Claim Missing Document
Check
Articles

Induksi Nanobubbles (NBs) untuk Pertumbuhan Anggrek Dendrobium Imelda Marina Masagung X Bumi Menangis Tintrim Rahayu; Gatra Ervi Jayanthi; Ari Hayati
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p13

Abstract

Nanobubbles (NBs) merupakan salah satu teknologi nano yang sudah diaplikasikan di beberapa bidang, seperti kesehatan, pengelolaan limbah, pertanian, dan lain-lain. Teknologi nano ini memanfaatkan gas dalam bubbles, sehingga memudahkan gas masuk ke dalam sel. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh gas O2, CO2, N2, H2 dan O3 dalam NBs pada pertumbuhan anggrek Dendrobium Imelda Marina Masagung ´ Bumi Menangis. Metode yang digunakan adalah memberikan perlakuan pupuk dan NBs pada anggrek Dendrobium selama 6 minggu dengan pengamatan setiap 1 minggu. Data yang diperoleh dianalisis dengan two way ANOVA dan diuji lanjut post hoc tests dengan Ptukey<0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan signifikan pada diameter batang dan tinggi tanaman anggrek. Ukuran diameter batang anggrek lebih besar dengan perlakuan NBs dibandingkan perlakuan pupuk dan kontrol. Tanaman anggrek dengan perlakuan NBs lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan pupuk dan kontrol. Pertumbuhan tanaman juga ditunjukkan dengan munculnya tunas dan akar baru. Warna daun anggrek dengan perlakuan pupuk dan NBs berubah dari kelompok Yellow-Green (144) menjadi Green (143), kecuali pada kontrol. Warna daun mempengaruhi proses fotosintesis, bahwa warna hijau akan lebih baik melakukan proses fotosintesis dibandingkan dengan daun berwarna hijau-kuning. Hal tersebut mempengaruhi pertumbuhan tanaman. NBs berpengaruh terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium Imelda Marina Masagung ´ Bumi Menangis. NBs memperbesar batang anggrek, menambah tinggi tanaman anggrek dan warna daun menjadi lebih hijau.
Perbandingan dan Efek Populasi Ikan di Pantai Bunder Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Abdur Rohman Wahid; Nour Athiroh Abdoes Sjakoer; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 9 No 1 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/e-jbst.v9i1.357

Abstract

Bangsring Beach has the potential of unique marine natural resources and beautiful beaches. Underwater sea. Bangsring Beach also has rides that are played by visitors, one of which is snorkeling, Bangsring beach itself has several snorkeling sports while there are sprots that are often visited and rarely come, so that visitors or snorkelers have not yet enjoyed the sport that is not often visited a visitor. The purpose of this study is to study fish among the sports that are frequently visited by visitors and which are not frequented by visitors and anthropogenic activities also make the fish needed in these two sports increasingly lost. The method I use uses a simple technique which determines the station that I pick is determined by myself because the stations that depend on it are rarely visited by visitors. The results of this study found 29 species between the two sports that have been determined. To reduce the fish in Bangsring Beach due to unexpected environmental changes and the activities of visitors who step on coral reefs and make dead coral make suitable fish on Bunder beach.
Ethnobotanical Study of Tamarind (Tamarindus indica L.) in Lebakrejo Village, Purwodadi District, Pasuruan Regency Siti Salma Nur Fahima; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Berkala Ilmiah Biologi Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Berkala Ilmiah Biologi
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bib.v13i1.4073

Abstract

Tamarind (Tamarindus indica L.) is a plant that has many benefits ranging from leaves, stems, fruit to seeds. This study aims to evaluate the public's perception of aspects of the utilization and alanyze the distribution of tamarind in Lebakrejo Village, Purwodadi District, Pasuruan Regency. This research uses descriptive exploratory methods include: literature study, observations, interviews using questionnaires, and data analysis. The results of this study indicate that the perception of the people of Lebakrejo Village, Purwodadi District, Pasuruan Regency using tamarind in various daily needs, including herbal medicine, food ingredients, fuel, tools, animal feed, medicine, sources of income, culture, cultivation, and land boundaries. The distribution of tamarind in Lebakrejo village based on land use is distributed in the houseyard, farmland, and roadside with each frequency is 100%.
Profil Histokimia dan Analisis In Silico Senyawa Metabolit Sekunder pada Daun Zaitun (Olea europaea L.) Maghfiroh, Lailatul; Rahayu, Tintrim; Hayati, Ari
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1132

