Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Evaluation of Land Capability and Land Use Direction in the Krueng Peusangan Hilir Sub-watershed, Bireuen Regency Akbar, Halim; Sarifuddin, Sarifuddin; Puarada, Sakral Hasby
Aceh International Journal of Science and Technology Vol 12, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Graduate School of Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/aijst.12.1.31566

Abstract

The destruction of forests in watershed areas has now become a concern of many parties, resulting in floods, landslides, and droughts that continue to increase. Watershed damage is accelerated by increased utilization of natural resources due to population growth and economic development, conflicts of interest, and lack of integration between sectors between the upstream-middle-downstream areas. For this reason, it is necessary to assess land capability in a watershed so that land development follows the land capability class. The research was carried out in the Krueng Peusangan Hilir Sub-watershed, Bireuen Regency, Aceh, Indonesia, from October 2021 to February 2022, which is geographically located at 9558''00 - 9652''00 East Longitude and 506''00- 517 ''00" North Latitude. Land use in the study is dominated by dry land agriculture, covering an area of 19,100.28 ha with a topography area from 0-8% to 25-40%. A survey method by analyzing land capability classes at the study site was carried out for each land map unit (LMU) by comparing land conditions with the land capability evaluation Hockensmith and Steeles criteria (overlaid of determined thematic maps). The result shows that soil erodibility decreased linearly with increasing organic matter in the soil. Soils with high organic matter content have high erodibility. For the limiting factor on slopes in land capability classes found in II, III, IV, and VI class categories that are found in all LMUs, if these LMUs are used for agricultural cultivation, soil conservation measures are needed, such as making mound terraces or canal mound terraces, planting in strips and using mulch. The results show that the land capability classes consisted of 16668.30 ha in the land capability II class, 4184.06 ha land capability in the III class, 4524.91 ha in the land capability IV class, and 190.79 ha land capability VI class with a factor inhibiting soil erodibility (medium very high) and slopes (wavy - rather steep).
Penilaian Status Kesuburan Berbasis Horizon Tanah Di Perkebunan Kopi Arabika Dataran Tinggi Gayo Deya Inge Kanaya, Mahesa; Khusrizal, Khusrizal; Nasruddin, Nasruddin; Yusra, Yusra; Akbar, Halim
Agrium Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i2.22592

Abstract

Kesuburan tanah memainkan peran kunci dalam mendukung keberhasilan budidaya tanaman, dalam penilaian status kesuburan tanah lazim ditentukan hanya pada lapisan permukaan tanah, padahal lapisan dibawahnya juga diperlukan, terutama pada area budidaya tanaman tahunan yang berakar lebih dalam. Penelitian ini bermaksud untuk menetapkan status kesuburan tanah area budidaya kopi dataran tinggi Gayo berbasis pada horizon atas dan bawah. Dua puluh empat sampel tanah telah dikumpulkan dari dua belas profil tanah untuk penetapan sifat-sifat tanah sebagai parameter status kesuburan yang terdiri masing-masing satu sampel dari horizon permukaan dan horizon bawah. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB), fosfor (P2O5), kalium (K2O), dan karbon organik (C-organik). Hasil penelitian menunjukkan nilai parameter yang ditetapkan bervariasi, kadar KTK rendah hingga tinggi (8.45-31.49 me/100g), KB rendah sampai sedang (2,27-26,91%), P2O5 sangat rendah hingga sangat tinggi (0,91-81,49 mg/100g), K2O rendah sampai sedang (10,50-34,50 mg/100g), dan C-organik juga bervariasi sangat rendah hingga sedang (0,33-2,78%). Kecuali KTK, parameter lain menunjukkan kadar di horizon permukaan lebih tinggi daripada horison bawah. Status kesuburan tanah semua profil adalah rendah, begitu pula status kesuburan tanah horison atas dan bawah yang termasuk rendah. Kata Kunci: kesuburan tanah, fosfat, karbon organik tanah, kejenuhan basa, kalium oksida, tanaman kopi
Evaluasi Status Kesuburan Tanah Sawah Tadah Hujan dan Irigasi di Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara Sari, Anggi Novita; Muliana, Muliana; Yusra, Yusra; Khusrizal, Khusrizal; Akbar, Halim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 1 No. 2 (2022): Vol 1, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Juni 202
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.068 KB) | DOI: 10.29103/jimatek.v1i2.8467

