebagai media belajar yang mudah dipahami dan mampu mendorong keterlibatan aktif siswa. Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan keterampilan, pendampingan kegiatan harian, monitoring dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan. Secara kuantifikasi terjadi peningkatan 19,6% pada aspek pengetahuan dan 48,4% pada aspek keterampilan. Peningkatan tersebut ditunjukkan dengan kemampuan siswa dalam merawat tanaman, mengikuti instruksi bertahap, menunjukkan tanggung jawab terhadap tugas, serta mulai terbentuknya sikap mandiri dalam pelaksanaan kegiatan. Selain itu, keterlibatan guru sebagai pendamping utama berperan penting dalam memastikan proses belajar berjalan adaptif sesuai kebutuhan siswa. Program ini tidak hanya memperkuat keterampilan vokasional siswa, tetapi juga mendukung terbangunnya budaya ketahanan pangan berbasis sekolah. Dengan adanya rencana keberlanjutan, kegiatan hidroponik berpotensi menjadi bagian dari pembelajaran rutin yang memberdayakan dan inklusif bagi siswa ABK.