Articles
Peran Organizational Citizenship Behaviour (OCB) Dalam Memediasi Pengaruh Motivasi Intrinsik dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT.Cinemaxx Branch Lippo Plaza Yogyakarta
Maryati, Tri;
Fernado, Aulia
JBTI : Jurnal Bisnis : Teori dan Implementasi Vol 9, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/bti.92107
Intrinsic motivation is a drive that is not triggered from the outside but grows and develops from within a person. While Job Satisfaction is a condition where an employee feels satisfied with his job. Both of these things are able to encourage employee behavior to work beyond that set by the company and has nothing to do with the reward system. In this thesis, the author examines the influence of Intrinsic Motivation and Job Satisfaction on Employee Performance mediated by Organization Citizenship Behavior (OCB).Subjects in this study were employees of PT.Cinemaxx branch of Lippo Plaza Yogyakarta. Then the number of samples used are 55 respondents or all employees of the company, this number has been fulfilled from Cohen approach in determining the number of samples that is at least 45 respondents. The analysis technique used in this research is SEM (Structural Equation Modeling) using SmartPLS v.3 software.Based on the results of the analysis, Intrinsic Motivation has a positive and significant impact on Employee Performance and OCB, Job Satisfaction has positive and significant influence to Employee Performance and OCB, OCB has a significant and positive influence on Employee Performance, and OCB has positively and significantly between Intrinsic Motivation on Employee Performance, while OCB has no influence of mediation between Job Satisfaction on Employee Performance.
Pengaruh Kemampuan, Motivasi Dan Locus Of Control Terhadap Kinerja Individu Melalui Pemediasian Self Efficacy
Jaya, Denny Kumala;
Maryati, Tri
JBTI : Jurnal Bisnis : Teori dan Implementasi Vol 1, No 2 (2010): Oktober 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jbti.v1i2.2417
This research aim to test performance which influenced by ability, Motivation, and Locus of Control with Variabel Self Efficacy as mediasi. Population in this research is employees Edukatif in University of Ahmad Dahlan (UAD) with number of samples or data amount which processed is 103 kuisioner. In this research data analyzer applies SEM ( Structural Equation Modeling) with help of program Sofware AMOS 60 for windows. This research proves that ability of influential positive and not significant to self efficacy, motivation influential positive and significant to self efficacy, locus of control influential positive and not significant to self efficacy and self efficacy influential positive and significant to performance, ability of influential positive indirect and not significant to performance as mediasi by self efficacy, motivation influential positive indirect and significant to performance as mediasi by self efficacy, locus of control influential positive indirect and significant to performance in mediasi by self efficacy. Analysis from result, show that model goodness of fit tested at research of approximant overall of can fulfill criterion level fit. Which the result have been solvent of confirmation the factor from a concept through empirical indicatorss and able to measure influence between factors based on the existing theory.
INTENSI MAHASISWA YOGYAKARTA BERWIRAUSAHA BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI (TI)
Heru Kurnianto Tjahjono;
Tri Maryati;
Fauziyah Fauziyah
Jurnal Siasat Bisnis Vol. 17 No. 1 (2013)
Publisher : Management Development Centre (MDC) Department of Management, Faculty of Business and Economics Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/jsb.vol17.iss1.art2
AbstractThe purpose of this study is to investigate intention to be entrepreneur among university students in Yogyakarta. Based on modification of TPB (theory of planned behavior) and TAM (technology acceptance model), this research specifically examined whether entrepreneur’s personality is an important antecedent to explain attitude, risk perception and subjective norm of entrepreneur based on information technology (IT). This research tested whether attitude, risk perception and subjective norm of entrepreneur based on IT are important predictors to explain students’ intention to become entrepreneur based on IT. This research is a replication model proposed by Tjahjono and Palupi (2014). The samples in this research were 300 students from four large universities in Yogyakarta with purposive technique and were analyzed using structural equation modeling (SEM). The results of this research showed that attitude, risk perception, and subjective norm are consequences of entrepreneur’s personality and at the same time as antecedents to explain students’ intentions to be entrepreneur based on IT.Keywords: TPB, TAM and students intention to be entrepreneur.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi intensi mahasiswa di Yogyakarta berwirausaha. Berbasis pada modifikasi TPB (theory of planned behavior) dan TAM (technology acceptance model), penelitian ini secara spesifik menguji apakah kepribadian berwirausaha merupakan anteseden penting dalam menjelaskan sikap, persepsi resiko dan norma subjektif berwirausaha yang berbasis TI. Selanjutnya apakah sikap, persepsi resiko dan norma subjektif berwirausaha berbasis TI adalah prediktor penting dalam menjelaskan intensi mahasiswa berwirausaha yang berbasis TI. Penelitian ini merupakan replikasi model yang diajukan Tjahjono dan Palupi (2014). Sampel dalam penelitian ini adalah 300 mahasiswa 4 perguruan tinggi besar di Yogyakarta dengan teknik penyampelan secara purposive. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap, persepsi resiko dan norma subjektif berwirausaha berbasis TI adalah konsekuensi kepribadian berwirausaha sekaligus anteseden intensi berwirausaha berbasis TI.Kata kunci: TPB, TAM dan intensi mahasiswa berwirausaha.