Abstract

Petani sawah budidaya tanaman padi di Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara pada dua tipe sawah yaitu sawah tadah hujan dan sawah irigasi yang diperkirakan tingkat kesuburannya berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah pada lahan sawah tadah hujan dan irigasi yang terdapat di Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan sawah tadah hujan dan irigasi yang terdapat di 12 desa dalam Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini merupakan metode survei deskriptif dengan empat tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap survei pendahuluan, tahap survei utama, dan tahap analisis data serta penyajian hasil. Penentuan lokasi pengambilan sampel tanah dengan cara purposive sampling. Uji kolerasi dilakukan untuk melihat keterkaitan antara satu sifat kimia dengan yang lainnya. Hasil evaluasi kesuburan tanah menunjukkan status kesuburan tanah pada sawah tadah hujan berada pada kelas rendah dan pada sawah irigasi berada pada kelas rendah hingga sedang dengan faktor pembatas kesuburan ialah C-organik dan P2O5 total pada semua desa, pH (H2O), K2O total, serta kejenuhan basa (KB). Korelasi antar sifat kimia tanah menunjukkan bahwa peningkatan pH (H2O) dipengaruhi oleh peningkatan Ca-dd, dan KB. Peningkatan C-organik juga sejalan dengan meningkatkan P2O5, KTK, dan Ca-dd. Peningkatan K2O juga diikuti oleh peningkatan KTK dan K-dd.Peningkatan KTK dan KB dipengaruhi oleh meningkatnya Ca-dd.
Determinasi Kesesuaian Lahan Tanaman Padi Sawah Irigasi Di Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara Hasanah, Uswatun; Khusrizal, Khusrizal; Muliana, Muliana; Akbar, Halim; Yusra, Yusra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 1 No. 4 (2022): Vol 1, No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimatek.v1i4.10461

Abstract

Evaluasi lahan merupakan hal yang penting untuk mengetahui karakteristik lahan. Beras merupakan bahan pangan utama bagi masyarakat Indonesia yang dikonsumsi oleh seluruh masyarakat. Produksi padi di Aceh Utara bervariasi setiap tahunnya, belum ada penilaian khusus tentang penilaian kesesuaian lahan yang tergolong luas di Kecamatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai kelas kesesuaian lahan tanaman padi di Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini dilakukan di kecamatan Tanah Luas pada bulan Juli hingga Agustus 2022, dan menggunakan metode survei deskriptif. Terdapat 14 sampel, kemudian dianaliasis sifat fisik dan kimianya. Hasil penelitian menunjukkan suhu rata-rata 27,35 ºC, curah hujan 1.443,97, lamanya bulan kering 2,7 %, drainase terhambat hingga agak cepat, Kedalaman tanah (>50 cm), kemiringan lereng datar, bahaya erosi tergolong sangat ringan, tidak adanya singkapan batuan dan batuan permukaan, kapasitas tukar kation (KTK) tergolong tinggi, pH tanah tergolong masam, C-organik tergolong rendah hinngga sangat rendah, kejenuhan basa (KB) tergolong sedang hingga tinggi, N-total tergolong rendah hingga sedang, P2O5 tergolong sedang hingga tinggi, K2O tergolong sangat rendah hingga sedang, kelas kesesuaian lahan untuk tanaman padi di Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara menunjukkan kelas cukup sesuai hingga sesuai marginal.
Analisis Sifat Fisika Dan Kimia Tanah Pada Lahan Kopi Arabika Organik Di Kabupaten Bener Meriah Aygun, M.; Akbar, Halim; Ismadi, ismadi; Nasruddin, Nasruddin; Nazirah, Laila
Agrium Vol 22 No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i3.24571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan sifat fisika dan kimia tanah pada lahan kopi Arabika (Coffea arabica) yang dibudidayakan dengan sistem organik dan anorganik di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Penelitian dilakukan pada varietas unggulan, yaitu Gayo 2 dengan tiga kategori umur tanaman (5, 10 dan 15 tahun). Parameter fisika tanah yang dianalisis meliputi permeabilitas, bulk density, porositas dan kadar air. Sementara itu, parameter kimia tanah meliputi pH tanah, kandungan karbon organik (C-organik), nitrogen total (N-total), fosfor total (P-total) dan kalium total (K-total). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem budidaya organik memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap peningkatan kualitas tanah dibandingkan sistem anorganik. Tanah pada lahan organik memiliki porositas dan kandungan C-organik yang lebih tinggi, serta bulk density yang lebih rendah. Demikian pula, kandungan unsur hara makro (N, P, K) lebih tinggi pada sistem organik.
SUSTAINABLE AGRICULTURAL PLANNING IN ORDER TO SUPPORT FOOD SECURITY (FOOD ESTATE) IN THE TIMANG GAJAH SUB-WATERSHED, BENER MERIAH REGENCY Akbar, Halim; Praza, Riyandi; Authar ND, Muhammad
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 2 No. 1 (2022): February
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijebas.v2i1.154

