Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Kualitas Air Daerah Irigasi Pendil dan Watupala Desa Kutaliman, Banyumas, Jawa Tengah Menggunakan Metode STORET dan NSF-WQI Sesilia Rani Samudra; Dyahruri Sanjayasari; Nuning Vita Hidayati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1194-1201

Abstract

Desa Kutaliman memiliki dua daerah irigasi yaitu Pendil dan Watupala yang keberadaannya banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan perikanan, pertanian, dan rumah tangga seperti mandi cuci kakus (MCK). Pemantauan status mutu air perlu dilakukan untuk memastikan bahwa air yang digunakan memiliki kualitas yang baik sesuai dengan peruntukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas air daerah irigasi di Desa Kutaliman menggunakan metode STORET dan NSF-WQI berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi. Pengambilan sampel dilakukan setiap bulan pada bulan April sampai Juli 2023 pada dua Daerah Irigasi (D.I.) Pendil dan Watupala, dengan tiga lokasi pengambilan sampel di tiap daerah irigasi. Status mutu air dari D.I. Pendil dan Watupala Desa Kutaliman jika diukur menggunakan metode STORET diperoleh hasil bahwa kedua daerah irigasi tersebut sudah tidak dapat digunakan sebagai bahan baku air minum dan juga sumber air kebutuhan rumah tangga yang memperhatikan higiene sanitasi. Namun, air di D.I. Pendil dan Watupala masih dapat digunakan untuk kegiatan perikanan air tawar, pertanian, dan peternakan. Sedangkan pengukuran status mutu air D.I. Pendil dan Watupala menggunakan metode NSF-WQI, diketahui kedua daerah irigasi masih dalam kategori baik-medium, namun tidak dapat diketahui secara spesifik peruntukan air dari kategori tersebut.
Keanekaragaman Makrozoobentos di Sungai Mengaji, Banyumas Humanica, Anyelir Putri; Putri, Desta Fatma; Jasttin, Jasttin; Hilaliyah, Sayyidah Nurul; Kusuma, Putra Zulfandi; Lupitasari, Yulina Dwi; Azizah, Ilma Arviani; Samudra, Sesilia Rani
MAIYAH Vol 2 No 3 (2023): Maiyah : Vol.2 No.3 September 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.3.9096

Abstract

Sungai Mengaji merupakan sungai di Kabupaten Banyumas yang terindikasi tercemar limbah organik yang berasal dari pemukiman warga di sekitar sungai. Akibat pencemaran yang terjadi di Sungai Mengaji akan berdampak pada keberadaan biota di dalamnya seperti makrozoobentos. Keanekaragaman makrozoobentos akan mengalami perubahan dibandingkan dengan perairan yang tidak tercemar, hal tersebut karena makrozoobentos memiliki sifat yang relatif menetap dengan pergerakan yang sangat terbatas sehingga akan terkena dampak langsung terhadap pencemaran. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua kali pengulangan pada bulan Maret dan April 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman makrozoobentos yang menjadi bioindikator kualitas perairan pada sungai Mengaji Purwokerto. Metode yang digunakan adalah transek kuadrat 1m x 1m. Data penelitian yang dianalisis menggunakan rumus kepadatan makrozoobentos, indeks keanekaragaman (H’) dan Indeks dominansi (D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan jenis berkisar 1-14 ind/m2, keanekaragaman makrozoobentos pada kisaran nilai 0-1,73 dan dominansi dengan nilai 0,18-1. Berdasarkan indeks keanekaragaman makrozoobentos di Sungai Mengaji memiliki keanekaragaman dengan rata-rata tercemar sedang.
Status Mutu Air Waduk Penjalin Berdasarkan Parameter Fisika-Kimia Menggunakan Metode Storet dan Indeks Pencemaran Handayani, Anik Maulia Tri; Samudra, Sesilia Rani; Hidayati, Nuning Vita; Sarasati, Wulandari
MAIYAH Vol 2 No 4 (2023): Maiyah : Vol. 2 No. 4 Desember 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.4.10418

