Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Air Kelapa (Cocos nucifera L) dengan Medium VW terhadap Pertumbuhan Protocorm Anggrek secara in vitro Santoso, Edi; Rahayu, Tintrim; Hayati, Ari
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v3i1.7208

Abstract

Phalaenopsis sp is one of the types of orchids native to Indonesia with high commercial value, but these orchids are quite difficult to cultivate because the seeds are microscopic and do not have endosperm that need to be cultivated in vitro. In vitro orchid cultivation requires a suitable supporting medium. This study aims to determine the effect of coconut water (Cocos nucifera L) using VW medium on the growth of Phalaenopsis sp protocorm orchid in vitro. Research has been carried out at the DD Orchid Nursery Network Culture Laboratory Dadaprejo Junrejo, Batu, East Java, starting from November to January 2020. This study uses a Completely Randomized Design (CRD) to compare different concentrations of coconut water (Cocos nucifera L) as ie, 0%, 15%, 30%, and 60% treatment. Each concentration was repeated 5 times and each repetition consisted of 5 bottles of Phalaenopsis sp. Protocorm and cultured for 4 weeks. The results showed that the highest number of protochromes and shoots were produced at the same concentration, namely 150 ml / L coconut water treatment (15% concentration) with an average number of 64 protocorms and 14 shoots. Keywords: Coconut water (Cocos nucifera L), Phalaenopsis sp., In vitro, growthABSTRAKPhalaenopsis sp merupakan salah satu jenis anggrek asli Indonesia dengan nilai komersial yang tinggi, tetapi anggrek ini cukup sulit dibudidayakan karena bijinya bersifat mikroskopis dan tidak memiliki endosperm sehingga perlu dibudidayakan secara in vitro. Budidaya anggrek secara in vitro memerlukan medium pendukung yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air kelapa (Cocos nucifera L)  menggunakan medium VW terhadap pertumbuhan protocorm anggrek Phalaenopsis sp secara in vitro. Telah dilakukan penelitian di Laboratorium Kultur Jaringan DD Orchid Nursery Dadaprejo Junrejo Kabupaten Batu Jawa Timur, dimulai dari bulan November sampai dengan bulan Januari 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk membandingkan beberapa konsentrasi air kelapa (Cocos nucifera L) yang berbeda  sebagai perlakuan yaitu, 0 %, 15%, 30%, dan 60 %. Masing-masing konsentrasi dilakukan 5 kali pengulangan dan setiap pengulangan terdiri dari 5 botol protocorm Phalaenopsis sp  dan dikultur selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah protokrom dan tunas terbanyak dihasilkan pada konsentrasi yang sama, yaitu perlakuan air kelapa 150 ml/L (konsentrasi 15%) dengan rata-rata jumlah  64 protocorm dan 14 tunas.Kata kunci : Air kelapa (Cocos nucifera L), Phalaenopsis sp., in vitro, pertumbuhan.
Subsitusi Fitohormon Dengan Air Kelapa (Cocos nucifera L.) pada Medium Vacin and Went Terhadap Pertumbuhan Eksplan Anggrek Dendrobium sp Secara in Vitro Gumiwang, Wulan Dari Neng; Rahayu, Tintrim; Hayati, Ari
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v3i2.7222