Abstract

Good watershed management is the rational use of natural resources in the watershed to obtain maximum production in unlimited time, minimize the danger of damage (land degradation), and obtain an even water yield throughout the year. Timang Gajah sub-watershed with an area of 35,859.26 ha is one of the sub-watersheds of the Krueng Peusangan watershed. According to the results of research by Akbar et al. (2020), the Timang Gajah sub-watershed is included in the sub-watershed that needs to be restored. Judging from the critical land area, the Timang Gajah sub-watershed consists of very critical 2,398.47 ha, critical 23,989.87 ha, moderately critical 6,402.59 ha, potentially critical 3,063.97 ha and not essential 4.36 ha (BPDASHL, 2020). This shows that the Timang Gajah sub-watershed needs serious handling in its management. The purpose of this study is to develop a plan for sustainable use of agricultural land in the Timing Gajah sub-watershed that can reduce the rate of erosion (erosion < ETol) a decent income for each farmer (income > KHL). The cropping pattern planned in this study is a cropping pattern that supports food security (Food Estate). The research method that will be used in this research is a survey method which consists: 1) the preparation stage, 2) the preliminary survey stage, 3) the main survey stage and 4) the data analysis stage and the presentation of the results. The results showed that the predictive value of erosion obtained on mixed garden land use (SPL 2, 5, 12, 13 and 18) ranged from 18.70 - 103.81 tons/ha/year, while the ETol value ranged from 14.97 - 33.27 tons/ha/year. The predictive value of erosion on plantation land use (SPL 15) is 56.36 tons/ha/year, and the ETol value is 28.42 tons/ha/year. Meanwhile, the predicted erosion value for scrubland use (SPL 8, 9, 10, 11, 16 and 17) ranged from 23.81 - 73.67 tons/ha/year and ETol values 14.01 - 27.72 tons/year. Ha/year. The recommended intercropping pattern at the research location, especially in mixed garden land use, is potato and corn (A1) plus other businesses (livestock), potato and soybean (A2) intercropping, potato and peanut intercropping. Green (A3), intercropping of potato with chilli (A4) and monoculture potato plus other livestock business (A5) generate net income above decent living income for local farmers (Rp 66.400.000 / household/year).
Prediksi Erosi Dan Teknik Konservasi Tanah Sistem Agroforestri Di Sub Das Krueng Meueh Kabupaten Bener Meriah Akbar, Halim
Agrium Vol 18 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i2.5327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai prediksi erosi serta penerapan teknik konservasi tanah sistem agroforestri di sub DAS  Krueng Meueh Kabupaten Bener Meriah.Metode yang digunakan dalam penelitan ini yaitu metode survei yang terdiri dari 4 tahap, yaitu: 1) tahap persiapan, 2) tahap survei pendahuluan, 3) tahap survei utama, dan 4) tahap analisis data dan penyajian hasil. Perhitungan prediksi erosi menggunakan persamaan USLE dan menghitung erosi toleransi menggunakan persamaan Wood dan Dent (1983).Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai prediksi erosi terbesar terdapat pada satuan peta lahan (SPL) 12 yaitu sebesar 472.88 ton/ha/thn dengan penggunaan lahan semak belukar, sedangkan nilai prediksi erosi terendah terdapat pada SPL 9 yaitu sebesar 0.13 ton/ha/thn dengan penggunaan lahan hutan. Tindakan konservasi tanah yang perlu dilakukan pada penggunaan lahan kebun campuran (SPL 7, SPL 14 dan SPL 17),  adalah konservasi vegetatif berupa agrisilviculture, yaitu sistem agroforestri yang mengkombinasikan tanaman pepohonan (hutan) dengan tanaman pertanian (alley cropping), penanaman kacang tanah, kacang hijau dan penambahan mulsa jerami (nilai P = 0,013). didapat nilai prediksi erosi pada SPL 7 sebesar 0,56 ton/ha/thn, SPL 14 sebesar 1,07 ton/ha/thn, SPL 17 sebesar 0,62 ton/ha/thn. Untuk SPL 8 dan SPL 11 tindakan konservasi yang disarankan  yaitu pembuatan teras bangku diikuti dengan penanaman kacang tanah (nilai P = 0,009) sehingga dapat menurunkan erosi menjadi 1,19 ton/ha/thn dan 0,39 ton/ha/thn. Untuk SPL 1, SPL 5,  SPL 10,  SPL 13 dan SPL 15  disarankan tindakan konservasi agroforestri sebagai penutup tanah atau dengan penanaman berkayu atau mengkombinasikan tanaman pepohonan (hutan) dengan tanaman pertanian, tanaman hijauan ternak (agrosilvopasture) sehingga nilai prediksi erosi dapat turun dibawah nilai erosi toleransi. Untuk SPL 6 dan SPL 12 tindakan konservasi yang disarankan adalah dengan pembuatan teras gulud diikuti dengan penanaman jagung+ kacang tanah+ dan sisa tanaman dijadikan mulsa (nilai P = 0,006).
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Porang (Amarphopallus ancophillus) di DAS Krueng Seulimum Kabupaten Aceh Besar Akbar, Halim
Agrium Vol 19 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i2.7814

