Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Marine Research

Biomorfometrik Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Senggarang Firmansyah Maulana Mughni; Susiana Susiana; Wahyu Muzammil
Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i2.33085

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu komoditas penting perikanan Indonesia. Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang yang merupakan wilayah salah satu habitat rajungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lebar karapas dan bobot, faktor kondisi, dan mengetahui morfometrik rajungan di perairan Senggarang. Penelitian ini menggunakan metode survey menggunakan teknik purposive sampling yaitu berdasarkan daerah tangkapan nelayan rajungan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah rajungan jantan dan betina sebanyak 79 dan 56 ekor, sehingga diperoleh nisbah kelamin adalah 1,41:1. Hubungan lebar karapas dan bobot rajungan jantan diperoleh nilai b sebesar 3,3485 termasuk allometrik positif, sedangkan betina diperoleh nilai b sebesar 2,7142 termasuk allometrik negatif yang menunjukkan bahwa rajungan jantan lebih besar dibandingkan betina. Faktor kondisi rajungan jantan dan betina di perairan Senggarang memiliki badan yang kurang pipih atau montok. Status pertumbuhan morfometrik rajungan jantan dan betina bersifat allometrik positif sebanyak 14 karakter. Allometrik positif merupakan status hubungan yang menunjukkan bahwa pertambahan karakter lebih lambat dibandingkan pertambahan karakter morfometrik pembandingnya. Allometrik negatif sebanyak 10 karakter dan isometrik 1 karakter. Status hubungan karakter jantan memiliki hubungan sangat rendah (A4, A5, C3), sedang (B2, C2, C4, D3, D5), kuat (A2, A3, A6, B3, B4, C1, C5, C6, C7, C8, D1, D2, D4, D6, D7), sangat kuat (A1, B1). Karakter betina memiliki hubungan sangat rendah (D5), rendah (A5, B3, C2, D3), sedang (A4, A6, B4, C3, C6, C7, D1, D6, D7), kuat (C1, C4, C5, C8, D2, D4), sangat kuat (A1, A2, A3, B1, B2).   Blue swimming crab (Portunus pelagicus) is one of the important fisheries commodities in Indonesia. Senggarang waters, Tanjungpinang City, which is one of the crab habitats. The objectives of this research were to determine the relationship between carapace width-weight, condition factor, and morphometrices of the blue swimming crab (BSC) in Senggarang waters. The method uses an observational survey method using a purposive sampling technique that is based on the catch area of BSC. The results showed that there were 79 male and 56 female BSC, so the sex ratio was 1,41:1. The relationship between carapace width-weight of the male BSC obtained b value of 3,3485 (positive allometric), while the female obtained b value of 2,7142 (negative allometric) which indicates that the male BSC is larger than the female. The condition factor of male and female BSC in Senggarang waters has a body that is less flat or plump. The morphometric growth status of male and female BSC is positive allometric 14 characters, negative allometric is 10 characters, and isometric 1 character. The relationship status of male characters has a very low relationship (A4, A5, C3), moderate (B2, C2, C4, D3, D5), strong (A2, A3, A6, B3, B4, C1, C5, C6, C7, C8, D1, D2, D4, D6, D7), very strong (A1, B1). Female characters have a very low (D5), low (A5, B3, C2, D3), moderate (A4, A6, B4, C3, C6, C7, D1, D6, D7), strong (C1, C4, C5, C8, D2, D4), very strong (A1, A2, A3, B1, B2).
Identifikasi Jenis dan Prevalensi Penyakit Karang pada Terumbu Karang di Perairan Pengudang, Pulau Bintan Rizuandi Rizuandi; Dedy Kurniawan; Try Febrianto; Wahyu Muzammil
Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i3.34081

