Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Menstimulasi Tumbuh Kembang Anak Melalui Pelatihan Pijat Bayi Bagi Ibu dan Kader Posyandu Karlinah, Nelly; Irianti, Berliana; Dwitavianty, Diandra; Asmita, Windy Wdya
Jurnal Medika: Medika Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hx2bbp83

Abstract

Bayi bisa tumbuh dan berkembang dengan baik apabila kebutuhan dasarnya terpenuhi, yaitu asah, asih dan asuh. Kebutuhan asah diklaim dengan kebutuhan stimulasi. Pemberian stimulasi perlu diberikan secara dini buat merangsang dan membuat sedini mungkin kemampuan sensorik, emosional bahkan kognitif bayi/anak yaitu menggunakan melakukan pijat bayi. Melalui pemijatan aliran darah akan lancar mengalir keseluruh tubuh, termasuk ke otaknya. Salah satu zat krusial yg dibawa yaitu oksigen. Terpenuhinya oksigen diotak secara relatif menciptakan konsentrasi dan kesiagaan bayi semakin baik. Salah satu manfaat dari pemijatan bayi yaitu merangsang nafsu makan bayi. Dengan dilakukan pemijatan bayi merangsang aktivitas nervus vagus, di mana saraf ini (saraf otak ke-10) yang akan menyebabkan peningkatan kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin, sehingga penyerapan makanan akan lebih baik serta meningkatkan persitaltik usus dan pengosongan lambung meningkat yang dapat merangsang nafsu makan bayi. Tujuan dari PkM ini adalah untuk menstimulasi tumbuh kembang anak melalui pelatihan pijat bayi bagi ibu dan kader posyandu di desa karya indah, Metode pelaksanaan PkM ini ada 3 tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. PkM ini telah dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2023 di Posyandu desa karya indah. Pelaksanaan PkM ini bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dan kader posyandu khususnya tentang pijat bayi
Penyuluhan dan Pemeriksaan Triple Elimination Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Menular Pada Ibu Hamil Irianti, Berliana; Karlinah, Nelly
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/h3hevf39

Abstract

Ibu hamil merupakan salah satu dari populasi yang berisiko tertular penyakit Human immunodeficiency virus (HIV), Sifilis, dan Hepatitis B pada anak lebih dari 90% tertular dari ibunya. Ketiga infeksi dan penyakit ini dapat menyebabkan morbiditas, disabilitas dan kematian bagi ibu dan bisa menurunkan kualitas hidup anak yang terdampak. Salah satu langkah untuk menanggulangi masalah tersebut, pemerintah menerapkan program triple elimination. Deteksi dini HIV, Sifilis, dan Hepatitis B saat ini sudah bisa dilakukan di Puskesmas dan dilakukan dengan tes cepat (rapid diagnostic test) menggunakan sampel darah ibu hamil. Apabila di awal deteksi ini ditemukan hasil yang positif, maka ibu hamil akan diterapi sesegera mungkin dengan tujuan untuk menurunkan risiko penularan kepada bayinya. Pada ibu hamil yang memiliki hasil sifilis yang positif juga akan dilakukan pemeriksaan laboratorium secara berkala untuk melihat dan memantau perjalanan penyakit dari sifilis ini. Anak yang lahir dari ibu dengan HIV atau sifilis atau hepatitis B yang positif akan mendapat pelayanan dalam bentuk skrining awal untuk deteksi penyakitnya dan pengobatan apabila ditemukan hasil yang positif pada anak. Upaya untuk penurunan dan eliminasi ketiga penyakit ini sangat penting dan harus dilakukan terintegrasi, baik dari masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah.
Efektifitas Pijat Bayi Dalam Mengurangi Frekuensi Diare Pada Bayi Usia 6 – 24 Bulan Berliana Irianti; Nur Israyati
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diarrhea is still a world health problem, especially in developing countries, diarrhea is the number one cause of death among toddlers throughout the world every year. Trend Evidence Based Practice (EBP) is an alternative and new method for providing care. Diarrhea massage is a touch to the baby's body that is given to treat diarrhea and reduce the frequency of defecation, because massage can improve nerves and the process of absorbing food. The type of research carried out was Quasi experimental with the one group pretest posttest method. Sampling in this study used a non-random sampling technique and purposive sampling. Data analysis used univariate and bivariate using SPSS. The statistical test for this research uses the Wilcoxon test. Baby massage is effective in reducing the frequency of diarrhea in toddlers. This can be seen in the mean value before the massage was 6.32 and after the massage there was a decrease in the frequency of diarrhea, namely with a mean of 2.64. There is a need for skills training for health workers in managing diarrhea quickly and effectively in reducing mortality and morbidity rates caused by diarrheal diseases and using complementary therapies such as baby massage as an alternative management of diarrhea.
Breastfeeding Mothers' Knowledge About Breast Care In Increasing Breast Milk Production Angrainy, Rizka; Irianti, Berliana; Arefa, Damai Yati; Karlinah, Nelly
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 13 No 2 (2024): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v13i2.801

