Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Kajian Peningkatan Produktivitas Polikultur Pada Karamba Jaring Apung di Waduk Cirata dengan Pemanfaatan Teknologi Aerasi Herman Hamdani; Perdana Putra Kelana; Irfan Zidni
Akuatika Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.639 KB) | DOI: 10.24198/jaki.v2i2.23426

Abstract

Karamba Jaring Apung (KJA) merupakan salah satu metode dalam kegiatan budidaya ikan di perairan umum seperti Waduk Cirata. Masalah yang umum dihadapi oleh pembudidaya ikan KJA di Waduk Cirata yaitu rendahnya konsentrasi oksigen di lokasi tersebut, sehingga akan berpengaruh secara langsung terhadap kehidupan ikan-ikan yang dibudidayakan. Rendahnya oksigen akan menyebabkan rendahnya laju pertumbuhan yang tentunya akan menurunkan produktivitas. Objek penelitian ini adalah produktivitas ikan bawal dan nila yang dibudidayaka secara polikultur dalam KJA di Waduk Cirata. Penelitian ini dilakukan selama 10 minggu dengan metode experimental yang menggunkanan 2 perlakuan yaitu KJA dengan airasi dan KJA tanpa aerasi. Adapun parameter yang diukur adalah oksigen terlarut (DO), amonia bebas (NH3), suhu, pH dan bobot ikan. Konsentrasi DO rata-rata pada KJA dengan aerasi lebih tinggi 8,26% dibandingkan KJA tanpa aerasi. Berdasarkan hasil analisis uji t, produktivitas KJA dengan menggunakan teknologi aerasi memberikan hasil produktivitas lebih baik bandingkan dengan tanpa menggunakan aerasi. Produktivitas rata-rata KJA dengan aerasi sebesar 11,47 Kg/m3, sedangkan KJA tanpa Aerasi adalah 8,91 Kg/m3.
Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan Pangandaran Ibnu Bangkit Biosina Suryadi; Perdana Putra Kelana
Akuatika Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.149 KB) | DOI: 10.24198/jaki.v2i2.23419

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Perairan Pangandaran Kabupaten Pangandaran selama empat bulan dimulai pada bulan April hingga bulan Juli 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi struktur komunitas fitoplankton di Perairan Pangandaran yang merupakan daerah wisata.Pengambilan contoh fitoplankton dilakukan pada tiga titik yaitu di wilayah terumbu karang pantai timur dan barat serta karamba di pantai timur. Hasil penelitian menunjakan bahwa terdapat 10 genus dari kelas Bacillariophyceae, tiga genus dari kelas Chlorophyceae dan dua genus dari kelas Dinophyceae serta satu genus dari kelas Cyanophyceae. Kelimpahan fitoplankton di Perairan Pangandaran berkisar antara 48-166 ind/l. Indeks keanekaragaman dan keseragaman di Perairan Pangandaran berkategori sedang dan indeks dominasi berkategori rendah. 
Kondisi Ekosistem Mangrove di Kawasan Ekowisata Karangsong Kabupaten Indramayu Aulia Rosdiana Tufliha; Daffa Manggala Putra; Delima Mentari Amara; Ressa Muhammad Santika; Sandra Moerti Oktavian; Perdana Putra Kelana
Akuatika Indonesia Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.843 KB) | DOI: 10.24198/jaki.v4i1.23494