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem di perairan tropis yang tergolong mudah terinfeksi penyakit karang terhadap tekanan atau perubahan lingkungan seperti pencemaran, suhu tinggi, sedimentasi, nutrien yang tinggi terutama nitrogen senyawa karbon, predator dan kompetisi dengan alga yang pertumbuhannya sangat cepat. Tujuan dari dilakukan penelitian adalah mengetahui persentase tutupan karang hidup, mengidentifikasi jenis-jenis penyakit karang dan menganalisis prevalensi karang yang terinfeksi penyakit karang di Perairan Pengudang, Pulau Bintan. Penelitian dilakukan pada bulan November 2021 – Maret 2022, lokasi penelitian di Perairan Pengudang, Pulau Bintan. Pengambilan data tutupan karang menggunakan metode Point Intersept Transect (PIT) untuk jenis dan prevalensi penyakit karang metode transek sabuk (belt transect). Hasil penelitian persentase tutupan karang hidup (HC) sebesar 56%-75% berdasarkan KEPMEN LH nomor 4 tahun 2001 dalam kategori baik. Untuk penyakit karang yang ditemukan terdiri dari black band disease (BBD), brown band disease (BrB), dark spots disease (DSD), yellow band disease (YBD) dan white syndromes (WS) dari lima penyakit tersebut, persentase prevalensi penyakit karang sebersar 4,67%-9,07%, kemudian untuk kepadatan penyakit karang yang paling banyak ditemukan terdapat pada (St-2) sebesar 0,320 koloni/m2, kemudian diikuti (St-3) sebesar 0,300 koloni/m2 dan nilai terendah untuk kepadatan dari 3 stasiun terdapat pada (St-1) sebesar 0,220 koloni/m2. Coral reefs are one of the ecosystems in tropical waters that are classified as easily infected with coral diseases against environmental pressures or changes such as pollution, high temperatures, sedimentation, high nutrients, especially nitrogen carbon compounds, predators and competition with algae that grow very fast. The purpose of the research was to determine the percentage of live coral cover, identify the types of coral disease and analyze the prevalence of coral infected with coral disease in the waters of Pengudang, Bintan Island.. The research was conducted in November 2021 to March 2022, the research location is in the waters of Pengudang, Bintan Island. Coral cover data were collected using the Point Intercept Transect (PIT) method, for the type and prevalence of coral disease using the belt transect method. The results of the study showed that the percentage of live coral cover (HC) was 56%-75% based on KEPMEN LH number 4 of 2001 in the good category. For coral diseases found consisting of black band disease (BBD), brown band disease (BrB), dark spots disease (DSD), yellow band disease (YBD) and white syndromes (WS) of the five diseases, the percentage of coral disease prevalence is 4.67%-9.07%, then for the density of coral disease the most commonly found was at (St-2) of 0.320 colonies/m2, then followed by (St-3) of 0.300 colonies/m2 and the lowest value was for the density of the 3 stations was at (St-1) of 0.220 colonies/m2.
Makanan Dan Kebiasaan Makan Kepiting Merah (Thalamita spinimana, Dana 1852) Di Perairan Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau Calvin Alwi; Wahyu Muzammil; Susiana Susiana
Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i4.34488

