Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Kombinasi Pengemasan Vakum Dan Ketebalan Kemasan Untuk Memperpanjang Umur Simpan Tempe Fahrur Razie; Lina Widawati
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.54 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i1.721

Abstract

Tempe mudah rusak tanpa perlakuan khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa hari masa simpan tempe kedelai yang dikemas dengan kemasan sekunder plastik PP dengan metode vakum dan non vakum yang masing-masing disimpan pada suhu ruang. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu P1T1 (Pengemasan non vakum tebal kemasan 0.05mm), P1T2 (Pengemasan non vakum tebal kemasan 0.06mm), P2T1 (Pengemasan vakum disimpan tebal kemasan 0.05mm), serta P2T2 (Pengemasan vakum tebal kemasan 0.06mm). Parameter pengamatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji kadar protein, uji organoleptik. Pengolahan data yang digunakan menggunakan rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukan bahwa penurunan kadar protein tempe yang paling lambat dan masih diatas standar SNI (kadar protein tempe minimal 16%) yaitu tempe dengan perlakuan vakum dan kemasan sekunder plastik PP 0.06 mm. Umur simpan dari perlakuan vakum kemasan sekunder plastik PP 0.06 mm maksimal bertahan 4 hari. Kata Kunci : tempe, jenis kemasan, umur simpan, vakum
Analisis Protein Kecap Ikan Belut (Monopterus albus) dengan Variasi Volume Ekstrak Nanas (Ananas comosus) Lina Widawati
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.869 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i2.778

Abstract

Ikan belut memiliki kandungan protein tinggi (18,49%) sehingga ikan belut dapat diolah menjadi kecap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar protein kecap ikan belut dan kualitas kecap ikan belut melalui uji organoleptik dengan penambahan volume ekstrak nanas. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi volume ekstrak nanas (5%, 10%, dan 15%). Analisis yang dilakukan adalah analisis protein dan analisis organoleptik (uji pembanding). Hasil penelitian didapat bahwa semakin tinggi volume ekstrak nanas maka semakin meningkat kadar protein yang dihasilkan, dimana kadar protein kecap ikan belut paling tinggi adalah pada kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 15% sebesar 10,57%. Berdasarkan parameter warna panelis menilai warna kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 5% berbeda dengan kontrol, sedangkan pada kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 10% dan 15% hampir sama dengan kontrol. Berdasarkan parameter rasa panelis menilai rasa kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 5% dan 10% berbeda dengan kontrol, sedangkan kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 15% hampir sama dengan kontrol. Berdasarkan parameter aroma panelis menilai kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 5% sangat berbeda dengan kontrol, variasi volume ekstrak nanas 10% berbeda dengan kontrol, dan variasi volume ekstrak nanas 15% hampir sama dengan kontrol. Berdasarkan parameter tekstur panelis menilai kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 5% lebih encer dibanding kontrol, sedangkan tekstur kecap ikan dengan variasi volume ekstrak nanas 10% dan 15% sama dengan kontrol. Kata Kunci : ikan belut, kecap ikan, protein, ekstrak nanas
Pemanfaatan Jamur Tandan Kosong Kelapa Sawit (Volvariellavolvacea) Sebagai Bahan Baku Sosis Sapi Lina Widawati; Eva Ramalia Sari
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.897 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v6i1.805

Abstract

Jamur merupakan sumber makanan yang memiliki kandungan gizi tinggi. Tingginya kandungan protein jamur tandan kosong kelapa sawit diharapkan dapat memberikan kontribusi nilai protein pada sosis sapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi jamur tandan kosong kelapa sawit dengan tepung talas termodifikasi terhadap mutu sosis sapi. Metode dalam penelitian ini meliputi proses pembuatan tepung talas termodifikasi serta pengolahan sosis sapi dengan substitusi jamur tandan kosong kelapa sawit. Analisis penelitian ini meliputi kadar protein, tekstur serta sifat organoleptik sosis daging sapi. Hasil analisis kandungan protein sosis berkisar antara 13,15% hingga 16,02%. Hasil analisis tekstur sosis berkisar antara 2,78 mm/gram detik hingga 4,41 mm/gram detik. Hasil penilaian uji organoleptik terhadap warna sosis tidak berbeda nyata pada semua perlakuan, panelis menilai warna sosis pada skala suka. Penilaian rasa sosis dengan rerata berkisar antara antara 3,30 (agak suka) hingga 4,30 (suka). Penilaian rerata tekstur sosis berkisar antara 3,00 (agak suka) hingga 4,40 (suka). Kata Kunci :jamur tandan kosong kelapa sawit, sosis sapi, protein
KARAKTERISTIK MUTU BAKSO BELUT (Monopterus albus) DENGAN VARIASI SUBSTITUSI TEMPE Lina Widawati; Novian Firnando; Meirita Sari; Darius Darius
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v7i1.994