Abstract

Olive (Olea europaea L.) is a plant that is native of the Mediterranean region which was also able to grow in Indonesia. The plants contain secondary metabolite that will be useful for a survival of a certain species. One of the tests to know a compound of the secondary metabolite on the leaves of zaitun is the histochemical analysis. The knowledge about secondary metabolite containing on a tissue of cell can be done the continued testing for ensure secondary metabolite profile of the compound in form of 3D molecular structure that is using in silico analysis. The research aimed to know the histochemical profile and structure of 3D molecular secondary metabolite of olive leaves. The method was used descriptive-qualitative and the research was done two stages; histochemical testing and was continued with visualization of the chemical structure by ‘in silico’ method in form of chemical structure 3D image. The result showed that histochemical analysis at five these secondary metabolites contained in olive leaves; the terpenoids, an alkaloid, phenolic, lipophilic, and flavonoid. While the tannin compound undetectable. All these secondary metabolite containing in olive leaves can be seen in form of 3D structure.Keywords: Olive (Olea europaea L.), secondary metabolites, histochemical, In silicoABSTRAKZaitun (Olea europaea L.) merupakan tanaman yang berasal dari daerah Mediterania yang juga dapat tumbuh di Indonesia. Tanaman zaitun mengandung metabolit sekunder yang bermanfaat untuk pertahanan hidup suatu species tertentu. Salah satu pengujian untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder pada daun zaitun adalah dengan analisis histokimia. Pengetahuan tentang kandungan metabolit pada suatu jaringan sel dapat dilakukan pengujian lanjut untuk memastikan profil senyawa metabolit sekunder tanaman dalam bentuk struktur 3D molekular, yaitu menggunakan analisis In silico. Penelitian bertujuan untuk mengetahui profil histokimia dan struktur molekuler 3D metabolit sekunder daun zaitun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan penelitian ini dilakukan dengan 2 tahapan; uji histokimia dan dilanjutkan dengan visualisasi struktur kimia metode in silico berupa struktur kimia gambar 3D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis histokimia pada lima metabolit sekunder terkandung pada daun zaitun yaitu terpenoid, alkaloid, fenolik, lipofil, dan flavonoid. Sedangkan senyawa tannin tidak terdeteksi. Semua senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada daun zaitun dapat dilihat dalam bentuk struktur 3D.Kata kunci: Zaitun (Olea europaea L.), Metabolit sekunder, Histokimia, In silico
Profil Metabolit Skunder Daun Tin (Ficus carica) melalui Analisis Histokimia dan Deteksi Flavonoid dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Anisa, Khoiria; Rahayu, Tintrim; Hayati, Ari
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1266

Abstract

Tin (Ficus carica) is one of the plants that was mentioned in the Al-Qur’an (at-Tiin 1-3). The plant has the potential of its leaves that can be used as a medicine. In this research were done two tests that are histochemical test and phytochemical test. The method used is descriptive method and the data is processed by descriptive qualitative. Histochemical analysis aims to determine the profile of secondary metabolite compounds in Tin leaf (Ficus carica); among the metabolites were tested the alkaloid, terpenoid, phenol, flavonoid and lipophilic. The second test is the phytochemical test to the examine flavonoid aglycon present, among the tested it  is anthocyanin, flavones, flavonol and, biflavonil by thin layer chromatography method. The result showed that the histochemical analysis of Tin leaf (Ficus carica) contain secondary alkaloid, phenol, flavonoid and lipophilic. The phytochemical test result is flavonoid aglycon that show existence is anthocyanin, flavones and biflavonil.Keywords: Tin (Ficus carica), Histochemical profile, Phytochemical test, Flavonoid, TLC.ABSTRAKTin (Ficus carica) adalah salah satu tanaman yang disebutkan di dalam kitab suci Al-Qur’an (Surat At-Tiin 1-3) yang memiliki potensi pada daunnya dapat digunakan sebagai obat. Telah dilakukan penelitian analisis histokimia dan uji fitokimia daun Tin (Ficus carica). Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif. Data diolah secara deskriptif kualitatif. Analisis histokimia bertujuan untuk mengetahui profil senyawa metabolit sekunder dalam daun Tin (Ficus carica); di antara uji metabolit dilakukan uji alkaloid, terpenoid, fenol, flavonoid dan lipofilik. Uji fitokimia bertujuan untuk memeriksa aglikon flavonoid yang ada, di antara aglikon yang diuji yaitu antosianin, flavon, flavonol dan biflavonil dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis histokimia daun Tin (Ficus carica) terdeteksi mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, fenol, flavonoid dan lipofilik. Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya senyawa antosianin, flavon dan biflavonil.Kata kunci: Tin (Ficus carica), Profil histokimia, Uji fitokomia, Flavonoid, KLT.
Pengaruh Larutan Kombinasi Daun Mimba (Azadirachta indica) dengan Buah Cabai Rawit (Capsicum frutescens) terhadap Mortalitas Kutu Daun Hijau (Aphis gossypii) Secara In Vitro Rajab, Ahmad Mijwad; Hayati, Ari; Zayadi, Hasan
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1390

