p-Index From 2021 - 2026
4.435
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) PROSIDING SEMINAR NASIONAL COPING (Community of Publishing in Nursing) Jurnal Keperawatan Indonesia Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Kesehatan Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Faletehan Health Journal Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Jurnal Kesehatan Seminar Nasional Keperawatan JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Journal of Health Sciences Jurnal Keperawatan (JKEP) Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Journal of Community Empowerment for Health Jurnal Ners Widya Husada Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Narra J Alauddin Scientific Journal Of Nursing (ASJN) Global Health Science (GHS) Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Journal of Health and Nutrition Research Journal of Nursing Science Update Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic (Jurnal Pendidikan dan Praktik Keperawatan Indonesia) Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Latihan Fisik dan Obesitas pada Remaja Andi Pranata; Widyatuti Widyatuti
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jks.v6i2.5836

Abstract

This study aims to determine the relationship between physical exercise and obesity in adolescents. The method used is a systematic review using four databases: ClinicalKey Nursing, Emerald Insight, Sage Journals, and ScienceDirect. The results showed that of the thirteen articles reviewed, nine pieces showed that regular physical exercise could reduce body weight, body mass index (BMI), body fat percentage, and body composition. Physical exercise is also related to obesity status and is a strategy to control obesity as well as an obesity prevention factor which is not only recommended to prevent obesity but can maintain a healthy body; lack of physical exercise can increase the risk of obesity by 3.08 times greater than adolescents who do exercise physique. Four other articles stated that obesity in adolescents was not directly related to physical exercise. Still, they reported the occurrence of obesity due to food consumption habits that can increase body fat. In conclusion, physical exercise is recommended as a strategy for preventing and managing obesity. It is associated with obesity status in adolescents, which can be known from the value of body mass index (BMI). Keywords: Physical Exercise, Obesity, Adolescents
CITRA TUBUH DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERILAKU PENGIDOLAAN POP KOREA PADA REMAJA Fitri Kamila Rahmadini; Widyatuti Widyatuti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i2.503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara perilaku pengidolaan pop Korea dengan citra tubuh (body image) pada remaja. Sampel sebanyak 109 responden remaja putra dan putri antara usia 15-17 tahun yang merupakan siswa SMA Negeri di Kecamatan Sukmajaya Depok. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan 18,35 remaja memiliki tingkat perilaku pengidolaan rendah, 70,65% memiliki tingkat perilaku pengidolaan sedang, dan 11% memiliki tingkat perilaku pengidolaan tinggi. Sedangkan untuk citra tubuh 56,88% remaja memiliki citra tubuh negatif dan 43,12% sisanya memiliki citra tubuh yang positif. Kesimpulan penelitian ini dari hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan positif yang signifikan antara perilaku pengidolaan dan citra tubuh dengan nilai p= 0,166 (p>0,05). Peneliti menyarankan untuk ditingatkannya konseling remaja terutama terkait penerimaan terhadap diri dan bagaimana membentuk citra tubuh yang positif.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM RANGKA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Rahmadiyah, Dwi Cahya; Widyatuti, Widyatuti; Azwar, Azwar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30242

Abstract

Abstrak. Peran keluarga dalam penanganan stunting dapat dilakukan melalui memberdayakan keluarga melalui pemberian informasi kesehatan dan kunjungan rumah oleh kader kesehatan. Pelatihan dan pendampingan kader kesehatan sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam memberdayakan keluarga balita sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat balita stunting. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengoptimalkan peran dan fungsi kader kesehatan masyarakat dalam rangka meningkatkan kemampuan keluarga dalam mencegah terjadinya stunting pada balita. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam dua kegiatan yaitu pemberian pelatihan kepada kader kesehatan dalam mencegah terjadinya stunting pada balita dan kegiatan selanjutnya adalah pendampingan kepada kader kesehatan masyarakat dalam memberdayakan keluarga balita untuk mencegah terjadinya stunting. Setelah dilaksanakan pengabdian didapatkan peningkatan, pengetahuan, sikap dan perilaku kader dengan persentase 80% kader dinyatakan lulus dalam pelatihan.Abstract: The role of families in handling stunting can be done through empowering families through providing health information and home visits by health cadres. Training and mentoring of health cadres as an extension of health workers in empowering families of toddlers is needed to improve the ability of families to care for stunted toddlers. The purpose of this service is to optimize the role and function of community health cadres in order to improve the ability of families to prevent stunting in toddlers. The implementation of community service is carried out in two activities, namely providing training to health cadres in preventing stunting in toddlers and the next activity is assistance to community health cadres in empowering families of toddlers to prevent stunting. After the service was carried out, an increase in knowledge, attitudes and behavior of cadres was obtained with a percentage of 80% of cadres passing the training.
Gender-Based Risk Factors for Urinary Incontinence among Older Adults Living in Nursing Homes in Indonesia: A Cross-Sectional Study Rekawati, Etty; Wati, Dwi Nurviyandari Kusuma; Fatin, Nurul; Widyatuti, Widyatuti; Wang, Jing Jy; Akbar, M Agung
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 20 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2025.20.2.11356

Abstract

Urinary incontinence (UI) is a prevalent condition that disproportionately affects institutionalized older adults and manifests differently across genders. This study aimed to examine gender-based risk factors associated with UI among older adults living in nursing homes. A cross-sectional study was conducted involving 317 older adults from four government-run nursing homes. Participants were selected using purposive sampling based on inclusion criteria. Participants completed the Questionnaire for Urinary Incontinence Diagnosis (QUID), the Geriatric Depression Scale (GDS), and the Pelvic Floor Distress Inventory-20 (PFDI-20). Data were analyzed using descriptive statistics and logistic regression across three models (overall, female, and male). The prevalence of UI was 28.07%, with higher rates among females (15.77%) compared to males. Pelvic floor muscle weakness was significantly associated with UI in all models. Among women, reproductive factors such as a menopause duration exceeding 10 years and a history of childbirth were also significantly associated with an increased risk of UI. Education level emerged as a significant confounding variable in the general model. Pelvic floor muscle weakness is a key gender-linked risk factor for UI, particularly among women with specific reproductive histories. These findings underscore the importance of incorporating gender-responsive assessments and pelvic floor interventions into institutional geriatric care practices.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri di Kota Depok: Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri di Kota Depok Bening Fitria Dewi; Widyatuti, Widyatuti
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i2.59102

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Pencegahan dini melalui suplementasi tablet tambah darah (TTD) penting, namun kepatuhan konsumsi seringkali belum optimal. Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya kepatuhan adalah kurangnya pengawasan dan dukungan keluarga, yang memiliki peran sentral dalam membentuk perilaku kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan konsumsi TTD. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu penentuan sampel mempertimbangkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian, terdiri dari 111 remaja putri berusia 13–18 tahun di Kota Depok, pernah mendapatkan kunjungan puskesmas di sekolah, serta bersedia mengisi kuesioner. Responden yang mengalami gangguan kognitif atau tidak tinggal bersama keluarga (seperti tinggal di panti asuhan atau hidup sendiri) dieksklusikan dari penelitian. Instrumen yang digunakan adalah instrumen dukungan keluarga dan instrumen kepatuhan konsumsi TTD. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri (p=0,019; α=0,05), dengan odds ratio sebesar 2,478. Keterlibatan keluarga dan edukasi berkelanjutan penting untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD
Promosi Kesehatan Latihan Fisik Anak Usia Sekolah Dalam Masa Pandemik Covid 19 Di Limo, Depok Sari, Fransiska Novita; Fitriyani, Poppy; Widyatuti, Widyatuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 8, No 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v8i2.5770

Abstract

Pandemik Covid 19 menyebabkan anak usia sekolah mengikuti pembelajaran secara online di rumah. Pembelajaran online meningkatkan durasi anak duduk di depan layar handphone atau laptop. Kondisi ini menyebabkan anak menjadi jaran bergerak sehingga durasi latihan fisik berkurang selama di rumah. Latihan fisik yang tidak teratur dapat menjadi salah satu faktor peningkatan berat badan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan sebagai bentuk promosi kesehatan latihan fisik dalam asuhan kelompok anak usia sekolah dengan gizi lebih dan obesitas dalam masa pandemi Covid 19. Sejumlah 31 anak sekolah dasar di Kelurahan Limo, Kota Depok mengikuti kegiatan promosi kesehatan secara daring dan luring sebanyak 8 sesi selama bulan Maret-Juni 2021. Hasil akhir kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan nilai mean pengetahuan dari 5,71 menjadi 8,26 dan keterampilan latihan fisik dari 5,29 ke 7,45 setelah promosi kesehatan. Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan dapat menjadi rekomendasi untuk perawat komunitas untuk bekerja sama dengan pihak sekolah dalam mengembangkan program latihan fisik di rumah  kesehatan  pada anak usia sekolah dalam masa pandemi.
Systematic Review: Pengaruh Program Pendampingan Self Help Group Terhadap Tingkat Viral Load Dan Kepatuhan Minum ARV Pada ODHA Suan, Carolina Fina; Wiarsih, Wiwin; Widyatuti, Widyatuti
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 11, No 2 (2025): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Kedua 2025
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v11i2.2368

Abstract

Program pendampingan Self Help Group (SHG) telah digunakan sebagai intervensi psiko-sosial untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan dan menurunkan viral load pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Namun, efektivitas SHG dalam meningkatkan kepatuhan minum antiretroviral (ARV) dan menurunkan tingkat viral load masih menunjukkan variasi hasil antar studi. Oleh karena itu, dilakukan systematic review untuk menganalisis pengaruh program SHG terhadap tingkat viral load dan kepatuhan minum ARV pada ODHA.Kajian ini menggunakan desain systematic review dengan panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Literatur dicari melalui empat basis data: Scopus (n=34), ScienceDirect (n=3.945), ProQuest (n=5), dan Sage Journal (n=5), dengan total hasil pencarian awal sebanyak 12.365 artikel. Kata kunci yang digunakan: ("Self Help Group" OR "Support Group") AND ("Viral Load" OR "HIV Suppression") AND ("ARV Adherence" OR "Medication Compliance") AND ("PLHIV" OR "HIV Patients"). Seleksi dilakukan berdasarkan inklusi studi intervensi terhadap ODHA yang menilai dampak SHG terhadap kepatuhan dan viral load. Dari hasil penyaringan, diperoleh sejumlah artikel yang memenuhi kriteria dan menunjukkan bahwa keterlibatan dalam SHG secara konsisten berkorelasi positif dengan peningkatan kepatuhan minum ARV serta penurunan viral load. Beberapa studi juga menunjukkan peningkatan dukungan sosial, pemahaman penyakit, dan pemberdayaan individu sebagai mediator utama. Program SHG terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil klinis ODHA, khususnya dalam aspek kepatuhan pengobatan dan kontrol virologis. SHG direkomendasikan sebagai intervensi tambahan dalam layanan HIV terintegrasi di berbagai setting layanan kesehatan. Penerapan SHG juga mendukung manajemen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan komprehensif serta memperkuat sistem dukungan pasien dalam continuum of care
End-of-Life Acceptance in Hemodialysis Patients: A Conceptual Analysis Wabula, La Rakhmat; Yetti, Krisna; Masfuri, Masfuri; Widyatuti, Widyatuti; Widyawati, Ika Yuni; Septiwi, Cahyu
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i3.561

Abstract

End-of-life (EOL) acceptance is a crucial but underexplored concept among patients with end-stage renal disease (ESRD) undergoing hemodialysis. This study aimed to analyze and clarify the concept of EOL acceptance in hemodialysis patients using Walker and Avant’s eight-step method. These patients often face progressive physical deterioration and limited life expectancy, making psychological, emotional, and spiritual readiness to confront death a fundamental component of care. However, the term “EOL acceptance” lacks conceptual clarity and consistency in nursing practice. A comprehensive literature review was conducted using PubMed, CINAHL, and Scopus databases, targeting studies published between 2014 and 2024. The keywords used included ‘end-of-life,’ ‘terminal care,’ ‘death acceptance,’ ‘dying acceptance,’ ‘hemodialysis,’ ‘end-stage renal disease,’ and ‘terminal care nursing’. The analysis identified three attributes of EOL acceptance:  psychological readiness to face death, integration of existential and spiritual meaning, and proactive decision-making toward dignified dying. Supporting factors include awareness of terminal illness, therapeutic communication, and psychosocial-spiritual support. The identified consequences are emotional peace, enhanced family preparation, and improved quality of life. This analysis delineates a conceptual framework for EOL acceptance, enabling nurses to assess and support patients facing terminal illness effectively. It also provides a foundational framework for developing assessment tools and nursing interventions to improve person-centered EOL care for individuals with ERSD.
Efektivitas Pendidikan Sebaya Berbasis Digital dalam Mendukung Berhenti Merokok pada Remaja: Tinjauan Sistematis Kelrey, Dina Setya Rahmah; Permatasari, Henny; Widyatuti, Widyatuti; Rahmadiyah, Dwi Cahya
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 11 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol11.Iss3.2372