Abstract

In the vicinity of Penjalin Reservoir there are residential areas, eateries, livestock farms, rice fields, and floating net cages. These activities have the potential to lead to a decline in water quality of Penjalin Reservoir due to the direct discharge of waste into the water body. Therefore, research on the water quality status of Penjalin Reservoir is necessary as a means of monitoring water quality in the reservoir. This research aims to determine the water quality status of Penjalin Reservoir using the Storet and the Pollution Index Methods. The research method employed is a survey method, with the selection of sampling points carried out through purposive random sampling, comprising nine stations. Water quality data are analyzed descriptively and compared to the water quality standards for lakes and similar bodies of water, as outlined in the Republic of Indonesia Government Regulation No. 22 of 2021. Subsequently, the water quality status is determined using the Storet and the Pollution Index Methods, as per the Minister of Environment Decision No. 115 of 2003. The results indicate that the water quality status of Penjalin Reservoir, when used for various purposes ranging from Class 1 to Class 3 according to the Storet Method, falls within the heavily polluted category. However, according to the Pollution Index Method, it is categorized as slightly polluted. Nevertheless, Penjalin Reservoir still meets the water quality standards when utilized for agricultural irrigation.
Analisis Kadar BOD dan COD di Perairan Waduk Panglima Besar Soedirman, Banjarnegara, Jawa Tengah Rayhan, Nadeffa Nurfa; Samudra, Sesilia Rani; Sarasati, Wulandari
MAIYAH Vol 3 No 2 (2024): Maiyah : Vol. 3 No. 2 Juni 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2024.3.2.11850

Abstract

Waduk PB Soedirman merupakan waduk yang berada di Banjarnegara, Jawa Tengah yang pemanfaatannya digunakan oleh masyarakat sekitar sebagai pariwisata, budidaya ikan dengan metode keramba jaring apung, sumber air irigasi untuk persawahan dan perkebunan di sekitar waduk, dan untuk menampung DAS Serayu yang bermanfaat untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebagai penyuplai listrik Jawa dan Bali. Aktifnya kegiatan di Waduk PB Soedirman, membuat waduk harus dikelola supaya tidak terjadi pencemaran air. BOD dan COD merupakan parameter kimia perairan yang penting untuk dipantau demi keberlangsungan segala aktivitas yang ada di waduk. BOD merupakan banyaknya kebutuhan oksigen biologis yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk melangsungkan proses dekomposisi ,sedangkan nilai COD dapat digunakan untuk indicator pencemaran organik di perairan. Tujuan Kerja Praktik ini untuk mengetahui nilai BOD dan COD di perairan Waduk PB Soedirman dan mengetahui kondisi perairan Waduk PB Soedirman berdasarkan nilai BOD dan COD. Pengambilan sampel dilakukan pada 5 stasiun pada bulan Juli, Agustus, dan September menggunakan metode purposive random sampling. Analisis kadar BOD menggunakan metode dilusi dan analisis kadar COD menggunakan metode permanganometri. Hasil dari analisis kadar BOD berkisar antara 1,4 mg/L – 4,9 mg/L dan analisis kadar COD berkisar antara 21,63 mg/L – 36,08 mg/L. Secara umum kualitas air di perairan Waduk PB Soedirman masuk ke dalam kelas III, dimana nilai maksimal BOD sebesar 6 mg/L dan nilai COD sebesar 40 mg/L sesuai dengan peruntukkan pada PP RI NO. 22 Tahun 2021.
Struktur Komunitas Mikroalga Epifit yang Melekat Pada Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Di Waduk Penjalin Samudra, Sesilia Rani; Dwiana, Islita Alis; Meinita, Maria Dyah Nur; Soeprobowati, Tri Retnaningsih
MAIYAH Vol 3 No 4 (2024): Maiyah : Vol. 3 No. 4 Desember 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2024.3.4.13771