Dampak Kepuasan Kerja Dalam Peningkatan Kinerja Perawat Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening ( Studi Pada Perawat Rs Pku Muhammadiyah Gamping)
Jasuha Saufa;
Tri Maryati
JBTI : Jurnal Bisnis : Teori dan Implementasi Vol 8, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/bti.82094
This study aims to analyze how much influence of job satisfaction on performance with organizational commitment as intervening study variable on nurses at PKU MuhammadiyahGamping Hospital. This research was conducted at PKU MuhammadiyahGamping Hospital and the respondent in this research is all nurses who work in PKU MuhammadiyahGamping Hospital. The number of respondents used in this study was 138 nurses. Types of data used are primary data and data collection techniques using survey techniques with questionnaires. Data analysis in this research using SEM (Structure Equation Modeling) which operated with Program AMOS 22.0. Based on the result of the analysis, the result shows that job satisfaction has significant effect on organizational commitment, job satisfaction has no significant effect on employee performance, organizational commitment has significant effect on employee performance, job satisfaction has significant effect on employee performance through organizational commitment as intervening variable.
PENDAMPINGAN PENGABDIAN MASYARAKAT UKM TEMPE DAN MAKANAN KECIL DI AISYIYAH CABANG GODEAN
Tri Maryati;
Hasnah Rimiyati;
Nila Fadilatul Jannah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1299.935 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.31.143
UKM yang didampingi adalah produksi tempe dan makanan kecil. Permasalahan yang dihadapi oleh UKM tempe adalah proses pengelupasan kulit kedelai yang masih menggunakan cara tradisional, kemasan yang masih sederhana dan belum mempunyai pembukuan keuangan. Permasalahan yang dihadapi oleh usaha makanan kecil adalah kemasan produk yang belum menarik, masih rendahnya omzet penjualan dan belum punya pembukuan keuangan. Tujuan pendampingan membantu : (1) UKM tempe untuk alih teknologi dari cara tradisioanal dengan cara yang lebih modern, (2) UKM makanan kecil untuk memperoleh PIRT, (3) UKM tempe dan makanan kecil cara melakukan pengemasan produk yang menarik, (4) UKM makanan kecil memiliki media promosi online, (5) UKM tempe dan makanan kecil memiliki administras keuangan. Metode yang akan digunakan adalah dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan tentang desain kemasan, promosi produk, dan administrasi keuangan. Implikasi dari pendampingan adalah UKM tempe dan makanan kecil omzetnya meningkat. Hasil pendampingan :(1) UKM tempe sudah beralih teknologi menggunakan mesin, (2) UKM makanan kecil sudah memiliki PIRT, (3) UKM tempe dan makanan kecil sudah memiliki kemasan yang menarik dilengkapi dengan merek dengan nama “BAROKAH” dan logo bertuliskan MEK Aisyiyah Cabang Godean, (4) UKM makanan kecil sudah memiliki media promosi secara online yaitu melalui wa bisnis dengan nama B. Minah Snak dan Instagram dengan nama Sarminah48, dan (5) Baik UKM tempe maupun makanan kecil sudah memiliki buku administrasi keuangan.