Abstract

Smoking behavior among adolescents in Indonesia is increasingly alarming, with the number of active smokers reaching 70 million and a significant rise observed in the 13–15 age group. Early initiation of smoking increases the risk of nicotine addiction, non-communicable diseases, and the economic burden on both families and the nation. This study aims to evaluate the effectiveness of digital peer education in enhancing adolescents’ motivation to quit smoking. Methods: This systematic review was conducted following the PRISMA 2020 guidelines. Article searches were performed in Scopus, ScienceDirect, and ProQuest databases between March and April 2025. Inclusion criteria were developed based on the PICO framework and focused on quantitative studies involving adolescents aged 10–19 years who participated in digital peer education interventions. A total of 10 studies (4 randomized controlled trials, 2 quasi-experimental studies, 2 cohort studies, and 2 cross-sectional studies) met the inclusion criteria and were critically appraised using the JBI Critical Appraisal Checklist. Results: The review revealed that digital peer-based interventions significantly improved adolescents’ self-efficacy, knowledge, and intention to quit smoking. The interventions included online peer education, digital games, social media messaging, and school-based modules. Most studies demonstrated positive outcomes, although variations in evidence strength were noted due to methodological differences, limited follow-up, and reliance on self-reported data. Conclusion: Digital peer education has strong potential as an effective strategy to enhance adolescents’ motivation to quit smoking. Further studies with more rigorous designs and longer follow-up periods are recommended to strengthen the generalizability of these findings.
Co-Authors Abas, Ibnu Achir Yani S. Hamid Adinda Muji Lastari Agus Setiawan Agus Setiawan Agustina Rahmawati Akbar, M. Agung Anak Agung Gede Sugianthara Andi Pranata Andi Pranata Andi Saifah Arnindya Kanti Prasasti Astuti Yuni Nursasi Azwar Azwar Bening Fitria Dewi Budi Anna Keliat Budiharto Budiharto Cahyu Septiwi Defrima Oka Surya Dewi Gayatri Dwi Budi Prastiani Dwi Cahya Rahmadiyah Elfrida Ratnawati Etty Rekawati Fadillah, Redy Fatin, Nurul Febriana, Annisa Fitri Kamila Rahmadini Havizoh, Havizoh Henny Permatasari Huda, Mega H. Ika Yuni Widyawati Intan Sari Putri Junaiti Sahar Juniati Sahar Kartika, Annisa Wuri Kelrey, Dina Setya Rahmah Krisna Yetti Kurniawan, Hansen Maranata, Ryanti Masfuri - Muhamad Jauhar Mukminin, Muhammad A. Nourmayansa Vidya Anggraini Nurma Zela Gustina Nurma Zela Gustina Nurma Zela Gustina Poppy Fitriyani Priyo - Putu Ayu Sani Utami Raden Siti Maryam, Raden Siti Rahmadini, Fitri Kamila Ratnawati, Diah Rianty, Dian Asih Rinik Eko Kapti Rizkiyani Istifada Rizky Rachmatullah Ryanti Maranata Saptaswari, Dianty Saraswati, Iis Sari, Fransiska Novita Sari, Ni Luh Putu Dian Yunita Sarini, Irma Listia Sigit Mulyono Sigit Priyanto Sinthia Rosanti Maelissa Siregar, Tatiana Sri Hartini M.A, Sri Hartini Sri Hartini Mardi Asih Suan, Carolina Fina Sukihananto Sukihananto Sutanto Priyo Hastono Wabula, La Rakhmat Wanda , Dessie Wang, Jing Jy Wati, Dwi Nurviyandari Kusuma Wedarti, Yoifah Rizka Wibowo, I Made Agus Wiska, Nadia Wiwin Wiarsih Yanzami, Utari Melinda Yeni Rustina Yolinda Suciliyana