Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMBUATAN SARI BUAH VARIAN RASA DI SMKN 1 DENGILO Engelen, Adnan; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari buah adalah salah satu jenis olahan minuman yang dimanfaatkan untuk dikonsumsi. Masalah yang sering dihadapi adalah tidak banyak masyarakat yang melakukan kegiatan produk olahan buah menjadi minuman sari buah setelah mengkonsumsi buahnya. Adapun beberapa solusi yang dilakukan adalah dengan diadakannya pelatihan pembuatan sari buah varian rasa yang akan dilaksanakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini agar siswa-siswa dan masyarakat dapat memahami serta terampil dalam mengolah buah-buahan serta meningkatkan kualitas produk minuman bernilai jual tinggi serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA dan UJI ORGANOLEPTIK TORTILLA CHIPS TEPUNG JAGUNG PULUT (Zea mays var. ceratina) dengan PENAMBAHAN TEPUNG IKAN TONGKOL (Euithynnus affinis) Mohi, Dian; Limonu, Marleni; Modjo, Ardiyanto Saleh; Engelen, Adnan; Akhmad Mutsyahidan, Arif Murtaqi
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.29908

Abstract

Tortila Chips merupakan salah satu produk makanan ringan yang berbentuk segitiga dengan ukuran ketebalan yang berbeda-beda yang terbuat dari jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dan uji organoleptik pada tortilla chips dari tepung jagung pulut dengan penambahan tepung ikan tongkol. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu penambahan tepung ikan tongkol, yang terdiri 4 perlakuan yaitu kontrol (tanpa penambahan tepung ikan); dan penambahan tepung ikan tongkol (10 gr, 20 gr dan 30 gr) yang sebanyak 3 kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi uji kadar protein, uji kadar air, uji organoleptik, dan kerenyahan. Data yang dianalisis menggunakan uji statistik ANOVA (Analysis of Variance). Hasil penelitian menyatakan bahwa tortilla chips tepung jagung pulut dengan penambahan tepung ikan tongkol adalah sebagai berikut : kadar protein 4,84% -7.16%; kadar air 3,39% - 6,69%; warna 4,60 - 4,90 (netral); aroma 4,67 - 5,10 (netral - agak suka); tekstur 3,97 – 5,70 (agak tidak suka – agak suka); rasa 4,70 - 5,30 (netral - agak suka); dan kerenyahan 845,6 g/force - 1347,8 g/force. 
PENGARUH JENIS BAHAN PENGISI KEMASAN PADA TRANSPORTASI DARAT TERHADAP MUTU PEPAYA(Carica papaya L.) SELAMA PENYIMPANAN Rauf, Ardila Sebrina; Kasim, Rahmiyati; Dahlan, Sakinah Ahyani; Saman, Widya Rahmawaty; Ahmad, Lisna; Engelen, Adnan
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.28614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan pengisi kemasan pada transportasi darat terhadap mutu fisik dan kimia buah pepaya selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan tiga kali ulangan. Perlakuannya pada penelitian ini yaitu : K0 = Tanpa bahan pengisi; K1= Pelepah batang pisang; K2=Net foam; K3=Kertas Karton. Masing-masing pengangkutan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Data penelitian dianalisis sidik ragam atau Analysis of Variance (ANOVA) menggunakan aplikasi SPSS versi 20,serta dilakukan uji lanjut duncan's multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95% atau α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa kemasan memberikan pengaruh nyata terhadap nilai susut bobot, kekerasan, kerusakan, dan kadar air buah pepaya pada lama penyimpanan hari ke-0 dan ke-3, sedangkan pada lama penyimpanan hari ke-5 tidak memberikan pengaruh nyata pada setiap parameter uji. Getaran mempengaruhi susut bobot, kekerasan, dan kerusakan, diperoleh getaran tertinggi terdapat pada K2 dan K3.
KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK KUE SEMPRONG DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG CANGKANG TELUR Hasan, Fangki; Lasindrang, Musrowati; Limonu, Marleni; Bait, Yoyanda; Engelen, Adnan; Isra, Muhammad
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.14075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gizi, tingkat kesukaan, serta formula terbaik dari kue semprong yang diformulasi dengan tepung cangkang telur. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu perlakuan penambahan tepung cangkang telur yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu: T0 = Kontrol, T1 = 5 gram, T2 = 7,5 gram, serta T3 = 10 gram. Masing-masing diulang tiga kali. Data dianalisis dengan Sidik Ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung cangkang telur memberikan pengaruh terhadap karakteristik gizi kue semprong. Formulasi perlakuan terbaik dari penambahan tepung cangkang telur pada pembuatan kue semprong ditunjukkan oleh perlakuan penambahan tepung cangkang telur 10 gram dengan karakteristik gizi terdiri dari kadar air 3,67%, abu 2,37%, protein 5,64%, lemak 25,21%, karbohidrat 63,1%, kalsium 5,57 μg/g, serat kasar 2,39%, serta tingkat kesukaan melalui uji organoleptik yaitu warna, aroma, rasa dan tekstur memiliki keragaman hasil pada analisis statistik.
Pelatihan Pengolahan Kulit Ikan Tuna Menjadi Kerupuk pada Masyarakat Ponelo Kepulauan Kabupaten Gorontalo Utara Rosdiani Azis azis; Adnan Engelen; Ingka Rizkyani Akolo
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 2 No. 3 (2022): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v2i3.564