PENINGKATAN KETRAMPILAN KOMPUTER DAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN DI KOPERASI PERTUNI CABANG SLEMAN
Siti Noordjanah Dj;
Tri Maryati;
Farizna Permata Sari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1900.734 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.311.345
Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah Koperasi Sejahtera PERTUNI Cabang Sleman. Anggota koperasi ini semua tuna netra dan pengelola koperasi juga tuna netra. Karena keterbatasannya pengurus koperasi dalam mencatat transaksi koperasi masih menggunakan cara manual. Disamping itu pengurus koperasi juga belum memahami pengetahuan tentang laporan keuangan yang harus dilaporkan pada saat RAT Koperasi. Tujuan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan pengurus koperasi tentang komputer program microsoft excel dan penyusunan laporan keuangan. Target luaran yang ingin dicapai adalah pengurus dapat mengoperasikan komputer dan menyusun laporan keuangan. Metode yang digunakan untuk pencapaian target adalah berupa pelatihan komputer dan penyusunan laporan keuangan koperasi dan praktik penyusunan laporan keuangan. Hasil pengabdian masyarakat adalah pengurus koperasi sudah mampu mengoperasikan komputer dengan program microsoft excel dan membuat laporan keuangan koperasi.
Desa Banyuraden Peduli Difabilitas : Pendekatan Multidisipliner
Bambang Edi Susyanto;
Sri Sundari;
Tri Maryati;
Suci Aprilia
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.398 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.24.431
Menurut UNESCAP (2009), di Indonesia terdapat 3.063.000 jiwa dengan difabilitas. Anakpenyandang cacat kebanyakan (85,6%) belum memperoleh akses pelayanan kesehatan sebagaimanamestinya. Masalah terkait difabilitas di Banyuraden adalah 1)keluarga dengan difabilitas cukup banyakdan sosial ekonomi kebanyakan kurang dan kurang berdaya dalam bidang sosial ekonomi dan kesehatan2)adanya persepsi negatif tentang difabilitas dan 3)belum adanya kemitraan antar anggota masyarakatdalam hal peduli difabilitas. Meningkatkan kepedulian desa Banyuraden terhadap warga dengandifabilitas dan terbentuknya kemitraan antar warga sebagai desa peduli difabel. Penggalangan dukunganke Pemerintah Desa dan kelompok masyarakat (kelompok relawan difabel, relawan Rescuer) danmasyarakat luas melalui media TV lokal, website dan sarasehan dan lokakarya. Didapatkan dukungandari Pemerintah Desa Banyuraden, Relawan Rescue Banyuraden dan Relawan Pendamping Difabel disetiap dusun. Dukungan tambahan juga didapat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Kabupaten Sleman. Warga difabel dilibatkan dalam kegiatan ekonomi produktif di Lapak KulinerEmbung Serut Banyuraden. membaiknya persepsi masyarakat tentang difabilitas, terbentuknya modelpemberdayaan ekonomi warga difabel namun belum dapat diukur dampaknya terhadap peningkatankesejahteraan keluarga, karena masih tahap rintisan. Telah terlaksana kegiatan pengabdianpengembangan desa mitra di Desa Banyuraden, dari tahap sosialisasi hingga terbentuknya modelpemberdayaan ekonomi dan kemitraan dalam bencana.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengembangan Kewirausahaan Keluarga Di Aisyiyah Cabang Godean
Tri Maryati;
Hasnah Rimiyati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (476.349 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.22.499
Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah Aisyiyah Cabang Godean. Tujuan pengabdianmasyarakat ini adalah: 1) memberikan pemahaman tentang wirausaha dan peluang usaha ; 2).memberikan pelatihan tentang pembuatan produk-produk yang layak jual; 3). memberikan gambarantentang Manajemen Pemasaran. Target luaran yang ingin dicapai adalah : 1). kelompok mitra termotivasiuntuk melakukan usaha; 2). kelompok mitra dapat menemukan peluang usaha; 3). kelompok mitramampu menetapkan harga produk, kemasan produk, mempromosikan produk dan memilih salurandistribusi yang tepat. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah : 1). melakukan penyuluhanuntuk menumbuhkan semangat wirausaha dan menemukan peluang usaha ; 2). memberikan penyuluhantentang keterampilan membuat produk atau kerajinan yang layak jual, demonstrasi pembuatan produklayak jual, praktik pembuatan produk yang menarik dan layak jual pendampingan pembuatan produkyang menarik dan layak jual; 3). memberikan penyuluhan tentang penentuan harga produk produk ,packaging dan pemilihan saluran distribusi. Hasil pengabdian masyarakat adalah :1) peserta pelatihanantusias mengikuti kursus kewirausahaan dan termotivasi untuk melakukan wirausaha; 2). Pesertapelatihan mampu untuk membuat produk tempe, tempe sagu, keripik tempe dan telur gabus; 3) pesertapelatihan memahami cara menentukan harga pokok produk dan packaging .
