Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

NARKOBA DAN AKAR TANGGUNG JAWAB KELUARGA Hipolitus Kristoforus Kewuel
Bahasa Indonesia Vol 5 No 3 (2011): April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2967.029 KB)

Abstract

Salah satu penyebab utama orang kecanduan narkoba dapat ditelusuri dari pola hubungan seseorang dengan ibunya. Secara emosional, para pecandu pada umumnya masih labil, belum dewasa atau matang pribadinya. Mengapa narkoba demikian ganas merasuki sendi-sendi kehidupan manusia? Narkoba berawal dari mana? Dosa siapa? Mungkinkah akar persoalan narkoba ada pada tanggung jawab keluarga? Tulisan ini mencoba menganalisis dan menjawab pertanyaan-pertanyaan sekitar narkoba.
Eksplorasi Budaya Lembata: Upaya Revitalisme Budaya sebagai Modal Sosial Pembangunan Aileen Aileen; Hipolitus Kristoforus Kewuel
Kusa Lawa Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.02.06

Abstract

Pembangunan fisik atau jasmani seringkali mendapat perhatian lebih dibandingkan pembangunan mental atau rohani. Padahal pembangunan mental atau rohani yang tidak dapat dilihat secara kasat mata memiliki peran penting dalam pembangunan sebagai fondasi utama. Pembangunan fisik tanpa fondasi dari pembangunan mental tidak jarang memunculkan persoalan. Pembangunan mental dapat dilakukan dengan menggunakan modal sosial karena dapat menyentuh manusia sebagai pelaku pembangunan. Modal sosial dalam masyarakat dapat ditemukan dengan menggali kembali kekuatan budaya, karena budaya telah hidup dan berkelindan di dalam masyarakat itu sendiri. Hal ini yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Lembata dengan membuat kegiatan Eksplorasi Budaya Lembata. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali kembali nilai-nilai budaya dalam hidup masyarakat Lembata. Tulisan ini berupaya untuk melihat upaya revivalisme budaya yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan Eksplorasi Budaya Lembata dan hasil dari proses revivalisme budaya yang dapat diinterpretasi menjadi modal sosial pembangunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik penulisan etnografi. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah masyarakat melakukan upaya revivalisme dengan menjalankan dan menghidupkan kembali ritual-ritual yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka. Ritual-ritual yang dijalankan oleh masyarakat memuat nilai-nilai yang berdasar pada pengalaman hidup mereka, sehingga setelah kegiatan Eksplorasi Budaya Lembata masyarakat bersama dengan akademisi dan pemerintah mengukuhkan nilai-nilai tersebut sebagai modal sosial pembangunan Kabupaten Lembata.
Ketimpangan Akses Beasiswa dan Pengaruhnya Terhadap Keberlangsungan Studi Mahasiswa Dalla, Difa Puspa; Kewuel, Hipolitus Kristoforus
Educare : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/educare.v3i2.1702

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis ketimpangan akses beasiswa dan dampaknya pada keberlangsungan pendidikan mahasiswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif terhadap data mahasiswa yang menerima beasiswa, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketimpangan akses beasiswa telah menyebabkan; (1) akses beasiswa hanya mungkin bagi mahasiswa dengan kemampuan akademik tinggi IPK 3.00 ke atas, padahal justru beasiswa itu harus bisa diakses oleh mahasiswa yang kapasitas akademiknya rendah sebagai motivasi belajar baginya. (2) Mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik rendah dan karenanya tidak bisa mengakses beasiswa cenderung memanfaatkan kesempatan magang kuliah sebagai tempat kerja dan karenanya menjadi alasan untuk tidak menyelesaikan kuliah dan demi menopang ekonomi orangtuanya. (3) Proses seleksi beasiswa cenderung digeneralisir dari tingkat pekerjaan orangtua. Orangtua PNS tidak mendapat kesempatan untuk menakses beasiswa karena dianggap secara pendapatan memadai untuk biaya kuliah dan biaya hidup keluarga. Padahal, dalam kenyataannya, banyak mahasiswa dari keluarga PNS, pendapatan orangtuanya tidak cukup memadai untuk membiayai kuliah dan sekolah beberapa anak serta biaya hidup rumah tangga. Atas alasan ini, banyak mahasiswa memiliki putus kuliah karena beban tanggungan orangtua yang tidak memadai.
Peran Non-Governmental Organization Cakra Abhipraya Responsif dalam Membangun Pendidikan Anak-anak Terdampak Erupsi Gunung Semeru Atsiilah, Salwaa Putri; Kewuel, Hipolitus Kristoforus
Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/mindset.v3i2.1690