Abstract

Ponelo Kepulauan merupakan salah satu desa di Kabupaten Gorontalo Utara yang dikelilingi oleh perairan yang mempunyai potensi tinggi dalam perikanan. Salah satu potensi perikanan di daerah tersebut adalah ikan tuna. Sebagian besar ikan tuna yang didapatkan dari hasil tangkapan nelayan hanya dijual dalam keadaan segar atau diolah menjadi olahan bakso ikan. Pengolahan ikan ini tentunya menghasilkan limbah berupa kulit ikan yang hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk membantu perekonomian masyarakat terutama istri-istri nelayan yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga melalui pelatihan pengolahan kulit ikan tuna menjadi kerupuk. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berjalan sangat baik dan memuaskan semua pihak. Materi yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta dan diaplikasikan dengan baik pada saat pembuatan kerupuk dari kulit ikan tuna. Produk kerupuk kulit ikan tuna yang dihasilkan juga sudah bagus dan disukai oleh peserta
Seaweed nori (Kappapycus alvarezi) physicochemical and organoleptic characteristics with moringa leaf fortification (Moringa oleifera LAM) Marleni Limonu; Yoyanda Bait; Adnan Engelen; Nurhayati Muhsin
AGROINTEK Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v18i2.16764

Abstract

Nori was a product made from seaweed which contained fiber and bioactive substances even though it had low antioxidants. The solution was needed to increase antioxidants from Nori products was food diversification with the addition of Moringa leaves which contained high antioxidant activity. Identifying the physicochemical and organoleptic properties of the nori seaweed (Kappapycus alvarezi) with the fortification of Moringa (Moringa oleifera Lam) leaves was the aim of this research. The addition of Kappapycus alvarezi seaweed pulp and Moringa leaf pulp was compared in this study's single-factor randomized design (CRD) four treatments: (K0=100%:0% kontrol), (K1=90%:10%), (K2=80%:20), (K3=70%:30%). The data were evaluated using statistical analysis of variance (ANOVA), and the Duncan Multiple Range Test was used if there was a significant result (p0.05) for each treatment (DMRT). The results showed that Kappapycus alvarezi nori seaweed with fortified Moringa leaves (Moringa oleifera Lam) had an effect on physicochemical and organoleptic characteristics, and could increase the nutritional value of nori, which had an antioxidant activity value of 59.921ppm, total phenol of 252.527%, the water content of 18.030%, Fiber content of 18.637%, thickness test of 0.20 mm, tensile strength/tear strength of 0.541MPa, hydration test of 24.446%. The organoleptic values consist of color at 5.83, aroma at 4.87, taste at 5.03, and texture at 5.53. The impact of this research was to produce products that contained good bioactive substances and antioxidants.
KARAKTERISTIK KIMIA PADA PEMBUATAN MI SAGU (Metroxylon sagu) KERING Adnan Engelen
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v3i1.691