PEMBERDAYAAN EKONOMI PARA TUNANETRA ANGGOTA PERTUNI DI MASA PANDEMI
Hasnah Rimiyati;
Tri Maryati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (591.29 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.44.761
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bermitra dengan PERTUNI (Persatuan Tuna Netra Indonesia) cabang Sleman Yogyakarta, pertimbangan memilih mitra karena ada permasalahan yang dihadapi para anggota di masa pandemi ini. Pertama, menurunnya pendapatan dari usaha jasa pijat sehat sejak masa pandemi Covid 19 berlangsung hingga saat ini; kedua, masih rendahnya kualitas layanan jasa. Solusi dari permasalahan tersebut adalah: 1) perlu upaya melakukan pemasaran melalui promosi online dengan memanfaatkan media sosial facebook dan whatshApp bisnis, agar dapat menyampaikan informasi mengenai layanan jasa mereka kepada konsumen; 2) perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kualitas layanan prima (service excellent) bagi peserta. Metode pelaksanaan dalam penyelesaian masalah tersebut adalah: 1) Mensosialisasikan program kepada mitra agar implementasi program sesuai kebutuhan dan menentukan jumlah peserta; 2) Melaksanakan peningkatan kapasitas SDM, melalui pelatihan IT dan Pelatihan kualitas layanan prima (service excellent); 3) Pendampingan pada peserta pasca pelatihan. Hasilnya, melalui pelatihan IT peserta dapat membuat akun facebook dan whatshApp bisnis, saat ini para peserta sudah memiliki akun bisnis serta dapat mengoperasikan akun bisnisnya di medsos untuk mempromosikan bisnis jasanya. Melalui pelatihan kualitas sumber daya manusia kemampuan peserta lebih baik dalam melayani pengguna jasa. Berbekal ketrampilan yang diberikan diharapkan dapat membantu peserta memperoleh penghasilan guna pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.
GERAKAN LUMBUNG HIDUP AISYIYAH PADA ERA PANDEMI COVID-19 DI AISYIYAH CABANG GODEAN
Tri Maryati;
Sarjiyah; Nia Shalwa Kumara Dafy
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35326/pkm.v6i2.2656
Di era pandemi Covid-19 untuk menjaga ketahanan pangan, Aisyiyah mengimbau seluruh anggotanya untuk melakukan gerakan lumbung hidup Aisyiyah. Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah Aisyiyah Cabang Godean. Ada dua permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu, lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan secara optimal dan keterampilan anggota Aisyiyah untuk mengolah bahan makanan yang masih rendah. Pengabdian masyarakat bertujuan agar anggota Aisyiyah: 1) mampu mengoptimalkan lahan pekarangan dengan melakukan budidaya tanaman obat keluarga, 2) mampu meningkatkan keterampilan dalam mengolah jahe dan kunyit menjadi bubuk instan. Metode yang akan digunakan untuk pencapaian tujuan adalah: 1) Ceramah tentang Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah dan optimalisasi pekarangan; 2) Memberikan pelatihan tentang bagaimana mengolah jahe dan kunyit menjadi bubuk instan. Implikasi dari hasil pengabdian masyarakat adalah dengan budidaya tanaman jahe dan kunyit, hasil panenya bisa dijual yang dapat meningkatkan penghasilan keluarga. Di samping itu dengan semakin tingginya keterampilan yang dimiliki oleh anggota Aisyiyah dalam mengolah jahe dan kunyit menjadi produk instan selain bisa dikonsumsi sendiri juga bisa dijual dan ini merupakan sumber penghasilan keluarga. Hasil pelatihan bahwa : 1) Peserta pelatihan sudah memahami tentang Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah, memahami manfaat jahe dan kunir. 2) Peserta pelatihan sudah memahami cara mengolah rimpang jahe dan kunyit menjadi bubuk instan.