Abstract

The purpose of this research is to determine the concentration of young coconut water that is appropriate for the growth of orchid plantlets (Dendrobium sp.) In vitro. This study used an experimental method, descriptive data analysis to compare several different concentrations of coconut water. The design of this study uses a completely randomized design (CRD). The treatments consist of 0% coconut water concentration (as a control), 15%, 30% and 60%. Each concentration was carried out 5 replications and each repetition consisted of 5 Dendrobium sp plantlets in each culture bottle conducted for 40 HST, for observing the root length carried out for 50 HST. The highest number of shoots and leaves were produced at the same concentration, namely 150 ml / L coconut water treatment (15% concentration) with an average of 2.8 shoots and the average number of leaves 10.8 leaves. The average number of roots and the longest root length was produced at a concentration of 600 ml / L coconut water (60% concentration) with an average of 6 roots, and the longest root length was 0.5 cm.Keywords: Young coconut water, (Cocos nucifera L.), Dendrobium sp., in vitro, growth.ABSTRAKTujuan penelitian ini ialah menentukan konsentrasi air kelapa muda yang tepat untuk pertumbuhan planlet anggrek (Dendrobium sp.) secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, analisis data secara deskriptif untuk membandingan beberapa konsentrasi air kelapa yang berbeda. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakukan terdiri dari konsentrasi air kelapa 0 % (sebagai kontrol), 15% , 30% dan 60%. Masing-masing konsentrasi dilakukan 5 kali ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 planlet Dendrobium sp dalam setiap botol kultur yang dilakukan selama 40 HST, untuk pengamatan panjang akar dilakukan selama 50 HST. Jumlah tunas dan jumlah daun terbanyak dihasilkan pada konsentrasi yang sama, yaitu perlakuan air kelapa 150 ml/L (konsentrasi 15%)  dengan rata-rata jumlah tunas terbanyak 2,8 tunas dan rata-rata jumlah daun terbanyak 10,8 helai daun. Rata-rata jumlah akar terbanyak dan panjang akar terpanjang dihasilkan pada konsentrasi air kelapa 600 ml/L (Konsentrasi 60%) dengan rata-rata jumlah akar terbanyak sebanyak 6 akar, dan rata-rata panjang akar terpanjang 0,5 cm.Kata kunci : Air kelapa Muda (Cocos nucifera L.), Dendrobium sp., in vitro, pertumbuhan 
Analisis Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Ekstrakk Biji Sangrai Kopi Robusta (Coffea canephora) dari Tanaman Hasil Pemupukan Organik dan Anorganik Nada, Farah Aida Qotrun; Rahayu, Tintrim; hayati, Ari
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v3i2.8100

Abstract

Ground coffee is coffee beans that have been roasted, ground or ground so that they have a smooth shape. The purpose of this study was to determine the content of compounds in robusta coffee roasted seed extract (Coffea canephora) from plants produced by organic and inorganic fertilization, and to know the difference in compounds between the results of organic and inorganic fertilization. The characteristics of phytochemical screening were carried out qualitatively on alkaloids, flavonoids, tannins, terpenoids and saponins and the antioxidant activity was carried out by the DPPH (1,1-dipenyl-2-picrihidrazil) method. Phytochemical screening characteristic test results show that robusta coffee bean extract extract from the results of organic and inorganic fertilization both contain flavonoids, alkaloids, tannins, and saponins, while the antioxidant test activity of robusta coffee beans extracts shows differences based on the results of statistical tests of linear regression analysis with the IC50 value the highest antioxidant content was inorganic coffee roasted bean extract only 14.0629 ppm compared to the organic roasted extract with a value of 30.6159 ppmKeywords: Robusta Coffee (Coffea canophora), Phytochemical Screening, DPPH MethodABSTRAKKopi bubuk adalah biji kopi yang telah disangrai digiling atau ditumbuk sehingga mempunyai bentuk halus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa dalam ekstrak biji sangrai kopi robusta (Coffe canephora) dari tanaman hasil pemupukan organik dan anorganik, dan mengetahui perbedaan senyawa antara hasil pemupukan organik dan anorganik. Karakteristik skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif yang dilakukan terhadap alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid dan saponin dan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrihidrazil). Hasil uji karakteristik skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak biji sangrai kopi robusta dari hasil pemupukan oganik dan anorganik keduanya sama mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin,  sedangkan pada aktifitas uji antioksidan ekstrak biji sangrai kopi robusta menunjukan perbedaan berdasarkan hasil uji statistik analisis regresi linear dengan nilai IC50 kadar antioksidan paling tinggi adalah ekstrak biji sangrai kopi anorganik hanya 14,0629 ppm dibandingkan dengan ekstrak sangrai dari organik dengan nilai 30,6159 ppm.Kata kunci : Kopi Robusta (Coffea canophera), Skrining Fitokimia, Metode DPPH
Analisis keanekaragaman vegetasi di hutan lindung resort pemangkuan hutan Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang: Analysys of vegetation diversity in protected forest Selorejo forest support resort, Dau district, Malang regency Ridlo, M. Tanthowi Qodrir; Hayati, Ari; Prasetyo, Hamdani Dwi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v6i1.18453