Abstract

The results of the introduction show that the water fruit chili, having the effect on mortalitas pest aphids green (Aphis gossypii) in concentration 10 %, while in water extract leaves mimba having the effect on mortalitas pest aphids in concentration 20 %. Has done research aimed at know the influence of concentration combination leaves mimba (Azadirachta indica) with fruit chili (Capsicum frutescens) of mortalitas aphids green (Aphis gossypii) in plants chili and to see how the concentration of a solution combination leaves mimba and waste fruit chili most effective against mortalitas aphids green (Aphis gossypii) in plants chili. This research uses experimental methods and design used is a random complete ( RAL ) but the concentration of a solution 0 %, 5 %, 10 %, 15 % and 20 %. Every treatment using 4 remedial. Every remedial there are 10 tail nymph aphids and sprayed by three times for 24 hours. The analysis of data using anova in monitoring also show that f count the concentration ( 61,07 ) were greater than f table ( 0,000 ). Of the result it can be said that mortalitas aphids after he received solution concentration combination leaves mimba and waste fruit chili markedly dissimilar between treatment. Test results BNT on 5 % (P ≤ 0,05) obtained concentration 15 % which are effective for control pests aphids green (Aphis gossypii) in plants chili . ABSTRAKHasil uji pendahuluan menunjukkan bahwa air buah cabai, memiliki pengaruh terhadap mortalitas hama kutu daun hijau (Aphis gossypii) pada konsentrasi 10 %, Sedangkan pada air ekstrak daun mimba memiliki pengaruh terhadap mortalitas hama kutu daun pada konsentrasi 20 %. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kombinasi daun mimba (Azadirachta indica) dengan buah cabai rawit (Capsicum  frutescens) terhadap mortalitas kutu daun hijau (Aphis gossypii) pada tanaman cabai dan untuk mengetahui berapa konsentrasi larutan kombinasi daun mimba dan limbah buah cabai rawit yang paling efektif terhadap mortalitas kutu daun hijau (Aphis gossypii) pada tanaman cabai. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi larutan 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Setiap perlakuan menggunakan 4 ulangan. Setiap ulangan terdapat 10 ekor nimfa kutu daun dan disemprot 3x selama 24 jam. Analisis data menggunakan ANOVA. Hasil yang didapat menunjukkan F hitung  (61,07) lebih besar dari F tabel (0,000). Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa mortalitas kutu daun setelah diberi larutan konsentrasi kombinasi daun mimba dan limbah buah cabai rawit berbeda nyata antar perlakuan. Hasil uji BNT pada (P ≤ 0,05 ) didapatkan konsentrasi 15 % yang efektif untuk mengendalikan hama kutu daun hijau (Aphis gossypii) pada tanaman cabai.    
Kajian Penambahan BahanOrganik Pada Media Tanam VW Pada Organogenesis AnggrekDendrobium SecaraIn Vitro Rahmah, Siti; Rahayu, Tintrim; Hayati, Ari
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1392

