Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Student Profile of Mathematical Communication Process of Prospective Mathematics Teachers Reviewed from Self-Confidence Gunawan, Gunawan; Ferdianto, Ferry; Untarti, Reni; Akhsani, Lukmanul
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1958

Abstract

Abstrak Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek afektif yang penting dalam meningkatkan komunikasi matematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi matematis calon guru matematika dalam memecahkan masalah berdasarkan kepercayaan diri. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Subyek penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Instrumen penelitian terdiri dari angket, tes, dan wawancara. Hasil angket kepercayaan diri dikategorikan dalam tinggi, sedang, dan rendah. Setiap kategori mengambil satu orang sebagai responden. Analisis data menggunakan tahap reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa kategori kepercayaan diri tinggi dan sedang memiliki karakteristik proses komunikasi yang baik. Siswa menggunakan simbol dengan tepat untuk menjelaskan informasi dan masalah yang diketahui serta menuliskan jawaban secara terperinci. Siswa kategori kepercayaan diri rendah membutuhkan bantuan untuk menerjemahkan informasi dan simbol matematika. Hal ini mengakibatkan kesulitan dalam menyelesaiakan masalah dengan tepat. Kondisi ini menunjukkan bahwa tahap identifikasi informasi dan representasi masalah sebagai kunci awal proses komunikasi matematika. Abstract Self-confidence is one of the important affective aspects in improving mathematical communication. This study aims to analyze the mathematical communication process of prospective mathematics teachers in solving problems based on confidence. The method used is qualitative. The subject of the study is a student of Mathematics Education, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. The research instrument consisted of questionnaires, tests, and interviews. The results of the confidence questionnaire are categorized into high, medium, and low. Each category takes one person as a respondent. Data analysis uses reduction, presentation, and conclusion stages. The results showed that students in the high and medium confidence categories had the characteristics of a good communication process. Students use symbols appropriately to explain known information and problems and write down answers in detail. Students in the low confidence category need help translating mathematical information and symbols. This results in difficulties in solving problems appropriately. This condition shows that the stage of information identification and problem representation is the initial key to the mathematical communication process.
Metode Fun Learning Terhadap Keterampilan Matematis Anak BIMBA AIUEO Karangmangu Kroya Faozan, Dani; Untarti, Reni
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 9 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v9i1.1830

Abstract

Keterampilan matematis lebih mudah dikuasai anak usia dini melalui metode pembelajaran fun learning dan akan sangat berguna dalam jenjang pendidikan selanjutnya. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana efektivitas metode fun learning biMBA AIUEO Karangmangu terhadap keterampilan matematis anak usia dini, peran guru, dan kaitan antara keterampilan matematis yang di peroleh anak dengan pembelajaran matematika di jenjang selanjutnya. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian data direduksi, disajikan, dan ditarik sebuah kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa di biMBA AIUEO Karangmangu, anak memiliki keterampilan matematis seperti mengenal dan menyebutkan angka, mengenal jumlah benda sesuai dengan angka, memahami konsep dasar jumlah, mengidentifikasi pola sederhana, mengelompokkan benda berdasarkan bentuk, ukuran, dan warna, dan menyelesaikan masalah sederhana matematika seperti soal cerita terkait penjumlahan dan pengurangan yang diperoleh dari belajar dengan metode fun learning. Guru berperan dalam keberhasilan anak biMBA agar keterampilan matematis yang diperoleh anak dapat berguna untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERDIFERENSIASI (PAPAN JODOH) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA Rahmawati, Diana Anisa; Reni Untarti; Sri Rahayu Puji Astuti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.32700

Abstract

Low conceptual understanding, minimal active student involvement, and a lack of differentiation in Science and Social Studies (IPAS) learning in elementary schools are major problems. This study aims to implement a differentiated Problem-Based Learning (PBL) model using Pondoh media to improve the conceptual understanding of fifth-grade students at SD Negeri 2 Purwokerto Lor. Using the Classroom Action Research (PTK) approach based on the spiral model by Kemmis and McTaggart, this study was conducted in three cycles encompassing planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 22 fifth-grade students, with data collected through formative tests, observations, documentation, and interviews, then analyzed qualitatively and quantitatively. The research results showed a significant improvement in conceptual understanding. In Cycle I, achievement reached 68.18% with an average score of 66.82, increased to 90.91% with an average score of 83.64 in Cycle II, and achieved 100% achievement in Cycle III with an average score of 88.18. The ability to interpret, classify, and connect concepts showed consistent development. The differentiated PBL approach using Pondoh media proved effective in enhancing active engagement and holistic understanding among students, aligning with the diversity of learning characteristics. This approach is recommended for widespread implementation in thematic learning under the Merdeka Curriculum in elementary schools.
Pengaruh Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament dengan Media Rantai Petualangan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Safitri Safitri; Reni Untarti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.108334

