Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Peran dan Manfaatnya dalam Media Pendidikan serta Dampaknya terhadap Proses Pembelajaran Maryati, Sri; Khotimah, Husnul; Salsabila, Adelia; Azzahrah, Nadilla Qorinah; Pahira, Intan; Agustina, Aulia; Langgah, Nadi R; Aminarti, Nabila; Mustika, Aulia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8041

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah membawa perubahan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, terutama di sektor pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai peran, manfaat, serta dampak penggunaan TIK sebagai media pembelajaran terhadap proses belajar peserta didik di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), yang melibatkan analisis sistematis terhadap berbagai literatur ilmiah, jurnal penelitian, dan artikel akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa TIK memainkan peran krusial sebagai media pendidikan modern yang mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran secara keseluruhan. Teknologi ini memperluas akses informasi melampaui batasan ruang kelas, memungkinkan materi disajikan secara visual melalui animasi dan simulasi, serta mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan berpusat pada siswa. Selain itu, pemanfaatan TIK memberikan manfaat nyata berupa peningkatan motivasi dan kemandirian belajar, serta memfasilitasi pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis dan kolaborasi daring. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan serius, termasuk risiko ketergantungan teknologi, gangguan konsentrasi akibat konten non-edukatif, serta adanya kesenjangan digital (digital divide) yang dipicu oleh keterbatasan infrastruktur. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara peningkatan literasi digital dan pemanfaatan teknologi yang bijak agar dapat mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang efektif, inklusif, dan berkualitas tinggi bagi seluruh peserta didik.
Fenomena Big Bang dalam Al-Quran dan Kesesuainnya dengan Kosmologi Modern Syahputra, Mhd.; Agustina, Aulia; Herlina, Sri Anisa; Ramadhanti, Riska Aulia; Harahap, Rizka Amrillia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37699

Abstract

Penelitian studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji fenomena Big Bang dalam perspektif Al-Qur’an serta menganalisis kesesuaiannya dengan kosmologi modern. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada perkembangan ilmu kosmologi yang menunjukkan bahwa alam semesta memiliki awal melalui peristiwa Big Bang, serta adanya ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas penciptaan alam semesta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur (library research), dengan mengkaji sumber data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an seperti QS. Al-Anbiya:30, QS. Fussilat:11, dan QS. Adz-Dzariyat:47, serta sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku tafsir, dan literatur kosmologi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian konseptual antara teori Big Bang dengan deskripsi penciptaan alam semesta dalam Al-Qur’an. QS. Al-Anbiya:30 menggambarkan kondisi awal alam semesta sebagai satu kesatuan (ratq) yang kemudian dipisahkan (fataq), yang selaras dengan konsep singularitas dan ekspansi awal dalam teori Big Bang. QS. Fussilat:11 menjelaskan fase awal alam semesta dalam bentuk “asap” (dukhan), yang sesuai dengan kondisi plasma panas pasca Big Bang. Sementara itu, QS. Adz-Dzariyat:47 menunjukkan bahwa alam semesta terus mengalami ekspansi, yang sejalan dengan temuan ilmiah modern mengenai mengembangnya alam semesta. Meskipun terdapat keselarasan antara Al-Qur’an dan kosmologi modern, penelitian ini menegaskan bahwa kesesuaian tersebut bersifat interpretatif dan tidak dapat dijadikan sebagai pembuktian ilmiah secara mutlak. Pendekatan tafsir ilmi yang digunakan dalam kajian ini berfungsi sebagai jembatan antara sains dan agama, dengan tetap menjaga keotentikan makna Al-Qur’an serta mempertimbangkan sifat dinamis teori ilmiah. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian integrasi antara sains dan agama, serta membuka ruang dialog yang konstruktif antara wahyu dan ilmu pengetahuan modern.
Kajian Psikologi Sastra dalam Novel Namaku Alam Karya Leila S. Chudori Agustina, Aulia; Hamdani, Agus; Damayani, Deasy Aditya
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/8qcq3t71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan aspek id, ego, dan superego pada tokoh utama, Segara Alam, dalam novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Novel Namaku Alam mengisahkan perjalanan hidup Segara Alam, seorang remaja yang harus menghadapi stigma sosial dan tekanan batin akibat masa lalu keluarganya yang kelam—ayahnya dieksekusi sebagai tahanan politik karena dituduh terlibat gerakan komunis pada masa Orde Baru. Latar sejarah dan politik yang traumatis ini membentuk konflik psikologis tokoh utama, menjadikannya representasi yang kaya untuk dikaji dari perspektif psikologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka terhadap teks novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek id tokoh Segara Alam tampak melalui dorongan emosional dan impulsif yang tercermin dalam perilaku serta tindakannya, seperti kemarahan yang meledak-ledak dan kecenderungan menggunakan kekerasan. Aspek ego muncul sebagai upaya tokoh dalam menyesuaikan dorongan tersebut dengan realitas yang dihadapinya, termasuk melalui kesadaran akan batasan sosial dan introspeksi diri. Sementara itu, aspek superego tercermin dalam pertimbangan moral yang memengaruhi sikap dan keputusan tokoh meskipun tidak selalu bekerja secara konsisten, terutama ketika berhadapan dengan nilai-nilai keluarga dan lingkungan. Ketiga aspek kepribadian tersebut membentuk karakter tokoh Segara Alam yang kompleks dan dinamis sebagaimana digambarkan dalam novel.