Abstract

Waduk Penjalin terletak di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang secara umum banyak dimanfaatkan untuk irigasi, pariwisata, dan sebagai sarana perikanan tangkap. Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan tumbuhan gulma yang mudah ditemukan di permukaan perairan Waduk Penjalin, di mana sebagian tubuhnya terendam di dalam air. Eceng gondok dapat menjadi substrat bagi tempat hidupnya mikroalga atau yang disebut sebagai mikroalga epifit. Keberadaan mikroalga epifit pada eceng gondok dapat dijadikan sebagai indikator kualitas perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas mikroalga epifit yang melekat pada eceng gondok, termasuk nilai kelimpahan, keanekaragaman, serta dominansinya. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Desember 2022. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling dengan pengambilan sampel dari lima stasiun yang berbeda. Mikroalga epifit dari kelas Bacillariophyceae paling banyak ditemukan dengan total kelimpahan 60.367 ind/cm² (46%). Genera yang ditemukan meliputi Gomphonema, Peridinium, Staurastrum, Navicula, Pediastrum, Aulacoseira, Pachus, Ulothrix, Botryococcus, dan Synedra menunjukkan bahwa perairan Waduk Penjalin telah mengalami eutrofikasi. Indeks eanekaragaman berkisar antara 1,03-1,88 dan indeks dominasi berkisar antara 0,19-0,30. Nilai tersebut juga menunjukkan bahwa perairan Waduk Penjalin telah mengalami pencemaran bahan organik pada tingkat sedang. Oleh karena itu perlu adanya upaya pencegahan agar eutrofikasi yang terjadi tidak semakin tinggi dan memperburuk kondisi Waduk Penjalin.
Mapping of Mangrove Ecosystem In Segara Anakan Lagoon using Normalized Different Vegetation Index and Dominant Vegetation Index Hilmi, Endang; Sari, Lilik Kartika; Mahdiana, Arif; Junaidi, Teuku; Muslih, Muslih; Samudra, Sesilia Rani; Prayogo, Norman Arie; Baedowi, Muhamad; Cahyo, Tri Nur; Putra, Rifky Raihady Danu; Sari, Fitra Amalia
Journal Omni-Akuatika Vol 18, No 2 (2022): Omni-Akuatika November
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2022.18.2.926

Abstract

Mangrove ecosystem in Segara Anakan Lagoon (SAL) Cilacap as a typical and specific semiclosed estuary. SAL  is dominated by many species like as Rhizophora spp., Sonneratia spp., Bruguiera spp., Avicennia spp., and other species. The normalized different vegetation index (NDVI) and dominant vegetation index (DVI) are a suitable method to support the mapping analysis of mangrove structure and mangrove density.  This research aimed to develop mapping of mangrove species distribution, density and dominated species using NDVI and DVI.  The method of this research used NDVI analysis using satellite imagery 2017-2020 and domination vegetation with line and quadrat transect method. The results showed that  West Segara Anakan had mangrove dense (25 %), moderate density (25 %), rare density (50%) and East Segara Anakan had mangrove dense (43,86 %), moderate density (47.99 %), rare density (8,24 %).  Based on domination species showed that East Segara Anakan was dominated by Rhizophora stylosa (233-1633 trees ha-1), Rhizophora apiculata (100-1067 trees ha-1), Nypa frutican (50-2775 trees ha-1), whereas West Segara Anakan was dominated by Nypa frutican (565-2333 trees ha-1), Avicennia marina (198-933 trees ha-1), Sonneratia caseolaris  (132-700 trees ha-1) and Avicennia alba (107-1000 trees ha-1). Keywords : Mangrove density, mapping analysis, Segara Anakan Lagoon, NDVI and NDWI
SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING DAN PRAKTIK PEMBUATAN PRODUK OLAHAN IKAN AIR TAWAR DI DESA ADIPASIR, BANJARNEGARA Samudra, Sesilia Rani; Putri, Adinda Kurnia; Permatasari, Mahardhika Nur
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 4 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i4.2458