Abstract

In vitro tissue culture is a growth optimization technique of Dendrobium orchid with according to media composition. Nutritions in the media are important for dendrobium orchid. Dendrobium orchid  include plant from orchidaceae family its spread throughout the world like indonesia. Its features are easily planted, intersest is continuous and varied, easily assembled, the flower crown is not easy to fall and wither. Research aimed at obtaining media compositions that are easily available and able to fulfill the needs of orchid plants. The research was conducted using descriptive methods to compare different trearment; Vacin & Went and VW media with adding organic matter; extract bean sprouts, potato extrac, and water coconut; wich is conducted for eight weeks after planting. The result of addition organic matter on VW media was different toward organogenesis of orchid. The average number of shoots is 1.8; the number of leaves average of 6.8 and the number of roots average of 3.6 formed from two until eight weeks after culture.Keywords: tissue culture, growing media, Dendrobium orchid, organogenesis.ABSTRAKKultur jaringan in vitro adalah salah satu teknik optimalisasi pada pertumbuhan tanaman angrek Dendrobium dengan menyesuaikan komposisi medianya. Nutrisi yang terdapat di dalam media sangat penting bagi pertumbuhan anggrek. Anggrek Dendrobium termasuk tanaman dari keluarga Orchidaceae yang penyebarannya sampai ke pelosok dunia seperti Indonesia. Keistimewaanya mudah ditanam, bunganya terus-menerus dan bermacam-macam, mudah disusun, serta mahkota bunga tidak mudah jatuh dan layu. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan komposisi media yang mudah didapat dan mampu memenuhi kebutuhan tanaman anggrek. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif untuk membandingkan perlakuan media yang berbeda yaitu media Vacin & Went, dan VW dengan penambahan bahan organik; ekstrak tauge kacang hijau, ekstrak kentang, dan air kelapa muda; yang dilakukan selama delapan minggu setelah tanam. Hasil penambahan bahan organik pada media VW berbeda terhadap organogenesis eksplan anggrek. Jumlah tunas rata-rata 1,8; Jumlah daun rata-rata 6,8 dan jumlah akar rata-rata 3,6 yang terbentuk dari dua minggu setelah kultur (MSK) sampai minggu terakhir pengamatan delapan MSK.Kata kunci: kultur jaringan, media tanam, angrek Dendrobium,organogenesis.
Pengaruh Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Sebagai Zpt Alami Terhadap Pembentukan Akar Stek Pucuk Tanaman Krisan (Chrysanthemum sp) Fadhil, Ilnia; Rahayu, Tintrim; Hayati, Ari
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1416

Abstract

Chrysanthemum (Chrysanthemum sp.) is mainstay commodities in horticulture industry that have very bright market prospects. One aspect that needs to be done is to use good quality chrysanthemum seeds. The obstacle of seeds from cuttings propagation is thin roots. Efforts to increase root cuttings are by giving exogenous growth regulating substances to stimulate root formation in propagation shoot cuttings. The objective of this study was to find out the effect of onion skin (Allium cepa L.) on the formation of chrysanthemum (Chrysanthemum sp) cutting roots. The natural growth regulating agent used is red onion skin (Allium cepa L.). The method that used is experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 6 treatments, 1 treatment as control and 5 treatments as a treatment that is given different concentration namely 60%, 70%, 80%, 90%, and 100% with 5 times retreatment. From the data that has been obtained from the experimental results, data analysis is done using analysis of variance (ANOVA) using Microsoft Excel. If the results show the value is significantly different then it will be followed by BNT 0.05 test. Parameters observed include percentage of growing cutting, root length, number of root and when buds appear. The result showed that onion skin significantly affects the roots formation of chrysanthemum cuttings. The optimal effect of onion skin was shown at 80% concentration on the number of roots and root length with an average number of roots 19 and 3,7 cm root length. ABSTRAKKrisan (Chrysanthemum sp.) merupakan komoditas andalan dalam industri hortikultura yang memiliki prospek pasar yang sangat cerah. Salah satu aspek yang perlu dilakukan yaitu menggunakan bibit tanaman krisan yang berkualitas baik. Kendala  pada bibit hasil perbanyakan dengan stek adalah perakaran yang kurang lebat. Upaya meningkatkan perakaran bibit stek adalah dengan memberikan zat pengatur tumbuh secara eksogen untuk merangsang pertumbuhan akar dalam perbanyakan melalui stek pucuk. Zat Pengatur Tumbuh alami yang digunakan adalah kulit bawang merah (Allium  cepa  L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kulit bawang merah (Allium cepa L.) terhadap pembentukan akar stek pucuk tanaman krisan (Chrysanthemum sp). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL)  yang terdiri dari 6 perlakuan, 1 perlakuan sebagai kontrol dan 5 perlakuan sebagai perlakuan yang diberi konsentrasi yang berbeda yaitu 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100% dengan 5 kali ulangan. Dari data yang telah diperoleh dari hasil eksperimen dilakukan analisis data menggunakan analisis varian (ANOVA) dengan menggunakan Microsoft Excel. Apabila hasil menunjukkan nilai berbeda nyata maka akan dilanjutkan dengan uji BNT 0.05. Parameter yang diamati meliputi persentase tumbuh stek, panjang akar, jumlah akar dan waktu muncul tunas. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa pemberian kulit bawang merah berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan akar stek tanaman krisan. Pengaruh kulit bawang merah yang optimal ditunjukkan pada konsentrasi 80% terhadap jumlah akar dan panjang akar dengan rata-rata jumlah akar 19 dan panjang akar 3,7 cm.Kata kunci: Kulit bawang merah, Zat pengatur tumbuh alami, Stek pucuk krisan.
Eksplorasi Pengetahuan tentang Tumbuhan Obat di Kalangan Generasi Muda Pulau Mandangin Kecamatan Sampang kabupaten Sampang Madura Sari, Hosnia; Hayati, Ari; Rahayu, Tintrim
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1424