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap peran Non-Governmental Organization Cakra Abhipraya Responsif dalam menangani pendidikan serta trauma healing pada anak-anak dalam situasi bencana. Kabupaten Lumajang merupakan salah satu wilayah terdampak Erupsi Gunung Semeru pada penghujung tahun 2021. Bencana ini merupakan ancaman serius bagi kehidupan manusia. Dalam situasi seperti itu, Non-Governmental Organization Cakra Abhipraya Responsif mengambil peran untuk mengembalikan hak pendidikan para siswa di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Upaya yang dikerahkan adalah agar anak-anak tetap mendapatkan ruang pembelajaran yang aman dan dapat kembali bersekolah dalam situasi pasca-bencana. Lebih dari itu, organisasi ini bertujuan untuk mengalihkan pikiran mereka pada situasi pascabencana. Melalui metode observasi partisipasi serta wawancara, hasil penelitian ini menunjukan bahwa selama kurun waktu 3-4 bulan Non-Governmental Organization Cakra Abhipraya Responsif berhasil melaksanakan program-programnya. Melalui program ‘Semeru kembali Ceria’ mereka berhasil melakukan trauma healing bagi para siswa dan melalui program ‘Sekolah Ceria Cakra’ mereka berhasil membangun kembali sarana dan prasarana pendidikan yang layak bagi anak-anak.
Potret Beban Pendidikan Siswa dan Orangtua dalam Menghadapi Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru Zonasi Handayani, Kristina Dwi; Kewuel, Hipolitus Kristoforus
Pedagogi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pedagogi.v3i2.1683

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengungkap upaya orangtua dan siswa serta dampaknya dalam menghadapi sistem Penerimaan Peserta Didik Baru Zonasi. Metode yang digunakan adalah metode etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru zonasi menyisakan persoalan psikologis bagi orangtua dan calon siswa. Mereka yang selama ini sudah terlanjur membangun dikotomi sokolah favorit dan non-favorit terpaksa harus berjuang melawan diri sendiri untuk menghilangkan image tersebut sekaligus menata diri terutama diri anak-anak untuk menerima dan bersahabat dengan sekolah yang memenuhi kriteria zonasi. Bagi anak-anak yang berhasil dalam perjuangan ini, mereka tidak terganggu dalam proses pembelajaran, tetapi bagi anak-anak yang gagal dalam perjuangan ini, mereka terganggu dalam proses pembelajaran, bahkan hingga menghilangkan motivasi belajar mereka. Demikian pula orangtua, bagi yang berhasil beradaptasi, mereka bisa menjadi sumber kekuatan bagi proses belajar anaknya, sebaliknya bagi yang gagal beradaptasi, selain mereka tidak bisa menjadi sumber motivasi bagi anaknya, mereka juga menjadi pihak yang terus menerus mempersoalkan kebijakan zonasi.
Good Governance and Anthropology on Preventing HIV/AIDS in Gondanglegi District of Malang Kewuel, Hipolitus Kristoforus; Herminingrum, Sri; Zurinani, Siti
International Journal of Social and Local Economic Governance Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Institute of Research and Community Service, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijleg.2015.001.02.6

Abstract

Using ethnographic as qualitative approach in extracting data, the aim of this study is to reveal the causing factors of high-rate of HIV/AIDS epidemic in Gondanglegi District of Malang. It is also to disclose the extent of Malang regency administration has sought to overcome this social phenomenon. Thus, the depth information about the cause of high-rate HIV/AIDS and preventive efforts can be used to conduct mitigation measures in the future. The results showed two points. First, the causing factors of high HIV/AIDS epidemic in Gondanglegi District of Malang are the low levels of economy, high levels of migration, and the growing influence of lifestyle among the younger generation. Secondly, with the Regional AIDS Commissions (KPAD), Malang Regency Government has made prevention efforts in cooperation with NGO Paramitra and NGO Sadar Hati. One of the main programs is Warga Peduli AIDS (WPA). Through this program, the Local Government is responsible to provide the medical facilities at the health centers that have been appointed. Meanwhile, the NGO responsibility is to build the awareness of treatment and check-up, especially for the high risk communities. Keywords: good governance, anthropology, hiv/aids preventive efforts
Kudus and Its Sweet Soya Sauces Stories in Mediating Multiculturalism Learning Kewuel, Hipolitus Kristoforus; Efrizal, Efrizal; Nurmansyah, M. Andhy; Khasanah, Ismatul; Budiyanto, Ary
International Journal of Social and Local Economic Governance Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Service, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijleg.2016.002.02.11

Abstract

Multicultural reality of Indonesian society has encouraged many conflicts. Many people have tried to create a multicultural atmosphere. The scholars, politicians, and security forces attempted in their respective fields there are theoretical, ideal, and practical. This approach of simple ethnography research at Kudus reveals the unique role of these sweet soya sauces or ketchups. That is, it is not just being a condiment for flavoring the Kudus people dishes, but also already act as multicultural learning media. The good cooperation between the two ethnic groups, the Chinese as the owner of ketchup industries and their Javanese workers, clients, and customers have shown that these Ketchups has become one of the unifying elements that are commonly depicted always in a conflict; and  the latest event clashes between Chinese and pribumi at Kudus was in 1984. Thus, by looking at the Ketchups roles, this research shown that the ketchup industries in Kudus have melted the tongue and heart of Kudus people (China-Native) taste in a delicious thickened of ketchup liquid that always served at home, food-stalls, hotels, and restaurants.Keywords: Sweet Soya Sauces , Ketchup,  Media, Multiculturalism Learning, Kudus
Kartu Indonesia Pintar Kuliah sebagai Sarana Pemberdayaan Mahasiswa: Studi Kasus pada Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya Hakikih, Kholifatul; Kewuel, Hipolitus Kristoforus
Konstruksi Sosial : Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/konstruksisosial.v4i3.2400

