Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pemetaan Potensi Seni dan Budaya untuk Mendukung Industri Pariwisata Nindyo Budi Kumoro; Hipolitus Kristoforus Kewuel; Dhanny S Sutopo; Franciscus Apriwan; Manggala Ismanto; A. Faidlal; Romy Setiawan
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 9, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/berdikari.v9i2.10553

Abstract

The majority of tourism objects in East Java still rely on artificial and nature-based tourism. As a result, there is an impression that the potential in the society in art and culture has not been optimized for the tourism industry. This service was intended in the context of optimization through exploring the potential of art and culture to support the tourism industry in East Java. This service also aimed to produce mapping data on the potential of cultural arts in the context of creating a directory of arts and culture in Malang Raya. Malang Raya will be used as a pilot project before it can be developed throughout East Java. The data collection method was focused on field studies based on the study of the PPKD (Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah) documents for each region, while focus group discussions (FGDs) and field observations were also conducted. The results of the community service program showed that the potential of Malang Raya culture and arts could be compiled online and included in the PPKD mapping document.
GUDUK KARYA SING NGURIPI AWAKMU: MELACAK IDENTITAS FREELANCER MUDA KREATIF DI KOTA MALANG Alifia Nurfajri Henia; Hipolitus Kristoforus Kewuel
Kusa Lawa Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.01.01

Abstract

Begitu banyak macam pekerjaan yang dipilih sebagai aktivitas di kehidupan sehari-hari. Anggapan bekerja acap kali hanya berputar untuk menerima upah sebagai hubungan timbal baliknya. Akan tetapi bagi kelompok pekerja kreatif freelancer melihat dari pandangan lain bahwa terdapat ruang untuk menyelam lebih dalam mengenai makna dari sebuah pekerjaan. Penilaian tampilan seorang freelancer tentu tidak bisa hanya dilakukan dengan kasat mata, yakni perlunya pengenalan identitas atas kesadaran dan pilihan pribadi untuk hidup beriringan dengan mode kerja freelancer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan observasi-partisipasi dengan prinsip-prinsip netnografi, wawancara mendalam, dokumentasi dan kajian literatur. Penulis menggunakan teori Antropologi Kerja dari Sarah Wallman dan teori Self dari Ward Goodenough sebagai dasar analisis penelitian ini. Penelitian ini menyoroti proses bagaimana kreatif freelancer di Kota Malang membangun identitasnya sebagai individu maupun hidup berkolektif dengan sesama. Dari kota Malang, para kreatif freelancer mendeskripsikan sebuah pengalaman dalam meniti rekam jejak identitas di industri kreatif bagi siapapun yang tertarik mempertajam kemampuannya. 
NDAK ADA KERJASAMA YO NDAK JALAN: MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA KUNGKUK, DESA PUNTEN, KECAMATAN BUMIAJI, KOTA BATU Aurelia Septiani; Hipolitus Kristoforus Keuwel
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.05

Abstract

“Ndak Ada Kerjasama Yo Ndak Jalan:” Modal Sosial Dalam Pengembangan Kampung Wisata Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Ndak Ada Kerjasama Yo Ndak Jalan, merupakan modal sosial yang berbentuk peran aktif dari masyarakat dalam pengembangan Kampung Wisata Kungkuk di Desa Punten. Hal ini karena, Kampung Wisata Kungkuk merupakan pariwisata yang berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT). Dalam proses pengembangannya banyak terdapat tantangan hingga akhirnya pariwisata ini dapat dikatakan berhasil, salah satu tantangannya saat ini yaitu Kampung Wisata Kungkuk ditutup secara paksa karena adanya pandemi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses penerapan konsep dalam pengembangan Kampung Wisata Kungkuk pada sebelum dan saat pandemi, serta modal sosial seperti apa yang telah dibangun oleh pengelola secara lebih lanjut. Kampung Wisata Kungkuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif oleh Miles dan Huberman dengan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa partisipasi dan kerjasama yang terbentuk telah memberikan sumbangsih terhadap proses pengembangan Kampung Wisata Kungkuk sehingga dapat dikatakan bahwa modal sosial dalam bentuk kerjasama ini merupakan model pariwisata yang baik.
WES KOYO ANAKKU DEWE : PENGASUHAN ANAK PEKERJA MIGRAN (APM) OLEH KERABAT DI DESA PURWODADI, KECAMATAN DONOMULYO, KABUPATEN MALANG Umi Wardah Septiani; Hipolitus Kristoforus Kewuel
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.01