Abstract

Tujuan penelitian adalah menentukan klas kesesuaian lahan untuk tanaman porang di DAS Krueng Seulimum Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan untuk penilaian kesesuaian lahan dilakukan berdasarkan ktiteria fisik (Djaenudin et al., 2003). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan di DAS Krueng Seulimum terdiri dari kelas sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas : retensi hara (nr) yaitu kejenuhan basa dan  C-organik,  hara tersedia  (na) yaitu hara pospor, bahaya erosi (eh) dengan faktor pembatas bahaya erosi terdapat pada SPL 2, 7, 15 dan 16 seluas 4206,99 ha, kelas sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas : hara tersedia (na) yaitu hara pospor, bahaya erosi (eh) dengan faktor pembatas bahaya erosi terdapat pada SPL 3, 6, 10 dan 12 seluas 7052,05 ha, dan  kelas tidak sesuai (N) dengan faktor pembatas   bahaya erosi (eh) yaitu lereng terdapat pada SPL 19 seluas 192,59 ha. Usaha perbaikan yang harus dilakukan pada faktor pembatas kejenuhan basa adalah dengan pengapuran, meningkatkan kandungan c-organik dapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik dari hasil pengomposan, dan meningkatkan ketersediaan P dapat dilakukan dengan pemberian biochar (Lehmann et al., 2003). Selanjutnya usaha yang perlu dilakukan untuk mengatasi bahaya erosi dapat dilakukan dengan pembuatan teras, penanaman berdasarkan garis kontur (countor farming) dan penanaman tanaman penutup tanah.
Analisis Ketersediaan Air Tanah Pada Persawahan Di Kabupaten Aceh Utara Arijuddin, Arijuddin; Akbar, Halim; Rusdi, Muhammad; Nasruddin, Nasruddin; Nazirah, Laila
Agrium Vol 19 No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i3.8756

Abstract

Ketersediaan air tanah merupakan faktor penting dalam memenuhi kebutuhan air pada tanaman. Tanaman membutuhkan air dalam proses pertumbuhannya, dimana setiap tanaman memiliki tingkat kebutuhan air yang berbeda-beda tergantung jenis tanamannya. Pertumbuhan tanaman akan maksimal jika kadar ketersediaan air tanah terpenuhi. Oleh sebab itu untuk menjaga kestabilan pertumbuhan tanaman maka analisis ketersediaan air tanah dalam jangka panjang perlu dilakukan dalam upaya pencegahan kekurangan air bagi tanaman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, dimana lokasi yang dilakukan penelitian adalah persawahan di kabupaten Aceh Utara. Adapun parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah ketersediaan air tanah, dimana faktor ini nantinya akan dianalisis  dan selanjutnya dijadikan referensi dalam pengelolaan tanaman padi di kabupaten Aceh Utara. Hasil dari penelitian adalah Ketersediaan air tanah di Aceh Utara berbeda-beda setiap lokasi dan berbeda pula setiap bulannya. Secara umum terlihat bahwa pada bulan Maret dan April memiliki tingkat ketersediaan air tanah yang rendah, hal ini dikarenakan berkurangnya jumlah curah hujan.
Pemetaan Kesesuaian Lahan Tanaman Bawang Merah Di Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara Syaifuddin, Syaifuddin; Akbar, Halim; Yusra, Yusra
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.19050

Abstract

Bawang merah merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomis sehingga perlu dilakukan pengembangan untuk memperbaiki kualitas dan kuantitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan kelas kesesuaian lahan tanaman bawang merah di Kecamatan Lhoksukon. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Lhoksukon. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Tanah dan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari sampai dengan Maret 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan evaluasi kesesuaian lahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelas kesesuaian lahan tanaman Bawang Merah di Kecamatan Lhoksukon adalah  kelas S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas S3wa-1, rc-1, nr-3, na-2 terdapat pada Satuan Peta Lahan (SPL) 1 dan 10, kelas S3wa-1 terdapat pada SPL 2, 12, 26, kelas S3wa-1, nr-3 terdapat pada  SPL 5, 6, 25, 30, 32, kelas S3wa-1, rc-1, nr-2-3, na-2-3 terdapat pada SPL 14 dan S3wa-1, nr-2,3 terdapat pada SPL 36. Adapun upaya perbaikan yang perlu dilakukan adalah dengan pemberian pupuk, pemberian kapur dan bahan organik