Abstract

Perairan Dompak, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu area penangkapan krustasea, salah satunya adalah kepiting merah (Thalamita spinimana). Belum adanya penelitian terkait aspek makanan dan kebiasaan makan kepiting merah (T. spinimana) di Perairan Dompak menjadikan penelitian terkait aspek tersebut penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi makanan kepiting merah (T. spinimana) khususnya Perairan Dompak Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengambilan sampel kepiting merah (T. spinimana) dilakukan selama 2 bulan sebanyak 4 kali. Analisis data untuk mengetahui kebiasaan makanan kepiting merah (T. spinimana) menggunakan index of preponderance (IP). Hasil penelitian diketahui bahwa jumlah kepiting merah yang diperoleh sebanyak 34 ekor, terdiri dari 21 ekor kepiting merah betina dan 13 ekor kepiting merah jantan. Kelompok makanan kepiting merah (T. spinimana) terdiri dari mikroalga, krustasea, dan detritus. Hasil indeks bagian terbesar / IP diketahui bahwa makanan utama kepiting merah di Perairan Dompak adalah kerang, sedangkan makanan pelengkap adalah detritus dan fitoplankton, makanan tambahan yaitu zooplankton. Nilai indeks kepenuhan lambung kepiting merah (T. spinimana) pada waktu malam hari (1,11), pagi hari (0,96) dan siang hari (0,63). Kepiting merah (T. spinimana) di Perairan Dompak dominan melakukan aktivitas makan pada malam hari. Dompak Waters, Tanjungpinang City, Riau Islands Province is one of the areas for catching crustaceans, one of which is the red swimming crab (Thalamita spinimana). The absence of research related to food and feeding habit aspects of red swimming crab in Dompak Waters makes research related to these aspects important to do. The purpose of this study was to determine the food composition of red swimming crab, especially Dompak waters, Tanjungpinang City, Riau Islands. This study used a survey method. Sampling of red swimming crab was carried out for 2 months with 4 sampling times. Data analysis to determine the food habit of red swimming crab using the index of preponderance (IP). The results showed that the number of crabs obtained was 34, consisting of 21 female red swimming crab and 13 male red swimming crab. The red swimming crab food group consists of microalgae, crustaceans, and detritus. The results of the largest share / IP index show that the main food of red swimming crab in Dompak Waters is bivalvia, while the complementary food are detritus and phytoplankton, the additional food is zooplankton. The index value of stomach fullness of red swimming crab at night (1.11), morning (0.96) and afternoon (0.63). This result is known that the red swimming crab in Dompak waters eats predominantly at night.
Hubungan Lebar Karapas-Bobot Dan Parameter Lingkungan Kepiting Batu (Myomenippe hardwickii, Gray 1831) Di Perairan Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau Elvira Virgianty Nurqadri; Susiana Susiana; Wahyu Muzammil
Journal of Marine Research Vol 12, No 1 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i1.33867

Abstract

Pola pertumbuhan kepiting batu (M. hardwickii) merupakan salah satu kajian yang belum pernah diteliti di Indonesia sehingga tidak adanya informasi terkait kepiting batu (Myomenippe hardwickii) di Perairan Dompak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan lebar karapas-bobot, nisbah kelamin, dan parameter lingkungan kepiting batu (M. hardwickii) di Perairan Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan yaitu bulan September, Oktober, dan November Tahun 2021. Pengambilan sampel kepiting batu dilakukan dua minggu sekali selama tiga (3) bulan. Jumlah sampel kepiting batu yang tertangkap oleh nelayan selama penelitian ini sebanyak 222 ekor, 83 jantan dan 139 betina. Hubungan lebar karapas kepiting batu jantan dan betina adalah allometrik negatif (pertumbuhan lebar karapas lebih besar dibandingkan pertumbuhan bobot). Nisbah kelamin dengan perhitungan uji Chi-Square kepiting batu jantan dan betina yaitu tidak seimbang. Parameter pendukung lingkungan habitat berada pada kondisi normal.    The growth pattern of stone crab (M. hardwickii) is one of the studies that has never been studied in Indonesia, so there is no information regarding rock crab (M. hardwickii) in Dompak Waters. The purpose of this study was to determine the relationship between carapace width and weight, sex ratio, and environmental parameters of rock crab (M. hardwickii) in Dompak waters, Tanjungpinang, Riau Islands. This research was conducted for three months, namely September, October, and November 2021. The research method used was the survey method, namely by direct observation at the research location. The sampling technique was carried out by census, namely stone crab samples obtained directly from the catch of fishermen. The fishing gear used was folding traps. Sampling of stone crabs was carried out every two weeks for three (3) months. The number of stone crab samples caught by fishermen during this study were 222 individuals, 83 males and 139 females. The relationship between the carapace width of male and female stone crabs was negative allometric (the growth of carapace width was greater than the growth of weight). The sex ratio with the Chi-Square test calculation of male and female rock crabs is not balanced. The supporting parameters of the habitat environment are in normal conditions