Abstract

Ekosistem mangrove di wilayah Karangsong Kabupaten Indramayu merupakan salah satu ekosistem hasil rehabilitasi yang dimanfaatkan menjadi kawasan ekowisata. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2018 di Kawasan Ekowisata Karangsong Kabupaten Indramayu guna mengetahui kondisis ekosistem mangrove dengan menggunakan metode Transek Line Plot (TLP). Stasiun pengamatan diambil berdasarkan waktu rehabilitasi dan  keterwakilan wilayah pada bagian selatan, bagian tengah dan bagian utara kawasan ekowisata mangrove Karangsong. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat komposisi jenis dari dua spesies mangrove yaitu Avicennia marina dan Rhizophora mucronata. Kerapatan pada tingkat pohon di ekosistem mangrove Karangsong termasuk kedalam kategori rusak pada seluruh stasiun dengan nilai kerapatan masing-masing sebesar 633 ind/ha untuk stasiun 1, 366 ind/ha untuk stasiun 2 dan 100 ind/ha stasiun 3, tetapi menuju perkembangan kearah yang lebih baik ditunjukan dengan nilai kerapatan yang tinggi pada tingkat pancang dan semai. Parameter kualitas air seperti suhu, salinitas dan pH perairan serta jenis substrat berlumpur mendukung untuk pertumbuhan mangrove.
The SPESIFIKASI DAN PENGOPERASIAN PUKAT CINCINDI KM KARYA MAJU KOTA SIBOLGA Roma Yuli Hutapea; Perdana Putra Kelana; Muhammad Nur Arkham; Ayang Armelita
COJ (Coastal and Ocean Journal) Vol. 5 No. 2 (2021): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1529.402 KB) | DOI: 10.29244/COJ.5.2.54-63

Abstract

Fish landing activities in Sibolga Fishing Port are dominated by small pelagic fish, used purse seine. Purse seine is one of the most widely used fishing gear in Sibolga. The reason for the large number of fishing gears is because this fishing gear is considered to be quite effective in use and also the availability of potential to support it in carrying out its operation. Fishing using purse seine is one of the fishing methods aimed at large schools of pelagic fish. The purpose of this study was to determine the specifications of the purse seine at KM Karya Maju and to determine the method of operation of the purse seine at KM Karya Maju. The research was carried out March-April 2019 at KM Karya Maju. The purse seine specifications at KM Karya Maju consist of upper rope, lower rope, buoys, ballast rope, self edge, ring rope, ropes, buoys, sinkers, rings. The purse seine operation area is located at WPP 572, from Nias island to North Natuna. Purse seine at KM Karya Maju is operated at night, using FADs. The principle of operation of KM Karya Maju's purse seine is by circling a group of fish into a pocket- shaped net.
KARAKTERISTIK PERIKANAN TANGKAP DI KOTA LANGSA, PROVINSI ACEH Muhammad Nur Arkham; Andan Hamdani; Achmad Fahrudin; Nana Anggraini; Yaser Krisnafi; Mathius Tiku; Perdana Putra Kelana; Rangga Bayu Kusuma Haris; Ari Gunawan
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.27.3.2021.%p

Abstract

Informasi terkait pemanfaatan sumber daya perikanan sangat diperlukan dalam menunjang pengambilan keputusan dan pengelolaan perikanan secara berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan karakteristik pemanfaatan sumber daya perikanan tangkap di Kota Langsa. Penelitian ini dilakukan di Kota Langsa, Provinsi Aceh. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan pengarsipan data pendukung. Karakteristik perikanan tangkap yang ada di Kota Langsa didominasi oleh usaha nelayan skala kecil. Alat tangkap yang digunakan adalah mini purse seine, gillnet, trammel net dan pancing, yang dioperasikan dengan kapal berukuran <5 GT. Musim penangkapan sangat dipengaruhi oleh musim barat atau musim timur dan jenis alat penangkapan ikan yang dioperasikan. Persepsi nelayan kecil terkait dengan keberlanjutan aktivitas perikanan tangkap dari aspek sosial cukup baik, hal ini dikarenakan tradisi/budaya nelayan dan peran keluarga memberikan dampak yang positif terhadap usaha perikanan tangkap. Persepsi dari aspek ekonomi menyebutkan kurang mendukung keberlanjutan aktivitas perikanan tangkap diantaranya adalah indikator biaya melaut yang meningkat akan tetapi tidak ada perubahan selama 5 tahun terakhir terkait dengan pendapatan, hasil tangkapan dan keuntungan. Persepsi dalam aspek ekologi menyebutkan keadaan lingkungan perairan yang sudah tidak dapat menampung tingginya upaya penangkapan yang dilakukan oleh nelayan. Kejadian ini dapat dilihat dari indikator jumlah dan ukuran hasil tangkapan ikan yang semakin berkurang/kecil.Information related to the exploitation of fishery resources is needed to support decision-making and sustainable fisheries management. This study describes the utilization of capture fisheries resources in Langsa City. The location of this research is Langsa City, Aceh Province. Collecting data through personal interviews, observation, and archiving supporting data have been conducted. Small-scale fishing businesses dominate the characteristics of capture fisheries in Langsa City. The fishing gear used are mini purse seine, gillnet, trammel net and fishing line, operated using fishing vessels <5GT. The fishing season is strongly influenced by the west or east monsoons and the type of fishing gear operated. The perception of small fishermen related to the sustainability of capture fisheries activities from the social aspect is quite good. This is because the traditions/culture of fishermen and the role of the family have a positive impact on the capture fisheries business. Perceptions from the economic aspect stated that they did not support the sustainability of capture fisheries activities, including indicators of rising fishing costs but no change over the last 5 years related to income, catches, and profits. Perception in the ecological aspect states that the state of the aquatic environment can no longer accommodate the high fishing effort made by fishermen. This incident can be seen from the indicator of the number and size of fish catches decreasing/smaller.
STATUS PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN DEMERSAL DI DUMAI, RIAU Muhammad Nur Arkham; Perdana Putra Kelana; Tyas Dita Pramesthy; Djunaidi; Sri Yenica Roza; Suci Asrina Ikhsan
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 3 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.3.235-242