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebagai sarana pemberdayaan mahasiswa. Secara umum, KIP Kuliah dipahami sebagai program yang memberi manfaat secara ekonomi bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. Hal ini juga membuka wawasan baru bahwa KIP Kuliah ternyata memberi manfaat lebih daripada sekedar manfaat ekonomis. Melalui pendekatan etnografi, penelitian ini mengeksplorasi efektivitas, tantangan, dan peluang pengembangan program KIP Kuliah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) KIP Kuliah secara signifikan meningkatkan akses ke pendidikan tinggi bagi mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi dan hal ini terkonfirmasi melalui pengakuan orangtua mahasiswa penerima program tersebut. (2) Memberikan manfaat psikologis bagi semangat kuliah mahasiswa, seperti; motivasi belajar yang meningkat, timbul kesadaran untuk bergabung dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan demi mengembangkan minat dan bakat di jalur non akademik. (3) Memfasilitasi modal sosial budaya dan menjadi instrument transformasi sosial yang efektif melampaui manfaat ekonomi. (4) KIP Kuliah berfungsi sebagai katalis perubahan pola pikir mahasiswa tentang potensi diri mereka. Mahasiswa tidak hanya aktif dalam proses belajr mengajar, tetapi juga aktif di luar ruang kuliah untuk mengembangkan potensi-potensi diri melalui unit-unit kegiatan mahasiswa yang disediakan oleh universitas.
Lo Tiwa: Ritual of Human and Non-Human Relationship in Lembata Regency, East Nusa Tenggara Province, Indonesia Hipolitus Kristoforus Kewuel; Thomas Ola Langoday; Wilhelmus Ola Rongan; Pankrasius Olak Kraeng; Noria Anak Tugang; Aileen Aileen
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya Vol 26, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jantro.v26.n1.p10-17.2024

Abstract

This research focuses on the perspective of indigenous ecologies to see how the Lembata people maintain and care for their relationship with nature. The research located in the Lebatukan District highlands area of Lembata Regency in East Nusa Tenggara Province of Indonesia. The Lo Tiwa ritual is carried out by the Lembata people when pests attack their crops. When snails were attacking rice plants, people realized that they could eradicate the slugs through modern ways. However, they also realized that with the pesticide technology, the life of snails was threatened with extinction, which is considered unwise in preserving the local environment. Instead, they raised this issue on the altar of the Lo Tiwa ritual. In this way, preserving the relationship between humans and nature has happened, which is an integral part of environmental studies. Snails as pests are not killed, and rice plants are free from pests. In the Indonesian context, this research finds its context in efforts to promote a culture where the government wants to place culture, including rituals, as one of the essential forces in development. Apart from rituals, other cultural promotion objects include; oral traditions, manuscripts, customs, folk games, traditional sports, traditional knowledge, arts, and languages.
Reading the Struggle of Moral Values in the Glamour Life of Batu City Tourism Society Kewuel, Hipolitus Kristoforus; Prawoto, Sigit
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 6 No 1 (2021): Volume 6, Nomor 1 - Juni 2021
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v6i1.5529

Abstract

Kota Wisata Batu telah terkenal di tingkat nasional dan internasional. Berbagai tempat wisata ada di sana dengan berbagai fasilitas pendukung seperti hotel, kehidupan malam, dan lainnya. Situasi ini, dapat dipahami sebagai konsekuensi dari predikat Batu sebagai kota wisata. Namun, masyarakat Kota Batu juga merupakan masyarakat yang religius yang kuat dengan nilai-nilai kehidupan beragama dan norma-norma tata kelola sosial. Masyarakat harus mengalami gejolak yang datang mewarnai kehidupan sosial keagamaan mereka. Penelitian ini mengungkapkan sejauh mana hal-hal ini telah diproses oleh masyarakat dan lembaga-lembaga penanggungjawab terkait. Dengan menggunakan metode etnografis kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Dinas Pariwisata, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan lembaga keagamaan lainnya telah menerapkan prinsip moral dalam proses pariwisata di Kota Batu. Namun, dampak kehidupan glamour di dunia modern rupanya telah menjadi pengalaman pariwisata yang tidak terelakkan di luar kendali dan kerja keras mereka dan itu akan terus menjadi bagian perjuangan mereka dalam menghidupi pariwisata di Kota Batu.