Abstract

Gandum yang dikonsumsi di Indonesia diimpor dari luar negeri. Untuk meminimalisir impor gandum dibutuhkan bahan-bahan olahan lokal dan digunakan menjadi produk lokal. Salah satu produk lokal yang berasal dari bahan baku lokal adalah sagu. Pemanfaatan sagu dapat digunakan sebagai bahan baku untuk membuat mi. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi mi sagu kering. Sagu mi dibuat melalui suatu proses menggunakan twin screw extruder dengan menambahkan emulsifier berupa GMS (Gliserol monostearat) dan ISP (Isolated Soybean Protein). Dua tahapan yang dilakukan pada penelitian ini : 1) pembuatan mi sagu kering, 2) karakterisasi kimia, warna dan sifat sensori mi sagu kering. Mi sagu kering menghasilkan komponen kimia antara lain air (10.32%), abu (0.20%), protein (2.63%), lemak (0.21%), karbohidrat (86.63%), dan nilai warna (L = 34.70, a = 2.56, b = 6.19). Hasil penelitian dengan menggunakan uji t-test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara mi sagu kering dan mi terigu pada parameter kekerasan, kelengketan, elongasi dan overall.
Pengaruh Lama Pengasinan Pada Pembuatan Telur Asin dengan Cara Basah Adnan Engelen
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 3 No. 2 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v3i2.831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama pengasinan terhadap kandungan zat gizi telur itik pada pembuatan telur asin dengan cara basah. Konsumsi telur asin dimasyarakat cukup tinggi. Namun, pada proses pembuatan telur asin belum diketahui secara pasti lama pengasinan terbaik sehingga dibutuhkan penelitian agar mengetahui lama pengasinan terbaik pada pembuatan telur asin. Penelitian ini merupakan penelitian dengan lama pengasinan 3, 6, 9, 12, 15, 18, dan 21 hari pada pembuatan telur bebek mentah cara basah. Adapun parameter gizi yang akan diuji adalah analisis kadar lemak, pH, NaCl, dan kadar air. Hasil Analisis Ragam Anova didapatkan bahwa pengaruh lama pengasinan 3, 6, 9, 12, 15, 18, dan 21 hari adalah kadar lemak kuning telur (128,94 %), kadar lemak putih telur (0,18 %), kadar pH kuning telur (0,16 %), kadar pH putih telur (0,34 %), kadar NaCl kuning telur (0,71 %), kadar NaCl putih telur (0,77 %), kadar air kuning telur (63,93 %), kadar air putih telur (0,81 %). Hasil tersebut menunjukkan bahwa lama pengasinan terhadap telur asin tidak berpengaruh nyata.
ASSESSING THE COMMUNITY PRACTICES AND PERCEPTIONS ON WASTE SORTING IN URBAN INDONESIA: A CASE STUDY IN GORONTALO CITY Sri Maryati; Budiyanto Ahaliki; Rahmat Taufik R.L Bau; Hermila A; Adnan Engelen; Gita Juniarti; Indrawan Indrawan
Geographica: Science and Education Journal Vol 7, No 1 (2025): June
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/gsej.v7i1.2495

Abstract

This study examines the practices and perceptions of urban residents regarding household waste sorting in Gorontalo City, Indonesia.  This study involved 400 household respondents, covering eight sub-districts and 50 urban villages within Gorontalo City. Five key dimensions were assessed including knowledge of environmental and economic benefits, individual motivation, preferences for sorting incentives, perceived difficulty, and actual sorting habits. Data were analyzed using descriptive quantitative techniques with tabulation and percentage analysis. The findings reveal that 73.75% of respondents are aware of the benefits of waste sorting. However, only 32.75% are motivated by environmental awareness, while others are constrained by limited facilities or habitual barriers. Incentive preferences show that 41.25% of respondents favor financial compensation, while 42% prefer improved access to sorting infrastructure. In terms of perceived difficulty, 48.5% consider waste sorting easy, but 37.5% find it moderately difficult and 14% perceive it as difficult. Ultimately, only 12.75% of respondents consistently sort their waste, 39.75% do so occasionally, and 47.5% never engage in sorting. These findings highlight a significant knowledge action gap and underscore the need for integrated policy strategies that combine education, infrastructure development, and incentive-based community engagement to foster sustainable household waste sorting behavior.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BIJI DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURR) TERHADAP TINGKAT PENERIMAAN, NILAI GIZI DAN INDEKS GLIKEMIK KUE SUKADE Asnawi kasim; Zainudin Antuli; Yoyanda Bait; Adnan Engelen
Jambura Journal of Food Technology Vol 8, No 01 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kue sukade merupakan kue khas Gorontalo yang menjadi makanan pada perayaan acara-acara tradisi Gorontalo yaitu walima atau perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Memiliki tekstur yang lembut, rasa yang khas serta bentuk yang beraneka ragam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula dan karakteristik kue sukade dari hasil substitusi tepung biji durian (durio zibethinus murr) Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 4 perlakuan yaitu : P0 (control) ( 100 % tepung terigu : 0 % tepung biji durian) P1 (75 % tepung terigu : 25 % tepung biji durian ) P2 (50 % tepung terigu : 50 % tepung biji durian ) P3 (25 % tepung terigu : 75 % tepung biji durian) Data analisis dengan uji statistik Analisis Of Variance (ANOVA). Bila terjadi uji nyata (p0,5) pada setiap perlakuan, maka akan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Tingkat penerimaan panelis terhadap analisis organoleptik rasa,aroma,warna dan tekstur berdasarkan skala hedonic berada pada taraf agak suka. kemudian pada hasil analisis kimia yaitu kadar air 17,5%  kadar abu 1,39%  kadar lemak 14,24% protein 13,12% dan karbohidrat 59,60%. Nilai Indeks Glikemik perlakuan terbaik (25% terigu:75%TBD) yaitu 14,17 termasuk dalam kategori rendah (IG rendah 55). Dan beban glikemik 11,88 termasuk dalam kategori sedang