Abstract

WHO data in 2018 The rate of exclusive breastfeeding according to international figures is 50%. Indonesia's health data in 2021, the rate of exclusive breastfeeding in 2021 is 56.9%. Based on an initial survey conducted from 4 breastfeeding mothers, 3 breastfeeding mothers who do not understand about breast care to increase milk production. The purpose of this study was to describe the knowledge of breastfeeding mothers about breast care in increasing breast milk production at PMB Rosita Pekanbaru City in 2022. This study used a quantitative type with a descriptive design. The population in this study amounted to 44 people. The number of samples in this study amounted to 44 people who were taken by total sampling technique. The results of this study found that the majority of breastfeeding mothers' knowledge about breast care in increasing breast milk production was sufficient for 20 respondents (45.5%). Breastfeeding mothers are expected to seek more information about breast care to increase milk production from health workers, journals, and print media and increase good knowledge about breast care. Keywords : Knowledge, Breast Care, Breast Milk Production
Kacang Hijau (Phaseolus Radiatus L.) Meningkatkan kadar Hemoglobin pada Ibu Postpartum Karlinah, Nelly; Irianti, Berliana
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ibu dan Anak, Volume 10, No.1, Mei 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jia.v10i1.491

Abstract

Anemia is clinically defined as insufficient mass of red blood cells circulating in the body. The prevalence of iron deficiency anemia in postpartum women accounts for 20% of total maternal deaths worldwide. Iron deficiency anemia that occurs during the puerperium is influenced by the occurrence of anemia during pregnancy and the amount of blood loss during the delivery process. the need for iron during the puerperium increased by an average of 478 mg during the puerperium. Therefore, efforts are needed to increase iron levels during the puerperium by giving green beans. The purpose of this study was to determine the effect of green beans on hemoglobin levels in postpartum mothers. This type of pre-experimental research using one group pretest post test designs. The research was carried out in January-April 2022. The research site was in Karya Indah Village, Kec. Tapung, Kab. Kampar. The sample in this study amounted to 20 postpartum mothers. The way of taking samples using purposive sampling. Data analysis was carried out univariate and bivariate. Univariate results showed that before giving green beans, the majority of postpartum mothers experienced anemia as much as 50%. After being given green beans, the majority of postpartum mothers were not anemic with a percentage of 80%. Bivariate results using the Wilcoxon Rank Test obtained P value of 0.014 (p <0.05). This means that there is an effect of green beans (Phaseolus radiates L.) on hemoglobin (Hb) levels in postpartum mothers.
EFEKTIFITAS KOMPRES PANAS DAN DINGIN TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Suci Hakameri, Cecen; Irianti, Berliana; Israyati, Nur; Nurhapipa, Nurhapipa
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Edisi 3 Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i2.2907

Abstract

Labor pain can affect uterine contractions through the secretion of catecholamine and cortisol levels, which increase sympathetic nervous system activity, causing changes in blood pressure, heart rate, and respiration, and ultimately affecting the duration of labor. This study aimed to evaluate the effectiveness of hot and cold compresses in reducing labor pain during the active phase of the first stage of labor at PMB Ernita Pekanbaru. The research employed a pretest-posttest method in a group of laboring mothers, measuring pain scales before and after the intervention.The results showed that the majority of labor pain levels without hot compresses (pretest) were in the category of very severe pain with a pain scale of 7–8 (73.3%). After applying hot compresses (posttest), the majority of pain levels decreased to severe pain with a pain scale of 5–6 (73.3%). Meanwhile, the majority of labor pain levels without cold compresses (pretest) were categorized as very severe pain (46.7%) and unbearable pain (46.7%) with a pain scale of 7–10. After applying cold compresses (posttest), the majority of pain levels decreased to severe pain with a pain scale of 5–6 (53.3%).Data analysis showed a significant effect of hot and cold compresses on reducing labor pain during the active phase of the first stage of labor, with a p-value of 0.000. Therefore, hot and cold compresses can be recommended as effective non-pharmacological interventions to reduce labor pain and support a more comfortable and efficient labor process.Keywords: Hot compress, cold compress, labor pain, active phase of the first stage of labor
Midwifery Students' Experiences in Learning Pelvic Anatomy and Childbirth Mechanisms: A Phenomenological Study Nelly, Nelly Karlinah; Irianti, Berliana; Maita, Liva; Sari, Ria Harnita; Israyati, Nur; Setiawati, Sandy; Ridha, Muhammad
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume 13. No. 1 January 2025
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32771/inajog.v13i1.2557