Abstract

Wes Koyo Anakku Dewe : Pengasuhan Anak Pekerja Migran (Apm) Oleh Kerabat Di Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Pekerja Migran Indonesia atau PMI adalah warga negara Indonesia yang akan, sedang atau telah melakukan pekerjaan dengan menerima upah di luar wilayah Republik Indonesia (dikutip dari BPJS Ketenagakerjaan.go.id 2020). Jumlah pekerja migran yang tinggi memberikan berbagai dampak, baik positif maupun negatif. Dampak positifnya terdapat peningkatan devisa bagi Negara serta kesejahteraan ekonomi keluarga migran. Dampak negative juga muncul terkait jumlah perceraian bagi migran meningkat, anak broken home ataupun terlibat oleh kenakalan remaja. Desa Purwodadi Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang terdapat pula beragam dinamika berkaitan dengan keluarga pekerja migran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menelisik dinamika terkait APM, mendeskripsikan pengasuhan yang dilakukan kerabat serta timbal balik yang mereka berikan atas pengasuhan. Penelitian ini memilih lokasi fokus di Dusun Sidorejo, Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo. Dikarenakan muncul beragam dinamika terkait APM. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Informan yang dipilih merupakan dua keluarga pekerja migran yang melibatka peran kerabat yaitu nenek. Kemudian pendiri dan relawan program peduli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nenek memegang peran paling penting terhadap urusan domestik keluarga pekerja migran serta pengasuhan anak. Nenek memberikan pengasuhan yang telihat dalam bentuk care. Pemberian tersebut tergolong dalam free gift. Kemudian para orang tua memberikan timbal balik berupa balas budi ataupun materi. Relasi terbentuk sehingga hubungan timbal balik terus-menerus dilakukan dan mewujudkan resiprositas.  
SAMPUN WONTEN KET MBIYEN LAN JUMLAHE MBOTEN KIRANG MBOTEN NAMBAH: MITOS ‘IKAN DEWA’ SEBAGAI STRATEGI KONSERVASI DI TELAGA RAMBUT MONTE KABUPATEN BLITAR JAWA TIMUR Della Lutfi Muqodam; Hipolitus Kristoforus Kewuel
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.06

Abstract

Sampun Wonten Ket Mbiyen Lan Jumlahe Mboten Kirang Mboten Nambah:  Mitos ‘Ikan Dewa’ Sebagai Strategi Konservasi di Telaga Rambut Monte Kabupaten Blitar Jawa Timur. Manusia tidak dapat dipisahkan dengan alam karena hampir seluruh aspek kehidupan manusia berhubungan dengan alam. Saat ini, alam tidak lagi hanya dipandang sebagai objek bernilai ekonomi saja, melainkan juga menjadi bagian dari suatu kelompok masyarakat, sehingga manusia berusaha merawat lingkungan mereka dengan berbagai cara, dapat berbentuk hukum formal, hukum agama, maupun pengetahuan lokal masyarakat. Begitu pula dengan masyarakat Desa Krisik yang menggunakan pengetahuan lokal untuk menjaga kelestarian lingkungannya. Penelitian ini berlokasi di Desa Krisik Kabupaten Blitar yang memiliki kepercayaan lokal mengenai Ikan Dewa yang disakralkan dan dipercaya sebagai ikan gaib berkekuatan mistis. Ikan gaib tersebut dilarang untuk diambil atau dikonsumsi. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat masyarakat masih terus menghidupi mitos Ikan Dewa karena telah tertanam dalam hidup masyarakat dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Strategi-strategi yang dilakukan warga untuk menyebarkan nilai konservasi yang terkandung dalam mitos ini yaitu menggunakan beberapa cara, diantaranya dengan mensosialisasikan pada wisatawan dan melalui kegiatan rutin bersih desa yang sarat dengan nilai-nilai konservasi.
CENTRAL VERSUS REGIONAL: MEMBACA KONSEP PARIWISATA HALAL KOTA BATU Azizah Nur Rosita; Hipolitus Kristoforus Kewuel
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.02

Abstract

Central versus Regional: Membaca Konsep Pariwisata Halal Kota Batu. Populasi umat muslim di dunia saat ini kian meningkat. Peningkatan ini memberi ruang bagi pelaku industri untuk meningkatkan kualitas produk halal yang diciptakan karena umat muslim saat ini telah memerhatikan kualitas produk yang dipilih sebagai bentuk kepuasan diri mereka. Pariwisata menjadi salah satu industri yang mulai mengembangkan pelayanan bagi muslim. Dalam beberapa dekade ini, konsep wisata halal muncul. Salah satu negara yang menerapkan wisata halal adalah Indonesia. Dalam penerapannya, Indonesia berhasil meraih berbagai penghargaan. Kota Batu yang masuk dalam daftar wisata halal unggulan di Indonesia juga turut melakukan penyesuaian dalam pengimplementasian wisata halal. Dalam hal ini, Islam menempati kedudukan yang utama. Meskipun masyarakat Kota Batu mayoritas muslim, namun kondisi multikulturalisme menjadi sebuah tantangan dalam pengimplementasiannya. Terdapat satu instansi, yakni Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Batu yang mengelola kerukunan antar umat bergama dengan menciptakan satu kondisi tanpa deskriminasi. Tulisan ini bertujuan mengungkap konsep wisata halal yang diterapkan di Kota Batu dalam multikulturalisme yang terjadi serta mengulas pengelolaan kerukunan yang dilakukan oleh FKUB Kota Batu dalam menciptakan sebuah keharmonisan. Konsep black box dan multikultural otonomis digunakan dalam mengungkap wisata halal di Kota Batu. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode etnografi dalam penggalian datanya.
PRAKTEK HIDUP KEAGAMAAN BLAIZE PASCAL: ANTARA ATEISME DAN TEISME (Refleksi Kritis Partial Terhadap Praktek Hidup Keagamaan Manusia Modern) Hipolitus Kewuel
Bahasa Indonesia Vol 1 No 1 (2009): April 2009
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1237.475 KB)