Abstract

Forest damage has an effect on ecological functions, such as the root system of forest trees will be disturbed, forest floor covering plants cannot increase soil stability, so they are unable to reduce the speed of water flow which causes erosion and flooding. In general, the presence of vegetation in an area has a positive impact, but the effect varies depending on the structure and composition of the vegetation that grows in the area. This study aims to calculate and analyze the structure, composition and diversity of vegetation in the Selorejo RPH protected forest. This research was conducted from March 6 to July 20, 2022 using survey methods and quadratic transects. The results showed that the composition of vegetation in the protected forest of RPH Selorejo contained 4829 individuals from 64 species belonging to 26 families. At the tree level, the highest INP value was found in the Trembesi species (Samanea saman) with an INP of 169.92%. At the pole level, the highest INP value was found in the Kepuh species (Sterculia foetida) with an INP of 141.05%. At the sapling level, the highest INP value is found in the type of Arabica Coffee (Coffea arabica) with an INP of 70.40%. At the seedling level there are only 2 species, namely; Avocado (Persea americana) and Arabica Coffee (Coffea arabia) with an INP of 0.00% each and at the lower plant level The highest INP value was found in the Tekelan (Ageratina riparia Regel) species with an INP of 63.17%. The diversity index in the protected forest of Selorejo RPH for tree and seedling species was categorized as low diversity, while for saplings, poles and understored species, it was categorized as moderate diversity. Keywords: Forest Damage, Vegetation Analysis, Vegetation Diversity   ABSTRAK Kerusakan hutan memberikan pengaruh terhadap fungsi ekologis, seperti sistem perakaran pada pohon hutan akan terganggu, tumbuhan penutup lantai hutan tidak dapat meningkatkan stabilitas tanah, sehingga tidak mampu mengurangi kecepatan aliran air yang menyebabkan erosi dan banjir. Secara umum kehadiran vegetasi pada suatu area memberikan dampak positif, tetapi pengaruhnya bervariasi tergantung pada struktur dan komposisi vegetasi yang tumbuh pada daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan mengalisis struktur, komposisi dan keanekaragman  vegetasi di hutan lindung RPH  Selorejo. Penelitian ini dilaksanakan pada 6 Maret sampai  20 Juli 2022 dengan menggunakan metode survey dan transek kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan Komposisi Vegetasi di hutan lindung RPH Selorejo terdapat 4829 individu dari 64 spesies yang tergolong ke dalam 26 familia. Pada tingkat pohon Nilai INP tertinggi terdapat pada jenis Trembesi (Samanea saman). Pada tingkat tiang nilai INP tertinggi terdapat pada jenis Kepuh (Sterculia foetida) . Pada tingkat pancang Nilai INP tertinggi terdapat pada jenis Kopi Arabika (Coffea arabica). Pada tingkat semai hanya terdapat 2 spesies yaitu ; Persea americana dan Coffea arabica. serta pada tingkat tumbuhan bawah Nilai INP tertinggi terdapat pada jenis Tekelan (Ageratina riparia Regel). Indeks keanekaragaman  di hutan lindung RPH Selorejo pada jenis pohon dan semai dikategorikan keanekaragaman rendah, sedangkan untuk jenis pancang, tiang dan tumbuhan bawah dikategorikan keanekaragaman sedang. Kata kunci: Kerusakan Hutan, Analisis Vegetasi, Keanekaragaman Vegetasi
Studi Etnobotani Mahoni (Swietenia mahagoni) di Desa Cowek Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan Hildasari, Nourma; Hayati, Ari; Zayadi, Hasan
Biota Vol 14 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jb.v14i2.351

Abstract

Mahogany (Swietenia mahagoni) is a plant that has many benefits ranging from stems, leaves, tree bark, fruit and seeds. The purpose of this study was to explore public perceptions regarding aspects of the utilization and distribution of mahogany in Cowek Village, Purwodadi District, Pasuruan Regency. The method used is descriptive exploratory which consists of: literature study, observation, interviews, data analysis using a questionnaire that has been tested for validation and reliability. Utilization among others, in the hamlet of Selowinangun, mahogany is used for 10% protection plants and 90% plant cultivation. In Krajan hamlet, mahogany is used as 20% medicine, 35% as a protective plant, 25% firewood and 20% animal feed. Then in the hamlet of Putuk as a protective plant 15% and building materials 85%. In Sumbersari hamlet, mahogany is used as 50% furniture, 40% building material, and 10% protective plant. In the Sempu hamlet itself, mahogany is used as a 50% protection plant, 25% medicine, and 25% animal feed. The most distribution of mahogany plants is in Sempu Hamlet with 13 location points, Krajan Hamlet with 10 location points, Selowinangun Hamlet with 8 location points, while in Putuk Hamlet and Sumbersari Hamlet there are 5 location points.
Biomass Estimation of Brantas Riparian Zone Tree, Batu City, East Java Hamdani Dwi Prasetyo; Ari Hayati
Jurnal Biodjati Vol 10 No 1 (2025): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v10i1.38444

Abstract

Research to estimate carbon absorption using ecosystem productivity models carried out in riparian zones is still rare. This research aims to determine the carbon and biomass potential in the Brantas River riparian zone, Batu City. The data obtained was retrieved using Microsoft Excel 2013 software. The data was tested differently using Paleontological Statistics, through normality and homogeneity tests, and continued with a different test. Different tests are carried out to determine the quality of the riparian zone between the observation stations. In addition, the Principal Component Analysis (PCA) is continued with Biplot and Cluster Analysis to understand the differences between the stations and to know the characteristics between stations. The biomass in the village of Sidomulyo is bigger than any other location. The biomass is about 8760 tons/ha with a carbon potential of 4380 tons. This value is very high compared to the entire location. The average potential carbon at each location ranges from 67 to 285 tons. Sidomulyo village's riparian zone, rich in carbon and biomass, requires preservation to prevent global warming due to carbon emissions. The closure of land at the site of the village of Sidomulyo did not cause the riparian zone in the village to become less. The results showed that although the village of Sidomulyo has a savage land cover and settlements, the carbon storage from trees in the riparian zone is huge. This research aids in developing conservation strategies for riparian zones with high carbon storage potential, supports climate change mitigation, and informs policymakers on sustainable land management practices in the Brantas River watershed.
Kajian Etnobotani dan distribusi familia zingiberaceae di beberapa desa di Wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang sari, Yuliana Ratna; Hayati, Ari; Rahayu, Tintrim
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 11 No 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v11i1.404

Abstract

Kajian etnobotani merupakan penggunaan tanaman yang berhubungan dengan budaya yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Tumbuhan familia zingiberaceae adalah tumbuhan yang memiliki bau khas yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan terutama sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengetahuan masyarakat dalam aspek pemanfaatan tumbuhan anggota familia zingiberaceae yang tumbuh di wilayah kabupaten Malang. Berdasarkan hasil yang diamati, pada kajian etnobotani menunjukan Masyarakat wilayah sumbermanjing wetan memanfaatkan tumbuhan ini berdasarkan pengetahuan lokal yaitu untuk berbagai keperluan, diantaranya untuk obat 38%, bumbu masakan 38%, bahan kecantikan 10% dan untuk pewarna alami 14%. Tumbuhan zingiberaceae yang dimanfaatkan di wilayah sumbermanjing wetan kabupaten malang Terdapat 9 Spesies dari familia zingiberaceae yang dimanfaatkan sebagai obat. Jenis-jenis Tumbuhan dari familia zingiberaceae yaitu Jahe putih (Zingiber officinal), Kencur (Kaempferia galanga), Kunir/Kunyit (Curcuma domestika), Temulawak (Curcuma xanthorizha), Temu ireng (Curcuma aeruginosa), Kunci (Boesenbergia pandurata), Lempuyang (Zingiber americanus), kapulaga (Amomum compactum), Lengkuas (Alpinia galangal). Cara pengolahannya dengan berbagai cara yaitu direbus, ditumbuk, diparut, dan digosok.
Penyuluhan dan Edukasi Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan COVID-19 di Sekolah Hayati, Ari; Yunisa Farasiscaraya Aesia; Nahdliyah Nurul Aini; Nabila Kamila; Nurlaili Rahmawati; Ari Nasir Syahputra; Hadad Alwi Salamun; Mohammad Sirojul Umam; Hasanuddin; Andre Fahrul Rosy; Chrisna Yuda Hartato
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi covid -19 yang telah berjalan selama 2 tahun tentu membawa banyak dampak tidak hanya pada kesehatan atau faktor ekonomi secara global. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan terlihat bahwa siswa MI Nasrul Ulum belum paham bahkan tampak acuh terhadap dampak dari virus corona padahal kini pemebelajaran yang dilakukan tengah menggunakan metode pembelajaran tatap muka. Program edukasi yang diberikan pada siswa MI Nasru ulum ini harapannya dapat meningkatkan pengetahuan siswa sehingga penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan COVID-19 dapat berjalan lebih maksimal di sekolah. Program ini di laksanakan pada Februari 2022 dengan melakukan edukasi secara tatap muka menggunakan media poster dan metode simulasi atau demonstrasi. Edukasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan COVID-19 disekolah. Dari 15 pertanyaan tersebut didapatkan hasil rata-rata antara pretes dan postest sebesar 21,53%. Hasil dari data sikap siswa yang diukur menggunakan kuesioner dengan 7 pertanyaan meperlihatkan sikap siswa yang positif diatas 81% pada 5 pertanyaan yang diberikan. Dari partisipasi, antusias siswa, dan adanya peningkatan hasil dari posttest yang diberikan saat dilakukan edukasi dapat disimpulkan bahwa program edukasi aktif pada siswa menggunakan metode simulasi dan media poster ini mampu menjadi upaya pencegahan penulran COVID-19. Namun untuk penerapan yang lebih baik tentunya diperlukan lagi kerja sama antar pemerintah daerah, sekolah, maupun orang tua.
Tempat Sampah Bambu untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Bersih dan Sehat Hayati, Ari; Watimena, Fahru Reyza; Ayuba, Tria Khotami; Rasyid, Ainur; Tupong, Mohamad Rizal A.; Bahri, Ibnu A.; Ashofat, Mutawakkil; Fatmawati, Rina; Ghafur, Nurvikrih Choliluddin; Nurdin, Fernando H. Alvarizi; Syamsuddin, Moch.; Saputri, Indriani Rachman
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v3i1.16171

Abstract

Pengetahuan serta kesadaran tentang hidup bersih dan sehat bebas sampah sangat penting bagi masyarakat tidak hanya di kota tetapi juga di desa. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan di Desa Bocek masih rendah diamati dari sampah yang berserakan di lingkungan serta tidak tersedianya tempat sampah di rumah maupun di tempat umum.  Pengabdian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.  Bentuk kegiatan berupa membuat tempat sampah dari bahan bamboo dengan memanfaatkan bahan yang ada di alam menjadi Patsambu (Tempat Sampah Bambu).  Hasil kegiatan yaitu tersedianya tempat sampah di tempat umum sehingga mengurangi sampah yang berserakan di lingkungan.
Characterization and Identification of Phytochemical Compounds Soursop Leaf Extract (Annona muricata L.) Amrullah, Kammal Nizam Amrullah; Ma’rifah, Shofia Jannatul; Azizah, Nur; Jamilah, Zahrotul; Safitri, Dewi Astriana; Bawani, Elen Ayu; Ramadhan, Majida; Hayati, Ari; Nafisa; Mahyantika, Seftya Putri
JSMARTech: Journal of Smart Bioprospecting and Technology Vol. 6 No. 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): JSMARTech Volume 6, No 2, 2025
Publisher : JSMARTech

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsmartech.2025.006.02.07

Abstract

Soursop leaves (Annona muricata L.) have long been used in traditional medicine in Indonesia to treat various diseases. This study aimed to characterize and identify phytochemical compounds present in soursop leaf extract. The analysis was carried out using UV-Visible spectrophotometric, FT-IR spectroscopy, and phytochemical screening to identify the presence of bioactive compounds such as alkaloids, flavonoids, and tannins. UV-Visible spectrophotometric analysis showed a characteristic of the isoflavone spectrum with two absorption peaks of 310-330 nm. FT-IR revealed strong absorption at 3380 cm-1 (O-H group), 1737 cm-¹ (C=O group), and 718 cm-1 (C-H alkene group), along with moderate absorption at 2922 cm-1 and 2852 cm-2 (C-H alkane group) and 1650 cm-1 (C=C alkene group). The total flavonoid content of the extract was 89.201 mg/g at 1000 ppm and 87.220 mg/g at 500 ppm. These findings indicate that soursop leaves are rich in flavonoids and other bioactive compounds with potential medicinal value.   Keywords: Soursop leaves, UV-Visible, FT-IR, phytochemical screening, total flavonoids
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdur Rohman Wahid Adnan, Assaidah Ahmad Taufiq Rohman Ainur Rohmah Amrullah, Kammal Nizam Amrullah Andre Fahrul Rosy Anisa, Khoiria Ar Rahmah, Mumtazunnisa As Sufiyah Ari Nasir Syahputra Ashofat, Mutawakkil Ayuba, Tria Khotami Azzahra, Ayu Kirani Bahri, Ibnu A. Baidarus, Ahmad Bawani, Elen Ayu Chrisna Yuda Hartato Edi Santoso Erry Koriyanti Fadhil, Ilnia Faizah Shodirun Faizah Shodirun, Faizah Fatmawati, Rina Garnis Mufarrohah Rohmah Gatra Ervi Jayanthi Ghafur, Nurvikrih Choliluddin Gumiwang, Wulan Dari Neng H., Junita Insyirah N. Hadad Alwi Salamun Hamdani Dwi Prasetyo Hasan Zayadi Hasanuddin Hazan Zayadi Hesti Nofanda Hesti Nofanda, Hesti Hildasari, Nourma Izzatul Bahriyah, Izzatul Jamilah, Zahrotul Khairul Saleh Krishidaya, Ayutika LAILATUL MAGHFIROH Luchman Hakim Lutfi Niam, Lutfi Mahyantika, Seftya Putri Maimunah, Maimunah Ma’rifah, Shofia Jannatul Mohammad Sirojul Umam Mufidah, Kamiliatul Nabila Kamila Nada, Farah Aida Qotrun Nafisa Nahdliyah Nurul Aini Nilam Firdausi, Nilam Nour Athiroh Abdoes Sjakoer Nur Azizah Nurdin, Fernando H. Alvarizi Nurul Jadid Mubarokati Rahmawati, Nurlaili Rajab, Ahmad Mijwad Ramadhan, Majida Rasyid, Ainur Ratna Djuniwati Lisminingsih Riadul Jannah Ridlo, M. Tanthowi Qodrir Rukun Rahayu Safitri, Dewi Astriana Sama’ Iradat Tito Saputri, Indriani Rachman Sari, Hosnia Siti Marhumah Siti Marhumah, Siti Siti Salma Nur Fahima Solechah, Imah Sulisetyo Rini Suroh, Mai Syamsuddin, Moch. Tintrim Rahayu, Tintrim Tupong, Mohamad Rizal A. Watimena, Fahru Reyza Yuliana Ratna Sari, Yuliana Ratna Yunisa Farasiscaraya Aesia