Abstract

Objectives: To determine students' competence in pelvic anatomy and labor mechanisms through multimedia-based learning media at University Hangtuah Pekanbaru and Helvetia Health Institute Pekanbaru Methods: The design of this study is a qualitative study with a descriptive phenomenological approach using the framework standards for reporting qualitative research a synthesis of recommendations approach. The number of informants in this study was 10 people, consisting of 8 midwifery students, 2 lecturers. Recruitment of informants in this study used purposive sampling. Analysis of research data using the Collaizi's framework, namely first familiarization, identifying related statements, formulating meaning, grouping themes, developing in-depth descriptions, creating basic structures of statements and final validation. Results: The results of the analysis obtained two themes, namely the parts of the pelvic bone and the process of childbirth. Informants revealed that during the learning process they got a method of the process of childbirth so that it made it easier for students to practice in the field Conclusion: Learning methods can be accessed not only during learning but also when outside the classroom or in the field Keywords: Pelvic Anatomy, Labor Mechanism, Midwifery Curriculum, Learning Media, Multimedia
Pengujian System Usability Scale dan Mean Opinion Score pada MedPelvis: Aplikasi Pembelajaran Anatomi Panggul dan Mekanisme Persalinan Ridha, Muhammad; Harnita Sari, Ria; Irianti, Berliana; Israyati, Nur
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 6 (2025): JPTI - Juni 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.841

Abstract

Pembelajaran anatomi panggul dan mekanisme persalinan bagi mahasiswa kebidanan sering kali tidak efektif karena kurangnya media pembelajaran yang interaktif dan mendukung pemahaman visual. Untuk mengatasi permasalahan ini, dikembangkan MedPelvis, sebuah aplikasi mobile berbasis multimedia menggunakan metode pengembangan Waterfall. Aplikasi ini menyajikan materi anatomi panggul dan mekanisme persalinan dalam bentuk visualisasi interaktif dan video. Evaluasi usability menggunakan System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor 82 yang tergolong excellent, menunjukkan tingkat kemudahan penggunaan yang sangat baik. Sementara itu, pengujian kualitas media menggunakan Mean Opinion Score (MOS) memperoleh skor rata-rata 4,402, dengan rincian kualitas visual 4,6, kelancaran frame rate 4,13, kualitas suara 4,48, dan frekuensi buffering 4,2. Hasil ini menunjukkan bahwa MedPelvis memenuhi standar media pembelajaran berkualitas dan dapat mendukung model pembelajaran hybrid. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan media pembelajaran digital yang efektif dan berbasis kebutuhan mahasiswa kebidanan di era digital.
Analisis Pencegahan Anemia Saat Menstruasi Pada Remaja Putri Di Sma Negeri 5 Tapung Kabupaten Kampar Provinsi Riau Karlinah, Nelly; Irianti, Berliana; Setiawati, Sandy; Hasibuan, Rahmad Kurnia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2353

Abstract

Pendahuluan: Anemia adalah suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal. Hemoglobin merupakan salah satu komponen dalam sel darah merah/eritrosit yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan menghantarkannya ke seluruh sel jaringan tubuh. Tujuan: penelitian untuk mengetahui Analisis Pencegahan Anemia Saat Menstruasi Pada Remaja Putri. Metode: Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah remaja puteri kelas XI di SMA Negeri 5 Tapung sebanyak 34 orang dengan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square. Hasil: penelitian dengan uji chi-square menunjukkan ada hubungan pengetahuan dan dukungan teman sebaya terhadap pencegahan anemia saat menstruasi pada remaja putri. Tidak ada hubungan sikap terhadap pencegahan anemia saat menstruasi pada remaja putri. Kesimpulan : ada hubungan pengetahuan, teman sebaya dan tidak ada hubungan sikap terhadap pencegahan anemia saat menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 5 Tapung.
Penerapan Pijat Laktasi dan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI pada Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan Karlinah, Nelly; Irianti, Berliana; Setiawati, Sandy; Israyati, Nur; Warlenda, Sherly Vermita
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/my0y5158

Abstract

ASI adalah nutrisi ideal bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai dengan kebutuhannya serta zat pelindung untuk melawan penyakit. Dua tahun pertama kehidupan anak sangat penting, karena nutrisi optimal pada masa ini dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian, mengurangi risiko penyakit kronis, serta mendorong perkembangan optimal. Pemberian ASI optimal pada usia 0–23 bulan berpotensi menyelamatkan lebih dari 820.000 anak balita setiap tahunnya. Posyandu merupakan wadah masyarakat untuk mendapatkan informasi kesehatan, khususnya ibu menyusui atau kegiatan yang dapat menjelaskan berbagai masalah kesehatan termasuk pencapaian ASI eksklusif. Produksi ASI dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola makan, kontrasepsi, perawatan payudara, istirahat, frekuensi menyusui, berat lahir bayi, usia kehamilan saat melahirkan, kondisi psikologis, anatomi payudara, fisiologi tubuh, serta konsumsi rokok dan alkohol. Terapi nonfarmakologi seperti pijat oksitosin dan pijat laktasi juga dapat meningkatkan produksi ASI. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan pada 11 September 2024. Permasalahan mitra meliputi: 1) produksi ASI rendah, 2) kurangnya pengetahuan tentang pijat oksitosin dan laktasi, dan 3) ketidaktahuan cara melakukannya. Solusi yang diberikan meliputi: 1) penyuluhan tentang ASI eksklusif, dan 2) pelatihan praktik pijat laktasi dan oksitosin. Diharapkan metode ini menjadi alternatif meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan.