p-Index From 2021 - 2026
4.862
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) PROSIDING SEMINAR NASIONAL COPING (Community of Publishing in Nursing) Jurnal Keperawatan Indonesia Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Kesehatan Vokasional Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Faletehan Health Journal Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Jurnal Kesehatan Seminar Nasional Keperawatan JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Journal of Health Sciences JKEP : Jurnal Keperawatan Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Journal of Community Empowerment for Health Jurnal Ners Widya Husada Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Narra J Alauddin Scientific Journal Of Nursing (ASJN) An Idea Health Journal Global Health Science (GHS) Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Journal of Health and Nutrition Research Journal of Nursing Science Update Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic (Jurnal Pendidikan dan Praktik Keperawatan Indonesia) Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Gender-Based Risk Factors for Urinary Incontinence among Older Adults Living in Nursing Homes in Indonesia: A Cross-Sectional Study Rekawati, Etty; Wati, Dwi Nurviyandari Kusuma; Fatin, Nurul; Widyatuti, Widyatuti; Wang, Jing Jy; Akbar, M Agung
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 20 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2025.20.2.11356

Abstract

Urinary incontinence (UI) is a prevalent condition that disproportionately affects institutionalized older adults and manifests differently across genders. This study aimed to examine gender-based risk factors associated with UI among older adults living in nursing homes. A cross-sectional study was conducted involving 317 older adults from four government-run nursing homes. Participants were selected using purposive sampling based on inclusion criteria. Participants completed the Questionnaire for Urinary Incontinence Diagnosis (QUID), the Geriatric Depression Scale (GDS), and the Pelvic Floor Distress Inventory-20 (PFDI-20). Data were analyzed using descriptive statistics and logistic regression across three models (overall, female, and male). The prevalence of UI was 28.07%, with higher rates among females (15.77%) compared to males. Pelvic floor muscle weakness was significantly associated with UI in all models. Among women, reproductive factors such as a menopause duration exceeding 10 years and a history of childbirth were also significantly associated with an increased risk of UI. Education level emerged as a significant confounding variable in the general model. Pelvic floor muscle weakness is a key gender-linked risk factor for UI, particularly among women with specific reproductive histories. These findings underscore the importance of incorporating gender-responsive assessments and pelvic floor interventions into institutional geriatric care practices.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri di Kota Depok: Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri di Kota Depok Bening Fitria Dewi; Widyatuti, Widyatuti
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i2.59102

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Pencegahan dini melalui suplementasi tablet tambah darah (TTD) penting, namun kepatuhan konsumsi seringkali belum optimal. Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya kepatuhan adalah kurangnya pengawasan dan dukungan keluarga, yang memiliki peran sentral dalam membentuk perilaku kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan konsumsi TTD. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu penentuan sampel mempertimbangkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian, terdiri dari 111 remaja putri berusia 13–18 tahun di Kota Depok, pernah mendapatkan kunjungan puskesmas di sekolah, serta bersedia mengisi kuesioner. Responden yang mengalami gangguan kognitif atau tidak tinggal bersama keluarga (seperti tinggal di panti asuhan atau hidup sendiri) dieksklusikan dari penelitian. Instrumen yang digunakan adalah instrumen dukungan keluarga dan instrumen kepatuhan konsumsi TTD. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri (p=0,019; α=0,05), dengan odds ratio sebesar 2,478. Keterlibatan keluarga dan edukasi berkelanjutan penting untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD
Promosi Kesehatan Latihan Fisik Anak Usia Sekolah Dalam Masa Pandemik Covid 19 Di Limo, Depok Sari, Fransiska Novita; Fitriyani, Poppy; Widyatuti, Widyatuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 8, No 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v8i2.5770

Abstract

Pandemik Covid 19 menyebabkan anak usia sekolah mengikuti pembelajaran secara online di rumah. Pembelajaran online meningkatkan durasi anak duduk di depan layar handphone atau laptop. Kondisi ini menyebabkan anak menjadi jaran bergerak sehingga durasi latihan fisik berkurang selama di rumah. Latihan fisik yang tidak teratur dapat menjadi salah satu faktor peningkatan berat badan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan sebagai bentuk promosi kesehatan latihan fisik dalam asuhan kelompok anak usia sekolah dengan gizi lebih dan obesitas dalam masa pandemi Covid 19. Sejumlah 31 anak sekolah dasar di Kelurahan Limo, Kota Depok mengikuti kegiatan promosi kesehatan secara daring dan luring sebanyak 8 sesi selama bulan Maret-Juni 2021. Hasil akhir kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan nilai mean pengetahuan dari 5,71 menjadi 8,26 dan keterampilan latihan fisik dari 5,29 ke 7,45 setelah promosi kesehatan. Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan dapat menjadi rekomendasi untuk perawat komunitas untuk bekerja sama dengan pihak sekolah dalam mengembangkan program latihan fisik di rumah  kesehatan  pada anak usia sekolah dalam masa pandemi.
Systematic Review: Pengaruh Program Pendampingan Self Help Group Terhadap Tingkat Viral Load Dan Kepatuhan Minum ARV Pada ODHA Suan, Carolina Fina; Wiarsih, Wiwin; Widyatuti, Widyatuti
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 11, No 2 (2025): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Oktober 2025
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v11i2.2368

Abstract

Program pendampingan Self Help Group (SHG) telah digunakan sebagai intervensi psiko-sosial untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan dan menurunkan viral load pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Namun, efektivitas SHG dalam meningkatkan kepatuhan minum antiretroviral (ARV) dan menurunkan tingkat viral load masih menunjukkan variasi hasil antar studi. Oleh karena itu, dilakukan systematic review untuk menganalisis pengaruh program SHG terhadap tingkat viral load dan kepatuhan minum ARV pada ODHA.Kajian ini menggunakan desain systematic review dengan panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Literatur dicari melalui empat basis data: Scopus (n=34), ScienceDirect (n=3.945), ProQuest (n=5), dan Sage Journal (n=5), dengan total hasil pencarian awal sebanyak 12.365 artikel. Kata kunci yang digunakan: ("Self Help Group" OR "Support Group") AND ("Viral Load" OR "HIV Suppression") AND ("ARV Adherence" OR "Medication Compliance") AND ("PLHIV" OR "HIV Patients"). Seleksi dilakukan berdasarkan inklusi studi intervensi terhadap ODHA yang menilai dampak SHG terhadap kepatuhan dan viral load. Dari hasil penyaringan, diperoleh sejumlah artikel yang memenuhi kriteria dan menunjukkan bahwa keterlibatan dalam SHG secara konsisten berkorelasi positif dengan peningkatan kepatuhan minum ARV serta penurunan viral load. Beberapa studi juga menunjukkan peningkatan dukungan sosial, pemahaman penyakit, dan pemberdayaan individu sebagai mediator utama. Program SHG terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil klinis ODHA, khususnya dalam aspek kepatuhan pengobatan dan kontrol virologis. SHG direkomendasikan sebagai intervensi tambahan dalam layanan HIV terintegrasi di berbagai setting layanan kesehatan. Penerapan SHG juga mendukung manajemen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan komprehensif serta memperkuat sistem dukungan pasien dalam continuum of care
End-of-Life Acceptance in Hemodialysis Patients: A Conceptual Analysis Wabula, La Rakhmat; Yetti, Krisna; Masfuri, Masfuri; Widyatuti, Widyatuti; Widyawati, Ika Yuni; Septiwi, Cahyu
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i3.561

Abstract

End-of-life (EOL) acceptance is a crucial but underexplored concept among patients with end-stage renal disease (ESRD) undergoing hemodialysis. This study aimed to analyze and clarify the concept of EOL acceptance in hemodialysis patients using Walker and Avant’s eight-step method. These patients often face progressive physical deterioration and limited life expectancy, making psychological, emotional, and spiritual readiness to confront death a fundamental component of care. However, the term “EOL acceptance” lacks conceptual clarity and consistency in nursing practice. A comprehensive literature review was conducted using PubMed, CINAHL, and Scopus databases, targeting studies published between 2014 and 2024. The keywords used included ‘end-of-life,’ ‘terminal care,’ ‘death acceptance,’ ‘dying acceptance,’ ‘hemodialysis,’ ‘end-stage renal disease,’ and ‘terminal care nursing’. The analysis identified three attributes of EOL acceptance:  psychological readiness to face death, integration of existential and spiritual meaning, and proactive decision-making toward dignified dying. Supporting factors include awareness of terminal illness, therapeutic communication, and psychosocial-spiritual support. The identified consequences are emotional peace, enhanced family preparation, and improved quality of life. This analysis delineates a conceptual framework for EOL acceptance, enabling nurses to assess and support patients facing terminal illness effectively. It also provides a foundational framework for developing assessment tools and nursing interventions to improve person-centered EOL care for individuals with ERSD.
Efektivitas Pendidikan Sebaya Berbasis Digital dalam Mendukung Berhenti Merokok pada Remaja: Tinjauan Sistematis Kelrey, Dina Setya Rahmah; Permatasari, Henny; Widyatuti, Widyatuti; Rahmadiyah, Dwi Cahya
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 11 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol11.Iss3.2372

Abstract

Smoking behavior among adolescents in Indonesia is increasingly alarming, with the number of active smokers reaching 70 million and a significant rise observed in the 13–15 age group. Early initiation of smoking increases the risk of nicotine addiction, non-communicable diseases, and the economic burden on both families and the nation. This study aims to evaluate the effectiveness of digital peer education in enhancing adolescents’ motivation to quit smoking. Methods: This systematic review was conducted following the PRISMA 2020 guidelines. Article searches were performed in Scopus, ScienceDirect, and ProQuest databases between March and April 2025. Inclusion criteria were developed based on the PICO framework and focused on quantitative studies involving adolescents aged 10–19 years who participated in digital peer education interventions. A total of 10 studies (4 randomized controlled trials, 2 quasi-experimental studies, 2 cohort studies, and 2 cross-sectional studies) met the inclusion criteria and were critically appraised using the JBI Critical Appraisal Checklist. Results: The review revealed that digital peer-based interventions significantly improved adolescents’ self-efficacy, knowledge, and intention to quit smoking. The interventions included online peer education, digital games, social media messaging, and school-based modules. Most studies demonstrated positive outcomes, although variations in evidence strength were noted due to methodological differences, limited follow-up, and reliance on self-reported data. Conclusion: Digital peer education has strong potential as an effective strategy to enhance adolescents’ motivation to quit smoking. Further studies with more rigorous designs and longer follow-up periods are recommended to strengthen the generalizability of these findings.
SENAM GERAK LATIH OTAK (GLO) MAMPU MENINGKATKAN FUNGSI KOGNITIF LANJUT USIA Ibnu Abas; Agus Setiawan; Widyatuti Widyatuti; Raden Siti Maryam
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i1.716

Abstract

Abstrak  Populasi lansia saat ini mengalami peningkatan dan diharapkan kualitas hidupnya pun harus tetap baik. Salah satunya dengan memelihara fungsi kognitif melalui senam Gerak Latih Otak (GLO). Tujuan penelitian adalah melihat pengaruh senam GLO terhadap fungsi kognitif lansia. Metode penelitian menggunakan kuasi eksperimen tanpa kontrol dengan intervensi senam GLO 30 menit per sesi, tiga kali seminggu selama satu bulan. Fungsi kognitif dinilai dengan Mini Mental State Examination (MMSE). Jumlah sampel sebanyak 39 lansia. Uji statistik menggunakan paired t test. Hasil uji menunjukkan ada perbedaan rata-rata fungsi kognitif setelah intervensi dengan mean MMSE = 22,95 (SD = 1,413) menjadi  27,95  dengan SD = 1,297 (p value = 0,000). Senam GLO mampu meningkatkan fungsi kognitif lansia sehingga diharapkan menjadi salah satu latihan fisik yang dapat dilakukan di panti. Kata Kunci : fungsi kognitif,  kualitas hidup lansia,  senam GLO   Abstract The population of the elderly is currently increasing and it is expected that the quality of life must also be good. One of them is by maintaining cognitive function through Senam Gerak Latih Otak (GLO exercise). The aim of the study was to see the effect of GLO exercise on cognitive function in the elderly. The research method used quasi-experimental without control with GLO gymnastics intervention 30 minutes per session, three times a week for one month. Cognitive function is assessed by Mini Mental State Examination (MMSE). The number of samples is 39 elderly. Statistical test using paired t test. The test results showed there was a difference in the average cognitive function after the intervention with the mean MMSE = 22.95 (SD = 1.413) to 27.95 with SD = 1.297 (p value = 0,000). GLO exercise can improve cognitive function of the elderly so that it is expected to be one of the physical exercises that can be done in Panti. Keywords: cognitive function, elderly quality of life, GLO exercise
Pengaruh Brisk Walking Exercise terhadap Penurunan Tekanan Darah: Systematic Review Rizky Rachmatullah; Widyatuti Widyatuti; Sukihananto Sukihananto
Faletehan Health Journal Vol 9 No 01 (2022): Faletehan Health Journal, Maret 2022
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v9i01.388

Abstract

Brisk walking exercise is an intervention that can lower blood pressure in hypertensive patients. It is very effective to stimulate muscle contraction, increase heart rate and oxygen in the tissues and break down glycogen. This exercise can reduce the process of plaque formation through increased glucose and fat utilization. The research objective was to determine the effectiveness of brisk walking exercise on lowering blood pressure of hypertensive patients. This study was a systematic review. The articles were obtained from online database, namely Science Direct, Scopus, Wiley Online, Oxford Journal, Research Gate, and Google Scholar from 2010 to 2020. The search obtained 10 articles which showed that brisk walking exercise had a significant effect on lowering blood pressure in hypertensive patients. Brisk walking exercise should be developed as a clinical intervention of lowering blood pressure in health services such as hospitals and public health centers.
CITRA TUBUH DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERILAKU PENGIDOLAAN POP KOREA PADA REMAJA Rahmadini, Fitri Kamila; Widyatuti, Widyatuti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i2.503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara perilaku pengidolaan pop Korea dengan citra tubuh (body image) pada remaja. Sampel sebanyak 109 responden remaja putra dan putri antara usia 15-17 tahun yang merupakan siswa SMA Negeri di Kecamatan Sukmajaya Depok. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan 18,35 remaja memiliki tingkat perilaku pengidolaan rendah, 70,65% memiliki tingkat perilaku pengidolaan sedang, dan 11% memiliki tingkat perilaku pengidolaan tinggi. Sedangkan untuk citra tubuh 56,88% remaja memiliki citra tubuh negatif dan 43,12% sisanya memiliki citra tubuh yang positif. Kesimpulan penelitian ini dari hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan positif yang signifikan antara perilaku pengidolaan dan citra tubuh dengan nilai p= 0,166 (p>0,05). Peneliti menyarankan untuk ditingatkannya konseling remaja terutama terkait penerimaan terhadap diri dan bagaimana membentuk citra tubuh yang positif.
A Comparative Study of Digital Literacy Abilities of Junior High School Students in Urban and Rural Areas Swasti, Keksi Girindra; Keliat, Budi Anna; Putri, Yossie Susanti Eka; Widyatuti, Widyatuti
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 11, No 2 (2026): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.112798

Abstract

Background: Literacy is important for students as the next generation to contribute to building the future of the nation. Along with technological developments, literacy can be done digitally. Demographic conditions make a difference in the use of digital technology.Objective: This study aims to examine the difference in digital literacy abilities of adolescents based on school location.Methods: This study used a comparative quantitative design with a cross-sectional approach involving 320 respondents of junior high school students aged 12-14 years who were selected using cluster sampling techniques. Adolescent literacy skills are measured using digital literacy instruments. The instrument used has been proven to be valid and reliable. The data was analysed by the Mann-Whitney test.Results: The results of the study showed that there were differences in digital literacy skills between junior high school students in urban and rural schools. Based on the components that make it up, only the ability to choose and obtain information makes a difference.Conclusion: Interventions and policies are needed to improve digital literacy skills in both urban and rural areas.
Co-Authors Abas, Ibnu Achir Yani S. Hamid Adinda Muji Lastari Agus Setiawan Agus Setiawan Agus Setiawan Agustina Rahmawati Akbar, M. Agung Anak Agung Gede Sugianthara Andi Pranata Andi Pranata Andi Saifah Arnindya Kanti Prasasti Astuti Yuni Nursasi Bening Fitria Dewi Budi Anna Keliat Budiharto Budiharto Cahyu Septiwi Defrima Oka Surya Dewi Gayatri Dwi Budi Prastiani Dwi Cahya Rahmadiyah Elfrida Ratnawati Etty Rekawati Fadillah, Redy Fatin, Nurul Febriana, Annisa Fitri Kamila Rahmadini Gustina, Nurma Zela Havizoh, Havizoh Henny Permatasari Huda, Mega H. Ibnu Abas Ika Yuni Widyawati Intan Sari Putri Istifada, Rizkiyani Junaiti Sahar Juniati Sahar Kartika, Annisa Wuri Keksi Girindra Swasti Keksi Girindra Swasti Kelrey, Dina Setya Rahmah Krisna Yetti Kurniawan, Hansen Maranata, Ryanti Masfuri - Muhamad Jauhar Mukminin, Muhammad A. Nourmayansa Vidya Anggraini Poppy Fitriyani Priyo - Putu Ayu Sani Utami Raden Siti Maryam, Raden Siti Rahmadini, Fitri Kamila Ratnawati, Diah Rianty, Dian Asih Rinik Eko Kapti Rizky Rachmatullah Rizky Rachmatullah Ryanti Maranata Saptaswari, Dianty Saraswati, Iis Sari, Fransiska Novita Sari, Ni Luh Putu Dian Yunita Sarini, Irma Listia Sigit Mulyono Sigit Priyanto Sinthia Rosanti Maelissa Siregar, Tatiana Sri Hartini M.A, Sri Hartini Sri Hartini Mardi Asih, Sri Hartini Suan, Carolina Fina Suciliyana, Yolinda Sukihananto Sukihananto Sukihananto Sukihananto Sutanto Priyo Hastono Wabula, La Rakhmat Wanda , Dessie Wang, Jing Jy Wati, Dwi Nurviyandari Kusuma Wedarti, Yoifah Rizka Wibowo, I Made Agus Wiska, Nadia Wiwin Wiarsih Yanzami, Utari Melinda Yeni Rustina Yossie Susanti Eka Putri