Abstract

Desa Adipasir merupakan desa prioritas penanganan stunting di Kabupaten Banjarnegara. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, dilakukan sosialisasi stunting dan praktik pembuatan nugget berbahan dasar ikan air tawar. Kegiatan ini melibatkan Tim Pengabdian Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan UNSOED, mahasiswa KKN, bidan desa, dan Perangkat Desa Adipasir. Pengembangan produk olahan ikan bertujuan mendukung ketahanan pangan lokal dan memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, menyusui, dan anak-anak sebagai upaya pencegahan stunting di masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan penyuluhan kelompok, serta melibatkan para ibu warga Desa Adipasir secara langsung sebagai subyek pada praktik pembuatan produk olahan ikan. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman mengenai stunting dan upaya pencegahannya bagi ibu-ibu warga yang memiliki anak balita, dan peningkatan keterampilan dalam pengolahan ikan air tawar menjadi nugget ikan. Kegiatan pengabdian di Desa Adipasir berhasil meningkatkan pemahaman pencegahan stunting melalui sosialisasi dan praktik pembuatan nugget ikan lele. Sebanyak 20 peserta aktif terlibat dalam proses pembuatan, memahami pentingnya konsumsi ikan untuk pemenuhan gizi ibu hamil dan balita. Produk nugget ikan menawarkan alternatif sehat, bergizi, dan bernilai ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mendorong pemanfaatan ikan air tawar sebagai solusi inovatif dalam pencegahan stunting dan membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Sosialisasi pencegahan stunting di Desa Adipasir berhasil, mendorong pemanfaatan ikan air tawar untuk pemenuhan gizi masyarakat.
Spatio - Temporal Distribution of Nitrate and Phosphate in Serayu Watershed, Central Java, Indonesia Vita Hidayati, Nuning; Arviani, Ilma Azizah; Rani Samudra, Sesilia; Agus Salim; Dewi Wisudyanti Budi Hastuti; Nabela Fikriyya; Abdul Malik Firdaus; Tri Susanti; Ghofar Ismail Putra; El Mountassir El Mouchtari
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 3 (2025): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v17i3.72871

Abstract

Graphical Abstract   Highlight Research First study to analyze the three-year spatiotemporal distribution of nitrate and phosphate in the Serayu River Basin. Reveals seasonal and spatial nutrient hotspots linked to agricultural runoff and domestic activities. Identifies strong correlations: nitrate with TSS and COD (2021), and phosphate with COD (2021–2022) and pH (2023). Supports integrated watershed management through evidence-based nutrient pollution assessment using PCA and spatial mapping.     Abstract The Serayu Watershed is a vital area in Indonesia, where agricultural runoff contributes to nutrient enrichment in rivers. This study offers novelty as it is the first to analyze the spatiotemporal distribution of nitrate and phosphate in the Serayu River over a three-year period (2021–2023). The research aims to support sustainable watershed management by examining nutrient dynamics and their correlation with environmental parameters such as dissolved oxygen (DO), pH, total suspended solids (TSS), and chemical oxygen demand (COD). Water sampling was conducted at 15 stations across upstream, midstream, and downstream segments. Data were analyzed using Microsoft Excel and PAST 4.03, applying Principal Component Analysis (PCA) and biplot methods. Results showed nitrate levels were highest downstream in 2021, but shifted upstream in 2022–2023, likely due to organic matter decomposition. Phosphate remained highest midstream throughout the period, linked to domestic activity and land use. Nitrate levels fluctuated seasonally, especially during the rainy season, while phosphate levels were relatively stable. Spatial mapping highlighted dynamic nitrate changes in Banjarnegara and Cilacap, with phosphate distribution remaining more uniform. Correlation analysis revealed nitrate was related to TSS and COD in 2021, had no significant correlation in 2022, and was linked with pH in 2023. Phosphate consistently correlated with COD and pH. These findings emphasize that both natural and human-induced factors drive nutrient variability in the Serayu watershed, underlining the urgency of integrated watershed management to control nutrient pollution and protect water quality.
Dinamika Kualitas Air dan Kepadatan Plankton Terhadap Pertumbuhan Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) di Kolam Budidaya Desa Beji, Kedungbanteng, Banyumas Astuti, Wahyu Widi; Sayidina, Aprilia; Sabrina, Aulia Putri; Widhi, Raut Nugrahening; Hidayati, Nuning Vita; Samudra, Sesilia Rani; Irawan, Hery
MAIYAH Vol 4 No 1 (2025): Maiyah : Vol. 4 No. 1 Maret 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2025.4.1.15613