Abstract

The aim of this article is to describe the Pascal’s religious life in practice. As a Christians, his life describe the Christians general style of life otomaticaly. Therefore, critical opinions toward Pascal’s religious life in practice means critical opinions toward christian’s religious life in general. In the modern world, this reflection is important to give new paradigm for man and woman how to make ideal religious life comes true. Some problems of theism like Deism, Theodicea, Sceptisism and the concept of religion as an individual and interioristic problem have some implications for the theistic and atheistic simultanously.
LIMA CARA THOMASAQUINAS MEMBUKTIKAN ADANYA TUHAN Hipolitus Kristoforus Kewuel
Bahasa Indonesia Vol 2 No 1 (2009): Oktober 2009
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1791.769 KB)

Abstract

Salah satu persoalan klasik yang terus menerus digumuli agama-agama sampai hari ini adalah bagaimana memberi penjelasan yang utuh dan tuntas tentang Tuhan. Tulisan ini mencoba menghadirkan pemikiran klasik Thomas Aquinas untuk membuktikan adanya Tuhan. Secara sepintas nampaknya pemikiran Thomas Aquinas adalah suatu upaya naif. Namun, kalau mau disadari secara sungguh, dari pemikiran yang kelihatan naif ini telah lahirlah pemikiran-pemikiran brilliant dalam teologi Katolik yang sepanjang sejarah telahmenghidupi iman Katolik kita
PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK: ANTARA KONSEP DASAR DAN TEKNIS PENDUKUNG PERUBAHAN KURIKULUM DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Hipolitus Kristoforus Kewuel
Bahasa Indonesia Vol 3 No 2 (2010): April 2010
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1475.695 KB)

Abstract

Di Indonesia, Pendidikan Agama Katolik (PAK) adalah salah satu bidang pendidikan yang bernaung di bawah payung Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini mengisyaratkan bahwa Pendidikan Agama Katolik secara otomatis harus menyelaraskan segala perjuangannya mencapai tujuan pada aras Sistem Pendidikan Nasional itu. Tulisan ini memberi kontribusi spesifik tentang dua hal yang harus diperhatikan dan dijalankan oleh setiap Pelaku Pendidikan Agama Katolik tatkala berhadapan dengan berbagai perubahan, seperti perubahan kurikulum. Dalam konteks semacam ini, setiap stakeholder pendidikan harus memahami konsep dasar perubahan dan mendalami serta melaksanakan hal-hal teknis pendukung perubahan itu.
MEMANDANG TUHAN DARI BALIK PENGALAMAN KEJAHATAN, PENDERITAAN, DAN KEMATIAN Hipolitus Kristoforus Kewuel
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2010): Oktober 2010
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.402 KB)

Abstract

Sadar atau tidak, manusia menghidupi hidupnya dalam rentetan tanggung jawab kepada Sang Pemberi hidup. Ini berarti setiap pengalaman hidup manusia mesti selalu berada dalam bingkai tanggung jawab kepada Tuhan sendiri. Persoalannya, tatkala berpapasan dengan pengalaman hidup yang seolah-olah tanpakehadiran dan campur tangan Tuhan, kita tergoda untuk menghakimi dan meragukan kehadiran DIA karena dalam angan kita, seolah-olah Tuhan absen dalam peristiwa tertentu hidup kita. Paling menyolok, persoalan ini muncul dalam pengalaman kejahatan, penderitaan, dan kematian hidup kita. Tulisan ini bermaksud menghadirkan kembali argumen-argumen klasik berhadapan dengan persoalan abadi ini yang dalam ranah teologi dikenal dengan problem teodicea. Reartikulasi argumen-argumen ini dianggap penting dan perlu karena kebaruannya ditemukan dalam setiap pengalaman kejahatan, penderitaan, dan kematian yang memang unik bagi setiap orang.