Abstract

In the study of the exploration of knowledge of medicinal plants among the younger generation Mandangin Island has the purpose to inventory and describe the types of plants and explore the knowledge of the younger generation about medicinal plants on Mandangin Island. This research was conducted on Mandangin Island in June-July 2018. The tools and materials used in this study were questionnaires, digital cameras and all medicinal plants that were known by the respondents while the research method used was descriptive explorative method, namely literature study, observation in the field , and interviews using questionnaires. The sampling technique uses purposive sampling technique with the number of respondents taken as many as 100 respondents in the age range between 16-30 years. While the data analysis used in this study is a descriptive statistical analysis that covers the value of respondents' perceptions based on the scale and analysis of data resulting from community perceptions of medicinal plants. From the results of research that has been done that the level of knowledge of young genes on medicinal plants on Mandangin Island has a high score of 91%. The plants found by the young generation amount to 21 species and only 16 types of medicinal plants are used as medicine by the younger generation.ABSTRAKDalam penelitian tentang eksplorasi pengetahuan tumbuhan obat di kalangan generasi muda Pulau Mandangin memiliki tujuan untuk menginventarisasi  dan mendiskripsikan jenis-jenis tumbuhan serta menggali pengetahuan generasi muda tentang tumbuhan obat di Pulau Mandangin. Penelitian ini dilakukan di Pulau Mandangin pada bulan juni-juli 2018. Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner, kamera digital dan semua tumbuhan obat yang diketahui oleh responden sedangkan metode penelitian  yang digunakan yaitu metode deskriptif eksploratif yaitu studi pustaka, pengamatan di lapangan, dan wawancara menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampelnya menggunkan teknik purposive sampling dengan jumlah responden yang diambil sebanyak 100 responden pada kisaran umur antar 16-30 tahun. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistika deskriptif yang mencangkup nilai persepsi responden berdasarkan skala dan analisis data hasil persepsi masyarakat terhadap tumbuhan obat. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan bahwa tingkat pengetahuan genarasi muda terhadap tumbuhan obat di Pulau Mandangin memiliki nilai skor tinggi yaitu sebanyak 91%. Tumbuhan yang di ketahaui oleh generasi muda berjumlah 21 jenis dan hanya 16 jenis tumbuhan obat  saja yang digunakan sebagai obat oleh generasi muda.Kata Kunci: Pengetahuan Tentang Tumbuhan Obat, Generasi Muda Dan Jenis  Tumbuhan Obat
Bioprospeksi Mimba (Azadirachta Indica Juss.) Sebagai Tumbuhan Obat Di Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Baidarus, Ahmad; Hayati, Ari; Athiroh AS, Nour
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v2i1.3681