Abstract

Water quality becomes an important parameter to observe in aquaculture activities to understand its impact on fish growth. The objective of this research is to determine the effect of plankton density and the parameters of pH, temperature, and dissolved oxygen on the growth of Nilem fish (Osteochilus vittatus). The research was conducted from September 2024 to October 2024. The method used is quantitative, which includes plankton density, Nilem fish weight, and water quality, with the results presented as numerical data in the form of tables and graphs. The average temperature of the Nile tilapia cultivation pond is 32°C, dissolved oxygen with an average value of 4.95, and pH with an average value of 6. The highest fish growth rate was in the first week at 8.39%, followed by the fourth week at 7.29%, while the growth rates in the second and third weeks did not reach 5%. The results of the plankton density regression analysis found that 6% of the specific growth rate is influenced by this factor, while 94% is influenced by other factors. The correlation coefficient (r) obtained is 0.24 and the value of b = -11.611x (negative relationship). Based on PP No. 22 of 2021, the water quality value of this nilem fish farming pond still meets the water quality standard, but compared to the water quality for nilem fish farming, the average water quality value measured in this farming pond does not meet the standard. The observed plankton density over 4 weeks showed fluctuating results, and the growth rate of Nile tilapia also exhibited fluctuating results. The relationship between plankton density and the growth rate of Nile tilapia is classified as weak.
Pelatihan Diversifikasi Kopi Mangrove dan Digital Marketing di Desa Ayah, Kebumen Hendrayana, Hendrayana; Cahyo, Tri Nur; Prihatiningsih, Isnaini; Samudra, Sesilia Rani; Simangunsong, Tohap
Artha Imperium: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : PT. Artha Genetikalab Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62521/41bey594

Abstract

Kopi mangrove merupakan produk olahan mangrove yang terdiri dari kopi dan buah mangrove. Produk ini memiliki prospek pasar yang baik meskipun dihadapkan pada kendala bentuk dan cita rasa lain dari kopi umum yang ada di pasaran. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan mitra melalui peningkatan kualitas dan pemasaran kopi mangrove. Kegiatan ini menggunakan metode eksperimental learning. Kegiatan dilakukan melalui tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dengan membuat kopi mangrove dan melaksanakan kegiatan pelatihan digital marketing, serta tahap pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari faktor cita rasa terbaik dari kopi mangrove dihasilkan dari perbandingan mangrove dan kopi sebesar 50:50% sedangkan dari faktor ekonomi sebesar 60:40%. Pemasaran digital dapat berjalan maksimal jika kualitas produk yang dipasarkan baik dan unggul. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan perlu adanya pelatihan pengemasan dan pengawetan produk untuk meningkatkan kualitas kopi mangrove. Kopi mangrove merupakan produk yang memiliki prospek ekonomi yang unggul sehingga optimalisasi pengolahan dan pengemasan dapat dilakukan untuk menjaga kualitas produk tersebut.