Abstract

Meatballs are a type of processed food made from chopped fresh meat, fillers, binders and spices. Besides beef, meatballs can also be made from eel meat because eel meat has a high enough protein. Tempe can be used as a substitute for eel meat because the price of tempe is more affordable and the protein content is also quite high. The purpose of this study was to analyze the effect of the composition of eel and tempe on the protein and organoleptic content of eel meatballs. The results of the analysis showed that the more use of tempe composition, the meatball protein content increased by 19.27%. The results of organoleptic analysis of the color, taste, aroma and texture of meatballs with the treatment of eel and tempe composition showed significant differences. The more the use of tempe composition the assessment of color, taste, flavour and texture is decrease. The results of the average color oranoleptic are between 3,75 (likes) to 4,25 (likes), the average organoleptic taste is between 3,65 (likes) to 4,05 (likes), the average organoleptic flavour is between 3,35 (rather likes) to 4,30 (likes) and organoleptic texture averages between 3,65 (likes) to 4,20 (likes). Kata Kunci : meatballs; eel meat; tempe
PEMBUATAN ASAP CAIR TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT UNTUK PENGAWET DAN FLAVOURING IKAN PINDANG KEMBUNG (Rastrelliger sp.) Lina Widawati; Budiyanto Budiyanto
JURNAL AGROTEKNOLOGI Vol 8 No 01 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.649 KB)

Abstract

Solid waste from oil palm factory such as oil palm fruit bunches can polute environment it if doesn’t get an appropriate treatment. This research tried to investigate the use of oil palm fruit bunches for liquid smoke that is used in making boiled salted Kembung (Rastrelliger sp.) fish. The objective of this research is to find the effect of liquid smoke from oil palm fruit bunches on boiled salted kembung fish and also to evaluate the result from microbiologist and organoleptic of view. And also to investigate the economic value liquid smoke from oil palm fruit bunches when it is used for making liquid smoke. Boiled salted kembung fish was dyeing in liquid smoke 1%, 2%, and 3%, then do analyze Total Plate Count and organoleptic during storage on 0, 3, 5, and 7 days at room temperature. The result shows that boiled salted kembung fish on a microbiologically test as a control treatment only stand until the third day of storage, mean while with the application of liquid smoke 1%, 2%, and 3% the boiled salted kembung can stand until the seventh day of storage. From the organoleptic point of view, the panelists are prefer to consume the kembung fish with liquid smoke process. From the economic value, process of liquid smoke from oil palm fruit bunches is more potential than conventional process of oil palm fruit bunches.Keywords: liquid smoke, oil palm fruit bunches, boiled salted kembung fish, total plate count, organoleptic
Preferensi Panelis dan Efektifitas Penggunaan Bahan Penstabil Terhadap Mutu Sambal Hijau Tempoyak Lina Widawati; Susi Efrianti
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.179 KB)

Abstract

Tempoyak merupakan makanan hasil olahan buah durian yang diperoleh  dengan fermentasi sederhana dengan penambahan garam 1,5% selama 3-4 hari. Tempoyak biasa digunakan sebagai bumbu masakan atau juga bisa dibuat sambal. Umumnya pembuatan sambal tempoyak menggunakan cabai merah. Namun diperlukan inovasi baru membuat sambal tempoyak dengan menggunakan cabai hijau. Selain itu untuk menghasilkan sambal tempoyak yang sesuai dengan karakteristik mutu sambal maka diperlukan penambahan bahan penstabil yang sesuai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi sifat kimia, mikroorganisme dan organoleptik sambal hijau tempoyak serta mengkaji tingkat kesukaan konsumen terhadap sambal hijau tempoyak. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap pembuatan tempoyak, tahap pembuatan sambal hijau tempoyak serta tahap analisis. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua perlakuan, yaitu perlakuan variasi jenis cabai yang terdiri dari 3 faktor (300 gram cabai merah, 150 gram cabai merah dan 150 gram cabai hijau, 300 gram cabai hijau) dan perlakuan penambahan bahan penstabil dengan 2 faktor (CMC 1% dan gum arab 1%). Analisis yang dilakukan adalah analisis kimia (total padatan), mikrobiologi (TPC) dan organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur). Hasil penelitian didapat bahwa ditinjau dari sifat kimia, semua perlakuan telah memenuhi syarat mutu sambal yaitu minimal total  padatan sebesar 40%. Ditinjau dari sifat mikrobiologi, semua perlakuan dapat mempertahankan mutunya hingga minggu ke dua. Ditinjau dari segi organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur), perlakuan dengan variasi cabai merah baik menggunakan bahan penstabil CMC maupun gum arab lebih disukai oleh panelis dibanding dengan variasi cabai hijau maupun kombinasi cabai merah dan cabai hijau.
KARAKTERISTIK MUTU KECAP KEPALA UDANG DENGAN VARIASI VOLUME EKSTRAK NANAS DAN WAKTU INKUBASI Lina Widawati; Ki Ageng Sanjaya
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.82 KB) | DOI: 10.32663/ja.v17i2.974