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya capaian hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika yang didominasi metode ceramah dengan minimnya keterlibatan aktif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) yang dipadukan dengan media Rantai Petualangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model TGT berbantuan media Rantai Petualangan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral dari Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 22 siswa kelas IV SD Negeri 2 Purwokerto Lor. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar siswa: dari 70,91 (54,54%) pada siklus I, meningkat menjadi 80,91 (77,27%) pada siklus II, dan mencapai 90,00 (95,45%) pada siklus III. Selain peningkatan aspek kognitif, penerapan model TGT juga berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar dan partisipasi aktif siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Melalui Model Pembelajaran Cooperatif Learning Tipe STAD Berbantu Media Smart Box Novi Hapsari; Reni Untarti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.108369

Abstract

Minimnya kemampuan siswa dalam mengutarakan pemahaman matematika secara tertulis menjadi landasan penelitian ini.  Anggapan matematika sebagai mata pelajaran yang sulit, banyaknya hafalan rumus, dan soal latihan yang banyak menjadi penyebab utama rendahnya minat belajar siswa.  Untuk mengatasi kendala tersebut, penelitian ini menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD dengan bantuan media "Smart Box"  yanag bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam bentuk tulisan.  Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini mengadopsi model spiral Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan penarikan kesimpulan.  Penelitian melibatkan 21 siswa kelas VA SD Negeri 2 Purwokerto Lor, yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan.  Data dikumpulkan melalui observasi, tes tertulis (evaluasi), dan dokumentasi.  Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa.  Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata nilai dan persentase ketuntasan belajar di setiap siklus.  Sebelum siklus, rata-rata nilai hanya 63 (52,3%), meningkat menjadi 70,33 (61,90%) pada siklus I, 75,62 (76,19%) pada siklus II, dan mencapai 80,86 (90,47%) pada siklus III.  Lebih lanjut, penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD dengan media "Smart Box" terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar dan kerjasama antar siswa dalam kelompok.  Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran cooperative learning tipe STAD berbantuan media "Smart Box" merupakan alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa.
PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI VARIASI OLAHAN DAUN KELOR BAGI KADER POSYANDU Nugroho, Agung; Untarti, Reni; Irawan, Dedy; Muryaningsih, Sri; Wibowo, Anggun Pria
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36744

Abstract

Abstrak: Stunting menjadi salah satu problem kesehatan yang dialami hampir di semua negera berkembang termasuk Indonesia. Penyebab utama stunting di Indonesia meliputi pola makan yang kurang bergizi, sanitasi yang buruk, serta akses terhadap layanan kesehatan yang masih terbatas di beberapa daerah. Hal ini ditambah realita jika kesadaran masyarakat terhadap isu stunting masih tergolong rendah. Melihat hal ini tentunya perlu penanganan secara integratif melalui edukasi secara berkelanjutan serta dengan dengan meningkatkan asupan gizi melalui konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gizi seimbang dan pencegahan stunting serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat makanan olahan sehat dari daun kelor. Program sosialisasi ini dilaksanakan dengan sasaran penerima yaitu para kader Posyandu di Desa Karangcegak, Kabupaten Purbalingga sebanyak 15 orang. Kegiatan berupa sosialisasi serta pembuatan cookies berbahan baku dain kelor sebagai salah satu inovasi makanan sehat bagi anak. Setelah pelatihan, kader menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pengalaman pelatihan dari 40% menjadi 100%. Program ini menjadi strategi edukatif yang efektif dalam upaya pencegahan stunting di tingkat desa serta mendukung pemanfaatan potensi pangan lokal secara berkelanjutan.Abstract: Stunting is one of the health problems experienced in almost all developing countries, including Indonesia. The main causes of stunting in Indonesia include poor nutrition, poor sanitation, and limited access to health services in some areas. This is compounded by the fact that public awareness of stunting is still relatively low. In view of this, an integrated approach is needed through continuous education and by increasing nutritional intake through the consumption of nutrient-rich foods. The objectives of this activity were to raise public awareness about balanced nutrition and stunting prevention, as well as to provide knowledge and skills in making healthy processed foods from moringa leaves. This socialization program was carried out with 15 Posyandu cadres in Karangcegak Village, Purbalingga Regency as the target recipients. The activity involved socialization and the making of cookies using moringa leaves as one of the innovations in healthy food for children. After the training, the cadres showed an increase in knowledge and training experience from 40% to 100%. This program has become an effective educational strategy in efforts to prevent stunting at the village level and supports the sustainable utilization of local food potential.