Abstract

Neem has enormous potential in the medicinal treatment because in Neem it contains bioactives that are useful as drugs, including: Saponins, flavonoids, and tannins. The use of Neem plants can be maximally carried out through a bioprospective approach. This research was conducted in Bangsring Village, Wongsorejo District, Banyuwangi Regency in April-June. The study aims to determine the Neem bioprospection (Azadirachta indica) by the community as a medicinal plant. This study uses descriptive exploratory methods which include: literature studies, field observations, interviews using questionnaires, data analysis and observation documentation. Respondents taken were 100 respondents who were taken randomly. The results of this study show that the community's response to the Neem tree is quite high. The use of the Neem by the community as a medicinal plant, among others, is used as an appetite enhancer, medication for hives, and diabetes. The community manages Neem as a medicine by drinking stew from the leaves. The aspects of bioprospection observed in this study were: availability, use as a drug, conservation efforts, collaborative management as a drug, and its benefits as a medicinal plant for the community.Keywords:Bioprospection, Neem, Bangsring Village, Medicinal PlantABSTRAKMimba memiliki potensi sangat besar dibidang pengobatan karena di dalam Mimba mengandung bioaktif yang berguna sebagai obat antara lain: Saponin, flavonoid, dan tanin. Pemanfaatan tumbuhan Mimba dapat dilakukan secara maksimal dengan melalui pendekatan bioprospeksi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bangsring kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi pada bulan April-Juni. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bioprospeksi Mimba (Azadirachta indica) oleh masyarakat sebagai tumbuhan obat. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif eksploratif yang meliputi : studi pustaka, pengamatan di lapangan, wawancara menggunakan kuesioner, analisis data dan dokumentasi pengamatan. Responden yang diambil adalah 100 responden yang diambil secara acak. Hasil penelitian ini menunjjukkan bahwa respon masyarakat terhadap tumbuhan Mimba cukup tinggi. Pemanfaatan Mimba oleh masyarakat sebagai tumbuhan obat antara lain digunakan sebagai penambah nafsu makan, obat gatal-gatal, dan kencing manis. Masyarakat mengelolah Mimba sebagai obat dengan meminum rebusan ari daunnya. Aspek bioprospeksi yang diamati dalam penelitian ini adalah: ketersedian, pemanfaatan sebagai obat, upaya konservasi, kerjasama pengelolaan sebagai obat, dan keuntungannya sebagai tumbuhan obat bagi masyarakat.Kata kunci: Bioprospeksi, Mimba, Desa Bangsring, Tumbuhan Obat
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdur Rohman Wahid Adnan, Assaidah Ahmad Taufiq Rohman Ainur Rohmah Amrullah, Kammal Nizam Amrullah Andre Fahrul Rosy Anisa, Khoiria Ar Rahmah, Mumtazunnisa As Sufiyah Ari Nasir Syahputra Ashofat, Mutawakkil Ayuba, Tria Khotami Azzahra, Ayu Kirani Bahri, Ibnu A. Baidarus, Ahmad Bawani, Elen Ayu Chrisna Yuda Hartato Edi Santoso Erry Koriyanti Fadhil, Ilnia Faizah Shodirun Faizah Shodirun, Faizah Fatmawati, Rina Garnis Mufarrohah Rohmah Gatra Ervi Jayanthi Ghafur, Nurvikrih Choliluddin Gumiwang, Wulan Dari Neng H., Junita Insyirah N. Hadad Alwi Salamun Hamdani Dwi Prasetyo Hasan Zayadi Hasanuddin Hazan Zayadi Hesti Nofanda Hesti Nofanda, Hesti Hildasari, Nourma Izzatul Bahriyah, Izzatul Jamilah, Zahrotul Khairul Saleh Krishidaya, Ayutika LAILATUL MAGHFIROH Luchman Hakim Lutfi Niam, Lutfi Mahyantika, Seftya Putri Maimunah, Maimunah Ma’rifah, Shofia Jannatul Mohammad Sirojul Umam Mufidah, Kamiliatul Nabila Kamila Nada, Farah Aida Qotrun Nafisa Nahdliyah Nurul Aini Nilam Firdausi, Nilam Nour Athiroh Abdoes Sjakoer Nur Azizah Nurdin, Fernando H. Alvarizi Nurul Jadid Mubarokati Rahmawati, Nurlaili Rajab, Ahmad Mijwad Ramadhan, Majida Rasyid, Ainur Ratna Djuniwati Lisminingsih Riadul Jannah Ridlo, M. Tanthowi Qodrir Rukun Rahayu Safitri, Dewi Astriana Sama’ Iradat Tito Saputri, Indriani Rachman Sari, Hosnia Siti Marhumah Siti Marhumah, Siti Siti Salma Nur Fahima Solechah, Imah Sulisetyo Rini Suroh, Mai Syamsuddin, Moch. Tintrim Rahayu, Tintrim Tupong, Mohamad Rizal A. Watimena, Fahru Reyza Yuliana Ratna Sari, Yuliana Ratna Yunisa Farasiscaraya Aesia