Abstract

Kota Dumai memiliki nelayan perikanan tangkap skala kecil yang menjadikan ikan demersal sebagai target utama. Daerah penangkapan ikan demersal yang relatif mudah dan dekat untuk diakses serta memiliki milai ekonomis yang cukup tinggi menjadi daya tarik bagi nelayan untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung tingkat pemanfaatan, nilai MSY dan JTB di perairan Dumai. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu jumlah trip dan jumlah hasil tangkapan jaring insang, sondong dan pengerih sejak tahun 2014 hingga 2018. Nilai MSY dan upaya optimum dianalisis menggunakan model produksi surplus oleh Schaefer. Persamaan regresi antara upaya standar (f) dengan CPUE adalah dengan nilai R2 = 0,9273. Jumlah upaya optimum (Fopt) adalah 4.604 trip/tahun dan nilai MSY sebesar 918,47 ton/tahun. Rata-rata tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan mencapai 83% termasuk dalam kategori optimum. Nilai JTB ikan demersal sebesar 734,78 ton. Status pemanfaatan ikan demersal di perairan Dumai masuk kedalam kategori tangkap berlebih. Perlu ada pengaturan ulang mengenai upaya penangkapan (f) guna menjaga keberlanjutan sumber daya ikan dan kegiatan perikanan tangkap ikan demersal di Kota Dumai. Kata kunci: CPUE, Dumai, ikan demersal, MSY
STUDI KESESUAIAN KUALITAS AIR UNTUK BUDIDAYA IKAN MAS (Cyprinus carpio) STRAIN MAJALAYA GUNA MENDUKUNG PROGRAM KAMPUNG LAUK DI KABUPATEN BANDUNG Ibnu Bangkit Biosina Suryadi; Perdana Putra Kelana; Ujang Subhan
Aurelia Journal Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i1.11054

Abstract

Ikan mas khususnya strain Majalaya merupakan salah satu jenis ikan favorit masyarakat Jawa Barat diharapkan produksinya dapat dipenuhi sendiri oleh wilayah Kabupaten Bandung Khususnya dan dapat meningkatkan kesejahteraan lingkungan serta masyarakatnya. Kampung lauk merupakan program untuk mencapai harapan tersebut. Tujuan studi ini untuk mengkaji kesesuain kualitas air untuk budidaya ikan mas strain Majalaya. Metode yang digunakan adalah Metode survey dengan teknik purposive sampling untuk penentuan lokasi pengambilan contoh air. Terdapat 3 stasiun dengan 2 titik pengambilan contoh pada masing-masing stasiun. Paramter yang diamati adalah suhu, oksigen terlarut, pH dan amonia yang akan dibandingkan dengan SNI 01-6133-1999 dan SNI 01-6131-1999 kemudian dibahas secara deskriptif. Hasil studi menunjukan terdapat 2 stasiun yang seluruh parameternya sesuai untuk melakukan budidaya ikan mas strain Majalaya baik untuk pembenihan maupun pembesaran.
Studi Performansi Mesin Pelontar Pakan Ikan terhadap Gaya Sentrifugal Perdana Putra Kelana; Rizqi Ilmal Yaqin; Rangga Bayu Kusuma Haris; Alfakhri Alfakhri; A Marsha Alviani
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6934

Abstract

The fish feed thrower machine can disperse the feed over a wide coverage area in a short time. Throw distance is an important parameter that must be considered in a fish feed thrower machine. Distribution of feed from the fish feed thrower machine is due to the centrifugal force. This study aims to analyze the rotational speed (RPM) of the fish feed thrower machine 360° against throw distance and centrifugal force of the feed grains. Maximum results obtained for throw distance, throw speed and centrifugal force occur at RPM 600. Farthest throw distances from the feed codes 781-1, 781 and 782 are 2.20 m, 1.89 m and 1.66 m. Maximum throw speeds of the feed codes 781-1, 781 and 782 are 14,667 m/s, 12,583 m/s and 11,083 m/s. Maximum centrifugal force of the feed codes 781-1, 781 and 782 are 0.504x10-3 N, 2.711x10-3 N and 5.796x10-3 N. This shows that the centrifugal force on the feed grains causes the rotational speed (RPM) to affect the distance and speed of the feed.
Identifikasi Jenis Ikan Hasil Tangkapan Nelayan yang didaratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kota Dumai Provinsi Riau Djunaidi Djunaidi; Perdana Putra Kelana; Tyas Dita Pramesthy; Muhammad Nur Arkham; Rangga Bayu Kusuma Haris; Sri Yenica Roza
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 5, No 2 (2022): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v5i2.2607

Abstract

The Dumai City Fish Landing Base (FLB) is functioned to land fish both from within and from outside the City of Dumai to meet local consumption and for export purposes, however the various types of fish caught have not been properly identified. This study aims to identify and identify the types of fish caught by fishermen who are landed at the Fish Landing Base in Dumai City. The method used in this research was a survey. The fish species obtained were identified morphologically based on similarities in characteristics with the Taxonomy and Fish Identification Key books. The results showed that there were 14 types of fish from 14 families. all identified fish are neither protected nor endangered animals.
INVENTORY OF MACROZOOBENHTOS, WATER QUALITY AND SUBSTRATE IN THE MANGROVE ECOSYSTEM, DUMAI CITY, RIAU PROVINCE Djunaidi Djunaidi; Tyas Dita Pramesthy; Perdana Putra Kelana; Muhammad Nur Arkham; Rangga Bayu Kusuma Haris
Aurelia Journal Vol 5, No 1 (2023): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v5i1.12203

Abstract

Macrozoobenthos has an important role in ecological functions in mangrove ecosystems which can be used as bioindicators in aquatic ecosystems. The purpose of this study was to inventory macrozoobenthos, water quality and substrate found at the study site. The method used in this study was the observation transect method of mangrove vegetation measuring 10 x 10 meters in which 5 sub-plots were made in the plot where each sub-plot measuring 1 x 1 meter. Macrozoobenthos samples were taken from the substrate, stems and roots of mangroves. Measurements of water quality parameters were taken in situ at each research station and the substrate was taken using a shovel and then observed for sediment particles in the Dumai Maritime and Fisheries Polytechnic laboratory. This study succeeded in infentarizing the macrozoobenthos of the Mollusc Phylum, class Gastropods with 6 families and 6 species (Nerita articulata, Chicoreus capucinus, Littorina scabra, Ellobium aurisjudae, Cerithidae quoyii and Pugilina cochlidium) and class Bivalvia, 1 family and 1 species (Polymesoda bengalensis). Water quality parameter values consist of an average temperature of 29.73 ˚C, a salinity of 26.33 ppt, dissolved oxygen (DO) 4.92 mg/l and a pH of 6.9. This water quality condition can still be tolerated by mangrove and macrozoobenthos plants. Substrate texture at stations 1 and 2 includes the clay loam category and station 3 the sandy loam category which has an influence on the abundance of macrozoobenthos.