Abstract

Shrimp head has a high protein content (25-40%,) so that Shrimp head can be processed into fish sauce. The purpose of this study was tocharacterize the quality of shrimp head sauce through proteins, viscicity, and organoleptics analysis.The results showed that shrimp head sauce protein all treatment have meet quality standards,that is above 2,5%. The highest shrimp head sauce protein content is on the treatment of 15% pineapple extract volume variation and incubation time for 24 hour, which is equal to 5,893%. From the results of the study, it can be seen that the highest viscosity value is the treatment of 15% pineapple extract volume with a 24-hour incubation time of 33,260 cP. From the results of the study, it can be seen that the highest viscosity value is the treatment of 15% pineapple extract volume with a 24-hour incubation time of 33,260 cP. The highest organoleptic results for the color, taste, and thickness of shrimp head soy sauce were 15% pineapple extract volume treatment and 24 hour incubation time with color values ??4.6 (very like), taste value 4.05 (likes) and thickness 4, 65 (really like).
Production Process Analysis of Ginger, Lemongrass, Cinnamon Instant Drink “Jesika” Lina Widawati; Hesti Nur'aini; Jurois Meksi
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.3.1.15-22

Abstract

Ginger, lemongrass and cinnamon instant drink “jesika” is herbal drink in powder with natural ingredients produced by Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Manfaat in Sukasari Village, Air Periukan Sub District, Seluma District, Bengkulu Province. The purpose of this research is to analyze the production process, mass balance, chemical analysis and business analysis of jesika instant drink. The methods used include observation and interviews, chemical analysis and business analysis. The results showed that in the processing of jesika instant drink, from of the total raw material of 64,5 kg,  the finished material was 52,5 kg. From the results of chemical analysis of the instant drink jesika, it was found that the water content of the instant drink jesika was 7,82%, the ash content was 1,98%, and the antioxidant was 102,32 mg/ml. Based on the analysis of the business of producing instant drink jesika, the income obtained by the producer for one time of production gets an net profit Rp.3.185.000,-
Pemanfaatan Sampah Organik dalam Produksi Pupuk Bokashi di Gabungan Kelompok Tani Rinjani Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu Evi Andriani; Jusuf Wahyudi; Lena Elfianty; Lina Widawati
Abdihaz: Jurnal Ilmiah Pengabdian pada Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/abdihaz.v3i1.1765

Abstract

The Use of Organic Waste in Bokashi Fertilizer Production at Farmers' Group Association of Rinjani in Singaran Pati District, Bengkulu City The continuous use of inorganic fertilizers by farmers results in disturbed soil fertility and nutrient deficiencies. So far, farmers' group association of Rinjani has also used inorganic fertilizers, which are quite expensive. Therefore, the purpose of this community service was to educate farmers on the farmers' group association of Rinjani on how to utilize organic waste from the surrounding environment to be processed into bokashi fertilizer. The ingredients used were leftover vegetables, fruits and dried leave. The Effective Microorganism 4 (EM4) was used as decomposer to speed up the composting process. The process of making bokashi fertilizer from vegetable and fruit waste was running smoothly. The bokashi obtained was very good. This was indicated by the characteristic of blackish brown color, crumb texture and has an odor like the smell of earth in general.
Sosialiasi Keamanan Pangan Dan Pengolahan Produk Hasil Perikanan Di SMK Kelautan Dan Perikanan Lina Widawati; Eko Sumartono; Evi Andriani; Munhedi Vierzhen; Rabiul Armala
Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Eksakta) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4029.182 KB) | DOI: 10.37638/padamunegeri.v3i1.502

Abstract

Salah satu program keahlian di SMK Kelautan dan Perikanan, Pondok Kubang, Bengkulu yaitu program keahlian teknologi pengolahan hasil perikanan. Siswa siswi SMK Kelautan dan Perikanan, Pondok Kubang, Bengkulu dipersiapkan menjadi tenaga yang terampil dalam pengolahan hasil perikanan. Untuk mendukung visi SMK tersebut dalam membekali siswa-siswinya dalam hal pengolahan hasil perikanan, maka dilakukan sosialisasi dan pelatihan keamanan pangan dan pengolahan produk hasil perikanan. Tujuan dari sosialisasi dan pelatihan ini antara lain dapat memberikan tambahan keterampilan baru mengenai keamanan produk hasil pertanian, tata cara pengolahan nugget ikan lele, pengemasan dan  strategi pemasarannya. Kegiatan ini dilakukan dengan metode seminar, tanya jawab, dan aplikasi pelatihan pembuatan produk. Hasil kegiatan ini meningkatkan pengetahuan siswa-siswi SMK Kelautan dan Perikanan mengenai keamanan produk hasil perikanan, pengolahan nugget ikan lele yang baik, pengemasan  produk  yang menarik dan strategi pemasaran yang tepat.